
Indonesia
Carlos bangun dari tempat tidur dan mengambil handuk kemudian dia masuk ke kamar mandi dan mandi, selesai mandi dia memakai pakaiannya dan mengambil sepatu kets lalu dia memakainya. Hari ini dia akan pergi ke kantor. Carlos keluar dari rumah dan mengunci pintu rumah kemudian dia masuk ke dalam mobil dan Carlos langsung pergi ke kantor. Sampai di kantor dia masuk dan karyawan menyapanya, Carlos membalas dengan senyuman. Dia masuk kedalam ruangan dan langsung menyalakan komputer. Sambil menunggu computer menyala carlos menelepon Vania dan terdengar suara Vania
“Hallo Carlos apa kabar?”
“Hi Vania, aku baik baik saja. Kamu lagi di mana sekarang?”
“Aku baru saja sampai di kantor.” Jawab Vania dari seberang telepon.
“Oh begitu, oh ya bagaimana kalau kita makan siang bersama?”
“hmm, boleh Carlos.” Jawab Vania.
“Ok, kirim alamat kantornya nanti aku menjemputmu.”
“Baiklah Carlos, nanti aku kirim alamat kantorku padamu.” Kata Vania
“Ok Terima kasih Vania.” Ucap Carlos lalu dia menutup teleponnya. Kemudian dia mulai bekerja.
Menjelang siang Carlos mematikan komputernya lalu dia keluar dari ruangan. Dia pergi keparkiran kemudian masuk kedalam mobil, dia langsung menjemput Vania di kantornya. Sampai di kantor dia melihat Vania sudah menunggunya di depan pintu masuk.
Carlos menghentikan mobilnya tepat di depan Vania dan Carlos membuka pintu lalu menyuruh Vania masuk.
“Cepat sekali Carlos.” Kata Vania pada Carlos sambil tersenyum
“Iya Vania jalanan tidak macet makanya cepat.” Jawab Carlos. Oh ya bagusnya kita makan dimana Vania?” Tanya Carlos sambil memperhatikan wajah Vania. “Kamu cantik sekali.” Kata Carlos dalam hati
“Terserah kamu saja Carlos.” Kata Vania sambil tersenyum pada Carlos.
Akhirnya Carlos masuk di salah satu restoran di pinggir pantai. Mereka berdua turun dan langsung memilih menu.
“Vania kamu mau makan kepiting?” Tanya Carlos pada Vania.
“Uumm tidak Carlos, aku makan udang saja.”
“Ok.., aku ingin makan kepiting.” Kata Carlos sambil memilih milih kepiting yang masih terikat. Dia mengambil satu dan memberikannya pada pelayan kemudian mereka berdua pergi duduk menghadap pantai. sambil menunggu pesanan, mereka berdua berbincang bincang.
“Oh ya Vania kamu mau minum apa?” Tanya Carlos.
“Kelapa mudah saja Carlos.”
“Baiklah vania.” Carlos memanggil pelayan dan dia memesan kelapa muda. Kemudian mereka berdua berbincang kembali.
“Oh ya Carlos, kamu sendiri disini?” Tanya Vania
“Iya Vania, aku sendiri disini.”
“Lalu istri dan anak anakmu dimana?” Tanya Vania lagi.
“Uumm.., aku sudah bercerai Vania dan anak anakku tinggal bersama mama mereka.”
“Upss sorry.” Ucap Vania.
“Its ok Vania.” Kata Carlos sambil tersenyum. “Beberapa hari lagi dia akan menikah.” Kata Carlos lagi sambil tersenyum. Dia memperhatikan Vania.
Vania merasa di perhatikan dia menjadi salah tingka.
__ADS_1
“Carlos jangan menatapku seperti itu, aku jadi malu.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos tertawa.
“sorry Vania.” Kata Carlos. “Oh ya Vania, kamu cantik sekali. Pasti banyak pria yang tergila gila padamu.” Kata Carlos dan Vania lagsung tertawa.
“Iya, banyak Carlos tapi entah mengapa aku tidak tertarik.”
“Kenapa Vania? Apa yang kamu cari?”
“Uumm.. Carlos, aku tidak suka pria umurnya sama denganku atau hanya berbeda dua atau 3 tahun dariku, aku ingi pria dewasa. Aku ingin pria yang umurnya berbeda di atas lima tahun dariku.”
“Oh ya? Umur kamu berapa sekarang?” Tanya Carlos lagi.
“Umurku dua pulu enam tahun Carlos.” Jawab Vania. “Oh ya umur kamu berapa Carlos?”
“Uumm.., aku sudah tua Vania.”
“Iya tuanya berapa tahun Carlos?” Tanya Vania penasaran.
“Umurku sekarang lima pulu tiga tahun Vania.”
“Oh ya? Tapi kamu tidak terlihat lima pulu tiga Carlos.” Kata vania pada Carlos dan Carlos tertawa.
“Oh really? Jadi aku terlihat umur berapa? Tujuh belas tahun atau tuju pulu lima tahun?” Canda Carlo dan Vania langsung tertawa.
“Serius Carlos, kamu terlihat seperti umur empat puluhan.”
“Ahh.., Terima kasih atas pujiannya Vania.” Kata Carlos lalu mereka berdua tertawa. “Oh ya makanan sudah datang. Kata Carlos lalu mereka berdua makan.
Selesai makan cCarlos mengantar kembali Vania ke kantor.
“Baiklah Carlos. Aku tunggu.” Jawab Vania. Kemudian dia turun dari mobil Carlos.
Dan Carlos langsung meninggalkan kantor Vania lalu dia kembali kekantornya. Sampai di kantor dia langsung masuk kedalam ruangannya. Dia duduk di kursi kerja dan memejamkan matanya.
“Ah.., dia cantik sekali. Aku suka melihatnya saat dia tertawa dan aku suka warna kulitnya. Tapi sayang umurku dengannya sangat jauh berbeda. Lima puluh tiga dan dua puluh enam. Ahh…” Kata Carlos dalam hati.
Sore hari Carlos merapikan pekerjaannya dan dia mematikan computer kemudian dia keluar dan mengunci ruangannya. Dia langsung menuju parkiran mobil, Carlos masuk kedalam mobil dan dia langsung pergi ke kantor Vania. Sampai di kantor Vania dia memarkirkan mobilnya dan menunggu Vania di dalam mobil.
Carlos mengirim pesan pada Vania.
“Hi Vania, aku sudah di parkiran ya.”
Dan tidak lama kemudian terlihat Vania berjalan ke arah mobil Carlos. Carlos membuka pintu dan tersenyum pada Vania. Vania masuk ke dalam mobil dan Carlos langsung menjalankan mobilnya keluar dari parkiran.
“Vania bagaimana kalau kita ke café di pinggir pantai?” Pinta Carlos pada Vania.
“Baiklah Carlos, lagipula masih terlalu sore untuk pulang kerumah.” Kata Vania pada Carlos Carlos tersenyum.
Carlos langsung mengarahkan mobilnya ke pantai, mereka masuk lokasi pantai dan carlos memarkikan mobilnya kemudian mereka berdua turun dan langsung masuk kedalam café. Carlos dan Vania memilih duduk di teras menghadap pantai.
“Oh ya Vania, kamu mau minum apa?” Tanya Carlos pada Vania
“Ehmm.., aku minum soft drink saja Carlos.”
“Baiklah Vania.” Carlos memesan soft drink dan satu pitcher bir. Dan tidak lama kemudian minuman mereka datang. Carlos memberikan soft drink pada Vania. “Ini Vania soft drinknya.” Kata Carlos kemudian dia menuang bir kedalam gelas.
Vania memperhatikan Carlos. “Dia sudah berumur lima puluh tiga tahun tapi masih terlihat tampan dan strong. Badannya juga sangat bagus.” Kata Vania dalam hati.
__ADS_1
Carlos melihat Vania dan tersenyum.
“Kenapa kamu melihatku seperti itu, apakah kamu menyukaiku.” Canda Carlos dan Vania tertawa.
“Oh ya Carlos, sudah berapa lama kamu bercerai?” Tanya Vania.
“Hhmm.., almost four years.” Jawab Carlos.
“Ouww…. Dan kamu tidak berpikir untuk menikah lagi?” Tanya Vania lagi dan Carlos tersenyum.
“Tidak Vania. Tapi kalau wanita itu kamu.., aku ingin menikah lagi.” Canda Carlos dan Vania langsung tertawa dan tanpa sadar dia mencubit perut Carlos
“Aaahhh.., sakit Vania.” Kata Carlos sambil tertawa dan memegang tangan Vania. “Hmm.., tapi mana mungkin kamu menyukai pria tua sepertiku.” Canda Carlos lagi dan Vania hanya tertawa.
“Oh ya Carlos anak tertuamu umur berapa sekarang.” Tanya Vania untuk mengalihkan pembicaraan karena dia malu dengan candaan Carlos.
“Ohh.., sekarang umurnya dua puluh satu tahun.”
“Uumm…, berbeda lima tahun denganku ya.”
“Iya Vania, makanya tidak mungkin kamu akan menyukaiku.” Canda Carlos lagi dan vania tertawa.
“Carlos sudah cukup.” Kata Vania sambil meminum softdrink yang ada di genggamannya. Dan Carlos tertawa.
“Aku hanya bercanda Vania.” Kata Carlos. “Ahh.., aku menyukaimu Vania.” Kata Carlos dalam hati sambil memperhatikan Vania.
Hari menjelang malam, akhirnya Carlos mengajak Vania untuk pulang.
“Vania kita pulang sekarang, sudah jam sepuluh.”
“Iya Carlos kita pulang.” Kata Vania pada Carlos sambil tersenyum. Kemudian mereka berdua berdiri dan Carlos pergi membayar minuman mereka. Selesai membayar mereka berdua masuk kedalam mobil dan Carlos mengantar Vania pulang. Sampai di rumah Vania, Carlos memegang tangan Vania.
“Besok aku jemput kamu ya untuk makan siang.” Kata Carlos pada Vania.
“Iya Carlos.” Jawab Vania sambil tersenyum.
“Ok sampai jumpa besok Vania.”
“Iya Carlos. Hati hati ya!” Kata Vania.
“Terima kasih Vania.”
Vania turun dari mobil Carlos kemudian masuk kedalam rumah. Dan Carlos langsung menjalankan mobil kerumahnya. Sampai di rumah dia masuk ke dalam kamar, dia mengambil handuk dan pergi mandi. Selesai mandi dia berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya. Dan dia langsung terbayang wajah Vania. “Hmmm.., sepertinya dia menyukaiku.” Kata Carlos dalam hati. “Aku suka melihat matanya. Dia sungguh cantik. Bahkan dia lebih cantik dari Jessica.” Kata Carlos lagi dalam hati. Dia mengambil handphonenya dan mengirim pesan pada Vania.
“Good night Vania, have a nice dream.”
Pesan itu terkirim dan terlihat sudah di baca oleh Vania. Carlos mendapat balasan pesan dari Vania.
“Good night Carlos, have a nice dream too.”
Carlos tersenyum membaca pesan dari Vania. Dia memejamkan matanya dan dia tertidur.
Selamat membaca.
Jangan lupa like dan komen ya
Terima kasih
__ADS_1