
Indonesia
Akhirnya vania mendapatkan visa.
Hari ini Carlos dan Vania akan berangkat ke Amerika, mereka berdua terlihat sibuk memasukkan pakaian mereka ke dalam koper.
“Sayang tidak usah membawa pakaian yang banyak kita hanya dua minggu di Amerika, bawah saja seadanya nanti kita beli lagi di Amerika.”
“Baiklah Carlos, aku bawa beberebapa saja.” Kata Vania kepada Carlos.
“Iya sayang, jangan lupa paspor kamu.” Carlos melihat jam sudah pukul tiga subuh. “Sayang kita sudah harus pergi nanti kita terlambat pesawat.”
“Pesawat jam berapa Carlos?” Tanya Vania.
“Pesawatnya jam lima sayang, makanya kita harus pergi sekarang.” Kata Carlos kemudian dia memesan taxi dan Vania menarik koper lalu keluar kamar. Dia langsung menuju ke teras.
“Hmm..., di luar masih gelap.” Kata Vania dalam hati.
Tidak lama kemudian taxi datang, Carlos mengunci rumah lalu memasukkan koper mereka kedalam taxi.
“Ayo sayang masuk saja kedalam taxi.”
“Iya Carlos.” Kata Vania pada Carlos kemudian dia masuk kedalam taxi di ikuti Carlos. “Pak kita langsung ke terminal tiga ya.” Kata Vania pada sopir taxi.
“Baik bu.” Jawab sopir taxi.
Mereka langsung menluncur ke Airport. Tiba di Airport mereka berdua turun dan Vania membayar taxi. Mereka masuk ke dalam lalu check in kemudian mereka berdua menuju ke Imigrasi, vania berdiri di barisan lokal dan Carlos berdiri di barisan khusus warga asing. Selesai mendapat stempel mereka pergi ke ruang tunggu.
Tidak lama kemudian mereka masuk kedalam pesawat dan pesawat takeoff.
Amerika
Dua bulan sudah pernikahan Jessica dan Pedro, mereka terlihat sangat bahagia. Mereka berdua selalu berusaha untuk saling membahagiakan.
“Dear aku ingin kamu hamil lagi.” Kata Pedro pada Jessica
“Iya Pedro, tapi aku harus ke dokter untuk memeriksakan kandunganku.”
“Tentu saja dear. Kamu harus memeriksanya dulu, supaya kalau kamu hamil tidak ada masalah.” Kata Pedro lagi pada Jessica. Dan terdengar pintu kamar mereka di ketuk. Jessica berdiri dari duduknya dan membuka pintu. Dia melihat Kairos di depan pintu.
“Kenapa sayang?”
“Mam, aku mau kerumah Tania.” Kata Kairos pada Jessica
“Baiklah sayang, kamu akan pulangkan?”
“Uumm.., tidak mam.” Jawab Kairos.
“Sayang besok pagi kamu akan mengantar Cella dan Acel, kalau kamu tidak pulang siapa yang akan mengantar mereka. Sedangkan besok pagi pagi mama sudah harus ke kantor karena ada pertemuan.”
“Mam, aku akan pulang pagi. Aku akan tidur di rumah tania, kasihan dia cuma sendiri di rumahnya.”
“Baiklah sayang, pagi pagi kamu sudah harus pulang dan ingat kalau melakukan hubungan pakai pengaman.” Kata Jessica pada Kairos.
“Iya mam, aku tahu.” Kata Kairos sambil mencium kedua pipi Jessica. “Aku pergi mam.” Pamit Kairos pada Jessica kemudian dia pergi mengambil kunci mobil lalu dia mengeluarkan mobilnya dari garasi dan langsug meluncur ke rumah Tania.
Tiba di rumah Tania dia langsung turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Tania. Pintu terbuka dan Tania langsung mengajak Kairos masuk
__ADS_1
“Ayo honey masuk, kamu sudah makan?”
“Sudah sayang, aku sudah makan. Kamu sudah makan?” Tanya Kairos sambil membuka jacketnya
“Iya aku sudah makan honey. Ayo ke kamar.”
Kairos dan Tania pergi ke kamar dan tania langsung duduk di tempat tidur bersama Kairos.
“Berapa lama papi kamu di luar kota?”
“Uumm.., dua minggu honey.”
“Ehm.., baiklah kalau begitu kamu tidur saja di rumahku selama papi kamu di luar kota.” Kata Kairos sambil membelai wajah Tania.
“Ah.., honey aku malu pada mamamu.”
“Sayang kenapa malu? Mamaku juga senang padamu. Kamu tidur di rumahku saja ya.”
“Honey aku tidur disini saja, aku tidak apa apa.” Kata Tania lagi.
“Tapi sayang aku khawatir kalau kamu sendiri disini.”
“Honey aku tidak apa apa, aku sudah biasa tidur sendiri.”
“Hhmm.., baiklah. Kalau begitu aku saja yang akan tidur disini.” Kata Kairos lalu dia berbaring di tempat tidur.
Tania ikut berbaring dan memeluk Kairos.
“Tapi honey setiap pagi kamu harus mengantar Acel dan Cella. Kalau kamu tidur disini siapa yang akan mengantar mereka berdua?”
“Sayang pagi pagi aku akan pulang dan mengantar mereka, selesai mengantar mereka aku ke kampus dan setelah itu aku kesini lagi.” Kata Kairos sambil mencubit pipi Tania. Dan Tania tersenyum. “Sayang aku lagi ingin.” Bisik Kairos di kuping Tania dan Tania tertawa.
“Aku juga honey.” Kata Tania sambil membelai wajah Kairos kemudian dia mencium bibir Kairos. Kairos juga mencium bibir Tania dan mereka berdua saling berciuman.Kairos dan Tania berhenti berciuman dan mereka melepaskan pakaian mereka berdua lalu kembali berciuman.
Dan mereka melakukan hubungan itu, mereka saling mengganti posisi dan gaya dan akhirnya Tania terkulai lemas di atas tubuh Kairos. Kairos memeluk erat Tania dan mencium kening Tania. Nafas mereka berdua masih tidak beraturan. Tania turun dari atas tubuh Kairos dan beraring di samping Kairos, dia meletakkan kepalanya di dada Kairos
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya Carlos dan Vania tiba di Airport Lax. Mereka keluar dan Carlos memanggil taxi lalu meminta sopir taxi untuk mengantar mereka ke hotel. Carlos tidak ingin membawa Vania ke rumahnya, dia memilih untuk tinggal di hotel.
Tiba di hotel Carlos check in dan petugas hotel mengantar mereka ke kamar. Sampai di kamar Vania langsung berbaring di tempat tidur, Carlos melihatnya dan tersenyum. Dia duduk disisi tempat tidur dan membelai wajah Vania.
“Kamu lelah sayang?” Tanya Carlos.
“Iya Carlos, aku lelah sekali. Penerbangannya lama sekali 18 jam, aku tidak pernah naik pesawat selama itu Carlos.” Jawab Vania dan Carlos tertawa.
“Kalau begitu kamu istirahat saja, aku ingin menemui temanku?”
Vania duduk di tempat tidur dan menatap Carlos.
“Aku ikut Carlos, aku tidak mau sendiri di hotel.” Kata Vania pada Carlos.
“Baiklah sayang. Kalau begitu kita istirahat saja dulu, nanti sore kita temui temanku.”
“Iya Carlos.” Kata Vania kemudian dia kembali berbaring di tempat tidur.”
Carlos menarik tangan Vania.
__ADS_1
“Mandi dulu sayang.”
“hmmm…, iya.” Vania bangun dari tempat tidur dan mengambil handuk kemudian dia masuk kedalam kamar mandi lalu mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya lalu keluar dari kamar mandi.
“Kamu tidak mandi Carlos?”
“Aku akan mandi sayang.” Kata Carlos sambil melingkarkan tangannya di pinggang Vania dan mengecup bibir Vania. Kemudian dia mengambil handuk dan pergi mandi. Selesai mandi dia langsung berbaring di samping Vania dan memeluk Vania. “Mereka tidur berpelukan.”
Sementara di kediaman Jessica.
Terlihat dia dan Pedro sedang bersiap siap untuk pergi ke dokter kandungan.
“Kamu sudah selesai dear?”
“Aku sudah selesai Pedro tapi sebentar aku lagi mengirim email.” Kata Jessica pada Pedro. Selesai mengirim email Jessica mematikan laptopnya. “Ayo Pedro kita pergi sekarang.”
“Iya dear.”
Mereka berdua keluar dari kamar dan masuk kedalam mobil. Pedro langsung menjalankan mobilnya ke klinik. Tiba di klinik mereka berdua masuk dan langsung menuju keruangan dokter kandungan. Mereka mendaftar dan kemudian mereka duduk.
Tidak lama kemudian giliran mereka. Jessica dan Pedro masuk lalu mereka duduk.
“Bagaimana Nyonya, ada keluhan apa?”
“Ehm.., tidak ada keluhan apa apa. Aku hanya ingin memeriksa kandunganku karena aku ingin hamil lagi.” Kata Jessica pada Dokter.
“Oh.., begitu. Baiklah Nyonya silahkan berbaring.”
Jessica berdiri dan berbaring di tempat tidur dan dokter mengoles gel di perut Jessica lalu menggerakkan alat usg di perut Jessica. “Hmm…, kandungan anda bagus Nyonya. Anda masih bisa hamil.” Kata Dokter pada Jessica kemudian dia membersihkan gel yang ada di perut Jessica dengan tissue.
Jessica berdiri dan duduk kembali di samping Pedro
“Jadi aku masih bisa hamil Dok?” Tanya Jessica.
“Iya anda masih bisa hamil Nyonya. Ini aku berikan vitamin dan obat ini nyonya minum sebelum melakukan hubungan. Obat ini berfungsi untuk memacu sel telur itu bisa bertemu dengan Cairan milik suami anda. Dan selesai melakukan hubungan, Nyonya jangan langsung berdiri. Tetap berbaring di tempat tidur selama lima belas menit dan mengganjal belakang anda dengan bantal.
“Oh.., begitu ya Dok. Kalau begitu terima kasih Dokter.” Ucap Jessica pada Dokter.
Kemudian mereka berdiri dan pamit pada Dokter. Mereka keluar dari ruangan dokter dan pergi ke parkiran lalu masuk kedalam mobil dan Pedro menjalankan mobilnya kembali kerumah.
“Sayang mudah mudahan kamu bisa hamil lagi.” Kata Pedro dengan penuh harap sambil memegang tangan Jessica
“Iya Pedro, aku harap aku cepat hamil.” Kata Jessica sambil tersenyum kepada Pedro.
Mereka tiba di rumah dan langsung masuk kedalam. Jessica pergi ke kamar Isabell dan melihat Isabell lagi tertidur dengan Teresa, Jessica menutup kembali pintu kamar Isabell dan dia pergi ke kamarnya, dia masuk dan melihat Pedro lagi berbaring di tempat tidur.
“Pedro sebentar kita makan saja di luar ya. Kita tunggu Acel dan Cella.”
“Iya dear. Kamu istirahat dulu.” Kata Pedro pada Jessica.
“Iya Pedro.” Jessica naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Pedro dan Pedro memeluk Jessica.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih
__ADS_1