Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 103 : Kiano Datang


__ADS_3

Kiano datang berkunjung. Kunjungannya ini merupakan kejutan untuk Rita, ditengah kesibukannya dengan sekolah barunya. Tiba-tiba saja Kiano menghubungi Rita


“Assalammu’alaikum, Rita?”


“Wa’alaikummussalam, siapa nih?”


“Tebak dong?”


“Siapa? Gue males nebak-nebak!”


“Masih gak sabaran juga, ini Kiano!”


“Hah? Kiano? Serius lo?”


“Dua rius malah, eh jemput gue dong!”


“Jemput? Emang Lo ada di mana? Lo tahu kan gue ada di Auckland?”


“Tahu, makanya gue minta jemput!”


“Jadi lo ada di bandara?”


“Iya!, tolong Rit, please??? Kan kita sudah lama gak ketemu!”


“Oke deh, kasih tahu gue lo di mana ya? nanti gue ke situ!”


“Siip!”


Rita segera berganti pakaian, tak lupa ia membawa tas kecil favoritnya, ia segera berlari ke kamar Andi


“Kak Andi!” dia tidak menemukan siapapun di sana, lalu ia turun ke bawah,


“Lee, tolong siapkan satu kamar tamu, temanku mau nginap malam ini!, oh ya, apa Roger ada?”


“Roger di kantor mba"


“Begitu? Ya sudah, aku bawa mobil deh!, tolong bilang kak Andi ya?”


“Tapi mba!” belum selesai Lee berkata, Rita sudah berlari menuju garasi mobil. Ia membuka tutup mobil sport listriknya.


Sebulan lalu,


“Selamat ulang tahun Rita!!!!” acara ulang tahun kejutan di adakan di salah satu ruangan di rumah besar itu. Di situ hadir mama Ratna, kakek Darmawan, Daniel, Andi, Radian, Simon, Charles dan Edward, serta beberapa kenalan dari kantor Radian. Setelah tiup lilin, masing-masing tamu memberikan kadonya.


“Happy 17th Birthday!!” ucap Edward, ia menyalami dan memeluk Rita


“Terimakasih!”


“Selamat ya Rita!” Simon dan Charles juga memberikan ucapan selamat


“Terimakasih pak!”


“Selamat ya Rita, ini!” Daniel mengucapkan selamat dan ia memberikan sebuah kotak kecil


“Terimakasih, apa nih?”


“Buka dong?”


Dengan rasa penasaran Rita membuka kotak dari Daniel,


“Taraaa!!!”


“SIM mobil!!!” teriak Rita, dia sangat senang bisa mendapatkan SIM mobil, seminggu lalu, ia ikut ujian ambil SIM mobil.


Semua yang hadir bertepuk tangan, pesta sederhana yang diadakan oleh mama Ratna, cukup membuat Rita berbahagia. Ucapan selamat tak kunjung henti dari sahabat-sahabat lama, melalui WA, Email, bahkan VC. Hari itu Rita bagaikan ratu sehari. Radian memberikan kadonya, ditengah-tengah acara, tiba-tiba sebuah mobil sport berwarna merah masuk ke dalam ruangan


“Selamat Ulang Tahun Rita!!!” Radian keluar dari mobil dan melemparkan kunci mobil ke arah Rita


“MasyaAllah? Ini buat aku Om?” tanya Rita kaget, Radian tersenyum mengangguk


“Alhamdulillah!!!!”tanpa menunggu lagi ia masuk ke mobil dan mengagumi.


Kakek Darmawan, perlahan mendekati Radian


“Rahasia apa yang Rita ketahui tentang kamu, sampai kamu belikan kado semahal ini?” tanya kakek menyelidik


“Bukan rahasia Om, ini komisi untuk Rita “


“Komisi?”


“Karena dia mengenalkan saya ke Charles dan proyek kerjasama kami sudah dimulai minggu lalu”


“Oya? Selamat? Berapa nilai kerjasamanya?”


“Sekitar 100 juta dolar!”


“wuiihhh,...kalau begitu nilai komisinya belum seberapa dong!”


“Rita masih kecil, Om gak boleh pegang uang banyak-banyak!”


“Ah kamu bisa saja!, apa mobilnya sudah atas namanya?”


“tentu sudah!”


Rita mengagumi mobil merahnya, Andi ikut nimbrung masuk ke mobil


“Wah keren nih Rit, kakak boleh pinjam ya?”


“Jangan dulu dong!, ini kan punya Aku!”


“Ah pelit!”


“Kak Andi minta saja sama Om, siapa tahu dibelikan!”


Andi melihat ke arah Radian yang memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Andi.


Kakek Darmawan memberikannya Kuda, Mama Ratna memberikan ponsel Android yang bisa menjadi tablet


“Wahh,..terimakasih mama!” Rita mencium pipi mamanya


“Nih Rit!” Andi memberikan kado berupa sepatu kets


“Wahh..warna hijau!, kog bisa dapat kak?” Rita tersenyum senang, ia memeluk Andi


“Itu diorder khusus lho!”


“Eh ada pesawat terbang di luar!” semua tamu, termasuk Rita berjalan menuju ke teras, mereka melihat pertunjukan asap yang keluar dari pesawat terbang


“Happy 17th Birthday Rita,...from Kakek Sugiyono” demikian tulisan asap yang keluar dari pesawat


“Wahhh...kerenn!!!” Rita berteriak kegirangan, tidak sampai di situ saja, sebuah balon jevelin mendarat di pekarangan. Semua tamu termasuk yang ulang tahun masuk ke pesawat jevelin,lalu pesawat mengudara. Mereka menikmati pemandangan dari udara


“Terimakasih kakek Sugi, it’s very beautiful!” ujar Rita yang melakukan VC dengan kakek sugi

__ADS_1


“Pamer ah!” ujar kakek Darmawan, ia agak kesal kado ultahnya kurang mendapat sambutan dari Rita.


“Aku suka kudanya, aku panggil kudanya Ellen ya Kek!” Rita merangkul kakek Darmawan dan mencium pipinya.


“hehehe, kakek senang kalau kamu juga senang!” ujar Kakek Darmawan tersenyum bahagia dengan reaksi Rita.


Sebulan kemudian...


Rita membuka bungkus mobil merahnya, setelah mengecek bahan bakar dan keamanan, ia keluar dari garasi mobil. Di pasangnya GPS untuk menuntunnya ke bandara menjemput teman kecilnya, beberapa jam kemudian ia sampai di bandara.


“Hei Rit!” Kiano menyapa dengan ramah, tangan kanannya memegang gelas Starbucks


“Lama nunggu ya?”


“Enggak, tadi sempat makan dulu, Lo udah makan?” Kiano memberikan roti yang baru ia beli di toko kue


“Udah, gak usah buat lo saja. Barang lo mana?” Rita mencari barang bawaan Kiano


“Gue bawa ini saja!” ia membawa 1 koper ukuran sedang dan tas selempang. Rita memperhatikan Kiano dan barang bawaannya


“segini saja? Rencana di sini sampai kapan?”


“Mungkin 2 atau 3 hari!”


“Oh!, ayo ke mobil!”


“Bawa supir Rit?”


“Enggak, gue bawa sendiri!”


Mereka menuju tempat parkir


“Wuiihhh, mobil keren nih Rit!” Kiano mengagumi mobil sport merah


“Ini hadiah dari Om gue!”


“Wahh..Lo sudah jadi horang kaya ya?” Kiano membuka pintu mobil dan duduk di samping, Rita juga masuk ke mobil dan mengenakan seat beltnya


“Lo pakai seat belt dong! Di sini safety first!” ujar Rita yang melihat Kiano belum memasang seat beltnya


Perlahan mobil meninggalkan tempat parkir bandara


“Rit, gimana, betah di sini?


“Lumayan! Btw apa kebetulan Lo kesini?” tanya Rita


“Sebenarnya novel gue menang, dan sekarang ini gue lagi menuju ke sana untuk menerima hadiahnya!”


“O ya? bagus dong, selamat ya? itu di Indonesia?”


“Bukan Korea, Lo tau gak, novel gue dijadikan webtoon. Gue dikontrak 6 bulan untuk menyelesaikan versi webtoonnya di sana, semua kebutuhan hidup gue selama di Korea ditanggung penerbit!”


“Terus sekolah lo gimana?”


“Yaa, gue minta jarak jauh saja, gue ngurus ke kedutaan dan lain-lain, alhamdulillah, sekarang ini mereka memudahkan orang-orang berprestasi, jadi gue bisa sekolah secara daring.”


“Wah, Lo serius jadi penulis?”


“Iya dong, habis mau jadi apa lagi? Lagi pula jadi penulis itu enak Rit, kita gak stay di kantor, kan bosen banget tuh!”


“Tapi Lo dikejar tengat waktu lho, apalagi Korea, terkenal orang-orangnya disiplin, lo gak bisa nyantai kayak di Indonesia”


“Iya sih, gak apa-apa kan jadi tantangan buat gue. Btw Rit, lo sudah punya pacar?” tanya Kiano tiba-tiba


“Yaa, pengen tahu saja, setelah Tommy gak ada katanya lo lagi kosong?”


“Kata siapa?”


“Anak-anak yang bilang!”


“Anak siapa? Siapa yang suka ghibahin gue?”


“Ya mantan geng lo lah, gue sekelas sama Lisa dan Qowi”


“Ooo, bagaimana kabar mereka?”


“Baik, Lo jarang ngobrol sama mereka?”


“terakhir 3 atau 4 bulan yang lalu deh!”


“oo, jadi? Sudah punya pacar belum?”


“Kalau belum kenapa? “


“Belum? Wah ..jangan-jangan lo belum move on dari Tommy ya?”


Rita tidak menjawab pertanyaan Kiano, ia tetap berkonsentrasi dengan menyetirnya, beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah besar. Kiano terkagum-kagum melihat betapa besar dan mewahnya kediaman Rita yang sekarang,


“Ayo cepetan, jangan norak begitu kenapa?”


“Norak? Gue wajar norak Rit!, gak heran lo gak mau balik ke Indonesia, di sini mewah dan megah kayak begini!” Kiano menarik kopernya dan mengikuti langkah kaki Rita


“Selamat datang!” sapa Lee di pintu depan. Pintu masuk terbuat dari kaca, yang bergeser secara otomatis, layaknya hotel berbintang lima


“Lee, ini Kiano temanku, bisa tolong antar ke kamarnya?”


“Baik mba, silakan tuan?”


“Kiano saja!” ujar Kiano, ia memberikan kopernya yang diminta oleh salah seorang OB


“Lo ikut Lee dulu nanti gue ada di ruang tengah!” ujar Rita


Kiano mengangguk, setengah berlari ia mengikuti langkah Lee dan OB


Tiba-tiba Andi datang menghampiri Rita di ruang tengah


“Rit, tadi habis dari mana?”


“Bandara kak!”


“Bandara? Ngapain?”


“Jemput teman, kak Andi ingat Kiano kan?”


“Kiano?? Yang culun tinggi itu? Yang dulu tetangga?”


“Hahaha, iya betul kak, dia masih tinggi tapi sudah gak culun!”


“Oya? Dia sekolah di mana sekarang?”


“Di sekolah aku dulu kak, tapi sekarang lagi daring, karena dia ada kerjasama bikin webtoon!”


“Wuiiihhh,...gak nyangka si culun jadi keren, btw tadi Daniel nelpon gue, dia nanyain lo tu!”

__ADS_1


“oh ya? kog gak ada pesan masuk? Ahh..lupa dipasang data internetnya, krna di rumah pakai wifi, pas keluar gak diganti. Terus kak Andi bilang apa?”


“ya gue bilang gue gak tahu, karena memang lo pergi tanpa izin kan?”


“tadi aku sudah ke kamar kak Andi, tapi kakaknya gak ada, terus aku langsung bilang ke Lee, memang dia gak ngomong aku ke bandara?”


“Bilang sih, tapi bilangnya setelah Daniel menutup telponnya. Ya udah, btw sejak kapan?”


“Sejak kapan apanya kak?”


“Sejak kapan jadian sama Daniel, kog gak bilang-bilang?”


“sejak kapan ya? setelah turnamen deh!”


“ooo baru dong!, Rendy tahu gak?”


“Tahu lah, kan aku dan Daniel yang antar dia ke bandara!”


“Hahaha...rasain!!! songong sih!”


“siapa yang songong kak?”


“Itu si Rendy, dia pikir dia gak bakal ditolak? Sok jual mahal!”


“Kak Andi gak suka banget ya sama Rendy?”


“Enggak!, sok cakep, sama sepupu-sepupu kita saja dicuekin!”


“Sudahlah kak, jangan ghibah melulu, dosa tau!”


“Biarin!, telpon Daniel gih! Nanti gue yang diteror, ditanyain melulu!”


“Iya kak, ini lagi chat sama dia!”


Beberapa saat kemudian, Kiano datang, ia tampak segar kelihatannya ia telah mandi dan berganti pakaian. Rita memperhatikan Kiano cukup lama.


“Kiano lebih tinggi sekarang, sudah gak keriting, rambut pendek , kulitnya yang coklat tampak eksotis, yah lumayan keren!” batin Rita


“Kiano, inget kak Andi gak?”


“Andi? Ooo, yang kakak setengah itu kan?” ujar Kiano di hadapan Andi


“kakak setengah?” tanya Andi heran


“Iya, satu ibu lain bapak, jadi setengah-setengah!” ujar Kiano ceplas-ceplos


“enak saja, ni anak dari dulu gak sopan sama yang tuaan!” Andi memiting leher Kiano bercanda


Rita tertawa melihat kelakukan kedua cowok dihadapannya


“Mba Rita, pak Daniel datang!” ujar Lee tiba-tiba


“eh Daniel? Memangnya sudah jam berapa? Oh jam 4 sore?” Rita melihat ke arah jam tangannya. Daniel datang ke ruang tengah dan melihat ke arah Rita dengan wajah dingin.


“Aku tadi gak nyalain internetnya!” ujar Rita, melihat muka Daniel yang masam


Kiano memperhatikan cowok putih dihadapan Rita


“Eh, Daniel, kenalin ini Kiano, dia teman masa kecil aku!” ujar Rita memecah suasana


Kiano memberikan tangannya untuk menyalami


“Kiano!”


“Daniel!”, Daniel langsung duduk di samping Rita, sepertinya ia tidak peduli dengan keberadaan Andi dan Kiano di situ


“Tadi aku menjemput Kiano di bandara


“Sendirian?” tanya Daniel


“Iya, tenang saja aku bisa kog!”


“Iya aku tahu, kalau terjadi apa-apa gimana?” suara Daniel terdengar cemas


Kiano memperhatikan kedua orang dihadapannya yang bercakap-cakap layaknya menonton drama TV berbahasa asing tanpa subtitle


“Rita sudah fasih berbahasa inggris!” batinnya


“tapi kan tidak terjadi apa-apa, Kiano sudah jauh-jauh kemari, kalau aku gak jemput nanti dia nyasar gimana?”


“Kan kamu bisa tunggu aku!” ujar Daniel bersikeras


“Kamu kan lagi di kantor, masa aku ganggu. Ah sudahlah jangan diperbesar!” Rita kesal , kemudian ia pergi dari ruang tengah, Daniel tidak tinggal diam ia mengikuti Rita


“diam di situ ngapain ngikutin!” ujar Rita kesal


“Kamu tahu gak apa yang bikin aku kesal?” ujar Daniel merendahkan suaranya


“Karena aku berkendara sendirian? Kan sebelumnya aku sudah biasa bawa mobil sendiri!”


“Bukan itu saja!, kamu menjemput cowok lain!”


“Ya Ampun Daniel, Kiano itu teman kecil aku, kita sudah seperti saudara!”


“Tapi dia sudah gak kecil lagi Rita!, menurut kamu saudara menurut dia enggak!”


“Kamu jangan nuduh yang enggak-enggak deh! Kita tuh sudah 1 tahun lebih gak ketemu!”


“Setahun? Belum lama dong?”


“Dia teman di sekolah juga!”


“Tuuuh kaan kamu masa gak peka sih Rit, aku yang cowok saja peka!”


“Maksudnya apa sih?”


“Dia ngikutin kamu sekolah, terus sekarang jauh-jauh kemari, apalagi kalau bukan untuk ngejar kamu!”


“Ah kamu ngarang! Tapi kamu kalau cemburu lucu!, aku maafkan kamu karena tadi sudah bersikap menyebalkan!” Rita menghampiri Daniel dan memegang tangannya


“Aku cemburu?” Daniel menatap Rita dengan tatapan sayang,


“Eheeemmm!!!” ujar Andi tiba-tiba, Daniel dan Rita sedikit menjauh karena malu dilihat Andi


“Eh Andi, maaf tadi aku mengganggu ya?” ujar Daniel


“Iya, eh, makan malam di sini ya Niel, sekalian sama Kiano. Kakek gak pulang lagi hari ini!”


“oya? Pak Darmawan kemana?”


“Entahlah, kakek akan memberitahu kalau sudah mau pulang, memang aneh “ ujar Andi baru menyadari keanehan kakeknya


Daniel menerima undangan Andi, malam itu ruang makan cukup meriah. Karena Kiano menceritakan hal-hal yang lucu membuat suasana hidup. Terkadang Daniel ikut tertawa setelah diterjemahkan oleh Rita. Kiano memang pandai mencairkan suasana. Pukul 9 malam, Daniel pulang, Rita mengantarnya sampai depan pintu.

__ADS_1


- Bersambung-


__ADS_2