SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kamu serius?


__ADS_3

Akhirnya Logan berhasil mendapatkan perkebunan dan pabrik milik orang tuanya yang di ambil oleh orang tua Dylla. Logan sudah berencana untuk meninggalkan wanita itu.


Mengetahui kalau Logan adalah anak rekan bisnis yang di bunuhnya, Willfredo sangat terkejut. Dia lebih terkejut lagi perkebunan dan pabrik tebu sudah di ambil alih oleh perusahaan Logan.


Willfredo sangat marah dan ingin membunuh pria itu, tapi semua rencana lelaki tua itu di ketahui Logan. Tanpa sepengetahuan Willfredo, Logan menempatkan mata-mata di perusahaan miliknya bahkan anak buah Logan menyamar menjadi anak buahnya.


Willfredo begitu khawatir karena hutangnya kepada Logan sangat banyak, dia tidak mengetahui permainan dari pria itu. Bahkan Willfredo tidak tahu kalau Logan berencana untuk membunuhnya.


Perusahaan Willfredo terlilit hutang dan terancam pailit. Logan sudah berencana untuk mengambil alih semua perusahaan milik pria itu. Sementara Dylla dia menjadi sangat marah karena Logan hanya memanfaatkan dirinya untuk mengambil perusahaan milik dia dan orang tuanya.


Dylla berencana untuk membunuh pria itu, dia menyewa pembunuh bayaran. Wanita itu meminta untuk mengawasi Logan.


Tapi sayang, semua rencana wanita itu di ketahui oleh Logan. Dengan cepat Logan bergerak, dia meminta pengacara untuk bertemu dengan Wilfredo. Dia menyuruh pengacara mengambil semua saham dari lelaki tua itu.


Tuan Willfredo tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah tertuang di surat perjanjian yang mereka buat bersama di depan notaris, dia menyerahkan semua saham perusahan kepada Logan.


Logan mengambil kesempatan atas kebangkrutan lelaki tua itu, dia meminta salah satu anak buahnya yang di susupkan menjadi pengawal tuan Willfredo untuk membunuhnya.


“Buat itu seperti bunuh diri.” Perintah logan kepada anak buahnya.


“Baik, Tuan,” sahut pria itu  lalu Logan  tersenyum.


“Sekarang kedua orang tuaku tenang di sana, orang yang membunuh mereka berdua sebentar lagi mati.” Dia berdiri di depan jendela dan mengingat bagaimana ayah dan ibunya di bunuh.


Sementara itu, Cella masih memikirkan permintaan Eduardo kepadanya, sudah dua tahun lebih dia dan pria itu saling mengenal. Trauma atas pengkhiantan sang suami menambah keraguan dalam dirinya untuk menerima permintaan Eduardo.

__ADS_1


Wanita itu terlihat sangat sibuk di resort, sedangkan Sabrina dan Lucio dia titipkan kepada Eduardo karena sang pengasuh sedang di Brazil. Cella membantu karyawan melayani tamu, adanya event di Cebu membuat tempanya banyak pengunjung. Karena kelelahan dia memutuskan untuk kembali ke rumah.


Cella tiba dan masuk ke rumah, dia langsung menuju kamar Sabrina. Perlahan-lahan pintu di buka, wanita itu terkejut  melihat Sabrina dan Lucio sedang tidur berpelukan dengan Eduardo. Hatinya tergugah melihat pria itu  memeluk Sabrina dan Lucio seperti anaknya sendiri.


Perlahan dia menutup pintu itu kemudian  pergi ke kamarnya, Cella duduk di sisi tempat tidur dan terngiang kembali di telinga permintaan pria itu  untuk menikah dengan dia.


“Apakah aku menikah saja dengan Eduardo?” Cella berdiri kemudian dia mengganti pakaiannya lalu kembali keluar, dia melihat Eduardo keluar dari kamar Sabrina.


Eduardo tersenyum kepada Cella kemudian dia berjalan menghampiri wanita itu dan memegang tangannya. Mereka berdua saling bertatap mata, lama kelamaan wajah Eduardo semakin dekat dengan wajah Cella. kemudian Eduardo mencium dan menggigit dengan lembut bibir merah itu,  Cella memejamkan mata.


Dia menghentikan Eduardo dengan mendorong pelan tubuh pria itu kemudian dia menundukkan kepalanya. Eduardo memegang pipi Cella dan membelainya.


“Menikahlah denganku, kalau kamu tidak mencintaiku tidak apa-apa. Tapi ini demi Sabrina dan Lucio,” mohon Eduardo kepada wanita itu.


“Cella, aku sangat serius. Aku jatuh cinta padamu dan ingin menikah denganmu, aku mohon.” Eduardo memegang tangan Cella dan menunjukkan wajah penuh permohonan kepada wanita itu.


 “Baiklah, aku akan menikah denganmu.” Eduardo sangat senang kemudian dia memeluk Cella dengan erat, dia melepaskan pelukkannya dan kembali mencium bibir wanita itu.


Mereka berdua saling berciuman lalu Cella terbayang wajah Logan, dia memegang pipi Eduardo seolah-olah itu adalah sang mantan. Wanita itu memasukkan lidahnya ke dalam mulut Eduardo.


 Lalu  Eduardo membalas memasukkan lidahnya ke dalam mulut wanita itu. mereka berdua saling memainkan lidah.


“Papi … papi.” Suara Lucio memanggil Eduardo lalu Cella dan pria itu berhenti berciuman, mereka langsung pergi ke kamar Sabrina. Dia tersenyum dan duduk di sisi tempat tidur kemudian  mencium kening kedua anaknya.


“Kamu sudah bangun, Sayang?” tanya Cella kepada Lucio.

__ADS_1


 “Mommy, papi mana?” tanya Lucio dengan suara mungil kemudian dia melihat Eduardo berdiri di depan pintu kamar.


 Dia bangun dan turun dari tempat tidur, dan langsung meminta Eduardo untuk menggendongnya.


Eduardo tertawa kemudian dia langsung menggendong Lucio dan mencium kedua pipi anak itu. Lucio melingkarkan kedua tangan di punggung Eduardo.


“Jagoan papi tidurnya pulas sekali ya,” ujar Eduardo seraya berjalan dan duduk di ruang tv. Sedangkan Cella memegang tangan Sabrina kemudian ikut bersama Eduardo.


Cella memperhatikan Sabrina dan Lucio yang bermanja-manja kepada Eduardo. ‘Dia sangat menyayangi Sabrina juga Lucio, dia begitu tulus menyayangi kedua anakku. Mudah-mudahan aku bisa mencintainya,’ gumam Cella dalam hati.


Lucio turun dari pangkuan Eduardo kemudian  ikut dengan sang kaka ke kamar dan bermain, Eduardo duduk di dekat Cella kemudian  memegang tangan wanita itu.


 “Terima kasih, kamu mau  menikah denganku,” ucap Eduardo lalu Cella menganggukan kepala dan tersenyum.


“Bagaimana kalau dua bulan lagi kita menikah?” tanya Eduardo dengan membelai pipi wanita itu.


 “Kamu atur saja,” ujar Cella dengan tersenyum.


 “Baiklah, bagaimana kalau kita menikah di sini saja?” tanya Eduardo dengan membelai rambut Cella.


“Terserah kamu,” sahut wanita itu kemudian Eduardo tersenyum. Dia sangat bahagia Cella mau menikah dengannya.


Pria itu berdiri kemudian dia berpamitan kepada Cella. Eduardo mengecup bibir ibu dari Sabrina dan Lucio kemudian  kembali ke rumahnya.


Cella berdiri dan kembali ke kamar, dia merebahkan tubuh di kasur dan berpikir. ‘Lambat laun aku akan mencintanya. Dia juga sangat terlihat baik, semoga dia tidak seperti Logan.’ Wanita itu memejamkan mata dan berusaha melupakan sang mantan.

__ADS_1


__ADS_2