SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 58


__ADS_3

Pagi hari Kairos ingin memabawa Chantiq pergi ke Kawasan Mega Mas, Angel ingin ikut tapi tidak di ijinkan oleh Kairos.


“Ayolah Kairos, aku juga ingin kesana.” Kata Angel kepada Kairos.


“Angel sudah aku katakan padamu, aku hanya ingin pergi berdua dengan Chantiq. Mengerti!!” Bentak Kairos kepada Angel. Akhirnya Angel diam dan pergi masuk ke kamarnya.


Kairos mengatur booster seat di mobilnya kemudian dia meletakkan Chantiq di booster seat. Dia juga memasukan kereta dorong ke dalam bagasi mobil kemudian dia masuk ke dalam mobil. Kairos langsung menuju ke Kawasan Mega Mas.


Sambil menyetir Kairos memperhatikan Chantiq lewat kaca spion. Akhrinya mereka tiba, Kairos mengambil kereta dorong dan meletakkan Chantig di kereta dorong kemudian dia berkeliling Kawasan Mega Mas.


Sambil mendorong kereta Kairos mengambil handphonenya lalu dia menghubungi Jessica. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Jessica.


“Kamu sudah sampai Kairos?” Tanya Jessica


“Iya mam, aku sampai tadi malam di Manado.” Jawab Kairos sambil memperhatikan Chantiq


“Baiklah, kabari mama terus ya.” Kata Jessica lagi dari seberang telepon.


“Iya Mam.” Jawab Kairos lalu dia menutup teleponnya.


Kairos berkeliling di Kawasan Mega Mas dan akhirnya dia kembali ke rumah. Dia menggendong Chantiq lalu masuk kedalam rumah.


Kairos melihat Angel lagi duduk di teras lalu dia memberikan Chantiq kepada Angel kemudian dia pergi ke dapur dan membuat kopi. Angel pergi ke dapur lalu dia menghampiri Kairos.


“Kairos, kamu gendong saja Chantiq nanti aku yang buatkan kopi untuk kamu.” Kata Angel kepada Kairos tapi Kairos hanya diam.


Mama Jessica pergi ke dapur dan melihat Kairos dan Angel


“Kamu sudah sarapan Kairos?” Tanya mama Jessica


“Ehm… belum oma, nanti saja aku sarapan. Aku mau minum kopi.” Kata Kairos kepada mama Jessica.


Kairos selesai membuat kopi lalu dia membawa kopinya ke dalam kamar. Kairos meletakkan kopinya di atas meja kemudian dia membuka pintu arah keteras kemudian dia duduk dan mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.


“Aku yang sudah membuat dia meninggalkanku.” Kata Kairos dalam hati sambil menghisap rokoknya kemudian dia menyemburkan asapnya. Dia berdiri dan mengambil kopi yang ada di meja kemudian dia kembali duduk di teras kamar.


“Setelah ini aku akan kembali ke America dan membantu di perusahaan mama atau perusahaan papa. Aku tidak ingin mengecewakan mereka lagi.” Kata Kairos lagi kemudian dia menghabiskan kopinya.


Torrance


“Kairos sudah meneleponmu?” Tanya Carlos sambil berbaring di samping Jessica


“Iya tadi dia meneleponku, dia hanya mengatakan kalau dia sudah di Manado.” Jawab Jessica sambil meletakkan kepalanya di dada Carlos.


“Sayang kita harus secepatnya mengurus surat lahir dan paspor putri Kairos.”


“Tapi bagaimana mengurusnya Angel dan Kairos tidak menikah.” Kata Jessica lagi


“Sayang untuk sementara pakai surat pernikahan kita.” Kata Carlos kepada Jessica


“Berarti kita harus ke Indonesia beb.”


“Iya sayang, kita harus pergi ke Indonesia.” Kata Carlos lalu dia menarik nafas panjang. “Kita tidur sayang.” Kata Carlos kemudian dia memutar tubuhnya menghadap Jessica lalu Carlos mengecup bibir Jessica


“Good night sayang.” Ucap Carlos


“Good nighr beb.” Balas Jessica kemudian mereka berdua menutup tubuh mereka dengan selimut.


Venezuela


Ezer masih bermain main dengan Reagen di tempat tidur


“Sayang, sudah larut malam. Ezer tidur ya.” Kata Tania sambil membelai rambut Ezer


“No.. mommy.” Kata Ezer sambil bermain dengan Reagen


“Honey sudah berhenti saja, ini sudah larut malam.” Kata Tania kepada Reagen


“Baiklah sayang, ayo Ezer ikut papi.” Kata Reagen kemudian dia menggendong Ezer dan membawa Ezer kekamarnya.


Reagen meletakkan Ezer di box.


“Sekarang kamu tidur ya, besok kita bermain lagi.” Kata Reaen sambil mencium kening Ezer.


Reagen meletakkan mainan di dalam box dan membiarkan Ezer bermain sendiri kemudian dia kembali ke kamar. Reagen masuk kedalam kamar kemudian dia tersenyum kepada Tania, dia berbaring di samping Tania.


“Ezer belum tidur, dia masih bermain dengan mainannya.” Kata Reagen kemudian dia memeluk Tania


“Biarkan saja dia Honey, dia pasti akan tidur. Kalau kamu disana dia pasti tidak akan tidur.” Kata Tania.


Reagen menindih tubuh Tania kemudian dia mengecup bibir Tania.


“Aku sangat bahagia memilikimu.” Kata Reagen sambil membelai wajah Tania. “Aku tahu kamu belum mencintaiku, tapi itu tidak masalah buatku.” Kata Reagen lagi.


“Maafkan aku.” Kata Tania sambil memegang pipi Reagen.


“Sayang, tidak perlu minta maaf.” Kata Reagen sambil tersenyum. “Kita tidur sekarang.” Kata Reagen lagi kemudian dia turun dari atas tubuh Tania lalu dia berbaring di samping Tania.

__ADS_1


“Baiklah.” Kata Tania sambil meletakkan kepalanya di dada Reagen. “Good night honey.” Bisik Tania


“Good night sayang.” Balas Reagen kemudian dia mengecup kening Tania dan memeluk Tania.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seminggu sudah Tania dan Ezer berada di Venezuela bersama Reagen, hari ini mereka akan kembali ke America. Tania mengatur semua pakaian dia dan Ezer di dalam koper sedangkan Reagen dia sedang berbincang bincang dengan Nyonya Sonia di taman.


“Sayang, kapan kamu akan menikahi Tania?” Tanya Nyonya Sonia.


“Aku harus bicarakan dulu degan Tania mom.” Jawab Reagen sambil memegang tangan Nyonya Sonia


“Nanti kabari mommy kapan kalian akan menikah. Mommy juga ingin kalian berdua menikah disini saja.”


“Tentu saja mom, aku pasti akan mengabari mommy.” Kata Reagen sambil tersenyum.


“Mommy juga ingin segera memiliki cucu.” Canda Nyonya Sonia lalu Reagen tertawa.


“Iya mommy, secepatnya aku akan memberi mommy cucu.” Kata Reagen sambil memeluk Nyonya Sonia.


“Ahh.. sayang mudah mudahan.” Kata Nyonya Sonia sambil tersenyum


“Baiklah mom, sudah waktunya kami pergi ke Airport.” Kata Reagen sambil berdiri kemudian dia meninggalkan Nyonya Sonia dan pergi ke kamar.


Reagen masuk ke dalam kamar, lalu dia tersenyum melihat Tania. Reagen memeluk Tania dari belakang.


“Kamu sudah selesai sayang.” Tanya Reagen


“Iya honeya aku sudah selesai, aku ingin memakaikan pakaian kepada Ezer.” Kata Tania sambil melepaskan pelukan Reagen


“Baiklah sayang, aku akan membawa koper ini ke depan.” Kata Reagen sambil menarik koper lalu dia keluar dari kamar kemudian dia memasukan koper milik Tania kedalam bagasi mobil


Tania masuk ke dalam kamar Ezer kemudian dia mengangkat Ezer dan membawa ke kamar Reagen. Tania memakaikan pakaian kepada Ezer. Selesai memakaikan pakaian Tania menggendong Ezer lalu pergi ke depan.


Reagen melihat Tania lalu dia mengambil Ezer dari Tania dan menggendongnya. Kemudian mereka berpamitan kepada Nyonya Sonia. Nyonya Sonia memeluk Reagen dan mencium kedua pipi Reagen, dia juga memeluk Tania dan mencium pipi Tania.


Mereka masuk ke dalam mobil lalu sopir mengantar mereka ke Airport. Reagen dan Tania tiba di Airport, Tania menggendong Ezer dan Reagen membawa koper milik dia dan Tania. Lalu mereka masuk kedalam.


Manado


Kairos mengambil kunci mobil, dia hendak pergi lalu dia berpapasan dengan Angel.


“Kamu mau kemana Kairos?” Tanya Angel


“Aku ingin pergi minum kopi di Kawasan.” Kata Kairos


Kairos menatap Angel


“Aku mau pulang malam atau pulang pagi, itu bukan urusanmu. Kamu bukan siapa siapa aku.” Kata Kairos kemudian dia meninggalkan Angel lalu masuk kedalam mobil. Kairos langsung menjalankan mobilnya, dia pergi ke pusat kota dan mencari café untuk minum kopi.


Angel hanya menatap kepergian Kairos.


“Ada apa dengannya? Waktu masih di America dia begitu mesra padaku. Setelah disini kenapa sikapnya seperti itu.” Kata Angel dalam hati kemudian dia masuk kekamarnya.


Kairos berhenti di salah satu café di Kawasan, dia memarkirkan mobilnya kemudian turun dan masuk ke dalam café. Kairos duduk lalu dia memesan kopi dan roti bakar.


Kairos mengambil sebatang rokok kemudian dia menyalakannya, dia membuka handphonenya lalu melihat foto foto dia dan Tania. Kairos menarik nafas panjang.


“Hmmm… semua hanya tinggal kenangan, sekarang dia sudah bahagia bersama Reagen.” Kata Kairos dalam hati kemudian dia menghapus semua foto foto dia dan Tania dari handponenya.


Pelayan datang dan meletakan kopi dan roti di atas meja. Kairos meniup kopinya yang masih panas lalu menghirupnya. Dia kembali melihat handphonenya.


Torrance


Akhirnya Tania dan Reagen tiba di Kota Torrance. Mereka naik taxi menuju ke apartemen Reagen, mereka tiba di apartemen. Reagan dan Tania langsung masuk kedalam apartemen, Tania menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer bermain dengan mainannya.


Reagen menghampiri Tania


“Kalau kamu lelah istirahat saja, nanti malam aku akan mengantar kalian berdua ke rumah grandpa Ezer.” Kata Reagen kemudian dia membawa koper milik mereka ke dalam kamar.


Tania masuk kedalam kamar kemudian dia berbaring di tempat tidur. Reagen membiarkan Tania beristirahat, dia keluar dan bermain dengan Ezer.


Malamnya Reagen mengantar Tania di kediaman Carlos.


“Ayo Ezer, papi akan mengantarmu kerumah grandpa.” Kata Reagen sambil menggendong Ezer.


Mereka keluar dari apartemen dan masuk kedalam mobil. Reagen langsung menjalankan mobilnya menuju ke kediaman Carlos. Tania dan Reagen tiba di kediaman Carlos, Tania menggendong Ezer kemudian mereka masuk ke dalam rumah. Tania menurunkan Ezer dan membiarkan dia berjalan Sendiri.


“Gepa…. Gepa.” Panggil Ezer sambil menuju ke kamar Carlos dan Jessica.


Carlos mendengar suara Ezer dia langsung berdiri dan membuka pintu, dia melihat Ezer di depan pintu kamar. Carlos langsung menggendong Ezer, begitu juga dengan Jessica dia langsung berdiri dan meghampiri Carlos dan Dan Ezer.


Carlos memeluk dan mencium kedua pipi Ezer.


“Sayang grandpa sangat rindu padamu.” Kata Carlos sambil memeluk Ezer dengan erat.


“Beb berikan dia padaku.” Kata Jessica kepada Carlos

__ADS_1


“Sebentar sayang, aku masih ingin memeluknya.” Kata Carlos sambil berjalan ke ruang santai. Dia melihat Tania dan Reagen lalu dia tersenyum.


Tania menyapa Carlos dan Jessica.


“Selamat malam pap, mam.” Sapa Tania sambil tersenyum melihat Carlos dan Ezer.


Mereka duduk di ruang santai, Ezer bermain dengan Carlos


“Bagaimana liburan kalian di Venezuela?” Tanya Jessica


“Baik mam, tapi Ezer selalu menanyakan papa dan mama.” Kata Tania lalu Carlod tertawa.


“Kamu rindu grandpa sayang?” Tanya Carlos sambil membelai rambut Ezer


“Iya gepa.” Jawab Ezer sambil melompat lompat di sofa. “Gepa ayo.” Ajak Ezer sambil menunjuk kamar Carlos.


“Sayang mau bermain di kamar?” Tanya Carlos lalu Ezer menganggukn kepala.


“Baiklah sayang, ayo!” Kata Carlos lalu dia menurunkan Ezer dari sofa. Mereka berdua pergi ke kamar Carlos.


“Oh ya mam, Ezer akan tidur dengan papa dan mama?” Tanya Tania


“Iya Tania, mama ingin Ezer tidur dengan kami.” Kata Jessica kepada Tania


“Baiklah mam, kalau begitu aku titip Ezer. Aku akan menginap di tempat Reagen.”


“Kamu tidak menginap disini? Kairos sudah pergi ke Indonesia.” Kata Jessica


Tania diam, dia merasa sakit mendengar Kairos pergi ke Indonesia.


“Ehm.. aku menginap di tempat Reagen saja mam, besok aku kesini lagi.” Kata Tania


“Baiklah kalau begitu.” Kata Jessica.


“Kalau begitu kami pamit Nyonya.” Kata Reagen kepada Jessica.


“Terima kasih Reagen sudah mengantar Ezer kesini.” Ucap Jessica


“Sama sama Nyonya.” Kata Reagen sambil tersenyum


“Mam katakan pada papa, aku menginap di tempat Reagen.”


“Baik Tania, kalau begitu hati hati ya.” Kata Jessica lalu Tania menganggukan kepala.


Tania dan Reagen meninggalkan kediaman Carlos lalu kembali ke apartemen. Sampai di apartemen Tania langsung masuk kedalam kamar lalu dia berbaring di tempat tidur.


Reagen masuk kedalam kamar lalu dia melepaskan kaosnya kemudian dia berbaring di samping Tania.


“Apakah kamu baik baik saja sayang?” Tanya Reagen sambil memperhatikan wajah Tania.


Tania tersenyum lalu memegang pipi Reagen


“Iya honey, aku baik baik saja.” Jawab Tania.


Reagen melepaskan pakaian Tania kemudian dia mencium bibir Tania. Mereka saling berciuman lalu mereka melakukan hubungan itu. Setiap melakukan hubungan dengan Tania, Reagen selalu mengeluarkan cairannya di dalam milik Tania.


“Aku ingin dia hamil agar dia menjadi milikku.” Kata Reagen dalam hati sambil mengecup kening Tania.


“Sayang kapan kita akan menikah?” Tanya Reagen sambil memeluk Tania


“Terserah kamu honey.” Jawab Tania. Pikirannya tertuju kepada Kairos. “Dia pasti sedang bersenang senang dengan Angel sekarang.” Kata Tania dalam hati.


“Sayang bagaimana kalau akhirn bulan ini kita menikah?” Kata Reagen lagi lalu Tania menganggukan kepala.


“Iya, kita menikah akhir bulan ini.” Kata Tania kemudian dia meletakkan kepalanya di dada Reagen.


“Baiklah sayang, aku ingin kita menikah di Venezuela.” Kata Reagen lagi.


“Iya honey, kamu atur saja.”


“Terima kasih sayang.” Ucap Reagen. “Aku sangat bahagia.” Bisik Reagen


“Aku juga.” Kata Tania lalu airmatanya mengalir lewat sudut matanya. Tania cepat cepat menghapus air matanya. “Aku mau tidur honey.” Kata Tania kemudian dia menarik selimut dan menutup tubuhnya.


Reagen memeluk Tania dari belakang


“Good night sayang.” Bisik Reagen di kuping Tania.


“Good night honey.” Balas Tania kemudian dia memegang tangan reagen yang melingakt di perutnya.


“Aku tahu Tania masih mencintai Kairos, dia merasa sakit saat mendengar Kairos pergi ke Indonesia. Aku harus membuat Tania hamil agar dia tidak kembali lagi kepada Kairos.” Kata Reagen dalam hati. “Kalau dia berubah pikiran setidaknya dia sudah mengandung anakku, dan pasti dia tidak akan kembali kepada Kairos lagi.


“Aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dirinya. Aku harus memilikinya.”


Reagen memeluk Tania dengan erat lalu dia memejamkan matanya.


selamat membaca

__ADS_1


maaf aku tidak sempat membalas komentar para Readers karena sibuk sekali. dan maaf telat up hari ini


__ADS_2