SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Pernikahan


__ADS_3

Hari ini akan dilangsungkan pernikahan Logan dan Cella. Terlihat pria itu sangat gelisah, dia mondar-mandir di kamar. Sedikit-sedikit kekasih Cella itu berdiri di depan cermin memperhatikan dirinya.


Dia merapikan setelan jasnya yang berwarna krem dan memperhatikan wajahnya, Logan terlihat gugup. Pintu terbuka lalu dia melihat paman dan bibinya berjalan menghampirinya.


“Kamu terlihat sangat tampan, Sayang,” puji bibi Logan seraya memegang pipi pria itu.


“Ah ... bibi, aku menjadi gugup.” Miguel dan istrinya tertawa mendengar Logan berkata begitu.


“Kenapa kamu gugup, santai saja. Ini hari kebahagiaanmu.” Miguel menenangkan Logan yang terlihat sangat gugup.


Sementara di kamar lain Cella sementara di rias wajahnya oleh penata rias. Jessica memperhatikan putrinya sambil tersenyum.


Selesai wajahnya di rias mereka memakaikan gaun pengantin kepadanya. Jessica berdiri dan memegang tangan putrinya.


“Kamu terlihat sangat cantik, Sayang,” puji Jessica kemudian  memeluk putrinya itu.


“Terima kasih, Mam. Mama juga terlihat sangat cantik,”  balas Cella memuji Jessica. Mereka berdua tertawa lalu Carlos masuk.


“Wow … putri papa terlihat sangat cantik,” ujar Carlos seraya memeluk Cella.


“Papa juga terlihat sangat tampan,” canda Cella lalu Carlos tertawa.


“Apakah kamu sudah siap?” tanya Carlos sambil memperhatikan putrinya.


“Iya, Pap. Aku sudah siap,” jawab Cella dengan tersenyum. Dia juga terlihat sangat gugup, sedangkan Jessica, dia langsung keluar dari kamar dan pergi ke tempat Logan dan Cella di berkarti.


Di sana para tamu sudah terkumpul, terlihat Nicky dan Nasya duduk berderet dengan Kairos dan Tania. Sedangkan Acel dia duduk berderet dengan oma dan opa juga pamannya.


Jessica duduk di depan berdekatan dengan paman dan bibi Logan, sementara Logan sudah berdiri bersama Pastor, mereka menunggu Cella keluar.


Di dalam kamar Cella terlihat gugup. Carlos tertawa dan menenangkan putrinya.


“Ayo, Sayang. Logan sudah menunggumu.” Cella kembali melihat wajahnya di cermin kemudian  menggandeng lengan papanya.


“Iya, Pap,” sahut Cella kemudian mereka berdua keluar dari kamar.


Carlos dan Cella berjalan ke pintu keluar, mereka berdua berdiri  lalu semua mata tertuju kepada Cella dan Carlos. Dari depan Logan menatap kekasihnya lalu dia tersenyum.


‘Dia cantik sekali,’ gumam Logan dalam hati. Carlos dan Cella mulai berjalan perlahan-lahan. Semua undangan langsung berdiri. Cella tersenyum melihat Nicky dan Nasya. Kemudian dia menatap Logan yang sedang berdiri di depan Pastor.

__ADS_1


Tiba di depan Logan memegang tangan Cella lalu mereka berdua berdiri menghadap Pastor.


“Kamu sangat cantik,” bisik Logan di kuping Cella.


“Kamu juga terlihat sangat tampan,” balas Cella dengan tersenyum.


Misa pemberkatan pun di mulai, Pastor berdoa lalu dia membacakan janji suci pernikahan yang di ikuti oleh Logan.


Selesai mengucapkan janji pernikahan Logan ingin memakaikan cincin kepada Cella lalu dia menatap Ezer dan tersenyum.


“Ezer, cincinnya mana?” tanya Logan kepada Ezer yang berdiri di dekatnya.


Semua mata tertuju kepada Ezer yang sedang merogoh saku celananya mencari cincin pernikahan itu. Ezer tidak menemukan benda bulat itu lalu dia membelalakan mata, semua tertawa melihat expresi wajah anak itu.


Kairos berdiri kemudian menghampiri Ezer dan memberikan cincin milik Logan yang dia temukan di tempat tidur, Ezer menatap Kairos dengan heran.


“Papi, Kai?” Ezer heran cincin itu ada pada Kairos. Semua kembali tertawa. Logan dan Cella ikut tertawa melihat mimik wajah keponakannya.


“Ayo berikan cincinnya padaku,” pinta Logan seraya tersenyum melihat Ezer yang masih terbengong-bengong melihat cincin di tangannya. Ezer memberikan benda bulat itu kepada Logan lalu pria itu memakaikannya di jari manis Cella.


Pastor kembali membacakan janji pernikahan yang di ikuti oleh Cella. Selesai mengucapkannya Cella meminta cincin kepada Isabell. Kemudian dia memakaikan di jari manis Logan.


Carlos langsung berdiri dan berjalan menghampiri Cella dan Logan. Dia memeluk Cella dan mencium kedua pipi putrinya, dia menghapus airmata yang menetes di pipi wanita yang sudah menjadi istri Logan. Cella tersenyum kemudian dia memeluk Carlos dengan erat.


“Terima kasih, Pap.” Carlos melepaskan pelukkannya kemudian tersenyum, dia menatap Logan dan memeluknya.


“Jaga baik-baik putriku, jangan pernah menyakitinya.” Logan tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Jangan khawatir, aku tidak akan pernah menyakitinya,” sahut Logan dengan menepuk lengan mertuanya.


Jessica memeluk Cella dan mencium kedua pipi putrinya, mereka semua memberi ucapan kepada Cella dan Logan. Akhirnya semua pergi ke tempat resepsi, Logan dan Cella duduk lalu terlihat Nicky dan Nasya berjalan menghampiri pasangan penganti itu.


Mereka berdua memeluk Cella dan duduk bersama kedua mempelai itu. Tampak kebahagiaan di wajah Logan dan Cella. Sedangkan Carlos dan Jessica sibuk melayani rekan bisnis mereka, begitu juga Miguel dan istrinya, mereka berdua juga terlihat sibuk melayani para undangan.


Paman Logan mengadakan pesta pernikahan yang mewah untuk Logan. Terlihat Logan berdiri dan matanya mencari sesuatu, Cella memperhatikannya.


“Siapa yang kamu cari?” tanya Cella dengan penasaran.


“Aku mencari anak pamanku. Dia katakan padaku,  akan hadir tapi sampai sekarang dia tidak terlihat.” Wajah Logan tampak berubah sedih, dia sangat menyayangi anak dari Miguel. Mereka di besarkan bersama-sama dengan kasih sayang yang sama juga, Logan duduk dan memegang tangan Cella.

__ADS_1


“Mungkin dia lagi sibuk,” hibur Cella dengan memegang pipi Logan.


“Iya mungkin saja,” sahut Logan kemudian dia tersenyum kepada Cella.


Akhirnya acara pernikahan selesai. Mereka semua berkumpul di rumah orang tua Logan dan berbincang.


“Aku masih ingin tinggal di perkebunan ini,” ujar Carlos membuka pembicaraan.


“Oh ya? Kalau begitu tinggalah sebulan disini siapa tahu Anda tertarik dengan daerah sekitar sini,” canda Miguel kepada Carlos lalu pria itu tertawa.


“Apakah di daerah sini ada peternakan kuda?” tanya Carlos kepada Miguel, Carlos sangat hobby berkuda.


“Oh, tentu saja. Logan juga memiliki peternakan kuda dan letaknya tidak jauh dari sini. Bagaimana kalau besok kita pergi ke peternakan?” Logan hanya tersenyum mendengar perbincangan Carlos dan Miguel.


“Iya, besok pagi saja kita ke peternakan.” Carlos terlihat sangat senang sedangkan Acel, dia hanya diam mendengar Miguel dan papanya. Dia tidak menyangka kalau Logan pemilik perkebunan dan pabrik kopi.


Begitu juga Kairos dia terkejut Logan ternyata bukan orang biasa, dia juga ikut berbincang-bincang dengan Carlos dan Miguel.


Jessica Cella dan bibi Logan mereka berbincang-bincang di taman bersama istri Kairos dan dan Acel juga Nasya.


Selesai berbincang-bincang Cella dan logan masuk ke dalam kamar, pria itu memeluk dan mencium kening istrinya.


“Kamu pasti sangat lelah jadi sebaiknya istirahat saja,” ujar Logan kemudian  mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di tempat tidur.


Cella tersenyum dan menarik tangan Logan lalu pria itu duduk di sisi tempat tidur dan membelai wajah yang lembut itu.


“Hari ini aku sangat bahagia, papa kamu dan Acel sudah mau berbincang denganku dan mau menerimaku sebagai bagian dari keluargamu,” tutur Logan dengan tersenyum seraya membelai perut istrinya.


“Aku juga bahagia, akhirnya kita bisa bersama untuk selamanya.” Cella memegang wajah Logan dan membelai jenggot itu.


“Oh ya, kita tidak akan tinggal di sini. Kita harus kembali ke Rio De Janeiro.” Cella mengkerutkan dahi menatap suaminya.


“Kenapa kita harus kembali ke sana?” tanya Cella dengan heran.


“Aku mempunyai perusahaan di sana yang dikelola oleh temanku dan sekarang karena aku sudah memiliki istri dan sebentar lagi akan memiliki anak juga, aku memutuskan akan mengurus sendiri perusahaan itu,” jelas Logan dengan mencubit pipi Cella kemudian  berbaring di samping istrinya.


“Oh … begitu,” gumam Cella seraya meletakkan kepalanya di dada Logan.


“Iya, Sayang. Perkebunan dan pabrik ada Paman Miguel disini, dia yang akan mengurusnya.” Logan memegang tangan Cella yang ada di atas perutnya kemudian  mengecup ubun kepala istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2