
Torrance
Carlos sedang mengamati pergerakan saham di lantai dua di Gedung perkantorannya
“Tuan Carlos saham milik Alergai Coorperate turun 2 level.”
Carlos melihat ke layar Lcd yang besar.
“Jangan dulu di beli, biarkan dia turun lagi.” Kata Carlos sambil mengamati pergerakan saham di layar.
“Tuan Carlos turun lagi 1 level.”
“Tahan dulu Darla, itu pasti akan turun lagi.” Kata Carlos Lagi
Tiba tiba handphone Carlos berbunyi. Dia melihat Charlie yang menelepon, Carlos langsung menjawab telepon itu.
“Hallo Charlie, apakah sudah ada kabar?” Tanya Carlos.
“Iya Carlos saat ini kami sedang menyergap mereka.” Jawab Charlie dari seberang telepon
“Bagus Charlie. Usahakan mereka hidup agar mereka bisa memberitahu siapa yang menyuruh mereka.”
“Baik Carlos, nanti aku kabarkan lagi kepadamu.”
“Terima kasih Charlie.” Ucap Carlos kemudian dia menutup teleponnya.
Carlos keluar dari ruangan lantai dua lalu menuju ke ruangannya.
Sementara di kantor, Jessica kedatangan Tuan Jeremmy.
“Hallo papi.” Kata Jessica sambil memeluk Tuan Jeremmy dan mencium kedua pipi Tuan Jeremmy. “Bagaimana kabar papi?”
“Sayang. Papi baik baik saja, oh ya ini anak Kairos ya?” Kata Tuan Jeremmy sambil membelai rambut Ezer
“Iya pi, ini Ezer anak Kairos kata Jessica sambil menggendong Ezer
“Ayo berikan dia kepada papi.” Pinta Tuan Jeremmy, lalu Jessica memberikan Ezer kepada Tuan Jeremmy. Tuan Jeremmy duduk di sofa dan bermain dengan Ezer.
“Papi, bagaimana kalau kita pergi kerumah orang tua Carlos. Semenjak Acel mengalami kecelakaan aku sudah jarang kerumah mereka.” Kata Jessica sambil duduk di samping Tuan Jeremmy.
“Baiklah sayang, papi juga sudah lama tidak bertemu dengan Federico.” Kata Tuan Jeremmy sambil bermain dengan Ezer.
“Bagaimana kalau kita pergi sekarang pi?” Kata Jessica lagi.
“Ok, kita pergi sekarang sayang.” Kata Tuan Jeremmy kemudian Jessica mengambil Ezer dari Tuan Jeremmy dan menggendongnya.
Mereka keluar dari ruangan dan menuju ke parkiran.
“Sayang pakai mobil papi saja ya.”
“Iya pi.” Kata Jessica kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
Sopir langsung menjalankan mobil menuju ke kediaman Tuan Federico. Di dalam mobil Jessica dan Tuan Jeremmy bermain main dengan Ezer.
Akhirnya mereka tiba di kediaman Tuan Federico, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Liliana melihat Jessica lalu dia menghampiri Jessica dan memeluk Jessica
“Sayang mommy senang sekali kamu datang kesini.” Kata Liliana sambil mencium kedua pipi Jessica, dia melihat Tuan Jeremmy lalu Liliana tersenyum. “Selamat datang Tuan Jeremmy, ayo masuk. Aku akan panggilkan Federico.” Kata Liliana lalu mereka menuju ke ruang santai.
Liliana pergi ke ruang kerja lalu memanggil Federico. Federico dan Liliana berjalan bersama sama menuju ke ruang santai.
Jessica melihat Federico lalu dia berdiri dan memeluk Federico.
“Apa kabar dad?” Tanya Jessica sambil mencium kedua pipi Federico
“Daddy baik baik saja sayang, bagaimana dengan Acel?” Tanya Federico
“Acel sudah mulai membaik Dad.” Jawab Jessica sambil melepaskan pelukannya.
Tuan Jeremmy melihat Federico lalu dia berdiri.
“Lama kita tidak bertemu.” Kata Tuan Jeremmy sambil memeluk Federico.
“Iya Jeremmy, kamu sibuk dan akupun sibuk.” Kata Federico sambil tertawa.
Mereka duduk lalu berbincang bincang. Federico mengambil Ezer lalu menggendongnya.
“Kamu mirip sekali dengan Kairos.” Kata Federico sambil tersenyum
“Oh ya sayang, apakah kalian sudah makan?” Tanya Liliana kepada Jessica.
“Belum mom, rencananya aku dan papi mau makan di luar tapi aku ingin datang kesini dulu.” Kata Jessica sambil tersenyum melihat Federico bermain dengan Ezer.
“Sayang bagaimana kalau kita makan bersama disini saja?” Tanya Liliana lagi.
“Baiklah mom.” Kata Jessica lalu dia dan Liliana berdiri, mereka berdua pergi ke ruang makan dan mengatur makanan di meja makan.
__ADS_1
“Sayang panggil saja papi kamu dan daddy untuk makan.” Kata Liliana kepada Jessica
“Baik mom.”
Jessica pergi memanggil Federico dan Jeremmy untuk makan siang.
“Papi, daddy ayo kita makan dulu.” Kata Jessica sambil mengambil Ezer dari Federico.
“Iya sayang.” Kata Federico lalu dia dan Jeremmy berdiri, mereka berdua berjalan menuju ke ruang makan.
Jessica mendudukan Ezer di kursi bayi kemudian dia duduk dekat dengan Liliana. Jessica mengambilkan makanan untuk Tuan Jeremmy.
“Terima kasih sayang.” Kata Tuan Jeremmy sambil mencium pipi Jessica lalu Jessica tersenyum.
Jessica duduk kembali dan mengambil makanan untuknya. Tuan Jeremmy menarik kursi yang ada di depan Federico
“Ayo kita makan.” Kata Federico, saat dia akan mengambil sendok, sendoknya jatuh lalu Federico membungkuk ingin mengambil sendok yang jatuh.
Tiba tiba.. Doorrrrr…
Peluru bersarang di dada Tuan Jeremmy. Jessica terkejut lalu mendorong Tuan Jeremmy sehingga Tuan Jeremmy terjatuh di lantai, dan dia langsung mengambil Ezer dan menunduk
“Dad mom, masuk di bawah meja.” Kata Jessica kemudian dia berteriak. “Riiicckkk… Garyy..”
Garry dan Rick berlarian ke ruang makan mereka langsung melindungi Federico dan Liliana. Lilina mengambil Ezer dari Jessica.
Jessica memeluk Tuan Jeremmy
“Papi kita ke rumah sakit.” Kata Jessica sambil menekan dada kanan Tuan Jeremmy. “Marcooo.. telepon Ambulance.” Teriak Jessica
Marco langsung menelpon ambulance lalu Jack berlari masuk ke dalam rumah. Dia langsung menghampiri Jessica.
“Jessi kamu tidak apa apa?’” Tanya Jack
“Iya Jack tapi papi tertembak.” Jawab Jessica sambil memeluk Tuan Jeremmy. “ Dimana Colby?
“Dia di luar Jessi.”
Sementara di atap rumah Federico terlihat Colby sedang mencari siapa yang melepaskan tembakan.
“Ternyata mereka memakai sniper juga.” Kata Colby sambil menempelkan matanya di teropong dan mencari arah tembakan itu. Lalu dia tersenyum. “Kamu tidak akan lolos dariku sayang, aku melihatmu.” Kata Colby sambil tersenyum
“1… 2…. 3.. dusssss…” Kata Colby lalu dia melepaskan tembakan. “Kena kau.” Kata Colby sambil tertawa. Peluru yang di lepaskan Colby bersarang tepat di dahi orang itu. Colby berdiri tiba tiba peluru bersarang di lengannya. Dia langsung menunduk dan mencari posisi. Dia berjalan di atap rumah kemudian dia mengatur senjatanya.
Dia mencari arah tembakan itu. Colby melihat seseorang sedang berlari dengan menenteng senjata sniper.
Colby memegang lengannya, dia merobek kaosnya lalu dia melingkarkan sobekan kaos itu di lengannya. Dia memasukan senjata ke dalam sarung kemudian dia turun.
Sementar itu Albert dan anak buahnya mengejar orang yang di tembak oleh Colby. Lalu terdengar bunyi ambulance. Jessica masih memeluk Tuan Jeremmy
“Papi bertahan ya.” Kata Jessica sambil memeluk Tuan Jeremmy.
Petuga ambulance dan polisi langsung masuk ke dalam rumah. Petugas langsung mengangkat Tuan Jeremmy dan memasukkan Tuan Jeremmy ke dalam ambulance. Jessica ikut masuk ke dalam ambulance
“Mom aku titip Ezer.” Kata Jessica
“Iya sayang, mommy dan daddy akan menyusul ke rumah sakit.” Kata Liliana
Tuan Jeremmy di larikan ke rumah sakit. Di dalam Ambulance Jessica menelpon Carlos. lalu terdengar suara Carlos dari seberang telepon
“Hallo sayang, kamu lagi dimana kenapa ada bunyi suara ambulance?” Tanya Carlos
“Beb, papi tertembak. Sekarang aku lagi di dalam ambulance.”
Carlos terkejut
“Apa? Papi kamu tertembak? Aku segera kerumah sakit sayang.” Kata Carlos lalu terdengar telepon di tutup
Sementara di kantor Carlos
Carlos terlihat sangat khawatir, di keluar dari ruang kerjanya kemudian dia menuju ke parkiran. Carlos masuk ke dalam mobil lalu dia langsung menjalankan mobilnya. Sambil menyetir dia menelpon Osvaldo
“Hallo Osvaldo, apakah kamu mengikutiku?” Tanya Carlos.
“Iya Carlos, aku mengikutimu. Oh ya Colby tertembak di lengannya, kamu harus hati hati ternyata mereka juga memakai sniper. Tapi Colby berhasil menembak kedua sniper itu.
“Oh ya? Lalu Colby dimana sekarang?” Tanya Carlos
“Dia aman Carlos, Charlie juga sudah di sana. Aku juga ingin melihat siapa kedua sniper itu, mungkin saja aku mengenal mereka.” Kata Osvaldo dari seberang telepon.”
“Baiklah Osvaldo, Terima kasih.” Ucap Carlos kemudian dia menutp teleponnya.
Carlos tiba di rumah sakit, kemudian dia turun dari mobil. Carlos berlari masuk ke dalam rumah sakit. dia melihat Jessica sedang duduk di ruang tunggu.
“Sayang, bagaimana dengan papi kamu?” Tanya Carlos sambil memeluk Jessica
__ADS_1
“Papi tertembak di dada, Dokter sedang menanganinya.” Kata Jessica sambil melingkarkan tangannya di pinggan Carlos. “Beb sepertinya mereka ingin menembak daddy tapi malah mengenai papi.”
“Benarkah sayang?” Tanya Carlos sambil menatap Jessica.
“Iya beb, saat daddy menunduk ingin mengambil sendok yang jatuh papi langsung tertembak. kalau daddy tidak menunduk peluru itu akan bersarang tepat di kepala daddy.” Kata Jessica lagi. “Soalnya papi duduk berhadapan dengan daddy. Dan saat itu papi sedang berdiri dia hendak duduk tiba tiba dia tertembak.”
“Carlos memeluk Jessica dengan erat.
“Siapa yang ingin menembak daddy?” Tanya Carlos dalam hati.
Lalu Charlie dan Osvaldo masuk
“Hi Jessi, bagaiman keadaan papi kamu?” Tanya Charlie
“Dia tertembak di dada. Dokter masih menanganinya.” Jawab Jessica. “Beb sebentar aku akan menelpon Dixon.” Kata Jessica sambil melepaskan pelukan Carlos.
Jessica mengambil handphonenya kemudian dia menghubungi Dixon. Panggilan terhubung.
“Hallo Dixon, kamu lagi di mana?” Tanya Jessica
“Aku lagi rumah Jessi.” Jawab Dixon dari seberang telepon
“Dixon, papi lagi di rumah sakit.”
Terdengar suara Dixon terkejut
“Apaaa?? Papi di rumah sakit? Apa yang terjadi dengan papi?” Tanya Dixon penuh khawatir
“Papi tertembak Dixon.” Jawab Jessica
“Papi tertembak, kalian di rumah sakit mana sekarang?”
“Kami di Samaritan Hospital Dixon.” Jawab Jessica
“Baiklah aku segera kesana.” Kata Dixon lalu terdengar telepon di tutup.
Jessica mengahmpiri Charlie Carlos dan Osvaldo
“Charlie di rumah ada siapa saja?” Tanya Jessica
“Kamu jangan khawatir Jessi, disana ada beberapa polisi.”
“Terima kasih Charlie.” Ucap Jessica lalu dia duduk.
“Oh ya Charlie bagaimaa dengan orang yang menembak papi?” tanya Jessica lagi
“Yang satu meninggal terus yang satu lagi di rumah sakit, tapi dalam pengawalan polisi.
“Bagaiman keadaan Colby? Aku dengar dia tertembak juga?”
“Dia tidak apa apa Jessi.” Jawab Osvaldo. “Dia hanya tertembak di lengannya. Oh ya Charlie aku ingin melihat orang itu, mungkin saja aku mengenalnya.” Kata Osvaldo kepada Charlie.
“Baik Osvaldo, ayo ikut denganku.” Ajak Charlie kepada Osvaldo lalu mereka berdua meninggalkan rumah sakit.
Tidak lama kemudian Dokter keluar menemui Jessica dan Carlos. Jessica langsung berdiri
“Bagaimana Dok keadaan papiku?” Tanya Jessica
“Keadaan Tuan Jeremmy baik baik saja, kami sudah mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya. Sebentar lagi Kamu bisa menemuinya.” Kata Dokter sambil tersenyum.
“Ahh.. syukurlah. Terima kasih Dok.” Ucap Jessica kemudian dia dan Carlos duduk kembali.
Terlihat Dixon berlari masuk ke dalam rumah sakit, dia melihat Jessica dan langsung menghampiri Jessica
“Jessi bagaimana keadaan papi?”
“Papi tidak apa apa, Dokter sudah mengeluarkan peluru dari dada papi. Sebentar lagi kita bisa melihat papi.” Kata Jessica
Dixon duduk di samping Jessica
“Jessi, mengapa papi bisa tertembak? Tanya Dixon
“Aku dan papi lagi makan siang di rumah orang tua Carlos, saat kami di meja makan tiba tiba papi tertembak.”
“Siapa yang menembak papi?” Tanya Dixon lagi
“Aku juga tidak tahu Dixon. Tapi polisi sudah menangkapnya.” Kata Jessica kemudian dia memegang tangan Dixon.
Dixon melingkarkan tanga satunya di punggung Jessica dan Jessica menyandarkan kepalanya di dada Dixon. Sedangkan Carlos dia berjalan mondar mandir di depan Jessica dan Dixon. Dia memikirkan keluarganya.
“Keluargaku dalam bahaya, aku harus menambah orang lagi untuk mengawal keluargaku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka.” Kata Carlos dalam hati kemudian dia duduk
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1
Terima kasih