
Rita dan Abu berhasil masuk ke lantai satu dan bersembunyi di bawah tangga yang tertutup.
"Kita sembunyi di sini, kalau lift kosong langsung naik ke lantai 5."
"Lo beneran ngotot mau ngeluarin bokap lo?"
"Ya habis mau gimana lagi? Masa gue ngebiarin bokap terperangkap di sini?"
"Maksud gue tunggu bantuan, kita kan masih SMU kemampuan kita terbatas!"
"Ah, elo Bu, dari dulu pesimis aja. Optimis sedikit, siapa tahu begitu kita mencapai kantor bokap gue, beliau bisa memecahkan masalah ini. Bokap gue jenius loh!" Rita membanggakan ayahnya
"Iya..iya..dari dulu lo kan pemuja bokap banget yee..jadi rencananya gimana nih?" Abu beranjak dari tempat sembunyinya, dan mengintip keadaan sekelilingnya.
"Sepertinya sudah aman! Ayo ke lift!" Ajak Abu
Tiba-tiba ponsel Rita berbunyi, karena suasana sepi, bunyi ponsel bergema dan membuat para zombie berlari ke arah sumber bunyi.
"Tolol!!! Kan gue udeh bilang matiin hp lo!" Teriak Abu sambil berlari diikuti oleh Rita.
"Kakak gue nelpon!" Jawabnya sambil terus berlari, kali ini mereka menaiki tangga. Dengan nafas terengah mereka berdua berhasil melarikan diri dan bersembunyi di salah satu ruangan rumah sakit.
"Hah..hah..hah..." Nafas keduanya memburu kelelahan.
"Abu, kayaknya kita salah ngumpet deh" Rita baru menyadari keberadaan mereka.
"Hah??"
"Kita ngumpet di kamar mayat!" Rita langsung berlari keluar ruangan, dan kembali dikejar oleh para zombie.
"Gue punya ide!" Abu menjatuhkan tempat sampah yang mereka lewati dan melemparkannya ke arah lain untuk mengalihkan para zombie. Usahanya berhasil, mereka kembali bersembunyi.
"Sudah lantai 4 Rit!, Satu lantai lagi ketemu bokap lo!"
"Iya, Semoga Ayah baik-baik saja!" Rita terus berdoa agar diberikan keselamatan.
Di tempat lain, Dewa dan Tomi kembali ke rumah Ratih.
"Jadi bagaimana?" Tanya Andi sambil terus menjalankan dronenya mencari Rita.
"Gawat Ka, obat suntiknya ga sengaja kena Tomi!" jawab Dewa
"Waduhh..lo ga apa-apa Tom?"
"Hingga saat ini ga berasa apa-apa, gue gak tahu 1 jam ke depan.
"Ehh..itu Rita, lagi lari " dronenya menangkap gambar Rita yang sedang melarikan diri dari para zombie.
"Wa, gue balik nyari Rita, lo lapor ke om Gunawan!"Tomi memberikan ponselnya yang telah terhubung ke Gunawan, tanpa pikir panjang ia berlari kembali ke pintu belakang RS.
"Woy Tom!!!" Dewa memanggilnya, tapi percuma karena Tomi telah hilang dari pandangannya. Dewa mewakili Tomi melaporkan keadaan kepada Gunawan.
Di tempat persembunyian
"Abu, bukannya lo mau jadi penulis?"
"Sudah nyoba Rit, tapi kayaknya ga cocok sama gue.
Gue sering lupa alur cerita. Kasihan pembacanya"
"Pembacanya kurang kreatif berarti. Kalau mereka nyimak, banyak tu film² keren yang alur ceritanya ngacak..it's matter of art man!"
"Itukan menurut lo, kenyataannya ada orang yang bisa bikin cerita panjang lebar hanya dalam waktu tiga-empat hari saja!"
"Memang kalau lo butuh berapa lama Bu?"
"Bisa sih 3-4 hari tapi itu kalau ga ada kesibukan lain,
Gue kan banyak urusan. Lagi pula bercerita kan ga ngasal bikin, tapi ada taste, ada rasa, ada mood yang bisa bikin gue bercerita"
"Terus?..Lo ga dapat mood?"
"Kadang dapat, kadang enggak. Tergantung apa yang gue rasakan.!"
"Susah juga ya jadi penulis! Padahal lo pernah juara 1 mengarang ya?"
"Yahh.. gampang-gampang susah deh. Kalau lo browsing e-novel, lagi musim percintaan sama CEO"
"Ada masalah dengan CEO?. Biasanya keinginan banyak cewek punya laki yang kaya, nah diwujudkan dengan CEO itu."
"Tapi apa ga bosen ceritanya itu2 saja?"
"Yah namanya Industri Bu, harus ngikutin selera pasar!"
__ADS_1
"Iya juga sih, cuma terbaca saja ceritanya, gadis dengan CEO ya gitu2 deh. Kadang gue minder gimana bikin cerita yang beda dari yang lagi trend."
"Nah itu Bu, lo terlalu banyak mikir, jadi lama bikin ceritanya!"
"Gue coba bikin futuristik, eh gak laku, gak ada yang baca, kecuali adminnya, yang tiap gue up, kasih semangat, seolah ada orang yang baca cerita gue😢"
"Jadi lo mau berhenti jadi penulis?"
"Ngomong apaan siy lo Rit, kita ni lagi ngumpet, sempetnya bahas karir gue!" Abu kembali mengintip
"Hahh..kebanyakan ngintip ntar lo bintitan Bu!"Rita beranjak dari tempat sembunyinya.
"Dari dulu lo ga berubah ya Rit, pemberani!" Puji Abu bangkit dari duduknya.
"Enaknya gimana bu? Kalau kita paksa naik ke lantai atas?"
"Eiittt ...gue ga mau, mending di sini deh sampai keadaan aman!"
"Sampai kapan? Kita harus berani bu! Kalau kita cari benda yang bisa menutupi kulit kita dari cakaran mereka gimana?"
"Misalnya apaan?"
"Majalah atau kain!"
"Hmmm..kita cari gudang!"
Lantai yang mereka lewati sepi, tidak ada orang sama sekali, Abu dan Rita membuka tiap ruangan untuk mencari kain atau apapun yang bisa melindungi mereka dari cakaran atau gigitan zombi.
"Rita! Di sini!" Panggil Abu menunjuk sebuah ruangan.
Keduanya menghampiri ruangan itu.
"Cklekk.." Abu memasukkan kepalanya, dilihatnya zombie berkumpul di ruangan itu.
"Waaaa!!" Teriaknya dan menutup pintu kembali.
"Kunci Rit , ganjel pakai apa saja,..zombie semua di sini!" Rita membantu Abu mengganjal bagian bawah pintu supaya sulit terbuka
"Ga bisa lama bu, kita kabur!!!"
Keduanya berlari menuju tangga atas. Tetapi di tangga mereka berpas-pasan dengan zombie berpakaian Security.
"Wah kacau Rit!"
"Hah..hah...hah.."
nafas keduanya saling bersahutan.
"Hi..hi..hi.." Rita tertawa
"Hahaha..kenapa lo ketawa??"
"Lucu Bu! Kita sudah lama ga ketemu, begitu ketemu dikejar-kejar zombie, kenangan yang ga akan dilupakan!" Rita tersenyum menatap Abu
"Aaa..Rit!" Belum selesai Abu berbicara, seorang Zombie berlari menghampiri mereka
"Lari Rit!!" Abu menarik tangan Rita
Keduanya berlari kencang, zombie itu juga mempercepat larinya, hingga akhirnya zombie itu berhasil menangkap kaki Abu.
"Waaaa....."Abu yang terjatuh menendang-nendang Zombie itu. Rita yang ketakutan, ia mengira Abu masih berlari di belakangnya. Tanpa disangka "Buakk!!" Ia menabrak seseorang
"Rita!"
"Kak Dewa?"
"Ayo kabur!!"
"Sebentar kak, Abu ketinggalan di belakang!"
"Ga ada waktu Rit!"
Tapi mereka terlambat, Zombi yang berlari kencang itu berhasil menyusul mereka.
Zombie itu menyerang Dewa.
"Tomi!!! Maaffinn gue!!" Teriak Dewa sambil melawannya.
"Hah??" Rita kaget dan memperhatikan wajah zombie itu. Rita menangis melihat wajah bengkak zombie Tomi yang tidak ia kenali. Rita terpaku melihatnya. Dewa yang sudah kelelahan karena terus berlari, mulai kewalahan dengan serangan Tomi, sebaliknya Tomi menjadi lebih kuat. Rita tersadar dari lamunannya, membantu Dewa dengan mencegah Tomi menggigitnya. Terjadilah pertarungan antara Rita dan Tomi. Berkali-kali pukulan Rita masuk ke tubuh Tomi, mungkin karena tidak ada kesungguhan, sehingga Tomi tidak merasakan sakit. Tapi Tomi sama sekali tidak menyerang Rita, yang ia lakukan hanya bertahan dari serangan Rita yang bertubi-tubi. Semakin lama stamina Rita terkuras, ia mulai terhuyung. Dewa yang telah beristrirahat sebentar membantu Rita berdiri, melihat Dewa memegang Rita, zombie Tomi menyerang keduanya. Rita berhasil menahan tubuh Tomi kemudian ia membisikkan sesuatu ke telinga Tomi. Zombie Tomi berusaha melepaskan diri dari Rita, dan berhasil. Rita terjatuh duduk, disaat bersamaan zombie lain yang terperangkap dalam ruangan yang dikunci Abu berhasil keluar, mendengar keributan perkelahian antara Tomi,Rita dan Dewa, mereka berlari menghampiri. Rita terjatuh karena serangan Tomi, zombie lain yang akan menyerang Rita ditahan oleh Tomi, terjadilah perkelahian antara para zombie dengan zombie Tomi. Dewa yang melihat kesempatan menarik Rita untuk pergi dari tempat itu. Beberapa saat kemudian Rita dan Dewa berhasil naik ke lantai 5 dan masuk ke ruangan dr.Sugiarto
"Ayahh!!" Panggil Rita sambil menangis dan memeluk ayahnya.
"Rita, ngapain kamu di sini?? Kan ayah sudah bilang, kamu pulang saja!"
__ADS_1
"Ayah.. ayah.."Rita terus menangis.
"Sudah..sudah..ayah ga apa-apa!" Reza menenangkannya
"Ayah, kak Tomi jadi Zombie..kak Tomi jadi zombie karena mau nyelamatin Ritaa!!" Tangisnya semakin kencang.
Dewa melihat Rita dengan pandangan mata sedih.
Kemudian ia menceritakan yang terjadi dari awal hingga akhir.
"Kalau begitu masih ada harapan Rit, kamu ga usah khawatir! Tomi bisa sembuh, asal kita bisa mendapatkan obat anti zombie."
"Bagaimana caranya yah?" Tanya Rita dengan suara parau
"Dewa, bagaimana menghubungi Andi?" Tanya Reza
Dewa mengambil sebuah microphone kecil dari saku bajunya.Dan memberikannya kepada Reza.
"Andi, ini Ayah!!"
"Ya ayah??" Andi membalas dengan suara lega
"Rita sudah di sini bersama Ayah dan Dewa. Bagaimana keadaan di sekitar RS?"
"Makin banyak yang terinfeksi Yah, pasukan khusus akan di terjunkan melalui atap RS yah,!"
"Andi, bilang sama Kapten Gunawan, supaya anak buahnya menaruh obat minum anti zombie ke pipa air yang terhubung ke semua gedung RS!"
"Berarti torent air untuk pemadaman api ya Yah?"
"Iya, kamu tahu kan RS ini baru dibangun, pemadam air di tiap gedung ini bekerja sangat baik. Juga kasih obat juga untuk air yang menyemprot taman!"
"Oiya, Sekarang ini banyak Zombie yang berkeliaran di taman!" Andi memonitor melalui dronenya.
"Setelah itu bawa juga obat suntiknya, obat minum hanya bersifat sementara!"
Dugaan Reza betul, bapak yang sebelumnya diberi minum obat oleh Dewa dan Tomi kembali menjadi Zombie dan menyerang Andi.
Tetapi Ratih yang memperhatikan Andi dari kejauhan dengan sigap mencegah zombie menggigit Andi dan ia berhasih menaklukannya.
"Kak Andi ga apa-apa?" Tanyanya sambil membantu Andi berdiri.
"Ga pa-pa Tih, terimakasih ya!"
"Sama-sama kak!" Rati tersenyum. Andi terpana dengan senyuman manis Ratih.
"Eh ..emm...Tih, sebaiknya orang ini kita ikat, jangan dibiarkan lepas dan berkeliaran"
Dibantu Ratih, Andi mengikat orang itu dalam posisi tidur menyamping.
Rita dan Dewa masih berada di kantor Reza.
"Ayah ingat Abu?"
"Abu? Siapa ya?"
"Tetangga kita di rumah yang dulu!"
"Oo iya, kenapa sama dia?"
"Dia ada di RS ini, dia bilang, zombie ini bisa menjadi permanen kalau lebih dari 12 jam tidak disuntik anti zombie."
"Kamu yakin?"
"Tadi Andi cerita Om, orang yang tadi pulih setelah minum obat, kumat lagi menjadi zombie."
"Ooo jadi obatnya cuma sementara."pikir Reza
"Semua tergantung orang-orangnya Gunawan, kalau mereka bisa melakukan yang ayah katakan, insyaaAllah para zombie bisa kembali normal"
"Ayah..kabar buruk!" Andi menghubungi melalui microphone yang juga menjadi pemancar
"Ada apa Andi?"
"Saya melihat ke atap, orang-orang om Gunawan gagal menjalankan tugas, mereka kini juga menjadi zombie!"
Keadaan kembali jadi genting.
Bahan kelanjutan kisahnya? Apakah Tomi bisa pulih?
Kemanakah Abu?
Tunggu di chapter selanjutnya 😘
__ADS_1
-bersambung-