
Indra yang mendapatkan nomer WA Rita mengajaknya keluar.
"Tringgg" bunyi notifikasi dari HP Rita
Di WA :
Indra: Assalamualaikum, Rita sedang apa?
Rita: Wa'alaikummussalam
Lagi istirahat kak😀
Indra: Besok Minggu ada acara?
Rita: kayaknya ga ada deh
Indra: Jalan ke Mall yuk, tapi cuma kamu saja jangan ngajak yang lain.
Rita: hmmm..boleh kak, jam berapa? Ketemuan dimana?
Indra: aku jemput kamu saja di rumah, share lock saja ya, sekitar jam 10-an kakak jemput
Rita: oke Kak!
Di hari Minggu, Indra mengendarai motor datang ke rumah Rita tepat pukul 10 pagi. Ia mengenakan kaos berkerah dan celana jeans biru.
Rambutnya disisir rapi ke belakang, visualnya jadi seperti Hwang In Yeop artis korea.
Rita yang membukakan pintu, terkesima dengan penampilan Indra yang mempesona.
"Silakan masuk kak, wah ganteng sekali kakak hari ini" katanya
"Alhamdulillah, terimakasih, mudah-mudahan bukan basa-basi"ucap Indra senang
Mereka memasuki rumah Rita, kebetulan di ruang tamu ayah Rita sedang membaca
Koran di tabletnya. Sejenak ia menengadahkan wajahnya.
"Ayah, ini Kak Indra teman Rita" ucap Rita memperkenalkan
"Assalamualaikum,Om, Saya Indra" sapa Indra ramah sambil mencium punggung tangan ayah Rita.
"Wa'alaikummussalam, oh Indra, ayo silakan duduk!" Jawab nya
"Kak, Rita mau ambil minum dulu ya"
Indra mengangguk, sebenarnya dia ingin langsung mengajak Rita keluar tetapi kurang sopan kalau tidak bertemu ayahnya dulu.
"Kalian mau pergi kemana?" Tanya ayah
"Kami mau jalan ke mal om" jawab Indra
"Indra kakak kelas Rita ya? Kenal sama Tomi?"tanya Ayah
"Saya kelas 12, Tomi teman sekelas dan se-karate "jawab Indra sopan
"Oh...Saya dan Rita masih baru di sini, Rita juga anak baru di sekolah, saya ga nyangka dia cepat dapat teman, banyak juga kakak kelasnya"
"Iya Om, Rita cukup populer di sekolah, sejak kasus tuyul itu Om, tapi sepertinya Rita bersikap biasa saja" cerita Indra
"Oh tentang orang kecil mirip tuyul itu ya? Hmm?"
"Iya,Om, saya dengar Rita juga sempat pingsan di tempat?"
"Itu karena si Tuyul menyemprotkan obat bius, syukurlah Rita selamat, menurutnya sebelum pingsan dia melihat ada laki-laki yang membantunya melawan.Tapi karena hilang kesadaran dia ga ingat katanya"
"Oh, ada yang membantu, kira-kira siapa ya?"
Rita datang membawa dua cangkir air teh manis hangat di nampan, di tubuhnya sudah diselempangkan tas kecil, yang hanya cukup untuk dompet dan handphone.
"Silakan diminum kak, tadi jauh ga kesini?" Tanya Rita
"Lumayan lah, jaraknya hampir 3 km dari rumah saya" jawab Indra sambil menyruput tehnya
"Yuk Rit, "ajaknya
"Permisi dulu Om saya mau ajak Rita jalan" pamitnya sambil mencium tangan ayah
"Baik, saya titip Rita ya, jangan pulang terlalu sore" pesannya
"Baik Ayah Rita pamit dulu"
Indra dan Rita keluar dari ruang tamu, Indra mengeluarkan motornya dari halaman lalu memberikan helm kepada Rita. Motornya Honda CBR 150. Rupanya Indra termasuk anak dari keluarga yang berada, pikir ayahnya.
Rita menaiki motor tersebut lalu melambaikan tangan ke ayahnya.
"Dah ayah, assalamualaikum!"
"Wa'alaikummussalam, hati-hati ya!" Jawab Ayah.
Indra mengendarai motor dengan kecepatan cukup tinggi, sehingga Rita terpaksa memegang tubuh Indra, takut jatuh. Beberapa menit kemudian mereka tiba di mall.
__ADS_1
Di dalam Mall, mereka berkeliling, Indra mengajak Rita ke game station. Tempat permainan, untuk semua umur. Ternyata Indra memiliki kartu pass untuk main sepuasnya di sana.
"Kita bisa gantian main dengan kartu ini" tunjuknya
"Hehehe..saya juga punya kak!" Rita menunjukkan kartu passnya
"Wah kebetulan, yuk kita pilih game yg bisa couple" ajak Indra
Sambil mencari-cari game couple, Rita memainkan permainan pukul tupai, ada 9 lubang, tupai pencuri akan muncul di salah satu lubang. Ia memukul tupai yang muncul, karena refleknya bagus dia berhasil memenangkan game tersebut dan mendapatkan tiket untuk yang bisa ditukarkan merchandise.
Indra memilih game starwars. Lalu keduanya memilih game tembak zombie, siapa yang menembak lebih banyak ia yang menang. Rita sangat mahir menggunakan senjata di permainan tersebut, hingga ia unggul dari Indra.Lalu Indra memilih permainan memasukan bola basket ke keranjang, untuk game ini, Indra berhasil unggul karena ekskul basket membuatnya mahir. Dua jam kemudian, mereka kelelahan.
"Udahan yuk Kak, Rita capek"
"Ayuk, baru mau ngajak, kita tukarkan dulu tiket ini"
Tiket-tiket yang berhasil mereka kumpulkan cukup banyak jika digabungkan, hingga bisa memperoleh voucher diskon 50% makan di restoran tertentu di mall tersebut.
"Lumayan nih Rit, bisa hemat," ucap Indra tersenyum. Lalu mereka menuju restoran tersebut. Letak restoran satu lantai di bawah tempat game tadi. Mereka memasuki restoran tersebut,Rita memilih meja dan menempati bangku yang menghadap ke arah pintu masuk restoran. Mereka duduk berhadapan.
Tak berapa lama seorang waiter datang memberikan menu
"Silakan, nanti setelah memilih silakan pesan dan bayar langsung dikasir!"ucap waiter tersebut.
Mereka membuka menu, harga makanan dan minuman cukup terjangkau, berkisar 15rb-30rb untuk minuman dan 20rb-60rb untuk makanan.
Indra memilih kwetiau dan jus alpukat
"Rita, kamu mau pesan apa?"tanyanya
"Hmmm...nasi goreng seafood dan juice strawberry,kak" jawab Rita sambil membaca menu.
Indra beranjak dari tempat duduknya, menuju ke kasir.
"Saya pesan ini katanya sambil menunjuk gambar"
"Indra??"
"Eh Tomi?"Indra terkejut, ternyata Tomi yang menjadi kasir di tempat tersebut.
"Lo kerja di sini Tom? Tanyanya agak sedikit gusar
"Iya, cuma Sabtu dan Minggu saja, lumayan nambah uang saku."
"Oh..hmm.."
"Kesini sama siapa ndra?"
"Nanti setelah siap, pesanan akan diantar ke mejanya ya, telimakacih!"ucap Tomi sambil tersenyum.
"Cama-cama" jawab Indra ngikik.Lalu ia berjalan menuju mejanya.
"Eh Rit, hmmm.. kalau nanti ada teman yang ngeliat kita berdua kayak gini bilang saja ga sengaja ketemu ya, soalnya saya takut nanti heboh"
"Heboh kenapa kak?"
"Ya..heboh saja, hehehe.."
Tidak berapa lama seseorang menepuk pundak Indra.
"Heh Ndra kesini juga lo? Katanya ada urusan sama nyokap?"
Indra kaget, begitu menoleh ke suara tersebut, Dewa, Farhat, Rafi dan Gang Rita CS ternyata sudah ada di restoran tersebut.
"Ehhh...loh kog pada rame ya?" Tanya Indra gelagapan
"Rita??, Lho kog tahu kita ngumpul di sini? Katanya ada urusan sama Ayah? "Tanya Kowi menegur.
"Tadi sudah selesai urusannya, ayah pulang duluan, kebetulan gue ketemu kak Indra di game atas"jawab Rita dengan nada datar. Hatinya deg-degan,takut teman2 nya tahu ia berbohong supaya bisa jalan bareng Indra.
"Beneran nih?..apa ga janjian dari rumah? Kog sama urusannya sama kak Indra? Tanya Lisa menyelidik.
"Yah, terserah sih kalau ga percaya"jawab Rita pasrah
"Yahhh..dia pasrah, udah deh kita duduk bareng saja di sini gabungkan meja2nya" ucap Andien
Mereka menggabungkan mejanya menjadi lebar hingga cukup untuk duduk jadi 9 orang.
" Wah, sayang banget ya kita jumlahya ganjil, 9 orang,tambah 1 orang lagi pas deh kita berpasangan." Ucap Farhat
"Eh, itu ada Kak Tomi di sini!" Ucap Kiki
Tomi mengantarkan makanan pesanan Rita dan Indra.
"Nah..pada reunian deh lo pada" katanya nyengir.
"Gabung sini Tom, supaya pas 10 orang!"
ajak Dewa
"Sebentar, gue cari orang untuk gantiin gue di kasir baru gue gabung" ucapnya sambil membawa nampan kosong
__ADS_1
"Kak Tomi rajin ya ,hari Sabtu malah kerja, orang mah pada tidur-tiduran di rumah" ucap Andien sambil memperhatikan Tomi dari jauh
"Yah terang aja ,ini kan restoran punya mamanya" ucap Rafi
"Oooo..." Respon Rita Cs berbarengan.
"By the way, hari Jum'at kemarin, gue ketemu Rani di jalan" cerita Farhat
"Pas pulang sekolah?" Tanya Dewa
"Iya, dia turun dari mobil sedan hitam, rambut dan bajunya, mukanya juga berantakan" Sambung Farhat
"Lo negur dia?" tanya Dewa
"Iya, gue tawarin mau gue anter pulang, kebetulan gue bawa motor. Eh dia ga mau, terus pergi saja, aneh banget"
Tiba-tiba Tomi berlari menuju ke meja mereka,..
"Eh..ada orang mau bunuh diri..dia ada di atas mall ini"
Mereka semua berhambur mendekati jendela ga jauh dari meja , dan melihat ke atas.
"Ah ga kelihatan orangnya" ucap Farhat
"Kayaknya cewek deh" ucap Lisa
"Eh,Tom, itu dilantai atas kan? Tanya Dewa sambil berlari
"Iya"jawab Tomi, ia ikutan lari mengejar Dewa
Akhirnya Rita Cs ikut berlari menuju lantai atas.
Mereka menempati lift yang sama. Dempet2an.
"Kenapa pada ngumpul begini sih?"ucap Dewa kesal
"Lo sih ngagetin, kita jadi pada penasaran" ucap Indra
"Tom, makanan kita amankan?" Tanya Rafi
"Kak Rafi sempet nya nanya makanan?" Ucap Kowi tersenyum
"Gue udah lapar banget , baru makan 2 suap lo pada lari, masa gue makan sendiri, kalau gue bawa2 juga aneh, gue kan makan steak" jawabnya
"Hahahah...lucu kali ya kak Rafi makan steak di tengah dempet2an kayak gini "celetuk Kiki
Teman-temannya ikutan tertawa ngikik.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di lantai paling atas.
Dewa yang pertama keluar dan berlari.. menghampiri cewek yang berniat loncat tersebut.
"Raniii...!!"panggilnya
Cewek tersebut menoleh dan hampir menjatuhkan dirinya, syukurlah Tomi secara reflek berhasil menarik roknya.
Rani tersadar dari lamunannya, syukurlah ia memakai legging, jadi roknya yang ditarik Tomi menahan tubuhnya, dan auratnya tidak terlihat.
"Eh...toloonggg.." teriaknya
Dewa CS segera mengangkatnya naik..
Akhirnya Rani berhasil diselamatkan. Ia menangis keras dibahu Dewa.
Rita memberikan minum air putih kepada Rani supaya tenang. Orang-orang yang berkerumun memperhatikan Rani yang tiba-tiba pingsan.
Tak lama kemudian security mall datang menghampiri mereka.
"Saya sudah memanggil ambulan!"
Dua orang petugas ambulan membawa ranjang pasien.
Dewa mengangkat tubuh Rani dibantu oleh Indra dan meletakkan di atas ranjang tersebut.
"Kalian teman2 nya? " Tanya petugas tersebut
"Betul Pak" jawab Dewa
"Ayo ikut kami ke RS,
Dari sana bisa hubungi keluarga korban" ucap petugas tersebut
"Maaf pak ini ambulan dari RS mana ya?" Tanya Rita
"RSUD" jawabnya
"Pak, kebetulan ayah saya dokter di RS tersebut, boleh saya ikut? Supaya lebih mudah mengurusnya."
Rita menghampiri teman2nya, Indra memperhatikannya.
"Temans gue duluan ya, ikut di ambulan, kasihan kak Rani kelihatan masih shock" Rita berkata sambil melirik Indra.
__ADS_1
Indra mengangguk pelan.Wajahnya terlihat sangat kecewa.. berakhirlah kencannya dengan RitaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜