Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 182: Aaa... Memalukan!


__ADS_3

Siang harinya, Andi menemui Mario di saat jam makan siang. Sengaja ia mengajak Mario untuk makan di luar kantor.


“Huuaahhh!!!” Andi menguap


“Yu kurang tidur?” tanya Mario menyeruput kopinya, ia memesan satu kopi lagi untuk Andi


“Semalam horor banget, gak bisa tidur gue!” keluh Andi


“Kenapa? Banyak setan? Memangnya yu nginep di mana?”


“Gue nyeseeelll bannget kenapa gak dengerin nyokap gue padahal gue sudah diwanti-wanti jangan nginep di tempatnya Rita. Eh gue ngeyel, jadi deh gue gak tidur semalaman!”


“Memangnya apartemen Rita banyak setannya?” tanya Mario dengan nada acuh


“Iya, ada setannya, namanya Daniel!” ujar Andi kesal


“Huuffttt!” Mario menyemburkan kopi dari mulutnya dan mengenai wajah Andi, mereka duduk berhadapan


“Ah sialan Lo!” hardik Andi ia membersihkan air kopi dari pipinya


“Sorry..sorry Ding!...kaget gue. “ Mario membantu mengelap air kopi dari wajah Andi


“Memangnya lo digangguin Daniel?”


“Bukan gue, tapi adek gue!”


“Ritong digangguin Daniel? hubungannya sama Yu apa?”


“Semalam gue tidur di sofa depan TV padahal jauh dari kamar mereka tapi masih kedengaran, Kan gila!” makinya


“Kedengaran apaan?” tanya Mario penasaran


“Ya ituuu!” ujar Andi malu, ia meminum kopinya


“Itu apaaan?” tanya Mario tambah penasaran


“Ituu...Daniel sama Adek gue lagi..wik..wik..” Andi tidak meneruskan perkataannya, karena Mario keburu menyadari


“Ah Gila Lo!, masa sih? Mereka begitu?” tanya Mario gak percaya


“Si Daniel yang maksa, dia bilang gak bakal kedengaran!”


“Hahahaha....terus? terus?” Mario tidak bisa menahan geli


“Mereka bisik-bisik, tapi tetap kedengaran. Malam itu sepiii banget, suara cicak jalan aje kedengeran”


“Pakai headset dong! Gimane sih Lo!”


“udeh...eh dasar apes baterainya habis. Mau nyalain TV takut ketahuan mereka kalau gue belom tidur”


“Terus gimana dong?” tanya Mario


“Gue nutup kuping gue pakai bantal tapi kan pegel”


“terus?”


“Akhirnya Gue keluar apartemen aje, tidur di depan pintu”


“Bisa tidur?”


“Kagak!, gue ngebayangin mereka...OMG!!!! kenapa Engkau mencoba ku dengan demikian berat ya Allah?” keluh Andi


“Tapi katanya kalau dengar atau lihat orang yang wik..wik gitu bawaannya mau cepat nikah”


“Kagak! Trauma gue..Nonton adult movie yang orangnya gak kenal gak masalah, tapi ini adik gue! Bagaimana gue menghapus ingatan buruk ini ya Tuhan???” keluh Andi sambil memegang kepalanya


“Lo kan cuma dengar suaranya kan? Mungkin imajinasi lo aja kali yang main, bisa aja kan mereka main panco di kamar!” ujar Mario menenangkan


“Main Panco, dengan *******? Ah gila!...Daniel gila banget!...gue lihat jam, gue pikir sudah selesai nih...eh malah mereka lanjut!...gue gak habis pikir sama tu orang berdua, paginya kelihatan segar banget!” ujar Andi lagi, iya memijit-mijit kepalanya yang pusing karena kurang tidur


“aduuhh..kasihan banget lo! mereka yang enak lo yang gak enak!”


“Iya, ini peringatan buat gue, supaya jangan ngeyel kalau dikasih tau orang tua!”


“Memangnya Tante Ratna bilang apa?”


“Andi kamu mendingan tidur di hotel aja, jangan di tempat Rita. Takut mengganggu mereka”


“Terus lo bilang apa?”


“Andi kan sudah lama gak ketemu Rita Ma, lagi pula Andi gak bakal gangguin kok!”


“Tapi Lo memang gak ganggu mereka Ding!” ujar Mario senyum-senyum


“Eh Ding kira-kira mereka tau gak kalau Lo gak bisa tidur gegara mereka?” tanya Mario penasaran


“Gak tau deh, tapi tadi subuh si Daniel kaget, dia mau ke mesjid sholat subuh, eh gue ada di depan pintu apartemennya, dia pikir gue sleep walker”


“ahayyy!!! Asli nih lucu banget!” Mario geli membayangkan penderitaan Andi semalaman


“Gak heran deh, para kakek maksa si Daniel, nikahin adik gue, lo bayangin aja kalau mereka kayak orang bule di luar sana, kasian adik gue menderita!”


“Eh Ding, Lo yakin adik lo menderita? Inget-inget lagi deh suara tadi malam!” goda Mario


“STOP!!! Lo bener-bener nambah mimpi buruk gue!. Sorry nih O, hari ini gue gak bisa dengar curhatan lo. Gue ngantuk berat mau tidur di hotel, besok kita janjian lagi!”


“hmm...iya deh Ding, makasih Lho, terharu gue. Lo langsung kemari mendengar keluhan gue. Waktu pertama gue kemari Rita juga bantuin gue. Baik banget kalian!”


“Rita? Memangnya dia tahu lo datang?”


“Tante Ratna yang bilang kalau gue ke Singapura untuk project”


“Terus dia tahunya lo kesulitan?”


“Ya dari si Daniel lah! Dia ngebolehin gue pakai kantornya untuk bikin port folio”


“Eh O, untuk sementara jangan nyebut nama Daniel dulu ya? gue bener-bener lagi bete abis sama dia!..udah ah gue ke hotel dulu!”


“Hotel mana?” tanya Mario,


“Amarys no.405. tadi udah check in..udah ya O!” Andi meninggalkan Mario sendirian di cafe dan kembali ke hotel. Sementara Mario kembali ke kantor,

__ADS_1


“Ah masih ada setengah jam!”gumamnya, ia mampir ke kantin untuk mengambil jatah makan siangnya. Ia mengambil lasagna dan mencari bangku kosong lalu ia melihat Daniel yang masih makan sendirian, sambil tersenyum iya mendekati Daniel


“Haloow mr.Daniel!! Ai boleh di sini ya?” tanyanya sambil duduk dihadapannya. Daniel mengangguk, ia memasang google translate di ponselnya


“Kok sendirian pak Bos?” tanya Mario


“Yang lain sudah selesai duluan” ujar Daniel


“Yu pasti sangat sibuk ya, sampai-sampai makan siang terlambat!”


“Kamu tahu Andi di Singapura?” tanyanya dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata


“Tahu! Tadi sudah ketemu di cafe depan!” jawab Mario, ia mendekatkan mulutnya ke ponsel Daniel agar terbaca ucapannya,


“Oh..sudah, syukurlah. Dia sangat mengkhawatirkan mu!” ujarnya Daniel lagi


“Iya!, Anding, Ritong, Yu sangat baik sama Ai!” ujar Mario sambil melahap Lasagna


“Sekarang Andi kemana?” tanya Daniel


“Dia nginap di hotel Amarys”


“Hah? Kenapa di hotel?”


“Katanya gak bisa tidur semalaman jadi dia sekarang tidur di hotel” jawab Mario senyum-senyum


“Bagaimana bekerja di sini? Sudah terbiasa?” tanya Daniel


“hmm...ya gitu deh..namanya kerja sama orang. Gak bisa suka-suka kita, iya gak!” uja Mario sambil melahap suapan terakhir Lasagna


“Iya betul! Kalau kamu sudah berpikir seperti itu, aku yakin kamu akan bertahan lama di sini!” ujar Daniel


“Lama di sini? No way!” ujar Mario, sambil minum


“Jadi setelah kontrak selesai, kamu gak mau jadi karyawan tetap?”


“Enggak ah!, Ai mau jadi tenaga lepas saja, professional di bidang Ai. Siapa tahu kan 3 atau 5 tahun lagi Ai bisa buka perusahaan konsultan!”


Daniel mengangguk-angguk


“Eh mr.Daniel! apa bos Martin itu orangnya ngeselin gitu ya?” tanya Mario sambil berbisik


“Martin? Hmm...jujur O, aku di sini juga baru beberapa bulan, jadi aku hanya tahu beberapa orang di sini”


“Jadi Yu gak kenal Martin?”, Daniel menggeleng


“Sering ketemu kalau rapat gabungan, tetapi tidak pernah bicara langsung, aku saja bahkan belum pernah datang ke lantainya” jawab Daniel sambil memakan potongan apel


“Ah sayang banget ya, kalau saja aku tahu info tentang kepribadiannya mungkin aku bisa lebih mudah tahu keinginannya”


“Saranku, lebih baik kamu asah kemampuan bahasa inggrismu, mau berapa lama pakai penerjemah terus? “ ujar Daniel lagi


“Iyaa..iya...tuaannn...saya terima sarannya!” Mario


“Oh iya, aku dan Rita berniat memperluas apartemen kami untuk kamar si kecil, kamu bisa bantu kan?” tanya Daniel


“Tentu dong!, anything for you both!, kapan aku bisa ke apartemen kalian?” tanya Mario sambil memakan potongan apel


“Iya! Aku gak bakalan datang malam,..takuttt!!! Ai duluan ya pak bos” Mario senyum lalu meninggalkan Daniel yang masih memakan saladnya.


Setelah jam makan siang selesai, ia kembali ke ruangannya


Malam harinya setelah makan malam.


“Yang! tadi Mario bilang Andi sekarang menginap di hotel” ujar Daniel sambil cuci piring bekas makan mereka sementara Rita menyiapkan bahan untuk makan sarapan


“oh ya? hotel mana?”


“Amarys, dia gak bilang sama kamu?”


“Waktu aku ke toko, dia masih tidur. Kayaknya tidurnya gelisah, aku biarkan dia tidur. Pas tadi aku pulang dari toko dia sudah gak ada! Ditelponin juga gak dijawab”


“Mungkin dia lagi tidur di hotel, di sini gak bisa tidur katanya, heran padahal di sofa itu nyaman banget lho!”


“Iya, aku saja senderan sebentar langsung ketiduran!” ujar Rita lagi, tiba-tiba ia teringat sesuatu


“jangan-jangan.....aaahhh.....yaaahhh....OMG!!!” Ia memukul suaminya pelan, kemudian menutup wajahnya malu


“Kenapa?” tanya Daniel heran melihat istrinya yang salah tingkah


“Kamu ingat gak kemarin malam kita ngapain?” tanya Rita mengingatkan


“kemarin malammm???...ah masa? kan kita bisik-bisik!” ujar Daniel tidak percaya


“Kita coba Yang, aku di kamar ya, kamu di sofa, anggaplah kamu sedang tidur” ujar Rita


Daniel mengelap tangannya, kemudian ia melakukan seperti yang diminta istrinya. Sementara Rita di kamar berbisik dan bergerak seperti yang mereka lakukan kemarin.


“Coba tutup pintunya Yang!” ujar Daniel, Rita menutup pintu kamar mereka, dan mengatakan sesuatu dengan berbisik lalu ia membuka kamar. Ia melihat Daniel yang terdiam di sofa, wajahnya memerah menahan malu.


“Gimana Yang? Kedengaran gak? Kedengaran ya??” Rita penasaran dengan reaksi suaminya


“Ahh...benar kedengaran...aduuuhhh gimana nih??? Aku malu!!!” Rita menutup wajahnya


“Aku apalagi!.kemarin kita selesainya lama juga ya?”


“Kamu sih gak percaya!, apartemen kita ini setipis kertas!”


“Tapi waktu mamaku nginap, dia biasa saja tuh?”


“Kita gak melakukannya waktu ada mama, kamu kan besoknya ada rapat, jadi langsung tidur!”


“Iya juga ya? wah..pantesan tadi si O bertingkah aneh”


“Maksudmu?”


“Iya dia senyam-sunyum terus, aku pikir dia mau nge prank aku atau dia mengingat sesuatu yang lucu!”


“Kak Andi pasti curhat sama dia!, kadang kak Andi itu seperti ember bocor!”


“Ember bocor?”

__ADS_1


“Maksudnya tidak bisa menyimpan rahasia!”


“Wahh..aku malu nih!”


“Apalagi aku!”


“ Yang, kayaknya untuk sementara kita menghindar dulu deh dari kakakmu!” ujar Daniel,


“Pastilah, aku pikir kak Andi juga merasakan yang sama, kamu bayangin saja kalau kamu mendengar adikmu dan pasangannya hampir semalaman!”


“Pasti aku mengalami trauma jangka panjang!” ujar Daniel


“Tapi Yang, Aku janji mengajaknya syuting, hari Rabu ini.” Ujar Rita bingung


“Kamu pura-pura lupa saja menurutku Andi juga pasti akan menghindari kita untuk sementara!” ujar Daniel lagi


“Kamu sih! Kan aku bilang, jangan, ada kakakku! Kamu malah ngeyel!” Rita mencubit perut suaminya gemas


“Habis kamu sih! Kebiasaan kalau ganti pakaian gak pernah menutup pintu, jadi aku lihat terus!” elak Daniel


“Kamu aneh ! kamu sudah sering lihat tapi tetap tergoda terus ya?”


“Tentu! Aku kan normal! Itu insting! Naluri manusia!”


“Kamu sudah nanya belum tentang apartemen sebelah? Segera kan saja Yang! Aku gak enak kalau mertuaku mendengar kegiatan kita!” ujar Rita


“Sudah!, tadi siang aku menghubunginya, besok aku menandatangani kontrak sewanya”


“Boleh di jebol kan? Batas apartemen ini dengan apartemen sebelah?”


“iya bisa, makanya pakai perjanjian khusus. Kita menanggung semua perbaikannya”


“Mahal ya Yang?”


“Tenang saja, aku masih sanggup kok!” ujar Daniel tersenyum


“Oh iya hari Sabtu ini O juga akan kesini untuk melihat apartemen kita”


“Kamu sudah nego sama dia?” tanya Rita


“Belum, aku belum tahu bagaimana nanti pekerjaannya. Aku akan menyewa apartemen bawah untuk kita sementara apartemen ini diperbaiki”


“Jadi banyak pengeluaran ya?” keluh Rita


“Kamu gak usah khawatir Yang!, suamimu ini baru saja menandatangani perpanjangan kontrak dengan Frank untuk setahun ke depan, tabungan kita juga aman!”


“Alhamdulillah!, aku sempat mau menunda perluasan tokoku”


“Gak usah, perluasan toko itu kan dana mu sendiri, sedangkan apartemen ini urusanku.”


“Benar juga, tapi kalau aku minta bantuan saranmu boleh ya?” tanya Rita


“Itu masuk jasa konsultasi, berani bayar aku berapa?” tanya Daniel


“Kan, sahammu di tokoku 15%, dan saham mu di perut ku ini 50%!” jawab Rita


“Benar juga ya? Kamu semakin pandai membuat penawaran!” Daniel memeluk pinggang istrinya


“Kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kita?”


“Belum! Beli persiapan bayi saja kamu bilang belum boleh kan?”


“Iya sih, aku cuma mau ngasih tahu, keluarga Sugiyono selalu memberi nama anak mereka dengan huruf depan R”


“R? Apa itu harus?”


“Sebentar lagi kakek Sugi pasti menelponmu untuk bilang itu!”


“R? Kamu betul R, tapi Andi? A? Maia M? Desy D?”


“Kak Andi nama lengkapnya Rayi Andika, Ria Maia, Rachel Desy.Kamu ingat nama sepupuku?”


“tentu!, Maia yang terkuat setelah kamu dan Desy yang terlemah di antara kalian semua!”


“Ooo jadi begitu caramu mengingat orang?”


“Tentu! Dengan mengingat ciri khas, kita bisa ingat namanya!”


“Kalau aku? Bagaimana kamu mengingatku?” tanya Rita


“Hmm...Rita...yang aku ingat tentang kamu??? O iya..cara kamu bernyanyi! Kamu ingat waktu kita menjamu tamu di karaoke?”


“Tentu saja aku ingat!”


“Nah itu!!! Kamu sangat lucu dan menggemaskan! Aku tidak bisa berhenti tersenyum mengingat kamu bernyanyi!” Daniel tersenyum lagi mengingat peristiwa itu, sementara wajah Rita berubah


“Jadi karena cara menyanyiku yang kacau kamu jadi ingat aku terus?” tanya Rita agak tersinggung


“Kamu jangan tersinggung Yang, waktu pertama kenal kamu, aku pikir kamu gadis kaya yang manja dan suka berbuat seenaknya"


“Lalu?”


“Setelah karaoke itu, imagemu berubah di mataku”


“Oh ya? jadi apa?”


“Gadis kaya yang menarik, cantik tapi tidak membosankan. Bahkan rendah hati, walau kadang gampang tersulut emosi. Tapi mudah ditenangkan!” Daniel mencium pipi istrinya


“Menurutmu aku cantik dan menarik?”


“Tentu dong! Kamu sangat cantik! Apalagi sedang hamil seperti ini, aura cantikmu keluar. Aku sering takut membiarkan kamu sendiri keluar rumah tanpa ada aku!”


“Kamu paling bisa merayu! Pasti ada maunya!” Rita memegang dagu suaminya


“Hehehe.. untuk malam ini aku tidak ada maunya. Aku juga mau istirahat setelah kemarin tenagaku di forsir untuk menjenguk dedek bayi!” ujar Daniel tersenyum, ia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur.


Sementara di kamar hotel Andi masih uring-uringan karena masih membayangkan kegiatan adiknya bersama suaminya


“Sialan nih Daniel! Bener-bener mimpi buruk!!” makinya. Tiba-tiba ia teringat kata-kata Mario , mungkin mereka sedang adu panco atau tarik tambang. Andi mulai membayangkan Rita dan Daniel sedang adu panco di kamar, setelah beberapa jam akhirnya ia pun terlelap. Otaknya kelelahan karena harus menghapus semua bayangan buruk di kepalanya.


-Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2