Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 56: Dimana Rita?


__ADS_3

"Rita, liburan ini kamu jadi kan magang di tempat mama?" tanya mama ratna via telepon


"Jadi ma, kak Andi ada juga?"


"Andi kemarin kembali ke NZ. Dia gak bisa kuliah daring terus.Anak itu kuliah kog kabur-kaburan!" omel mama


"Jadi Rita sendirian dong Ma?"


"Kan ada mama dan pegawai mama. mereka masih muda-muda kog, pasti bisa jadi teman"


"Ma, Rita ke rumah kakek Sugi dulu ya, Rita janji kalau libur nginep di rumah kakek Sugi."


"iya sayang! mama sudah suruh staf rumah beres-beres kamar kamu. Kamu gak usah bawa banyak baju ya, mama sudah beliin yang baru "


"Iya ma? asyiikk!!!, terimakasih ya Ma,!" Rita tersenyum senang


"Sama-sama cantik! Besok pak Amir mama suruh jemput kamu ya, jadi be ready, oke ?"


"InsyaAllah, Ma!"


"Oke deh sayang, tidur nyenyak ya, Love you!"


"Love you too,Ma!"


Rita mengakhiri teleponnya.


"Ayah belum pulang juga sudah hampir jam 9 malam. Akhir-akhir ini ayah jarang pulang, di kantor sibuk banget kali ya"gumam Rita, iya mencari contact ayahnya Tuuut....suara sambungan telpon terhubung...cklek...


"Assalammualaikum"


"Wa'alaikumsalam" terdengar suara perempuan menjawab ponsel ayahnya


"Eh maaf ini ponsel dr.Reza kan?" tanya Rita heran


"Oh iya, Rita ya? dr.Reza lagi meeting, ponselnya di tinggal di luar, nanti saya kasih tahu dr.Reza ya?"


"Ooo, sedang meeting, baiklah mba, terimakasih banyak!"


Beberapa saat kemudian, ponsel Rita berbunyi


"Ayah?"


"Rita!, Ayah mungkin pulang sangat malam, kamu gak usah nungguin, tidur saja, kunci pintu depan. Ayah bawa kunci kog!"


"Ohh begitu, baiklah, Ayah besok Rita akan ke rumah Mama untuk 2 minggu, takutnya kita gak ketemu."


"Hmm..jam berapa kamu berangkat?"


"Rita belum dikasih tahu, tapi mama bilang pak Amir akan jemput Rita pagi besok."


"Ooo, begitu, iya deh, hati-hati ya Rit, nanti kalau ayah sempat bisa antar Kamu!"


"Gak usah Yah, Nanti malah ganggu pekerjaan Ayah."


"Oke deh Rit, meeting nya mulai lagi, kunci pintu ya!"


"Iya Yah,Wassalamu'alaikum!"


"Wa'alaikummussalam!"


Setelah menutup ponsel, Rita keluar kamar dan mengunci pintu pagar dan pintu rumah. Diceknya semua jendela, termasuk pintu belakang, setelah semua dirasa aman, ia pun kembali ke kamarnya. Ia mempersiapkan benda-benda yang akan di bawanya, kali ini ia memutuskan tidak membawa pakaiannya. Ia hanya membawa tablet dan 2 ponsel,charger dan power bank.


"Semua peralatan mandi dan make up beli saja deh" gumamnya. Setelah sholat Isya dan berganti pakaian tidur, Rita membaringkan tubuhnya di kasur. Dipandanginya kontak Dewa di ponselnya.


"Hmm...perlu gak WA dia ya?" Ia masih berpikir


"Huaaahhh...,ngantuk ah, besok pagi saja!" Rita meletakkan ponselnya tertidur.


"Tok...tok...tok...Rita...Rita!" Seseorang mengetuk jendela kamar Rita. Rita yang tengah terlelap, mulai membuka matanya menahan kantuk, ia menoleh ke jendela, seseorang mengetuk-ngetuk jendela.


"Astaghfirullah!!" ia terperanjat dan terbangun


"Rita..bangun!"


Rita mengenali sosok itu


"Kiki?" Dengan segera ia membuka jendelanya.


"Ada apa Ki?"


"Rit, Lo harus segera ke RS bokap Lo masuk ICU!" ujar Kiki dengan tergesa


Rita yang masih ngantuk, segera membuka pintu kamarnya dan membuka pintu di ruang tamu.Kiki masuk ke dalam rumah.


"Rit, bokap Lo diserang ODGJ di RS, beliau sedang dioperasi sekarang, kita ke sana!" Ajak Kiki


"Kog Lo tahu Ki?" tanya Rita yang masih setengah sadar


"Tadi Omnya Lisa bilang ke gue, memang Lisa gak nelpon Lo?"


"Hmmm...gak tahu, tadi hp gue di charge semua!"

__ADS_1


"Hmm...pantesan, dari tadi gue telponin ga diangkat. Gue langsung kemari saja!"


"Lo kemari naik apa?" Tanya Rita


"naik go car!"


Rita yang panik, kakinya terantuk sofa kayu lalu terjatuh.


"Aduuuhhh.." erangnya kesakitan, jempol kakinya luka.


"Hati-hati dong Rit!" Kiki membantunya berdiri dan mendudukannya di sofa, kemudian ia ke dapur dan memberikannya air putih.


"Nih Rit, minum dulu supaya tenang!"


Rita meminumnya, kemudian dengan tertatih ia kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Dengan tas selempang kecil kesayangannya, ia hanya memasukkan dompet dan ponselnya.


"Gue telpon tante sama nyokap gue dulu "


"Nanti saja di mobil Rit!" Setelah mengunci pintu rumah, mereka berdua meninggalkan rumah.


Pagi harinya...


"Tok...tok...tok... Assalamualaikum!"


Tidak ada jawaban dari dalam rumah. Pak Amir yang datang pukul 7 pagi, menelpon Ratna


"Bu, saya ketok pintu rumah kayaknya gak ada orang deh!"


"Ini nomer ponsel Rita pak Amir, coba telpon dia!, Nanti saya juga coba telpon dia ke nomernya yang lain!"


Karena tidak ada jawaban dari Rita, Ratna memutuskan menelpon Reza.


Tuuuutttt.....ckkk


"Ya?"


"Assalamualaikum, mas maaf ganggu, Rita kemana ya? Pak Amir sudah di rumah mau jemput!"


"Hah? Sudah ketok-ketok jendelanya? Dia suka tidur pakai headset jadi ga kedengaran!"


"Sudah mas, gorden jendelanya terbuka, gak ada orang di dalam!"


"Hmm .. sebentar, pak Amir suruh tunggu di situ, saya pulang ke rumah!"


Dalam perjalanan pulang Reza menghubungi Dewa.


"Ya?"


"Oh, iya Om, apa kabar?"


"Alhamdulillah Baik, Dewa kamu tahu nomor telpon temannya Rita?" Tanya Reza tanpa basa-basi.


"Sebentar Om, nanti saya cari, ada apa ya Om? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dewa penasaran.


"Rita tidak ada di rumah, padahal tadi malam dia bilang ada di rumah, rencananya ia akan pergi ke rumah mamanya selama liburan ini."


"O begitu, baiklah, Om tenang saja, Dewa akan hubungi teman-temannya, siapa tahu Rita menginap di salah satu rumah mereka!"


"Iya Nak, Om tunggu kabar baiknya, terimakasih banyak!"


"Sama-sama Om!"


Dewa menutup ponselnya.


"Lo kemana lagi Rit?" Gumam Dewa. Ia mulai menghubungi Kiki.


"Gak diangkat, masih tidur kali!" Lalu ia menghubungi Farhat


"Far, tanyain Lisa dong, Rita nginep di rumahnya gak?"


"Ah, Lo Wa! Pagi-pagi ngagetin aj, enggak ada Rita di sini!"


"Hah? Di sini? emang Lo nginep di rumahnya Lisa?" Tanya Dewa bingung


"Bukan, Lisa dan keluarganya lagi libur bareng keluarga gue, sejak kemarin, jadi gak mungkin kan Rita di sini."


"Oo, begitu kalau gitu tolong tanyain teman-temannya yang lain, si Rita gak ada di rumahnya!"


"Iya, nanti deh Wa, masih pagi, gak enak gue ke kamarnya!"


"Telpon dong Far, tolongin, Bapaknya Rita panik itu!"


"Iya..iya, nanti Lo gue WA lagi ya!"


"Oke,Far, thanks yak!" Dewa bernafas lega.


Ia bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Setengah jam kemudian, selesai mandi dan berpakaian dilihatnya misscall dari Farhat. Lalu ia menghubungi Farhat lagi.


"Sorry Far, tadi gue lagi mandi, jadi gimana?"


"Tadi Lisa sudah menghubungi Kowi dan Andien mereka bilang gak tahu, tinggal Kiki, ia gak bisa dihubungi."

__ADS_1


"Lisa tahu alamat rumah Kiki? Nanti gue kesana!"


"Nanti gue WA Lo"


"Oke, thanks again Far!"


"It's okay!"


Setelah sarapan pagi, Dewa mendapatkan alamat rumah Kiki, dengan segera ia mengeluarkan motornya, lalu memacu dengan kecepatan sedang menuju rumah Kiki.


Sesampainya di rumah Kiki, Dewa bertemu dengan Kowi yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Kowi, sudah lama nunggu?"


"Baru 5 menit kak, aku juga penasaran, biasanya 2 orang ini gak lepas dari hpnya!"


Keduanya memasuki gerbang rumah Kiki. Kowi memencet bel rumah. Beberapa saat kemudian seorang perempuan berumur sekitar 20-an membuka pintu pagar.


"Pagi, mba, Kiki ada?" Tanya Kowi ramah.


"Oh, Neng Kiki kemarin malam pamit ke Ibu, katanya mau nginep di rumah temannya."


"Temannya yang mana ya mba?"


"Siapa ya, mba lupa."


"Mungkin bisa tanya ke ibu mba?" Tanya Dewa mulai gak sabar


"Ibu mana inget, ibunya neng Kiki sudah sebulan ini terkena stroke ringan jadi sering lupa."


"Oo, begitu, Kiki gak pernah cerita ibunya sakit."


"Neng Kiki itu jadi pendiam sejak Ayahnya lebih sering di rumah istri barunya. Ibunya juga jadi sakit-sakitan karena pikiran"


"Kasihan" gumam Kowi, ia merasa gak enak hati karena tidak tahu menahu tentang derita Kiki.


"Kiki bilang kapan pulangnya?" Tanya Dewa


"Saya gak tahu Mas, biasanya neng Kiki, cuma pamit sama Ibu, kalau pulang juga gak bilang, tahu-tahu sudah ada di kamarnya."


"Oo begitu, sekarang yakin gak ada di kamarnya?" Tanya Kowi lagi


"Biasanya pagi-pagi dia sudah ajak ibunya keluar menghirup udara segar, hari ini mba lihat gak ada.Jadi memang belum pulang."


"Begitu ya, baiklah, terimakasih mba!" Kowi dan Dewa pamit.


Setelah pintu pagar di tutup, keduanya berjalan menjauhi pagar dan berunding.


"Jadi gimana Kak?"tanya Kowi bingung


"Begini deh, kamu coba menghubungi teman kamu yang lainnya. Kalau ada info WA kakak!, ponsel kamu mana? Dewa meminta ponsel Kowi dan langsung diberikannya. Ia mengetikkan nomer WAnya ke Kowi.


"Sekarang kak Dewa kemana?"


"Kakak mau ke rumah Rita, jelasin ke Ayahnya."


"Kita saling bertukar info ya kak, siapa tahu bisa bantu Rita!"


"Iya,Wi, makasih ya? Btw rumah kamu dekat sini?"


"Iya kak, cuma 1 blok dari sini, jalan cuma 10 menit."


"10 menit lumayan, Ayo sekalian kakDewa antar!"


Kowi naik ke motornya Dewa dan melaju menuju rumah Kowi.


"Oh ini rumah Kamu, lumayan besar juga?"


"Makasih Kak!" Kowi turun dari motor


"KakDewa pergi dulu ya, jangan lupa ngabarin!"


"Siaap Kak!" Jawab Kowi mantap


Dewa tersenyum dan menutup kaca helmnya, lalu kembali mamacu motornya menuju rumah Rita.


Di dalam rumah Kiki


"Siapa Mba?" Tanya Kiki


" Neng Kowi dan Den Dewa!"


"Mba gak bilang Aku ada di rumah kan?" tanya Kiki


"Enggak Neng, mba bilang Neng Kiki nginep di rumah temannya dan belum pulang.Kayaknya mereka juga percaya neng Kiki gak ada di rumah!"


"Terimakasih Mba!" Kiki tersenyum


"Sama-sama neng!" Jawab si mba membalas senyuman Kiki dan kembali ke dapur.


"Maaf ya Rit, sebentar saja, sampai mereka membebaskan Andre!" Gumam Kiki menangis sedih.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2