SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Rumah sakit


__ADS_3

Mason sampai di rumah sakit dia berlari masuk kedalam rumah sakit dan dia bertemu dengan opsir Charlie.


“Opsir, aku Mason. Ada apa dengan Nyonya Jessica? Apa yang terjadi?”


“Seseorang menikamnya di club.” Kata opsir Charlie dan Mason terkejut.


Dokter keluar dan menemui Mason dan Charlie.


“Dia harus di operasi karena pisau mengenai ususnya.”


“Baik Dokter lakukan saja operasinya.” Kata Mason. Mason menjadi khawatir dan berpikir.


“Bukannya Nyonya Jessica tadi ke proyek? Kenapa dia ada di club?”


Dokter kembali keluar dan menemui Mason dan opsir Charlie. “kami membutuhkan golongan darah AB.” Kata Dokter.


“Golongan darahku AB ambil saja darahku.” Kata opsir Charlie. Kemudian Dokter menyuruh perawat untuk mengambil darah opsir Charlie.


Sementara di club Carlos sudah sadar, dia duduk dan menatap peter. “Peter maafkan aku, aku tidak tahu apa yang terjadi. Dimana istriku?”


“Carlos Jessica di larikan di rumah sakit, tapi aku tidak tahu rumah sakit apa.”


“Apakah aku sudah menyentuh pacarmu Peter?” Tanya Carlos lagi.


“Hampir saja Carlos, kalau Jessica tidak datang kamu pasti sudah melakukannya.”


“Peter maafkan aku, dimana pacarmu sekarang?”


“Dia sudah aku suruh pulang, kamu tenang saja Carlos. Adrian juga sudah dibawah kekantor polisi”


Carlos melihat di lantai masih ada darah Jessica dan dia menangis.


“Dia pasti tidak ingin melihatku lagi, bangsaat kamu Adrian. Kalau sampai Jessica meninggalkanku, aku akan membunuhmu. Aku akan membunuhmu Adrian.”


“Carlos sebaiknya kamu mencari informasi dimana mereka membawa Jessica dan temui dia.”


“Peter kamu tidak tahu Jessica. Aku melihat matanya, dia menatapku penuh dengan kebencian.” Carlos mengusap air matanya. Aku akan pergi Peter, sekali lagi maafkan aku.”


“Baiklah Carlos. Hati hati!”


“Terima kasih Peter.” Carlos meninggalkan club Peter dan dia pulang kerumah. Dia tidak tahu Jessica dirawat dimana.


Dia tidak ingin orang tuanya tahu, dia kembali kerumah. Sampai di rumah dia langsung masuk kekamar, dia duduk di sofa dan mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


Dia tidak percaya Jessica di tikam didepan matanya dan yang menikamnya temannya sendiri.


Dirumah sakit, Dokter masih melakukan operasi pada Jessica. Mason dan opsir Charlie masih menunggu di luar dan tidak lama kemudian Dokter keluar.


“Bagaimana operasinya Dokter?” Tanya Mason.


“Operasinya berhasil Tuan, kami harus memotong usunya sepanjang 4cm karena ususnya sobek. Tapi Nyonya sudah melewati masa kritis, tinggal tunggu dia siuman.”


“Ah.. Terima kasih Dokter.” Ucap Mason lalu Dokter meninggalkan Mason dan opsir Charlie.

__ADS_1


Opsir Charlie juga berpamitan pada Mason


“Baiklah Tuan Mason aku harus pergi, aku harus mengganti pakaianku karena pakainku penuh dengan darah. Nanti aku akan kembali lagi.


“Terima kasih opsir dan tolong sesuai pesan Nyonya Jessica jangan beritahukan kalau nyonya lagi di rawat di rumah sakit ini.


“Kamu tenang saja, aku tidak akan memberitahukan pada siapapun. Aku juga harus menginterogasi Nyonya Jessica, kalau begitu aku pamit dulu.” Opsir Charlie meninggalkan Mason dan pulang.


Mason masih menunggu Jessica di rumah sakit.


Sementara Dixon dan Pedro pergi keperusahaan Well's Group mereka mencari Jessica tapi mereka tidak menemukan Jessica. Mereka bertanya pada karyawan.


“Bos kalian mana?” Tanya Dixon.


“Nyonya Jessica lagi meninjau proyek Tuan.”


“Oh begitu, Pedro kita kembali saja sebentar. Jessica tidak ada.”


“Baik Dixon, kalau begitu kita minum kopi saja dulu.”


Mereka meninggalkan Well's Group dan pergi minum kopi.


Carlos sudah berpikir bahwa Jessica akan menceraikannya, dia menangis di kamar.


“Aku akan bunuh diri kalau Jessica menceraikanku, tapi sebelumnya aku akan mencari Adrian, aku akan membunuhnya. Dia sudah merusak rumah tanggaku dengan Jessica, aku harus membunuhnya.”


“Aku tidak bisa hidup tanpa Jessica, aku sangat mencintainya.” Kata Carlos.


Carlos mengusap air matanya.


“Mason.” Jessica menarik tangan Mason dan Mason mendekat pada Jessica. “Kembali kekantor, ambil dompetku yang berisikan credit card dan debit card. Sekarang!” Bisik Jessica di kuping Mason.


“Tapi Nyonya, siapa yang akan menemani Nyonya disini?”


“Pergi saja Mason, aku bisa sendiri disini. Yang penting kamu jangan lama.” Jessica merasa gelisah di tempat tidur.


“Baik nyonya aku akan segera kembali.” Kata Mason dan dia langsung pergi kembali kekantor.


Dan opsir Charlie tiba di rumah sakit, dia langsung masuk keruangan dan melihat Jessica. Jessica menatap opsir Charlie dan memejamkan matanya kembali. Dia menahan rasa sakit didadanya, rasa sakit saat melihat Carlos berada di atas tubuh perempuan itu.


Dia membuka matanya dan menatap opsir Charlie.


“Aku tidak ingin disini opsir, tolong bawa aku pergi dari sini.” Jessica sudah berencana ingin meninggalkan Carlos dan Mason masuk keruangan. “Mason kamu sudah mengambil semuanya?”


“Sudah Nyonya.” Jawab Mason


Charlie melihat Jessica. “Anda mau pergi kemana Nyonya?”


“Aku ingin pergi dari kota ini opsir.” Kata Jessica.


“Tapi Nyonya anda masih dalam pemeriksaan, lagipula anda belum pulih Nyonya.”


“Bawa aku ke villaku, Mason bawah aku ke villa! Opsir anda bisa memeriksaku di villaku, aku tidak ingin disini. Aku tidak ingin anak anakku tahu aku di rumah sakit.”

__ADS_1


“Nyonya tapi anda belum sembuh.” Kata Mason


“Tolong panggil Dokter Mason.” Jessica begitu gelisah, rasa sakit membuat dia lebih gelisah.


Mason keluar dan memanggil Dokter dan tidak lama kemudian Dokter masuk.


“Ada apa Nyonya Jessica?” Tanya Dokter.


“Dokter aku ingin dirawat di villaku, apakah boleh?”


“Kalau nyonya ingin seperti itu kami akan memberikan dokter dan perawat khusus untuk nyonya. Tapi biayanya sangat mahal.”


“Tidak apa apa dokter, aku tidak perduli dengan biayanya. Yang penting aku keluar dari rumah sakit ini.


“Baik Nyonya kami akan mengurusnya, kami akan membawa nyonya dengan Ambulance.”


“Dokter tolong rahasiakan semuanya.”


“Baik Nyonya anda jangan khawatir.”


Jessica menatap opsir Charlie. “Opsir nanti tolong rahasiakan villaku ini, jangan sampai ada yang tahu.” Pinta Jessica. “Suamiku belum tahu villaku ini. Kalau anda ingin meminta keterangan cukup anda sendiri yang datang!”


“Iya Nyonya tenangkan dirimu.”


Mason keluar dan mengurus semua Administrasi.


“Oh ya opsir mobilku dimana?” Tanya Jessica


“Mobil anda ada di kantor polisi, kami mengamankan mobil Nyonya. Tidak mungkin kami membiarkan mobil Nyonya di club.


“Terima kasih opsir.” Jessica kembali memejamkan matanya, dia kembali terbayang Carlos berada di atas tubuh perempuan itu dan air mata keluar dari sudut matanya.


Opsir Charlie memperhatikan Jessica.


“Sepertinya dia lagi ada masalah dengan suaminya. Apa yang di lakukan suaminya sampai dia seperti ini? Aku akan mencari tahu.” Kata opsir dalam hati.


Kemudian Mason masuk.


“Nyonya, aku sudah selesaikan administrasinya dan sebentar lagi Nyonya akan dibawah ke villa.”


“Terima kasih Mason, Mason satu lagi. Tolong ambil mobilku di kantor polisi!”


“Baik Nyonya anda tidak perlu memikirkan itu.”


Dan kemudian Dokter dan perawat masuk, mereka ingin membawa Jessica ke Ambulance. Charlie dan Mason mengikuti Dokter dan perawat. Jessica di masukkan kedalam Ambulance, Dokter dan perawat duduk dekat Jessica.


Charlie naik kemobilnya begitu juga Mason masuk ke mobilnya dan mereka mengikuti Ambulance.


Selamag membaca


Jangan lupa like dan komen biar tambah semangat.


Terima kasih bagi yang rajin memberi like juga komen, kalian penyemangatku.

__ADS_1


Salam


Author


__ADS_2