
Seperginya Cella, Tania langsung menarik Kairos duduk di tempat tidur. Kairos terheran-heran melihat calon istrinya itu.
“Ada apa, Sayang?” tanya Kairos penasaran.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi kamu harus janji untuk tidak mengatakan kepada Acel atau papa dan mama,” ujar Tania sambil berdiri kemudian pergi menutup dan mengunci pintu kamar.
“Apa itu, Sayang?” tanya Kairos lagi dengan heran sambil memperhatikan Tania berjalan ke arahnya. Tania kembali duduk di tempat tidur lalu memegang tangan Kairos.
“Kamu harus berjanji dulu padaku untuk tidak mengatakan kepada Acel, papa dan mama.” Permintaan Tania semakin membuat Kairos heran.
“Iya, kamu tidak usah khawatir. Aku tidak akan mengatakan kepada mereka.” Merasa pernasaran apa yang ingin dikatakan oleh sang istri, Kairos berjanji dan meyakinkan Tania. “Baiklah, aku akan menceritakan mengenai Cella dan Logan. Begini honey ….” Tania menceritakan kepada Kairos semua apa yang diceritkan Cella padanya, terlihat Kairos membelalakan mata kemudian dia tertawa, Tania juga ikut tertawa. Wanita itu melanjutkan ceritanya kemudian terdengar kembali Kairos tertawa.
“Baiklah, Sayang. Aku akan menemui Cella.” Kairos berdiri lalu Tania menahan tangannya.
“Tapi honey, nanti Cella marah padaku.” Tania sudah berjanji kepada Cella untuk tidak mengatakan kepada siapa’pun. Dia takut kalau Kairos menemui Cella dan mengatakan semuanya kepada kekasih Logan akan membuat gadis itu marah padanya.
“Tidak, Sayang. Cella tidak akan marah, aku juga tidak marah kepada Cella. Aku malah mendukungnya,dan senang adikku bisa jatuh cinta. Kamu tahu sendiri dia selalu dengan bukunya, aku pikir dia tidak tertarik dengan laki-laki,” tutur Kairos meyakinkan Tania dan akhirnya wanita itu membiarkan Kairos menemui Cella.
Kairos pergi ke kamar Cella tanpa mengetuk pintu pria itu masuk, dia tersenyum melihat adiknya yang sedang mengutak atik ponsel.
“Pasti sedang berbincang dengan Logan di ponsel,” canda Kairos sambil berjalan menghampiri sang adik.
Cella langsung membelalakan matanya. Melihat mimik wajah adiknya, Kairos langsung tertawa kemudian dia ikut berbaring di samping Cella.
“Jadi adikku sekarang lagi jatuh cinta?” goda Kairos dengan meremas hidung mancung Cella lalu gadis itu bangun dan duduk, dia mencubit pinggang Kairos sehingga membuat sang kakak tertawa kembali.
“Pasti Tania yang mengatakan padamu ya? ich … Tania tidak bisa menyimpan rahasia,” ujar Cella dengan kesal dan menampakkan wajah cemberutnya.
“Kamu tenang saja, hanya aku dan Tania yang tahu. Tidak usah khawatir.” Kairos menenangkan Cella lalu dia duduk menghadap adiknya.
“Apakah Logan juga mencintaimu?” tanya Kairos, dia ingin memastika apakah pria itu juga benar-benar mencintai Cella, dia tidak ingin adiknya di permainkan.
__ADS_1
“Iya, Kairos. kami saling mencintai, tapi aku takut papa tidak akan menyetujuinya. Kairos aku sangat mencintai Logan, dan hanya mengiginkannya,” ungkap Cella sambil memegang tangan Kakaknya.
“Aku mengerti, Cella. Kalau papa tidak setuju hubunganmu dengan Logan kamu jangan menyerah, pertahankan cinta itu.” Kairos memberi semangat kepada Cella, wajah gadis itu langsung berubah senang. Dia sangat bahagia Kairos mendukung hubangannya dan Logan.
“Cari waktu yang tepat lalu kamu katakan kepada papa, aku akan selalu mendukungmu,” ujar Kairos kemudian dia menarik Cella ke dalam pelukannya.
“Terima kasih, Kairos. Aku pikir kamu akan marahi aku,” sahut Cella dengan suara manja lalu Kairos kembali tertawa.
“Kenapa marah, aku justru sangat senang kamu bisa jatuh cinta.” Sambil berucap dia membelai rambut Cella. “Kamu tahu, aku sangat menyayangimu. Kalau ada apa-apa kamu hubungi aku ya.” Dia mengecup kening adiknya kemudian berdiri dan keluar dari kamar.
Tanpa Kairos dan Cella sadari Acel mendengar percakapan mereka berdua, saat Kairos berdiri Acel langsung pergi ke kamarnya.
Aku tidak suka Logan dan Cella, aku ingin Cella mendapatkan laki-laki yang baik bukan pria seperti itu, gumamnya sambil mondar-mandir di dalam kamar.
‘Selesai bulan madu, aku akan mengatakan kepada papa,’ katanya lagi kepada dirinya sendiri kemudian berbaring di tempat tidur.
Sementara di kamar, Cella sangat senang karena Kairos menudukung hubungan dia dan Logan, dia langsung mengirim pesan kepada kekasihnya dan memberitahukan tentang percakapan dia dengan Kairos.
Cella dan Logan saling mengirim pesan. Terlihat gadis itu senyum-senyum sendiri, dia melepaskan ponsel kemudian keluar lalu Cella berpapasan dengan pamannya.
“Pamanmu yang tampan ini baik-baik saja,” ucap pria itu sambil melepaskan pelukannya.
“Oh ya, opa mana?” tanya Cella.
“Opa lagi berbincang dengan Opa Federico dan Oma Liliana,” jawab pria itu lalu dia meremas hidung Cella.
“Auh … sakit, Dixon” rintih Cella lalu pria itu tertawa.
Cella langsung menemui opa dan omanya. Dia memeluk dan mencium mereka bertiga lalu ikut bergabung berbincang-bincang dengan mereka. Semenjak dengan Logan wajah Cella begitu ceria.
Malamnya Cella minta ijin kepada kedua orang tuanya, dia berbohong untuk pergi ke tempat temannya. Tanpa curiga sedikitpun orang tuanya mengijinkan dia pergi. Cella langsung pergi ke hotel menemui kekasihnya, dia mengetuk kamar lalu pintu terbuka.
__ADS_1
Dia langsung memeluk pria itu dan mencium bibir yang sedikit tertutup dengan kumis dan jenggot. Mereka berdua saling berciuman lalu Logan mengangkat Cella dan membaringkan dia di atas ranjang. Logan duduk di sisi tempat tidur lalu memegang tangan gadis itu.
“Baru beberapa jam saja tidak melihatmu aku sudah merindukanmu,” canda Logan lalu mengecup punggung tangan gadis itu.
“Oh ya? Benarkah?” Logan tertawa mendengar godaan sang kekasih, dia mencubit pipi Cella dan berbaring di samping Cella lalu memutar tubuhnya menghadap gadis itu.
“Iya, Sayang,” jawab Logan sambil melingkarkan tangannya di perut kekasihnya. “Jadi Kairos tidak marah dengan hubungan kita?” tanya Logan seraya mengelus pipi gadis itu.
“Iya, Kairos mendukung hubungan kita. Aku sangat senang,” ucap Cella sambil memegang tangan Logan.
“Setiap kali bersamamu, milikku menjadi keras,” canda Logan lalu Cella tertawa dan menepuk lengan pria itu.
“Apakah kamu lagi ingin?” tanya Cella sambil tangannya membelai jenggot Logan.
“Iya, aku lagi ingin. Kamu selalu membuat aku bergairah,” bisik pria itu di kuping Cella lalu Cella bangun dan duduk.
Dia melepaskan celana Logan, begitu juga dengan pria itu, dia melepaskan pakaian Cella sehingga mereka berdua tidak memakai apa-apa lagi. Cella mengikuti permintaan Logan.
Selesai melakukannya Cella meletakkan kepalanya di dada Logan dan memainkan jemarinya di dada bidang itu. Cella merasakan tangan Logan membelai rambutnya.
Besok aku akan membeli tiket untuk kita berdua, aku harus kembali ke Amerika karena masih ada mata kuliah yang harus aku kerjakan. Selesai Acel menikah, kita kembali ke Amerika.
“Baiklah, jadi kita kembali besok lusa?” tanya Logan.
“Iya,” sahut Cella dengan meletakkan tangannya di perut pria itu. “Aku rencana akan menyewa condominium di Amerika untuk kita berdua.”
“Kenapa?” tanya Logan dengan heran.
“Untuk menjaga kalau-kalau papa tidak menyetujui hubungan kita. Mereka tahu tempat tinggalmu, jadi lebih baik aku menyewa condominium,” sahut Cella sambil mengelus dada pria itu.
“Baiklah kalau begitu,” Logan melepaskan pelukannya dan berdiri, “Apakah kamu sudah makan?”
__ADS_1
“Belum, aku ingin makan bersamamu,” jawab Cella kemudian dia bangun dan memakai pakaiannya, Cella turun dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi, dia membersihkan daerah kewanitaannya lalu kembali dan mengajak Logan untuk mencari restoran.
Jangan lupa like dan komentar ya