
"Rit, Rita buka pintunya!" Suara Saye memecah keheningan. Tidak ada jawaban dari kamar .
"Kak, Rita gak makan sejak pemakaman Tomi. Aku takut Rita sakit"
"Rita..Rita..ini ayah, buka pintunya, kamu harus makan!"
Belum ada jawaban dari dalam kamar.
"Dobrak saja pintunya kak!"
Reza mengangguk, ia siap-siap mendobrak pintu kamar Rita, tiba-tiba.."cklek.!!"
"Rita!!" Saye menghambur masuk ke kamar Rita.
"Apaan sih Tante, Rita capek nih!"
"Kamu gak apa-apa kan Rit?" suara Saye sangat khawatir.
"Enggak apa-apa Tante, Rita cuma kepengen tidur saja!" Ia kembali merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
"Rita kamu sudah makan?" tanya Reza
"Gak lapar yah!"
"Makan dulu, walau sedikit saja, nanti kamu sakit!" Ujar Reza tegas.
Rita menuruti Ayahnya, dengan segan ia mengambil sedikit nasi dan lauk. Setelah makan dan cuci piring, ia pergi mandi.
"Masih siang sudah mandi Rit?" Tanya Saye
"Gerah Tante!"
Setelah mandi dan sholat Ashar, Rita membuka ponselnya.
Ada beberapa pesan dan miscal dari teman-temannya.
"Rit, Lo gpp kan?" Tanya Kiki
"Yang sabar ya Rit!" dari Kowi
"Turut prihatin ya Rit!" dari Andien
"Ritaaa..gue ikut sedih!" dari Lisa
Ada beberapa miscal dari Dewa .
Malam hari sekitar pukul 7 malam Andi datang, tanpa mengucap salam, ia langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Rita.
"Rita!!" Tegurnya
Rita berlari dan memeluk Andi, ia menangis sekencang-kencangnya. Ia sudah menahannya selama pemakaman. Ayah dan tante Saye hanya melihat mereka dengan hati yang sedih. Setelah tangis Rita mereda, tanpa berkata-kata,ia kembali ke kamarnya dan tertidur.
"Kebiasaan Rita, kalau sudah keluar sedihnya dia langsung ngantuk" ujar Reza
"Ayah!"Andi mencium tangan Reza.
"Wah, kamu sudah berani bawa mobil sendiri Ndi?"
"Alhamdulillah,yah, tadi saya dapat kabar dari Dewa tentang Tomi. Saya pikir ia akan mampu bertahan gak tahunya lewat juga "
"Sebenarnya, kecelakaan ini hanya pemicunya saja."
"Maksudnya?"
"Ayah, sudah lihat hasil ronsen dan MRI kepalanya Tomi. Kejadian yang waktu lalu memang membuang gumpalan di otaknya ingatannya kembali, tapi ada implikasi di bagian lain akibat benturan waktu ia kecil."
"Tomi juga pernah kecelakaan?"
"Iya,empat tahun lalu. Keluarganya meninggal semua, hanya Tomi yang selamat. Tapi betul-betul keajaiban karena Tomi bisa beraktivitas seperti biasa."
"Biasanya orang yang terbentur di kepala hanya sedikit yang selamat yah?"
"Hmm..kalau masalah umur gak ada yang tahu Ndi,dokter cuma bisa mengira-ngira, kalau kerusakannya begini biasanya begini. Tapi sungguh, Tomi ini kasus yang luar biasa."
"Selain cakep, sopan,pintar lagi" sambung Saye.
"Eh, Tante Saye, masih ingat saya?" tanya Andi sambil mencium tangan Saye.
"Masih dong, Kamu kan dulu gak mau pulang ke rumah, kak Ratna marah-marah, setelah kamu tidur, baru deh dipindahkan."
"Ah Tante, yang aneh-aneh itu masih ingat saja" Andi tersipu.
"Di, Kamu nginap di sini kan? Jangan berkendara malam-malam, nanti bisa celaka. Lebih baik nginap saja, besok pagi sekali kamu bisa pulang."
"Wah, saya gak boleh lama nginap di sini?"
__ADS_1
"Bukan begitu, nih pesan dari mama kamu, katanya kamu gak hadir lagi di kampus? Kog santai sekali kuliahnya?"
"Andi bisa memilih kuliah jarak jauh yah. Sepertinya mama gak tahu."
"Kamu gak bilang sama mama?"
"Belum sih, mungkin nanti kalau sempat".
"Kamu sudah kuliah Ndi? Waahh..time flies ya?"
"Iya Tante, Andi bisa lulus lebih cepat."
"Iya nih Ye, gak nyangka anak yang kelihatannya males justru pinter banget."puji Ayah
"Hehehe, terimakasih Yah, tapi Andi memang tidak bisa tekun seperti Rita, atau anak-anak di sini, Andi lebih senang belajarnya santai kayak di pantai."
"Hmm..jadi rencana kamu gimana untuk besok?"
"Besok, insyaaAllah saya mau ke makam Tomi. Saya sudah janjian sama Dewa."
"Ndi, kamu bawa pakaian ganti kan?"
"Bawa Yah, baju yg dulu dicuci di sini belum saya keluarkan dari mobil"
"Ihhh...jorok kamu!" Tante Saye bergidik.
"Mobil saya kan bukan angkot tante, lagipula setelah dicuci saya masukkan ke koper, nah kopernya belum saya keluarkan sejak sebulan lalu, masih dalam mobil."
"Makanya tante bilang kamu jorok!"
"Hahaha..nanti deh tante lihat, baju Andi itu sebelum masuk koper, sudh divakum jadi lebih awet bersihnya."
"Iya deh..,ayah duluan tidur ya, sudah ngantuk."
"Iya yah"
Reza dan Saye ke kamarnya masing-masing, Andi kembali ke mobilnya untuk mengambil koper.Setelah merapikan pakaiannya, ia pun pergi tidur.
Di kamar Rita.
"Tante !"tegur Rita yang masih menutup matanya
"Iya Sayang?"
"Hmmm.."Saye terdiam ia memiringkan tidurnya
"Ketika dokter bilang kak Tomi gak tertolong, cuma tante yang ga kaget."
"Tante pernah lihat kejadian ini beberapa waktu lalu, cuma tante gak kenal siapa orangnya. Tante baru sadar setelah kita sampai di IGD"
"Waktu Tante kenalan sama kak Tomi, apa tante gak ada firasat?"
"Enggak ada, tapi sehari sebelumnya tante melihat kamu menangis sedih, makanya tante langsung kemari."
"Jadi sebenarnya tante gak ada acara di sini?"
"Ada, tapi 2 minggu lagi."
"Kog, six sensenya tanggung banget sih tante, kalau tante bisa tahu tentang kak Tomi mungkin Rita bisa mencegah kak Tomi dari kecelakaan!" Rita kembali menangis.
"Rita, kelahiran dan kematian itu sudah ditetapkan apapun yang kita lakukan gak akan bisa mencegahnya."
"Setidaknya Rita bisa berusaha tante. Sakit rasanya kehilangan orang yang Rita cintai. Tomi cinta pertama Rita tante."
"Tante mengerti Rita, kehilangan itu menyakitkan, kamu boleh bersedih tapi jangan berlarut-larut ya"
Rita terdiam, ia berusaha memejamkan matanya.
Berita meninggalnya Tomi karena kecelakaan membuat sekolah Rita turut berduka, terutama para fans Tomi.
"Gak nyangka ya Tomi umurnya pendek!" Ujar Selvi anak kelas 11
"Iya, cakep, pinter, alim wah gak ada duanya deh!" ujar Irma
"Kenapa ya Tuhan, yang mendekati sempurna begitu cepat Engkau ambil?" Ujar Rini sambil menengadahkan tangannya.
"Eh pada tahu gak, ternyata Tomi itu sudah punya cewek!" Ujar Ryo.
"Lo tahu dari mana Yo?" Tanya Rini dkk
"Kan gue ikut ke pemakaman Tomi, dia senpai gue.Kami memberi penghormatan terakhir."
"Siapa Yo?"tanya Irma
"Rita!"
__ADS_1
"Rita? Rita yang jago karate itu?"
"He eh!"
" Wahhh...gak nyangka Tomi seleranya.." sambung Rini
"Memang kenapa? Rita lumayan cakep kog!" Jawab Selvi
"Iya, tapi mirip cowok banget, gak ada feminin-femininnya!"
"Mungkin lo nonton pertandingannya ya, memang sangar, tapi kalau sudah kenal, orangnya baik dan hangat!" Ujar Ryo
"Nahh.. jangan-jangan lo suka ya sama Rita?" teman-teman menggodanya
"Nanti deh kalau sudah selesai berkabung, gue mau deketin ah!" Ujar Ryo bertekad
"Hahaha..tertarik jandanya Tomi yaa??" Ledek teman-temannya lagi.
"Jadi gimana nih, fans club kita bubarkan saja?"
"Iyalah, Tomi sudah almarhum" Mereka mengangguk kompak.
"Ar, ceritain dong tentang Tomi, gue belum berani nanya ke Rita, dia terpukul banget." Ujar Andi sepulang dari pemakaman Tomi
"Pastinya, gue juga baru tahu Tomi dan Rita sama-sama bucin. Gue kenal Tomi lumayan lama, baru kali ini gue lihat dia care banget sama cewek, bahkan waktu sama Amora dia gak begitu."
"Iya, dia bahkan bela-belain ke Bali buat nyari Rita, jadi gimana ceritanya?"
"Gue juga kurang tahu Ka, nyokapnya nelpon gue minta temenin ke RS. Ya gue langsung datang."
"Jadi dia ditabrak atau bagaimana?"
"Menurut polisi kelihatan dari CCTV, motor Tomi oleng, kayaknya Tomi kurang sehat dia mukul-mukul helmnya. Hasil otopsi, Tomi meninggal bukan karena benturan ke aspal, tapi pecah dulu pembuluh darah di otak, baru jatuh ke jalan."
"Ooo pantesan, ayah bilang Tomi memang sudah sakit, jadi meninggal di tempat?"
"Bukan, di RS"
"Jadi pas di igd masih nafas?"
"Iya,tapi sudah gak sadar, pas kita datang, mamanya pegang tangannya, dia pergi selamanya" Dewa menitikkan air mata.
"Jadi dia nungguin mamanya datang ya?"
"Kayaknya sih begitu, Lo tahu kan mamanya Tomi itu sebenarnya budenya, ortunya sudah meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan."
"Ooo..Kasihan ya Tomi, gue baru tahu cerita dia lebih sedih daripada gue, orangnya seperti gak ada beban ya?"
"Iya, Tomi itu begitu, dia bilang kalau ada masalah selesaikan jangan dipendam, kalau ada kesedihan jangan dibahas, jalanin saja.Gue banyak belajar dari dia"
"Gue yang baru kenal saja sudah kehilangan banget, apalagi Lo ya Ar?"
"He eh, btw makasih ya Ka lo udah jauh-jauh kemari."
"Iya dong, karena Tomi ngajarin gue mobil,makanya sekarang gue bisa sesuka hati pergi kemanapun. Sekarang ini gue bisa bebas ketemu ayah dan Rita".
"Gimana kehidupan kampus?"
"Gue milih kuliah daring, nanti kalau sudah praktek-praktek baru deh gue datang."
"Gimana kabar Rita? Gue dengar dia gak masuk sekolah?"
"Iya, gak enak badan katanya."
"Gimana ya menghiburnya?"
"Biarin dulu aja Ar, ada tante Saye, dia akan baik-baik saja."
"Ohh, tante Saye?"
"Iya, adik Ayah dia nginap di rumah sampai Rita membaik."
"Oo, kalau Lo sampai kapan di sini?"
"Mungkin besok pagi balik, nyokap ngancem narik mobil gue kalau gak cepat balik."
"Tante Ratna galak juga ya?"
"He eh, baru tahu ya?"
"Iya, Kita kemana nih?"
"Gue laper, ajak gue ke resto yang enak Ka!"
"Oke siap!" Dewa mengarahkan mobilnya menuju resto favoritnya.
__ADS_1