Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 335: Sekolah Baru Rita


__ADS_3

Rita sudah mulai masuk sekolah, jarak sekolah ke rumahnya kira-kira 2 kilometer.


Pagi ini adalah hari pertama ia masuk sekolah, pak Lee kepala pelayan mengumumkan melalui interkom rumah


"Mba Rita, supir akan mengantarkan Anda ke sekolah!"


"Ga usah pak Lee, tolong siapkan sepeda saja"


"Eh sepeda?"


"Iya, saya ingin ke sekolah naik sepeda"


"Apa mba Rita tahu jalannya?"


"Kemarin saya sudah survey jalan, tolong ya pak saya mau berangkat sehabis sarapan"


"Baiklah mba, segera saya siapkan sepeda nya"


"Terimakasih"


Pukul 7 pagi, Rita turun ke ruang makan, pagi itu dia memilih roti toast dengan isian telur orak-arik.


"Hmm.."ia memikirkan hidangan pagi prasmanan yang lengkap terhidang di hadapannya


"Zuppa soup dengan sup jamur" Rita menyantapnya dengan lahap.


Setelah selesai dengan Zuppa soup ia memikirkan makanan yang lain.


Ia melihat sandwich isian telur dan kornet.


"Uahh... Alhamdulillah..yummy banget!" Tanpa sengaja ia berteriak senang, para staf dapur geli melihatnya.


"Eh maaf"


"Saya mau sandwich ini dibawa untuk makan siang, tambahin juga takoyaki ya?"


"Baik!" Staf dapur menyiapkan pesanan Rita, sementara Rita meminum jus jeruk dan sirsak.


"Hadeuuuhh...nikmat sekaliii!! Alhamdulillah"


Beberapa saat kemudian Andi datang bergabung dengannya.


"Hari ini pertama masuk sekolah Rit?" Tanya Andi


"Iya kak!"


"Bisa sendiri kan? Apa perlu pak Lee yang antar? Gue gak bisa karena ada keperluan"


"Gak usah, Rita bisa sendiri kok!"


"Nanti pesenin supir supaya jemput nya tepat waktu jadi Lo gak nungguin lama!"


"Rita gak naik mobil kak"


"Jadi naik apa? Taksi?"


"Sepeda"


"Sepeda? Gak kejauhan?"


"Cuma 2 km lumayan menikmati udara pagi." Staf dapur memberikan tempat makan siang untuknya


"Terimakasih!" Ujar Rita menerimanya


"Mau berangkat sekarang?" Andi melihat jam tangannya


"Baru jam 7.30? Sekolahnya bukan masuk jam 9?"


"Supaya Rita bisa santai kak, kalau lewat sungai itu pemandangannya bagus. Disitu juga ada cafe, wangi banget kopinya"


"Kalau begitu baju seragamnya dipakai di sekolah saja, dari sini pakai kaos biasa"


"Kenapa?"


"Gowes sepeda lumayan jauh kan keringetan, emangnya betah belajar keringetan?"


"Oh iya ya, gak kepikiran!"


"Kalau gak salah di sana, ruang gantinya bagus deh, ada toilet nya segala bisa sekalian mandi"


"Oh begitu, boleh juga, tahu begitu gak usah mandi dari sini ya?"


"Bisa juga apalagi udara di sini gak lembab seperti di Jakarta"


"Eh iya ada kiriman tas dari mama"


"Tas? Tas apa?"


"Tas sekolah, kata mama karena di sini lembaran baru jadi tas Lo juga baru, 1 set sama sepatunya"


"Wahhh..keren dong, tapi kapan datangnya? Kok Rita gak tahu?"


"Kemarin malam, paketnya disatukan sama pesanan kakak"


"Oh begitu"


"Eh iya, nih e-money, sudah ada isinya 15ribu dolar untuk seminggu"


"Wow! Gak kebanyakan kak?"


"Enggak! Mungkin kurang ya? Katanya sih kantin di situ agak mahal makanannya, lagi pula Lo pasti butuh buat beli keperluan" Andi memberikan kartu


E-money bertuliskan Dar-Co dan nama Rita.


"Terimakasih kak!" Andi mengangguk


"Rita ke kamar dulu ya siap-siap terus langsung berangkat!"


"Oke, hati-hati di jalan!"


Setengah berlari Rita menuju kamarnya, ia membuka paket dari mamanya


"Wuiihh.. Gucci model ransel, sepatunya juga.." dengan semangat Rita memakai sepatu kets bermerk Gucci


"Pas banget" dia memfotonya dan mengirim ke ponsel mamanya


"Terimakasih mama sayang!"


"Sama-sama sayangku...belajar yang rajin ya??"


"Iyaa!!"


Rita mengeluarkan semua buku dari tas lama lalu memasukkan ke tas Gucci barunya.


"Ah...keren banget!!" Ia kegirangan. Rita di dimensi ini tidak pernah merasakan hidup prihatin, sejak kecil ia hidup dalam kemewahan. Rita yang ini menyukai barang-barang bermerk.


Rita mengenakan setelan training berwarna hijau gelap. Ia memakai ransel dan sepatunya, lalu ia bercermin.


"Mantap Rita!!" Ujarnya memuji diri sendiri. Rambutnya panjang sebahu ia kuncir ke belakang, ia pun telah siap berangkat ke sekolah.


"Mba Rita sepedanya sudah siap!" Ujar Pak Lee melalui interkom


"Oke pak!" Rita menggendong tasnya setengah berlari menuruni tangga, ia melakukan perosotan di lengan tangga. Para staf yang menyambut di tangga bawah tersenyum


"Pagi mba!" Salam mereka


"Eh !" Rita malu dengan kelakuannya ia turun dari lengan tangga.


"Aku berangkat ya, tolong bilang ke kak Andi!"


"Baik mba!"


Rita mengambil sepeda dari staf rumah,


"Eh ini sepeda baru?" Tanyanya


"Iya mba, sepeda ini bisa jadi sepeda listrik, jadi mba gak perlu mengayuh lagi kalau capek" terang staf rumah


"Oh begitu, kereeenn!! Terimakasih ya!" Dengan riang Rita meninggalkan rumah besar bersama sepeda listriknya. Beberapa saat kemudian seorang staf rumah mengikutinya dari belakang.


Tadi malam di ruang kerja.


"Nama mu Leo?" Tanya Andi


"Iya"


"Sudah lama bekerja di sini?"


"Sudah setahun pak!"


"Kok pak, aku belum jadi bapak, panggil aku mas saja seperti pegawai yang lain"


"Eh, baik mas!"


"Aku memanggilmu Leo ya?"

__ADS_1


"Iya Mas"


"Jadi begini Leo, aku tugaskan kamu menjadi pengawal adikku, Rita"


"Sampai dalam sekolah mas?"


" Gak perlu! Kamu cukup mengawalnya selama perjalanan sampai dia masuk sekolah dan pulang sekolah, pengawalan di dalam sekolah sudah ada orang lain yang ditugaskan"


"Baik mas!"


"Usahakan jangan sampai ketahuan ya? Nanti dia marah!"


"Baik mas!"


Leo mengikuti Rita dari belakang, ia menjaga jarak yang cukup agar kelihatan wajar.


Rita mengendarai sepeda dengan santai, seperti rencananya semula mampir ke cafe dan mencoba kopi yang kemarin ia cium wanginya.


"Aahhh...sudah gue kira nikmat banget" ia memesan lagi untuk dibawa ke sekolah dan menaruhnya di termos tahan panas. Setelah membayar ia kembali gowes ke sekolah.


Satu jam kemudian ia telah sampai di sekolah, gerbang sekolah mulai penuh dengan mobil pengantar siswa, rata-rata mobil mewah layaknya resepsi pernikahan. Para siswa diturunkan di depan lobby sekolah.


Rita yang memakai sepeda ditegur oleh satpam di depan gerbang.


"Pagi pak!" Sapa Rita, dia menunjukkan kartu siswa, kemudian dia diarahkan ke tempat parkir yang lebih kecil yang letaknya agak jauh dari gerbang utama. Di tempat itu satpam juga mengecek identitas Rita.


"Siswi baru ya?" Tanya satpam


"Iya pak!"


"Kenapa gak diantar mobil?"


"Rumah saya dekat pak!"


"Tunggu di sini sebentar!" Ujar Satpam sambil membawa kartu identitas Rita, ia menemui kaptennya.


"Pagi pak!"


"Pagi!"


"Ada siswi baru yang membawa sepeda pak!"


"Identitasnya?"


Satpam itu memberikan identitas Rita ke kaptennya, setelah melihat identitas Rita, kapten satpam langsung bangkit


"Eh..dia nunggu di mana?"


"Di luar pak!"


"Wahh...suruh masuk saja!"


Satpam itu agak bingung dengan sikap panik kaptennya.


"Ms.Rita silakan masuk!" Mereka menemui sang kapten.


"Pagi Miss!" Sapa kapten lebih ramah padanya dari pada satpam tadi


"Pagi pak! Maaf, saya parkir di mana ya?" Tanyanya ramah


"Naik sepeda,Go green?" Tanyanya tersenyum


"Iya pak! Hehehehe"


"Begini, karena hanya Anda yang membawa sepeda, jadi tidak ada tempat parkir sepeda"


"Yahh..gimana dong pak? Masa saya balik lagi pulang?" Keluh Rita


"Maksud saya, untuk sementara taruh di kantor ini saja, mungkin beberapa hari lagi akan dibuatkan tempat parkir sepeda"


"Oh ya? Terimakasih banyak pak!" Dengan hati-hati Rita menaruh sepeda dan helmnya .


Setelah menaruh sepedanya, satpam menunjukkan jalan terdekat menuju lobby sekolah.


"Dia siapa sih? Apa orang penting?" Tanya satpam pada kapten


"Kamu gak hadir kemarin, dia itu cucu pak Darmawan pemilik sekolah ini eh salah satu pemilik sekolah. Kemarin direktur sekolah bilang, dia akan menghabiskan masa SMAnya di sini"


"Wah satu lagi yang diistimewakan " ujar Satpam itu sinis


"pak Darmawan tidak mau cucunya diistimewakan, tapi direktur bilang setidaknya kita bisa memberikan kesan yang baik padanya"


"Bedanya apa?" Gumam satpam itu.


Rita berlari menuju lobby, di situ ia diberhentikan oleh satpam di depan pintu


"Iya pak!" Rita menunjukkan kartu pelajarnya


"Siswa baru ya?"


"Iya pak!"


"Ayo ikut saya!" Satpam itu mengajak nya ke ruangan yang lebih dalam


"Duduk di sini"


Rita menuruti


"Isi ini ya?" Satpam memberikan tablet berisikan formulir ijin masuk. Rita mengisinya setelah selesai ia menyerahkan ke satpam.


Satpam memproses permohonan ijin masuk.


"Anda bisa merapikan wajah Anda dulu di sana!"


"Eh kenapa pak?"


"Kami akan mengambil foto untuk kartu permanen, dan bio metrik jadi Anda hanya perlu satu kartu untuk masuk ke semua fasilitas di sekolah ini"


"Oh begitu, baiklah " Rita ke toilet terdekat lalu membasuh wajah serta sedikit touch up, setelah itu mereka melakukan foto sesi dan biometrik, beberapa menit kemudian kartunya jadi.


"Kereeenn!" Gumamnya melihat itu


"Dari sini saya kemana pak?" Tanyanya bingung


"Kelas Anda di lantai 2, di situ ada toilet dan ruang ganti pakaian. Oh iya ini sepatu dan tas sekolah yang harus dipakai selama sekolah di sini"


Satpam memberikan 2 pasang sepatu model fentofel berwarna coklat tua untuk kelas biasa dan sepatu kets untuk kelas olahraga. Sedangkan tasnya juga berwarna coklat berbentuk ransel."


"Eh ini dipakai sekarang pak?"


"Iya!, Di sini tidak boleh memakai atribut yang menunjukkan kemewahan"


"Oh begitu" Rita membawa semua perlengkapan yang diberikan satpam. Ia menuju toilet dan ruang ganti pakaian. Toilet berada di ruang ganti pakaian. Ada 10 sekat toilet yang masing-masing cukup luas untuk mandi.


Rita mandi di situ dan berganti pakaian.


"Ah segar!!" Ia melipat pakaian training dan handuk yang sengaja ia bawa, ketika hendak keluar ruang ganti ia melihat mesin cuci kartu.


"Ehm..bau nih" Rita mencium trainingnya, lalu dengan kartu e money dia mencuci training nya di situ, dia menyetelnya sampai kering hingga bisa langsung ia kenakan saat pulang sekolah nanti. Setelah itu ia menuju loker untuk menaruh tas dan sepatu Gucci nya. Lemari loker nya cukup besar, satu lemari berukuran 1mx60cm. Di dalam loker terdapat seragam cadangan dan pakaian olah raga. Di bagian samping tersedia jadwal pelajaran yang harus ia ikuti.


Bel tanda masuk berbunyi, Rita segera mengunci lokernya dan berlari menuju ke kelasnya. Ia menggunakan kartu yang baru ia buat untuk masuk ke dalam kelas.


Kelasnya sangat luas, terdapat 22 siswa di kelas Rita, 12 diantaranya siswa perempuan.


Meja dan kursi dibentuk melingkar, agar tiap-tiap siswa mendapatkan perhatian yang sama.


Rita mengambil tempat di pinggir.


Guru memasuki ruang kelas.


"Selamat pagi!"


"Pagi ms Elsa!" Balas seluruh siswa


"Hari ini ada siswi baru di kelas kita, siswa baru silakan memperkenalkan diri" guru bahasa dan sastra


Rita berdiri dan maju ke depan kelas.


"Hai! Nama saya Rita Aqila Darmawan, 16 tahun, saya pindahan dari sekolah di Indonesia"


"Indonesia? Itu nama tempat?" Tanya seorang siswa lelaki bernama Vicky.


"Itu nama negara di Asia Tenggara, letaknya antara samudra India dan Pasifik, kalau kalian pernah mendengar pulau Bali, nah Bali adalah bagian dari Indonesia"


Rita menerangkan


"Bentuk pemerintahan dan jumlah penduduknya?"


"Bentuk pemerintahan: Republik, jumlahnya penduduk kurang lebih 160juta jiwa" jawab Rita santai


Ms.Elsa tersenyum, ia tahu teman-teman hanya ingin menggoda Rita.


"Ada pertanyaan lagi?"


"Alasan kamu pindah kemari?"

__ADS_1


"Orang tuaku ingin aku mahir berbahasa Inggris dan bersekolah di luar negeri" jawab Rita


"Apa bahasa Inggris mu gak bagus?" Tanya seorang siswi bernama Fanya


"Yaa lumayan lah! Kalian sendiri yang menilainya"


"Baik Rita, silakan kembali ke tempat duduk mu!"


Pelajaran di mulai, semua siswa mengeluarkan tablet belajarnya, melalui wifi kelas, ms.Elsa membagikan catatan yang harus mereka baca. Mereka juga membaca karya sastra klasik Inggris. Rita agak kesulitan memahaminya karena sastra Inggris klasik banyak menggunakan kalimat perumpamaan.


Pelajaran berjalan selama satu jam, mereka diberikan tugas selama 1 jam, setelah itu dikumpulkan melalui email.


Dua jam Inggris klasik selesai, jadwal berikutnya pelajaran olahraga. Mereka berkumpul di ruangan indoor untuk bermain basket. Sebelumnya mereka berganti pakaian di ruang ganti. Rita menggunakan itu untuk mengambil pakaiannya yang sudah kering di mesin cuci.


Dua jam berlalu, waktu menunjukkan pukul satu siang seluruh siswa berkumpul di kantin untuk makan siang. Rita membuka bekalnya. Ia memakan bekal makan siangnya dengan lahap. Siswa-siswi ada yang antri untuk membeli makanan prasmanan. Mereka membayar makanan melalui kartu all in one.


"Oh ini bisa jadi e-money juga"gumamnya


"Hey Bali!" Vicky menegurnya lalu duduk di sampingnya


"Hey! Nama ku Rita!"


"Aku Vicky! Aku sulit mengingat nama orang, tapi kalau kamu aku ingat! Aku akan memanggilmu Bali!" Ujarnya, ia mengambil satu takoyaki dari kotak makan Rita lalu pergi meninggalkannya.


Rita menggeleng heran,


"Orang yang aneh!" Gumamnya, ia tidak menyadari beberapa mata menatapnya kesal.


Jam makan siang selesai, Rita juga menggunakan waktu makan siang untuk sholat Dzuhur. Pelajaran ketiga dimulai pukul 2.30, Mr.Kenta dari Jepang menjadi guru pelajaran sejarah. Vicky duduk di samping Rita, ia memperhatikan Rita yang serius menonton tayangan sejarah dari TV layar lebar.


"Hey Bali, kamu punya pacar?"


"Aku?" Rita kaget dengan pertanyaan Vicky


"Kalau tidak punya jadi pacarku ya?"


"Apa? Aku gak dengar!" Bisik Rita ia masih memakai headphone saat menonton film dokumenter sejarah.


Vicky menarik headphone Rita lalu berteriak


"Kamu jadi pacar ku yaaa!"


Sontak satu kelas tertawa, termasuk Mr.Kenta, kemudian ia menegurnya.


"Vicky! Kamu nyari korban lagi ya?"


"Eh korban?" Rita melihat ke arah Vicky yang tersenyum nakal.


Ia kaget dengan aksi terus terang Vicky, dan ia diam saja tidak menanggapi.


Pukul 4 sore pelajaran selesai, sekolah tidak memberikan tugas, bahkan tablet yang digunakan ditaruh dalam loker. Rita kembali memakai training dan menyimpan seragam sekolah di dalam loker. Dengan santainya ia keluar dari ruang ganti, ketika keluar dari ruang ganti ia didekati oleh beberapa siswi teman sekelasnya.


"Hai! Kamu Rita kan?"


"Iya!"


"Kenalkan, aku Sisca, Itu Erica dan itu Dani"


"Hai! Senang bertemu dengan kalian!" Sapa Rita ramah


"Kamu ikut ekskul apa?"


"Hari ini ada ekskul?" Rita kaget ia melihat jam tangannya sudah sore


"Oh enggak! Maksud ku ekskul buat besok"


Rita bingung


"Dia belum tahu sistem sekolah ini " ujar Erica


Dani memakai kacamatanya, lalu menunjukkan ponsel canggihnya.


"Begini, hari Senin kita belajar biasa, hari Selasa ekskul, hari Rabu belajar biasa lagi. Hari Kamis dan Jum'at Ekskul, Sabtu libur!"


"Oo begitu"


"Jadi kamu belum memutuskan ikut ekskul apa?"


"Aku belum tahu ada ekskul apa saja di sini" ujar Rita memelas


"Kasihannn!!!" Ujar Erica


"Kita bantuin deh, tapi sebelumnya...ehem...kamu gak suka sama Vicky kan?"


"Vicky? Yang mana ya?" Tanya Rita heran


"Masa kamu gak tahu?" Tanya Sisca heran, Rita menggeleng bingung


"Vicky!" Dani kembali membuka ponselnya lalu membuka profil Vicky


"Vicky, 16 tahun, alamat Boulevard 176, tinggi 177cm, nama ayah: Eric Johnson, pekerjaan CEO Ferarri cabang Auckland, saudara: tidak ada, pacar: tidak diketahui " Dani membacakan profil Vicky


"Wow lengkap sekali!" Rita bertepuk tangan kagum


"Eits kok malah tepuk tangan?"


"Itu informasinya lengkap!"


"Sampai sekarang kami belum tahu pacarnya Vicky, dia itu gebetan kami sejak lama! Jadi kamu gak boleh jadi pacarnya. Kalau kamu ngeyel terpaksa kamu harus berhadapan dengan kami" Rita memperhatikan ketiga cewek di depannya, tampak sekali mereka anak-anak culun yang berlagak jagoan, dengan kemampuan bela dirinya yang sekarang dengan mudah Rita melumpuhkan mereka, tapi Ia membutuhkan teman di sekolah itu.


"Aku tidak kenal Vicky, bahkan aku gak kenal. Kalau kalian mau, aku bisa mendekatkan dia ke kalian!"


"Kamu bisa?" Tanya Dani mendekati Rita terlalu dekat


"Yaa ..kalau boleh sama kalian!"


Ketiganya berembuk, lalu Sisca selaku pemimpin mereka menghampiri Rita


"Gak usah deh, tetap seperti sekarang saja!" Bunyi smartwatch menjeda


"Eh, supir gue sudah datang! Kalian mau ikut?" Tanya Sisca ke Dani dan Erica


"Enggak, gue juga sudah dijemput jawab Dani dan Erica"


"Kamu?" Tanya Dani


"Aku naik sepeda!"


"Kamu anak beasiswa ya?" Tanya Erica


"Enggak! Rumah ku gak begitu jauh, jadi lebih enak naik sepeda"


"Oh begitu!" Ketiga siswi itu meninggalkan Rita sendirian, ia ke tempat satpam untuk mengambil sepedanya. Sore itu ia menggunakan listrik untuk sepedanya agar tiba di rumah lebih cepat. Tiga puluh menit kemudian dia tiba di rumah, staf rumah mengambil sepedanya.


Andi sudah menunggu di ruang tamu.


"Gimana hari pertama sekolah?"


"Lumayan kak! Aduh capek banget aku!"


"Makanya diantar supir saja! Jangan menyusahkan diri sendiri!"


"Bukan begitu, pelajarannya sih cuma satu jam semuanya tapi semuanya juga ngasih tugas, jadi capek ngerjainnya "


"Eh kok tas dan sepatunya gak di pakai?"


Rita mengeluarkan tas dan sepatu Gucci dari tas sekolahnya


"Gak boleh pakai barang branded ke sekolah kak, semua harus memakai sepatu dan tas berwarna sama"


"OOO begitu, nyaman gak sekolahnya?"


"Nyaman banget kak! Ada. musholanya juga ya?"


"Itu sumbangan salah satu pemegang saham sekolah, untuk siswa muslim yang bersekolah di situ"


"Oh iya kak, ini kartu All in one, bisa jadi E-money, transaksi di sekolah pakai ini. Bisa gak isi E-money ini dipindahkan kesini?"


"Repot amat! Gini saja deh!" Andi mengambil kartu All in one sekolah Rita dan mengisinya


"Nih, 20 ribu dollar"


"Wah lebih banyak!"


"Itu titipan dari kakek Sugi, katanya uang saku bulanan"


"Di kartu yang ini gimana?"


"Ya simpan saja, itu untuk transaksi di luar sekolah. Mulai Minggu depan kakak mengisinya ke kartu All in One itu"


"Oo begitu, terimakasih kak, Rita ke atas dulu!"


"Nanti kalau sudah istirahat, Vcall papa, beliau mau mendengar kabar mu!" Teriak Andi


"Iya kak!"

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2