
Hari ini adalah hari Ulang Tahun Ezer, Jessica dan Carlos merayakannya di Panti Asuhan. Mereka semua bersiap siap untuk pergi ke Panti Asuhan. Kecuali Kairos dia lebih memilih pergi ke Santa Barbara, dia tidak ingin hadir di perayaan Ulang Tahun Ezer. Carlos hanya memilih diam melihat sikap Kairos, Carlos masih menahan emosinya begitu juga Jessica, dia memilih diam.
Reagen datang menjemput Tania, dia mengetuk pintu lalu pintu terbuka. Reagen tersenyum melihat Tania lalu dia mencium kening Tania.
“Kalian sudah siap?” Tanya Reagen sambik masuk kedalam.
“Sebentar honey, aku lagi menggantikan pakaian kepada Ezer.” Kata Tania
“Baiklah sayang aku tunggu di sini saja ya.” Kata Reagen lalu Tania menganggukan kepala.
Tania masuk kedalam kamar dan melihat Jessica sedang memakaikan kemeja dan celana Kepada Ezer.
“Cucu grandma tidak terasa sudah satu tahun ya.” Kata Jessica sambil memakaikan sepatu kepada Ezer.
Tania menghampiri Jessica dan Ezer kemudian dia mengambil sisir dan menyisir rambut Ezer.
“Kesayangan mama sudah tampan.” Kata Tania kemudian dia mencium kedua pipi Ezer
Jessica tersenyum melihat Ezer dia mencubit pipi Ezer lalu menciumnya.
"Ayo kita turun, mereka pasti sudah menunggu kita." Kata Jessica sambil berdiri.
"Iya mam." Ujar Tania lalu dia menggendong Ezer
Jessiaca dan Tania turun kebawah. Ezer melihat Reagen dia langsung berteriak
"Papii.. Mommy.. Papi.. " Kata Ezer sambil menunjuk Reagen.
Jessic terkejut mendengar Ezer memanggil Reagen dengan sebutan papi. Jessica tersenyum dan membelai rambut Ezer.
Reagen berdiri lalu dia mengambil Ezer dari Tania. Reagen mencium kedua pipi Ezer.
"Hemm... Kamu sudah tampan sayang." Kata Reagen sambil mencubit pipi Ezer.
"Papi go.. " Pinta Ezer sambil menunjuk pintu keluar.
"Iya sebentar ya sayang." Kata Reagen sambil tersenyum melihat kelucuan Ezer.
Carlos turun lalu dia menyapa Reagen.
"Hallo Reagen, apa kabar?" Tanya Carlos sambil berdiri di samping Jessica.
"Baik Tuan, Terima kasih." Ucap Reagen.
“Baiklah kita berangkat sekarang.” Kata Carlos sambil memegang pipi Ezer. “Oh ya Acel dan Cella mana?”
“Mereka sudah di depan.” Kata Jessica
“Baiklah kalau begitu. Ayo!”
Mereka semua keluar dan masuk kedalam mobil. Tania dan Ezer berada di mobil Reagen. Mereka langsung pergi ke Panti Asuhan.
Tiba di Panti Asuhan mereka turun. Reagen membantu menurunkan bingkisan bersama Hank dan Alex, mereka membawa bingkisan ke dalam. Di dalam sudah banyak anak anak kecil dan pengurus Panti Asuhan. Tania menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer bermain dengan anak anak yang lain. Ezer sangat senang.
Reagen berdiri di samping Tania lalu dia mengecup kening Tania.
“Dia sangat bahagia sayang.” Kata Reagen sambil tersenyum melihat Ezer
“Iya Honey, dia sangat senang sekali. Apalagi disini banyak anak anak kecil.”
“Oh ya sayang aku ingin mengambil mainan mainan yang aku beli untuk anak anak disini.” Kata Reagen kemudian dia keluar dan mengambil mainan mainan yang dia beli untuk di bagikan kepada anak anak yang ada di Panti Asuhan.
Reagen masuk kembali dan membagikan semua mainan kepada anak anak. Tania tersenyum melihat Reagen
“Dia sangat baik.” Kata Tania dalam hati
__ADS_1
Jessica memperhatikan Tania dan Reagen
“Apakah mereka berdua sudah pacaran? Mereka selalu terlihat mesra.” Kata Jessica dalam hati sambil memperhatikan Reagen yang sedang membagikan mainan.
Selesai membagikan mainan Reagen ikut duduk di lantai lalu dia bermain dengan Ezer dan anak anak lainnya.
Tidak lama Acara di mulai. Tania mendudukan Ezer di kursi sementara Reagen sibuk merekam Ezer yang bertepuk tangan mengikuti anak anak yang sedang bernyanyi.
Pedro dan Vania tiba di Panti Asuhan, mereka berdua langsung menemui Carlos dan Jessica.
"Jessi, apakah kita terlambat?" Tanya Vania.
"Ah.. Tidak Vania, acaranya juga baru akan di mulai." Jawab Jessica sambil tersenyum.
Pedro dan Carlos berbincang bincang.
"Carlos cucumu terlihat sangat bahagia." Kata Pedro sambil memperhatikan Ezer.
"Iya Pedro, dia sangat bahagia karena disini banyak anak anak kecil." Kata Carlos sambil tertawa.
Mereka semua memperhatikan Ezer, sesekali mereka tertawa saat melihat Ezer menggoyangkan badannya mengikuti musik.
Cella dan Sheren sibuk mengatur bingkisan sedangkan Acel , dia hanya duduk di kursi rodanya sambil memperhatikan Tania Reagen dan Ezer.
"Kairos kalau kamu terus besikap ke kanak kanakan maka kamu akan kehilangan Tania." Kata Acel dalam hati. "Tania dan Ezer terlihat bahagia bersama Reagen."
Carlos memperhatikan Acel kemudian dia menghampiri Acel. Acel tersenyum melihat Carlos.
"Pap, mereka bertiga terlihat sangat bahagia." Kata Acel.
"Iya Acel, kaka kamu saja yang bodoh menyia nyiakan Tania dan Ezer. Dia akan menyesal kalau Tania meninggalkannya." Kata Carlos dengan kesal.
"Biarkan saja dia pap. Dia akan menyesal kalau Tania menikah dengan Reagen."
Akhirnya acara tiup lilin, mereka semua mendampingi Ezer. Reagen meggendong Ezer Lalu dia dan Tania membantu Ezer meniup lilin.
"Gepa.. Gepa.." Panggil Ezer dia ingin Carloa menggendongnya.
"Iya sayang." Kata Carlos sambil mengambil Ezer dari Reagen kemudian dia mencium Ezer.
Carloa menurunkan Ezer lalu dia bermain bersama anak anak.
Reagen menatap Tania lalu dia tersenyum.
"Mengapa Kairos tidak datang?" Tannya Reagen sambil berbisik
"Aku tidak tahu honey. Aku sudah tidak memperdulikannya." Kata Tania kemudian dia menghampiri Ezer yang sedang bermain dengan Carlos dan anak anak.
Akhirnya acara selesai. Mereka semua kembali ke rumah. Reagen berpamitan kepada Carlos dan Jessica. Kemudian dia kembali ke apartemen.
Tania masuk ke dalam kamar dan melihat Kairos sudah berada di dalam kamar. Tania membuka lemari dan mengambil pakaian lalu dia masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
Tidak lama kemudian dia keluar dan mengambil Handphone dan headset lalu dia memasang di telinganya. Tania berbaring di tempat tidur sambil mendengarkan music. Dia tidak ingin mendengar perbincangan Kairos dengan Angel.
Keesokannya Carlos duduk di ruang santai lalu dia menyuruh Cella untuk memanggil Kairos dan Tania.
Cella memanggil Kairos dan Tania lalu mereka berdua turun menemui Carlos dan Jessica.
"Ada apa pap." Tanya Tania sambil duduk di sofa. Kairos juga duduk di sofa berjauhan dengan Tania.
"Papa dan mama hanya ingin menanyakan apakah kalian berdua ingin menikah atau tidak." Kata Carlos lalu dia menatap Kairos. "Kairos, apakah kamu ingin menikah dengan Tania atau tidak?"
"Aku ingin menikah dengannya tapi nanti aku kembali dari Indonesia." Jawab Kairos sambil matanya melihat ke TV.
"Oh.. Kamu akan ke Indonesia? Untuk apa kamu ke Indonesia?" Tanya Jessica
__ADS_1
"Aku ingin melihat putriku." Kata Kairos lagi.
"Sudah mama katakan, setelah dia enam bukan papa dan mama akan menjemputnya. Kenapa kamu tidak bisa sabar?" Kata Jessica dengan Kesal.
"Biarkan saja mam kalau dia ingin pergi ke Indonesia. Tidak usah menahannya." Kata Tania kepada Jessica.
"Tidak Tania, dia tidak akan kemana mana." Kata Jessica.
"Ya, dia tidak akan kemana mana." Kata Carlos kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar.
Kairos terlihat marah kemudian dia berdiri dan pergi ke kamarnya juga.
Tinggal Tania dan Jessica di ruang santai.
"Mam biarkan saja Kairos pergi ke Indonesia, aku tidak mau dia berpikir kalau aku yang tidak mengijinkan dia ke Indonesia. Biarkan saja dia mam." Kata Tania
"Tidak Tania, dia tidak boleh ke Indonesia." Kata Jessica kemudian dia berdiri.
"Baiklah, mam sebentar Reagen akan menjemput aku dan Ezer."
"Iya Tania, jangan pulang malam malam ya." Kata Jessica sambil tersenyum.
"Iya mam." Kata Tania kemudian dia naik ke atas dan masuk ke dalam kamar Kairos.
Tania megambil handuk lalu dia masuk ke dalam kamar mandi lalu dia mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya di dalam kamar mandi kemudian dia keluar lalu Tania duduk di depan cermin.
Kairos menatap Tania dengan tatapan dingin tapi Tania tidak memperdulikannya.
Tania mengambil handphonenya kemudian dia keluar dari kamar Kairos. Kairos melihat Tania keluar
"Dia pasti yang menghasut mama agar mama tidak mengijinkan aku pergi ke Indonesia." Kata Kairos dalam hati kemudian dia duduk disisi tempat tidur.
Tania mengetuk pintu kamar Acel, pintu terbuka lalu dia melihat Eser sedang bermain dengan Carlos dan Acel.
Tania tersenyum lalu menghampiri mereka.
" Pap, aku dan Ezer akan pergi bersama Reagen." Kata Tania sambil duduk di sisi tempat tidur.
"Oh iya Tania tidak apa apa, apakah kalian akan pergi sekarang?" Tanya Carlos sambil memegang Ezer.
" Iya pap, Reagen sudah dekat." Jawab Tania.
"Baiklah kalau begitu, hati hati ya."
" Terima kasih pap." Ucap Tania. " Acel Sheren aku pergi dulu ya." Pamit Tania.
" Iya Tania, hati hati." Kata Acel sambil tersenyum
"Terima kasih."
Tania meninggalkan kamar Acel kemudian dia pergi ke luar. Ezer melihat mobil Reagen lalu dia tertawa.
"Papi.. Papi.." Kata Ezer sambil bertepuk tangan.
Reagen turun dari mobil lalu dia menggendong Ezer.
"Ayo kita pergi sayang." Kata Reagen kemudian mereka bertiga masuk kedalam mobil lalu mereka meninggalkan kediaman Carlos.
Ezer
Selamat membaca.
Terima kasih yang masih setia.
__ADS_1
Nanti malam aku up lagi ya.