SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Dasar laki-laki bodoh


__ADS_3

Sudah dua minggu lebih Carlos dan Jessica berpisah, dan kehidupan Carlos sangat memprihatinkan, tiada hari tanpa mabuk. Hidupnya berantakan, badannya turun drastis. Bahkan perusahaannya sudah tidak dipedulikan lagi oleh pria itu, di pikirannya hanya Jessica dan Jessica.


Dia sudah berusaha mencari Jessica tapi tidak bertemu, Carlos selalu menunggu gadis itu di depan gerbang sekolah tapi batang hidung orang yang dia cintai tidak pernah terlihat.


Carlos tidak tahu kalau Jessica sering melihat mobilnya terparkir di depan, sehingga gadis itu lebih memilih untuk lebih lama tinggal di kelas daripada bertemu dengannya.


Sementara Glen ingin menjauhkan Jessica dari Carlos, rekaman-rekaman yang dia ambil bersama Jessica sengaja di sebarkan di medsos dengan tujuan Carlos melihatnya.


Dia ingin membuat Carlos lebih sakit hati, Glen ingin menunjukan pada pria itu bahwa Jessica sudah melupakannya, walau’pun sebenarnya Jessica tidak bisa melupakan kekasihnya.


Carlos adalah cinta pertama Jessica, di hati gadis itu hanya ada Carlos. Tapi Glen berhasil membuat Carlos sakit hati.


Sedangkan Jessica berpikir tentang pengkhianatan Carlos dan sulit untuk melupakannya. Hampir tiap malam dia menangis, dia sulit untuk melupakan Carlos. Terlalu banyak kenangan-kenangan indah yang mereka lalui bersama.


Saat ini Jessica menghabiskan waktu dengan shooting, dia menerima tawaran untuk bermain iklan shampo dan susu.


Sementara di apartemen Carlos terus memikirkan Jessica, dia tidak tahu lagi kemana mencari gadis itu. Carlos menjadi benci kepada Glen, dia sudah berpikir kalau pria itu yang sudah menyembuyikan Jessica.


“Glen seandainya kita berdua ada di amerika sudah lama aku menghabisimu, kamu beruntung ada di Indonesia. Aku yakin Jessica masih mencintaiku, aku yakin itu dan Glen pasti menyembunyikannya.” Wajah Carlos terlihat merah menahan amarahnya.


Carlos berencana untuk pergi ke sekolah Jessica, dia ingin membayar uang sekolah gadis itu dan  berharap dia bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Carlos melepaskan kaos dan masuk kamar mand.


Selesai mandi, Carlos memakai pakaiannya setelah itu dia mengambil kunci mobil dan keluar dari apartemen. Sampai basement Carlos langsung masuk ke mobil dan pergi kesekolah Jessica.


Sampai di sekolah dia merasakan sakit di perutnya, empat hari dia tidak makan sama sekali. Hanya alkohol yang masuk di perutnya, sambil menahan sakit Carlos keluar dari mobil dan dia melihat seseorang yang mirip dengan foto yang ada di ponsel Jessica.


“Itu seperti Andrew,” gumam Carlos dalam hati, dia mengambil ponsel Jessica lalu membuka album foto dan melihatnya. Carlos menjadi yakin kalau itu Andrew yang selalu Jessica ceritakan padanya. Sambil menahan rasa sakit Carlos menghampiri Andrew.


“Hi, kamu pasti Andrew teman Jessica,” sapa Carlos dengan berusaha tersenyum sambil memegang perutnya.


“Iya benar, aku Andrew. Maaf anda siapa?” Andrew tidak mengenali Carlos lagi karena badan pria itu terlihat kurus.


“Aku Carlos, Jessica sudah pulang?” Andrew tidak percaya kalau pria yang berdiri di hadapannya Carlos, setahunya badan kekasih Jessica sangat kekar dan berotot.


“Iya, tadi sekolah pulang cepat dan Jessica langsung pulang.” Dalam hati Andrew ‘Kenapa Carlos jadi seperti ini, dia berubah jauh. Badannya tidak seperti dulu lagi, dan dia berantakan sekali. Sepertinya Carlos lagi sakit, dia pasti menderita saat ditinggal Jessica. Begitu juga Jessica dia menderita jauh dari Carlos.’ Andrew menjadi kasihan melihat kondisi Carlos


“Oh begitu, dimana tempat pembayaran uang sekolah?” Kembali  Carlos bertanya sambil menahan rasa sakit.


“Um, di sebelah sana, mari aku antar.” Andrew mengantar Carlos ke ruangan tempat pembayaran sekolah.


Sambil berjalan andrew memperhatikan Carlos, dia merasa kasihan pada pria itu. ‘Dia terlihat sangat menderita, lihat badannya tidak seperti dulu waktu bersama jessica, Wajahnya muram. Dia terlihat sangat mencintai Jessica,’ gumam  Andrew dalam hati.


Andrew mengantar Carlos keruang tatausaha, Carlos duduk di depan petugas lalu Andrew mengeluarkan ponsel dari saku celana dan diam diam dia mengambil gambar Carlos.


Andrew ingin menunjukan pada Jessica kondisi Carlos dan berharap gadis itu bisa kembali. selesai membayar, Andrew dan Carlos berjalan ke pintu keluar lalu Carlos berhenti.


“Andrew aku boleh meminta kertas dan meminjam pulpenmu?” tanya Carlos dengan wajah memohon kepada Andrew.


“Tentu saja.” Andrew  membuka tasnya dan mengeluarkan buku juga pulpen, dia membuka halaman tengah dan merobeknya lalu memberikannya pada Carlos.


Carlos duduk dan memulai menulis di atas kertas, selesai dia memberikan pulpen juga surat itu kepada Andrew.


“Tolong, kalau kamu bertemu dengan jessica berikan surat ini padanya, aku yakin kamu pasti tahu Jessica di mana dan pasti kamu tidak akan memberitahukannya padaku, tidak apa-apa aku mengerti.” Andrew mengambil surat itu dari tangan Carlos sambil memperhatikan pria itu.


Carlos berdiri, tiba-tiba dia memegang perutnya. Andrew melihatnya dan menjadi khawatir.


“Carlos kamu apakah kamu baik-baik saja?” tanya Andrew dengan memegang tangan Carlos agar pria itu tidak terjatuh.


“Iya aku baik-baik saja,” jawab Carlos sambil melepaskan tangan Andrew dan memegang perutnya


“Tidak, Carlos. Kamu sepertinya lagi sakit.” Andrew berusaha memegang kembali tangan Carlos tapi di tepis dengan pelan oleh pria itu.


“Aku tidak apa-apa, Ndrew.” Carlos berjalan lalu tiba-tiba dia bersandar di dinding, melihat itu Andrew langsung memegang Carlos.

__ADS_1


“Carlos kamu lagi sakit, aku akan mengantarmu ke rumah sakit.” Carlos menggeleng-gelengkan kepala dan berusah untuk berjalan kembali.


“Tidak usah, Ndrew. Aku mau pulang saja, mungkin dengan kematianku Jessica akan bahagia. Tolong berikan surat itu padanya, aku pergi dulu.” Sambil berjalan Carlos memegang perutnya dan menahan rasa sakit. Tapi Andrew menahan tangan Carlos.


“Kamu jangan bicara seperti itu, Carlos. Ayo  sakit, aku janji padamu akan membawa Jessica padamu.” Carlos berhenti dan membalikkan badannya, dia menatap Andrew seolah-olah tidak percaya.


“Kamu akan membawa Jessica padaku?” tanya Carlos dengan mengerutkan dahi menatap Andrew.


“Iya, asalkan kamu mau di bawah ke rumah sakit. aku tidak mau Jessica melihat keadaanmu seperti ini. Kamu ingin melihat Jessica’kan?” Dengan cepat Carlos menganggukkan kepala dan memegang bahu Andrew.


“Iya. Aku ingin melihatnya, Ndrew,” mohon Carlos dengan mata berkaca-kaca.


“Baiklah, kalau begitu kita kerumah sakit sekarang, nanti selesai dari rumah sakit aku akan pertemukan kalian berdua.” Wajah Carlos langsung berbinar mendengarnya.


“Kamu janji?” Andrew tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Iya, aku janji padamu.” Akhirnya Carlos mau di bawah Andrew kerumah sakit.


Andrew memegang Carlos dan berjalan ke parkiran, dia membuka pintu dan menuntun Carlos masuk ke dalam mobil.


Andrew menutup pintu mobil dan dia berjalan ke sisi lain lalu masuk dan menghidupkan kendaraan itu kemudian langsung membawa Carlos ke rumah sakit.


Wajah Carlos begitu pucat, dia sudah tidak sadarkan diri. Andrew meraba dahi Carlos begitu panas, dia melajukan kendaraanya menuju rumah sakit yang terdekat.


Sampai di rumah sakit Andrew langsung turun dan memanggil petugas perawat untuk membantunya mengangkat Carlos lalu beberapa perawat keluar membantu Andrew mengangkat Carlos.


Mereka membawa Carlos ke IGD, Andrew keluar dan memarkirkan mobil Carlos kemudian  masuk kembali ke dalam rumah sakit. Andrew mengambil ponselnya lalu menghubungi Jessica.


Sementara di tempat shooting Jessica sedang membaca naskah sambil berjalan mondar-mandir.  Glen selalu memperhatikan Jessica. Hari ini ada pengambilan gambar untuk iklan lalu ponsel Jessica berbunyi.


“Ternyata sibocah yang menelpon.” Kata Jessica dalam hati. “Ada apa lagi dia.” Jessica menjawab telepon Andrew.


“Kenapa bocah?” tanya Jessicas seraya berjalan menjauh dari Glen.


“Jess, cepat ke rumah sakit sekarang.” Jessica mengernyitkan dahi mendengar perintah Andrew.


“Bukan aku yang sakit, tapi Carlos lagi di rumah sakit. Kamu segera kesini sekarang.” Jessica terdiam sejenak mendengar Carlos sakit, tapi begitu mengingat pengkhianatan pria itu Jessica tidak berniat untuk menemuinya.


“Andrew, aku lagi sibuk dan tidak ada waktu untuk kerumah sakit,” sahut Jessica dengan suara datar. ‘Untuk apa aku kesana, toch dia sudah punya pacar baru. Suruh aja pacarnya yang kesana,” gumam Jessica dalam hati.


“Jess, jangan seperti itu. Kamu tidak tahu keadaan Carlos sekarang, aku juga tahu kalau kamu sangat mencintainya. Datanglah kerumah sakit.” Kembali Andrew memohon kepada Jessica, dia sudah berjanji kepada Carlos untuk membawa gadis itu kepadanya.


“Aku Tidak bisa, Ndrew. Sudah  ku bilang aku lagi sibuk.” Jessica nampak kesal karena Andrew terlalu memaksanya, sebenarnya hati gadis itu ada rasa khawatir tapi masih gengsi saja bertemu dengan Carlos.


“Baiklah kalau begitu, tapi kamu jangan menyesal kalau tidak bisa melihat Carlos untuk selamanya. Dasar keras kepala.” Andrew begitu kesal dan langsung menutup teleponnya.


‘Apa maksud Andrew kalau tidak bisa melihat Carlos untuk selamanya? Apakah  Carlos lagi sakit parah? Kenapa Andrew begitu marah padaku?" Beragam pertanyaan bersarang di kepala Jessica, pikirannya langsung tertuju kepada pria yang masih dicintainya.


Jessica melihat Glen sedang memperhatikannya, selama shooting Glen selalu mengantarnya. Gadis itu mengkhawatirkan Carlos, dia masih mencintai Carlos.


“Carlos sakit apa ya?” Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dia melihat pesan dari Andrew. Jessica membukanya dan melihat foto Carlos.


Jessica terkejut dan berlari,  melihat ada taxi  dia langsung menghentikannya dan masuk lalu meminta sopir untuk mengantarnya ke rumah sakit. Jessica sudah tidak mempedulikan Glen yang memanggilnya.


Dia sangat mengkhawatirkan Carlos, Jessica meminta sopir untuk lebih cepat lagi, lalu Jessica melihat mobil Glen mengejarnya.


Di rumah sakit, Carlos langsung di tangani oleh dokter dan akhirnya dia siuman, Andrew menunggu pria itu di dalam ruangan.


Carlos membuka matanya dan melihat sekelilingnya, dia melihat Andrew lagi tersenyum padanya. Carlos juga melihat dokter lagi memegang suntik dan memasukan cairan ke dalam kantong infus.


“Aku ada di rumah sakit, dan badanku terasa lemah sekali,” kata Carlos dalam hati sambil memperhatikan dokter dan perawat.


“Tuan, anda beruntung cepat di bawah kerumah sakit, untuk saat ini anda harus di rawat nginap,” ujar dokter sambil tersenyum kepada Carlos.

__ADS_1


“Dokter, aku ingin pulang saja. Aku tidak ingin di rawat disini. Aku tidak apa-apa.” Carlos berusaha untuk berdiri lalu Andrew menahannya


“Carlos dengarlah apa kata dokter, lebih baik kamu dirawat dulu.” Kata Andrew menenangkan Carlos.


“Apa yang di katakannya benar, Anda harus di rawat. Nanti kalau sudah pulih silahkan Anda pulang,” saran dokter.


“Dok, aku ingin pulang, aku ….” Tiba-tiba terdengar suara di dekat pintu.


“Kalau kamu tidak mau di rawat aku akan meninggalkanmu.” Carlos mendengar suara itu


“Itu ... itu ... suara Jessica ku.” Carlos melihat Jessica masuk dan menghampirinya.


“Kamu tidak ingin dirawat? Kalau begitu aku pergi lagi.” Carlos berusaha meraih tangan Jessica untuk menahan gadis itu agar tidak pergi.


“Jangan ... jangan pergi, aku akan mati kalau kamu pergi,” pinta Carlos dengan wajah penuh permohonan. Tidak terasa air sebening krista keluar dari sudut mata pria itu.


Jessica menghampiri Carlos dan menghapus air mata itu. “Jangan menangis, dasar laki-laki cengeng,” ujar Jessica dengan bercanda tapi airmtanya juga sudah menetes di pipi.


“Kamu juga kenapa menangis?” sahut Carlos dengan memegang tangan Jessica.


“Aku tidak menangis.” Jessica dengan cepat menghapus airmtanya, sedangkan Andrew sangat terharu melihat pasangan yang saling mencintai itu.


“Terus apa yang keluar dari matamu itu?” Jessica langsung memeluk Carlos dan menangis, dia sangat sedih melihat keadaan sang kekasih.


“Dasar laki-laki bodoh, kenapa harus begini?” Sambil berucap Jessica memukul dada Carlos dengan pelan dan menangis.


“Iya aku bodoh, aku bodoh membiarkanmu pergi. Aku bodoh sudah menyakitimu dan aku ….”


“Sudah diam, berisik.” Kata Jessica sambil memeluk Carlos lagi, mereka berdua saling berpelukan.


“Aku jadi terharu melihat mereka berdua, aku bahagia bisa mempersatukan cinta yang terpisah.” Kata Andrew dalam hati. Dia tersenyum melihat Carlos dan Jessica bisa bersatu kembali.


Sementara itu Jessica sangat lega karena Carlos mau di rawat di rumah sakit, suster masuk dan memberitahukan kalau Carlos akan di pindahkan ke ruangan perawatan.


Jessica meminta pada suster untuk memasukan Carlos di VIP lalu mereka memindahkan Carlos di ruangan yang Jessica inginkan, lalu Glen masuk dan menghampiri Jessica


“Jess, bagaimana dengan shootingmu?” tanya Glen, dia terlihat tidak suka Jessica kembali pada Carlos.


“Aku akan beritahu pak Rudy,” jawab Jessica tanpa melepaskan genggamannya di tangan Carlos.


“Tapi Jess ini ….”


“Tolong, Glen. Jangan berisik, Carlos baru saja tidur,” sela Jessica.


“Jess, ini kesempatan bagus buatmu, jangan kamu sia-siakan hanya karena Carlos. Ingat dia sudah mengkhianatimu.” Glen mencoba mempengaruhi Jessica lagi, Andrew tidak suka melihat sikap pria itu.


“Hei apa kamu tidak dengar apa yang di katakan Jessica,” seru Andrew pada Glen dengan menatap tajam kepada pria itu.


“Glen aku akan disini bersama Carlos, aku akan merawatnya.” Kembali Jessica menolak Glen.


“Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu.”


“Iya lebih cepat lebih bagus.” Kata Andrew pada Glen, dia tidak suka dengan kehadiran pria itu di rumah sakit. Glen menatap marah pada Andrew lalu  meninggalkan ruangan VIP.


“Ndrew, terima kasih ya kamu sudah membawa Carlos ke rumah sakit,” ucap Jessica dengan tersenyum kepada Andrew. “Tapi kamu bertemu Carlos dimana?”


“Tadi dia datang ke sekolah mau membayar uang sekolahmu, terus dia samperin aku dan bertanya tentang kamu tapi aku jawab kamu sudah pulang dan dia meminta aku mengantarnya keruang tatausaha untuk membayar.”Andrew menceritakan pada Jessica semuanya. Kecuali surat itu.


‘Aku akan simpan, sekarang mereka sudah bersatu jadi suratnya tidak perlu lagi,” gumam Andrew dalam hati.


Selamat membaca


Jangan lupa Like dan Komentar ya.

__ADS_1


Oh ya mampir juga dinovel terbaruku dengan judul AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)


TERIMA KASIH


__ADS_2