
Rita, mamaRatna, Andi dan Dewa berada di pesawat dalam perjalanan menuju Bali.
Rita duduk disebelah mamaRatna, sedangkan Dewa duduk disebelah Andi.
"Kenapa sih dari tadi lo kayak cacing kepanasan, lihat ke belakang melulu?" Tanya Andi
"Engga, kenapa-kenapa Ray, kenapa tiba-tiba gue kepikiran film Final Destination ya? Itu lho yang naik pesawat ga jadi gara-gara ada yang mimpi pesawat meledak."
"Yakin lo ngebayangin film itu? Bukannya karena lo maunya duduk dekat adik gue?"
"Yahh ..ketahuan ya?"
"Iyalah..gue kan kenal elo, bukan sehari 2 hari, tapi tahunan."
"Iya ya, kadal kog mau boongin buaya, hihihi"
"Ngomong2 tentang mimpi, Rita juga akhir-akhir ini sering mimpi firasat!"
"Mimpi firasat maksud lo?"
" Ya misalnya nih 2 hari yang lalu di mimpi ada cewek mau loncat dari apartemen kita, dia mimpiin itu berkali-kali, eh kejadian, syukurnya dia bisa mencegah cewek itu lompat."
"Ooh...itu sering apa sudah lama?"
"Menurut dia sih baru seminggu yang lalu, sejak kebakaran tetangga depan rumahnya."
"Oo kebakaran itu ya?
"Lo tahu Ar?"
"Gue diceritain Tomi temen gue. Katanya Rita juga menyelamatkan nenek tetangganya ya?"
"Iya betul, btw tentang Tomi, kog lo ga ajak dia ikut?"
"Tomi sibuk ngurusin restoran mamanya, apalagi pas liburan ini."
"Orangnya baik?"
"Ya lumayan lah, kalau ga baik, ga temenan sama gue dong.Kog lo tahu tentang Tomi?"
"Hmm...kemarin Rita VC dia!" ujar Andi sambil membolak-balik majalah.
"Rita VC dia? Kog sama gue engga?"
"Waktu itu dia minta saran cara melawan Abiyasa."
"Abiyasa Robisugara? Kan gue juga pernah melawan dia, kog ga nanya sama gue?" Ujar Dewa sedikit cemburu.
"Nah, Tomi juga bilang begitu, cuma waktu itu Rita ingetnya cuma sama Tomi, karena pertandingan terakhir Tomi yang melatih dia".
"Oo,begitu!"
"Kenapa Lo cemburu? Bukannya Rita lagi dekat sama Indra? Lagi pula lo sudah punya tunangan kan?
"Indra ga bilang Rita pacarnya. Sedangkan tunangan? gue aja belom kenal sama sekali."
"Hmmm .. pokoknya kalau lo cuma main-main saja sama Rita mending ga usah deh. Jangan sampe kita jadi ga temenan ya?."
"Tapi kalau sekarang ini gue suka sama Rita gimana?"
"Jangan bikin dia patah hati, awas aja kalau dia nangis gara-gara lo!"
"Jiaahh jadi kakak yang baik nih?" Goda Dewa
"Iya dong!" Sahut Andi
Rita tertidur di dalam pesawat. Dalam mimpinya ia melihat seorang gadis remaja SMP dikejar-kejar sekelompok orang. Gadis itu berteriak histeris karena terjebak di jalan buntu. Di dalam mimpi, dia juga melihat Tomi yang pingsan karena dipukul. Terbaring di sebelah gadis itu. Sepertinya gadis itu diperkosa beramai-ramai dan dibunuh di tempat itu.Tomi yang tersadar dari pingsannya dikeroyok orang-orang sekitar karena mereka menyangka ia adalah pelakunya. Rita terjaga dari tidurnya. Dilihatnya jam tangannya, masih pukul 11 WIB, sepuluh menit lagi pesawat akan landing di bandara I Gusti Ngurah Rai. Rita termenung mengingat-ingat mimpinya. "Siapa ya?" Pikirnya.
"Wajahnya sering gue lihat tapi dimana ya?"
Di tempat yang lain.
"Tringgg" bunyi pesan di ponsel Tomi.
Tomi membaca pesan yang ternyata dari mamanya.
"Tomi, nanti ada cewek magang 1 orang, namanya Isyana Sarasvati. Tolong bantu dia ya? "
"Isyana?" Gumam Tomi.
"Assalamualaikum Kak Tomi!" Sapa Isyana menghampiri Tomi yang sedang duduk di pojok resto.
"Isye? Ngapain disini?"tanya Tomi bingung.
"Aku kan mau magang di sini Kak!" Jawab Isye
"Kamu Isyana Sarasvati?" Tanya Tomi lagi.
"Heeh!" Jawab Isye tersenyum
"Ooo...Isye nama panggilan tokh, waaah..baru ngeh Aku!" Ujar Tomi tertawa kecil
"Iya kak, jadi bantuin aku yaaa!"
"Hmm.. Isye kamu ga ikut Dewa ke Bali?"
"Hah? Kak Dewa ke Bali? Kog Isye ga tahu??"
Isye langsung membuka Hpnya dan mencoba menghubungi Dewa, tetapi tidak tersambung.
"Huu.. kebiasaan nih kak Dewa kalau ditelepon ga pernah diangkat!" Keluh Isye.
"Kasihan..kamu kayak anak ilang!" Goda Tomi
"Ahh..Kak Tomi nih, Isye tuh sudah niat dari liburan kemarin mau magang di sini. Kata kak Dewa bayarannya lumayan"
"Iya lumayan, kalau kamu bisa bawa banyak pelanggan ke sini!"
__ADS_1
"Pelanggan?.. gampang kak!" Ujar Isye dengan gaya centilnya. Ia mulai ber-selfie ria.
"Kak Tomi tolong fotoin Isye waktu pakai Apron ya?"
Tomi menuruti.
"Sekali lagi kak, kali ini spotnya pas di depan merek resto ini yaa?"
"Eh ..ni bocah malah nyuruh manager!"
"Ayolah kakTomi" ajak Isye sambil menarik Tomi keluar resto. Diikuti oleh Aji yang terkesima dengan kecantikan Isye.
"Sekarang tolong aku ya mas? Foto aku bareng kak Tomi". Ujar Isye memberikan Hpnya ke Aji.
"Mas?" Sambut Aji bingung, tapi ia tetap melakukan yang Isye minta.
"Nah sudah!" Ucap Aji menyerahkan HP ke Isye.
"Terimakasih!"ucap Isye tersenyum manis.
"Sama-sama!" Aji tersipu-sipu.
Tomi memperhatikan Aji yang terus membuntuti Isye.
"Heh Ji, Lo ngapain dari tadi di sini? Itu customer pada nungguin meja masih pada kotor!" Tegur Tomi.
"Sebentar Bos!"ujar Aji menghampiri Isye.
"De Isye, ayo ikut saya untuk latihan melayani customer!"ujarnya
"Sebentar mas, saya cuma mau dilatih oleh manager Tomi, kalau bukan sama dia saya ga jadi magang!" Ujar Isye dengan suara agak ketus kemudian ia mendekati Tomi lagi sambil memegang ponselnya.
"Jadi nih Kak, foto-foto yang tadi Isye unggah ke IG nanti follower Isye kan pada nge-like tuh, biasanya jadi pada tertarik ke sini!"
Aji yang merasa dirinya dicuekin Isye, pergi meninggalkannya dengan langkah gontai. Tomi memperhatikan Isye yang sedang serius dengan ponselnya.
"Kalau kamu sudah selesai sama Hpmu, sekarang, kamu ikuti mas Aji yang tadi, kamu liatin cara dia melayani customer!" Perintah Tomi.
"Yahh..Isye maunya kak Tomi saja yang melatih Isye" ujarnya manja
"Saya manager disini, hanya turun tangan kalau lagi banyak kerjaan yang ga ter-handle. Soal melatih itu diserahkan ke senior di sini!"
"Kalau kamu mau serius kerja, harus nurut apa kata manager!" Ujar Tomi tegas.
"Hah?? tapi kakk?"
"Mau serius kerja ga? Kalau engga mau juga ga apa-apa, aku lagi banyak urusan nih!" Ujar Tomi
"Hmmm..iya deh!" Ujar Isye sambil cemberut.
"Anak baik!" Ucap Tomi tersenyum.
Melihat Tomi yang makin ganteng jika tersenyum membuat hati Isye berbunga-bunga.
"Baik kak!" Ujarnya riang. Ia pun menghampiri Aji, dan memintanya untuk melatihnya. Tomi tersenyum memperhatikannya dari jauh.
Sementara itu Rita dan keluarga telah tiba di hotel kawasan seminyak. Ia memasuki hotel bintang 5 yang mewah dan nyaman. Di mana terdapat taman tropis yang sangat luas. Saat memasuki lobi resort, mereka disambut staf yang ramah. Ketika memasuki kamarnya yang memadukan unsur modern dan tradisional etnik Bali yang sangat khas. Rita sekamar dengan mamanya, sedang Andi dan Dewa di kamar sebelahnya.
Rita menuruti mamanya. Setelah meletakkan kopernya, ia langsung rebah di ranjang dan terlelap.
Tak terasa sudah seminggu Rita dan keluarganya berada di Bali. Kepulangannya terpaksa ditunda, itu karena pada hari ketiga Ia, Dewa dan Andi terpaksa harus menginap di rumah sakit karena tersengat ubur-ubur. Rupanya mereka termasuk yang sensitif terhadap racun ubur-ubur sehingga efek sengatannya membuat alergi. Rita keluar rumah sakit lebih dulu. MamaRatna masih sibuk berkantor secara online. Rita sendirian berjalan-jalan di pantai yang jaraknya tidak jauh dari hotel tempatnya menginap.
Di tempat yang lain, Tomi semakin disibukkan dengan banyaknya customer di restonya. Sejak Isye mengunggah fotonya ke IG, makin banyak pelanggan resto yang datang, terutama anak-anak ABG.
"Tuuuh kan Kak, makin banyakkan customernya, Ice bisa dapat bonus dong!?"
"Bonus kepala mu! banyak yang datang tapi anak-anak ABG doang, belinya es teh tawar doang. Kasihan orang yang bertugas cuci gelas, makin banyak gelas yang dicuci. Sudah begitu customer ABG banyak yang minta berfoto sama kakak, jadi pegel ni muka harus senyum terus" keluh Tomi
"Habis sih kak, yang terjangkau kantong ABG di resto ini cuma es teh tawar, kalau mau beli yang lainnya harus patungan. Bikin dong menu yang lebih ekonomis supaya ABG pada bisa makan di sini tanpa nguras kantong. Lalu daripada repot-repot cuci piring, lebih baik pakai wadah sekali pakai tapi ramah lingkungan, jadi setelah dipakai tinggal dibuang, ga ribet kan?"
"Usul kamu akan kakak sampaikan ke owner! Btw Ce, kog kamu bisa menarik begitu banyak customer?"
"Follower IG Ice banyak kak, sekarang mendekati 500K."
"Jangan-jangan kamu beli follower ya?"
"iihhh Kak Tomi ganteng-ganteng kog tukang tuduh! masa' kakak ga merhatiin wajah Ice yang jelita ini?" ujar Ice berpose menaruh kedua jari di dagunya.
"Mana?...mana? kog kakak ga lihat ya???" goda Tomi usil.
"Huuuu Kak Tomi siiihh!" ujar Isye pura-pura marah.
"Btw ce, kamu ga dapat kabar apa-apa dari Dewa?"
"Hmmm....terakhir kemarin, kak Dewa sama temannya masuk RS gegara tersengat ubur-ubur Kak!"
"Hah!!, temannya yang mana nih yang masuk RS?"
"Memangnya ada berapa teman yang ikut kak?"
"Kan ada adik-kakak di situ?"
"hmm..mencurigakan, kak Tomi sama mencurigakan dengan kak Dewa. Mama bilang Kak Dewa ijin ke Bali, setengah memaksa kakek untuk mengijinkannya. Katanya itu hari terakhir ia bersama temannya yang umurnya ga berapa lama lagi.Apa benar kak?"
"Wah, kakak ga tahu apa-apa tentang itu, kak Dewa temannya banyak!"
"Beneran nih? " tanya Isye dengan nada curiga.
"Kamu lucu-lucu tukang tuduh, sudah kembali bekerja!, tuh ada customer yang datang!"
Customer yang baru masuk ternyata Indra dan teman-teman karatenya.
"Haloo, bos Tomi!!!" sapanya
"woy guys tumben lo pada kemari?" tanya Tomi heran.
"Iya nih, si Indra ngajak kemari. Mau nraktir katanya!" ujar Doni
__ADS_1
"Eh Tom, ada kabar dari Rita?" tanya Indra
"Engga ada, kog tanya gue? kenapa ga nanya sendiri?" jawab Tomi bingung
"Ga akh, takut ga dikangenin, hehehe" matanya Indra tertuju ke Isye yang sedang melayani customer lain.
"Siapa tu Tom? anak baru? tanyanya
"Itu Isye adiknya Dewa!" jawab Tomi
"Adiknya Dewa?? cantik bangett!" ujar Indra, Doni, Farhat,dan Rafi bersamaan
"Sialan si Dewa, gue sering ke rumahnya, kog ga dikenalin ke adeknya!" ujar Rafi kesal
"Itu karena lo pada norak kayak gini, makanya Dewa males ngenalin ke kalian. Ce, Kemari!"
Tomi memanggil Isye untuk mendekat ke mejanya. Isye, yang mulai terbiasa dengan pekerjaannya menghampiri meja Tomi CS.
"Ce, kenalin nih, teman-temannya kak Dewa. Ini Indra, Doni, Rafi dan Farhat!"
"Halo Ce, Saya Indra!" sambut Indra mendului menyapa dari teman-temannya.
"Halo kak!, saya Isye!"
"Halooo!!!" yang lain tersenyum melambaikan tangannya.
Indra dengan agresif mendekati Isye, untuk bertanya lebih banyak.
"Kamu kelas berapa? tinggal di mana? hobimu apa? sudah punya pacar belum?" Indra mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
"Ndra, lo nanya apa interogasi?" tanya Doni
"inget Rita Ndra!" ujar Rafi mengingatkan
"Rita? Rita yang mana ya?" jawab Indra ngasal.
"Aku kelas 9 kak, insya Allah semester depan Isye juga mau daftar di SMUnya kak Dewa. Tinggalnya bareng Kak Dewa. Hobi berselfie, pacar?? sedang proses kak!"
"Ooooo.."ujar Indra dan kawan-kawan terkesima dengan jawaban lantang Isye.
"Kak Dewa, Shift kerja Ice sudah selesai, Ice pulang ya?"
"Oh, sudah selesai, baiklah, hati-hati di jalan ya!"
"Iya kak, terimakasih!"
"Tom, lo ga anterin?"
"Anterin kemana?"
"Ya pulang lah!"
"Ngapain? dia bisa pulang sendiri!"
"Gue saja deh yang anter!" ucap Indra sambil bergegas dari tempat duduknya, tapi ditahan oleh keempat temannya.
"Heh! lo jangan menghindar gitu ya, sudah jauh-jauh kesini katanya mau nraktir, sekarang mau kabur!" ujar Doni menahannya
"ahh...ya sudah pada pesan deh, inget jangan lebih dari 1 makanan dan 1 minuman ya!" ujar Indra Kesal.
Sementara itu, Isye yang pulang sendirian, merasa diikuti dari belakang.
"Gawat nih, gue kenapa masuk ke gang sini?" gumamnya. Ketika ia mau berbalik, ia dihadang oleh 4 orang laki-laki seusia Dewa.
"Mau ngapain anak manis??" tegur salah satunya
"Mau pulang kak, permisiii!" jawab Isye ketakutan
"Kog sendirian? kakak anterin yuk!" ujar salah satu temannya lagi
"Ga usah kak, terimakasih" Ujarnya tertunduk sambil berusaha menghindar dari dekapan salah seorang di antaranya.
"Jangan buru-buru, cantik, temani kita dulu yuk?!" ajak salah satu dari mereka. Mulutnya berbau alkohol.
Isye yang mencium bau mulutnya, menjadi mual.
"Maaf kak!, ueek!!" tak sengaja ia muntah di kaki satu orang tersebut.
"Wahhh..kurang ajar nih, cantik-cantik jorok!" ujar orang itu.
"Maaf kak ga sengaja!" ujar Isye sambil mengeluarkan botol airnya dan menyiramkan ke kaki orang yang terkena muntahnya.
"Heh sial!, jadi kotor kemana-mana nih!, Lo ikut gue!" orang tersebut menarik rambut Isye. Teman-teman orang itu hanya tertawa melihatnya. Isye yang semakin ketakutan, berusaha melawan, dengan sekuat tenaga ia mendorong orang tersebut hingga terjatuh, kemudian ia lari sekencang-kencangnya. Empat orang tersebut tidak berdiam begitu saja, mereka mengejar Isye.Karena panik Isye tak sengaja berlari ke gang yang sepi. Ke empat orang tersebut kembali menghadangnya.
"Eh..ketemu lagi!"
"Eh iya kak, hehehe..permisiii!" kali ini Isye merangsek hadangan mereka tetapi karena mereka terlalu kuat, hingga ia terdorong ke depan.
Di saat yang sama Tomi dan kawan-kawan berhasil mengejar Isye. Rupanya, salah seorang karyawan resto Tomi yang menuju ke mal melihat Isye dikejar empat orang ke arah gang buntu, dan ia langsung melaporkannya ke Tomi. Mendengar hal tersebut Tomi langsung berlari meninggalkan restonya, disusul Indra, Doni dan Farhat. Rafi yang baru makan 1 potongan steak, langsung ikut berlari mengikuti teman-temannya.
"Mba, jangan dibenahin dulu, nanti kami balik lagi!!" ujarnya.
Tomi dan kawan-kawan menyusuri jalan yang telah dilalui Isye, hingga sampai di tempat Isye yang terjatuh.
"Heh! lo jangan beraninya ngeroyok anak kecil!" ujar Tomi setengah berteriak, nafasnya tersengal setelah berlari kencang.
"Siapa lo, mau ganggu pacar gue!" kata salah satu orang tersebut!"
"Bukan kak Tomi, mereka bukan pacar Ice!" teriak Ice setengah menangis ketakutan.
"Iya sebentar lagi jadi pacar gue!" ucap salah satu orang itu, dan mulai mencoba memukul wajah Tomi. Tomi berhasil mengelak. Terjadilah perkelahian satu lawan satu.Tomi berhasil menghajar salah satu orang tersebut, ketika ia membantu Ice berdiri, orang tadi mengambil batu besar yang akan dipukulkan ke Tomi. Syukurlah, Rafi yang datang terlambat, menendang orang tersebut dari samping, hingga ia terjatuh.
Keempat orang mabuk itu berhasil ditaklukan Tomi dan kawan-kawan. Tak lama orang-orang dan petugas keamanan daerah itu tiba di tempat. Semula mereka menyangka itu adalah tawuran antar geng, sehingga hampir saja Tomi CS ikut ditangkap. Syukurlah, di pojok atas gang tersebut ada kamera CCTV, sehingga kebenaran cerita Tomi dapat dibuktikan. Rupanya di gang buntu tersebut sering terjadi transaksi narkoba, pemalakan hingga pengeroyokan, untuk itu dipasanglah kamera CCTV untuk memantau keadaan. Setelah urusan lapor-melapor beres. Tomi mengantar Isye ke rumahnya, sedangkan Indra dan kawan-kawan kembali ke resto Tomi.
Tomi menelepon orang restoran untuk mengembalikan uang Indra, hari itu semua makanan dan minuman yang dimakan Indra Cs dibayar oleh Tomi.
"Alhamdulillah...uang gue utuh!" ucap Indra
__ADS_1
"Yahh...steak gue udeh dingin!" keluh Rafi
"Mari makaaann!!!!" ucap mereka bersamaan.