
“Sudah malam kamu dimana sayang? Aku harus mencarimu kemana lagi?” Carlos menjadi putus asah, carlos memutuskan untuk mencari Jessica ke vill. “mungkin Jessica ada di villa, lebih baik aku mencoba mencarinya kesana.” Carlos langsung meluncur ke villa.
Sementara Jessica dia menghentikan mobilnya di sebuah hotel, dia turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam hotel dan memesan kamar.
“Selamat malam Nyonya, bisa kami bantu?”
“Uumm... Iya aku butuh kamar, aku ingin deluxe room!”
“Baik Nyonya, akan kami siapkan. Pembayarannya pakai credit card atau debit?”
“Debit saja.” Jessica mengeluarkan kartu dan id card dari dompetnya dan memberikannya pada receptionis.
“Baik nyonya mohon tunggu sebentar.” Jessica menganggukan kepala dan tidak lama kemudian,
“ini kartu dan id card anda Nyonya dan ini kartu akses kamar anda.”
“Ohh... Iya, terima kasih.”
“Sama sama Nyonya, nanti petugas akan mengantar anda kekamar.”
“Ahh tidak perlu, lagipula aku tidak membawa barang. Jadi tidak apa apa.”
“Baiklah Nyonya.”
Jessica meninggalkan receptionis dan menuju ke lift, dia masuk dan menempelkan kartu. Sampai di kamar Jessica langsung berbaring. “Tega sekali kamu Carlos mengkhianatiku, aku begitu setia padamu tapi kamu balas dengan pengkhianatan.”
Sementara itu Carlos tiba di villa, tapi dia tidak melihat mobil Jessica. “Kemana kamu sayang?” Carlos semakin pusing, dia turun turun dari mobil dan masuk ke dalam villa. Dia duduk di depan danau, Carlos tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dan akhirnya dia menelepon Mike, terdengar suara Mike di telepon.
“Hallo… Carlos bagaimana kabar si kecil juga Jessica?”
‘Kairos baik baik saja Mike tapi Jessica Mike, sampai sekarang belum pulang.”
“Kenapa Carlos? Ada masalah kamu dengan Jessica?”
“Iya Mike, Jessica salah paham padaku.” Carlos menceritakannya semua pada Mike. “Begitu Mike ceritanya, aku jadi khawatir Mike.”
“Sudah Carlos kamu jangan khawatir, masalah Jessica serahkan saja padaku. Kamu pulang saja, aku janji malam ini dia pasti pulang.”
“Baiklah Mike, aku akan pulang sekarang. Terima kasih Mike kamu sudah banyak membantuku.”
“Sama sama Carlos.” Balas Mike dari seberang telepon
Carlos menutup teleponnya.
“Mudah mudahan Mike menemukan Jessica”
Akhirnya Carlos meninggalkan villa dan pulang ke rumah.
Sementara di rumah, Federico dan Liliana sangat mengkhawatirkan Jessica.
“Federico coba kamu telepon Carlos, tanyakan padanya apakah sudah bertemu Jessica!”
“Iya sayang sabar.”
Baru saja Federico akan menelpon, Carlos masuk ke dalam rumah dan Liliana langsung menghampiri Carlos.
“Carlos kamu tidak menemukan Jessica?”
“Tidak mom, aku sudah mencarinya.”
“Kemana Jessica, Federico carilah Jessica aku sangat mengkhawatirkannya!”
“Mom tunggu saja, Mike sementara mencarinya sepertinya Mike tahu Jessica dimana.”
“Shh… Mudah mudahan Mike menemukannya.” Liliana dan Federico masuk ke kamar dan Carlos naik ke atas pergi ke kamar Kairos, dia melihat Kairos sudah tidur dan dia pergi kekamarnya. Dia duduk di teras sambil merokok.
“Lebih baik aku berhenti saja dari kantor daddy, dari pada aku bermasalah terus dengan Jessica.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mike pergi ke hotel tempat Jessica menginap, dia masuk dan langsung ke receptionis.
“Selamat malam Tuan, ada yang bisa kami bantu?”
“Iya benar, ummm… Aku ingin tahu kamar adikku!”
“Maaf Tuan nama adik Tuan siapa?”
“Ehmm… Jessica.” Receptionis mencarinya di komputer dan menemukannya.
“Tuan adik anda menginap disini tapi kami tidak bisa memberitahukannya tanpa seijin dari customer kami Tuan.”
__ADS_1
“Tidak apa apa, aku mengerti. Umm.. Begini saja kamu hubungkan aku lewat telepon saja!”
“Baik Tuan akan kami coba.” Petugas receptionis menekan angka kamar Jessica
dan terdengar suara Jessica.
“Nyonya sebentar!” Petugas receptionist langsung memberikan gagang telepon pada Mike.
“Hei adikku, aku ingin ke kamarmu jemput aku di lobby!”
“Mike bagaimana kamu tahu aku disini?”
“Sudah jemput aku di lobby sekarang.. Aku tunggu!” Mike memberikan telepon kepada receptionis dan pergi duduk di lobby, dia menunggu Jessica.
Tidak lam kemudian Jessica datang.
“Hi Mike.” Mike berdiri dan memeluk Jessica, Jessica menangis di pelukan Mike.
“Heii… Jangan menangis, ayo kita kekamar!”
Jessica melepaskan pelukannya dan kembali ke kamar bersama Mike.
“Jessi pulanglah, kasihan Kairos.”
“Mike aku belum ingin pulang, aku masih marah pada Carlos.”
“Jessi kamu sudah salah paham pada Carlos, Carlos tidak mungkin melakukan hal itu. Dia sangat mencintaimu.”
“Tapi Mike dia sudah mengkhianatiku, aku melihatnya sendiri Mike.”
“Hei… Jessi apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan, kenapa kamu tidak beri kesempatan pada Carlos untuk menjelaskannya?”
“Mike karena aku melihat perempuan itu mencium bibir Carlos.”
“Bukan Carloskan yang menciumnya?”
“Aku tidak tahu Mike.”
“Jessi semestinya kamu memberikan kesempatan pada Carlos untuk menjelaskannya, Carlos tidak mencium perempuan itu. Carlos juga terkejut saat perempuan itu menciumnya, pada saat Carlos ingin mendorongnya tiba tiba kamu masuk.
Jessica diam mendengarkan penjelasan Mike.
“Jess aku mengenal Carlos, dia sangat mencintaimu. Pulanglah! Federico dan Liliana sangat mengkhawatirkanmu.
“Sudahlah Jessica, pulanglah! atau kamu ingin aku mengantarmu?”
“Ahh... Tidak usah Mike, aku akan pulang sendiri. Tapi Mike… Bagaimana kamu bisa menemukanku?”
Mike tertawa. “Jessi semenjak kamu tertembak, aku menyuruh anak buahku untuk selalu mengikutimu. Aku tidak ingin sesuatu terjadi pada adikku.”
“Ohh.. Begitu, baiklah Mike aku akan pulang sekarang.”
“Bagus, itu baru adikku.” Mike memeluk Jessica dan mereka berdua keluar dari hotel, jessica masuk ke mobilnya dan Mike masuk kemobilnya.
Jessica langsung meluncur pulang ke rumah, sampai di rumah dia langsung masuk. Di dalam rumah sudah sepi, Jessica langsung menuju ke kamar.
Jessica melihat pintu teras kamar terbuka, dia menuju ke teras dan melihat Carlos sedang merokok.
“Kamu merokok lagi?” Carlos terkejut dan langsung mematikan rokoknya, dia berdiri dan langsung memeluk Jessica.
“Sayang maafkan aku, jangan pergi lagi aku tersiksa tidak ada kamu disini.”
Jessica memeluk Carlos.
“Beb aku yang seharusnya minta maaf, semestinya aku memberi kesempatan padamu untuk bicara tapi aku terlalu emosi. Maafkan aku beb.” Jessica memeluk erat Carlos.
“Tidak apa apa sayang.” Carlos mencium kening Jessica. “Aku bahagia kamu kembali kerumah, tadi aku sangat khawatir sampai aku merokok.”
Jessica memegang pipi Carlos. “Beb maaf aku tadi sudah menamparmu, aku tadi begitu emosi. Maafkan aku beb.”
“Sayang tidak apa apa, aku mengerti. Kamu hanya terbawa emosi saja, kita tidur sekarang ya sayang sudah larut malam.”
“Iya beb, aku ganti pakaian dulu.”
Jessica dan Carlos masuk ke kamar, Carlos langsung berbaring di tempat tidur dan Jessica mengganti pakaiannya kemudian dia berbaring di samping Carlos.
“Good night sayang.” Carlos mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Carlos. Carlos memegang wajah Jessica. “Sayang aku sangat mencintaimu.”
“Aku juga sangat mencintaimu, good night beb.” Jessica merebahkan kepalanya di dada Carlos dan Carlos memeluk Jessica.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
“Mama.... Mama.....” Terdengar suara Kairos memanggil Jessica, dia berlari ke kamar Carlos dan Jessica, di ikuti Liliana. Liliana membuka pintu kamar dan membiarkan Kairos masuk kemudian menutup kembali pintu kamar.
“Mama... Mama...” Kairos naik ke tempat tidur dan langsung berbaring di antara Jessica dan Carlos.
Carlos membuka mata dan melihat Kairos
“Good morning sayang, anak papa sudah bangun ya.”
“Ssssssttttt.... Mama masih tidur papa.” Kata Kairos sambil jari telunjuk di bibirnya
“Iya sayang mama masih tidur.” Bisik carlos. “Kamu tidak mencium papa?”
Kairos berbisik. “Kalau mama sudah bangun papa.”
“Iyaa, sayang.” Carlos memeluk Kairos.
Jessica membuka matanya dan melihat Kairos lagi memeluk Carlos.
“Sayang... Kairos tidak memeluk mama?” Kairos melihat Jessica dan tersenyum, dia memeluk Jessica dan mencium Jessica.
“Good morning mama.”
“Good morning anak mama yang paling tampan. Muaccc ... Muaaccchh...” Jessica mencium pipi Kairos.
“Good morning sayang.” Carlos membelai wajah Jessica dan mencium kening Jessica.
“Good morning beb.” Jessica tersenyum pada Carlos, Carlos memperhatikan wajah Jessica. Wajah Jessica terlihat pucat.
“Sayang, kamu lagi sakit?”
“Tidak beb, hanya pusing sedikit saja.”
“Kalau begitu kita ke dokter sekarang!” Carlos berdiri dari tempat tidur tapi Jessica menahannya.
“Tidak perlu ke dokter beb, aku hanya pusing sedikit.”
“Tapi sayang kamu harus ke dokter!”
“Beb...., aku tidak apa apa. Ini karena pengaruh aku hamil saja.”
Carlos terkejut.
“Sayang kamu lagi hamil?” Jessica menganggukan kepala. “Kamu serius sayang? Kamu tidak bercandakan?” Jessica menggelengkan kepala.
“Iya beb, aku lagi hamil dua bulan.”
Carlos memegang Kairos. “Sayang kamu akan punya adik.” Carlos langsung melompat dari tempat tidur dan berlari turun ke bawah.
Jessica dan Kairos tertawa melihat Carlos.
“Mooom.... Daaadd....” Federico dan Liliana keluar dari kamar.
“Carlos kenapa kamu berteriak? Ada apa?”
“Dadd... Jessica sedang hamil.”
“Apa Jessica hamil?”
“Iya mom Jessica sedang hamil dua bulan.” Federico langsung memeluk Carlos dan Liliana dia langsung naik ke atas menemui Jessica.
“Sayang, apa benar yang dikatakan Carlos?”
Jessica duduk di tempat tidur. “Iya mom aku lagi hamil.”
“Sayang.... Aku sangat bahagia mendengar kamu hamil lagi.” Liliana memeluk Jessica. “Aku akan memilik cucu lagi, tapi bagaimana dengan kuliahmu sayang?”
“Tidak apa apa mom, tinggal sebulan semester empatku selesai. Aku nanti ambil cuti, nanti tahun depan aku kuliah lagi mom.”
“Baiklah sayang, ayo turun sarapan.”
“Iya mom, ayo Kairos kita sarapan!”
“Ok mama.”
Jessica memeluk Kairos dan menurunkannya dari tempat tidur, mereka turun ke ruang makan disana ada Federico dan Carlos.
Federico berdiri dan memeluk Jessica.
“Sayang daddy bahagia akan memiliki cucu lagi, rumah ini akan lebih hidup lagi.” Jessica tersenyum pada Federico. “Ayo kita sarapan!”
Carlos berdiri dan mencium Jessica.
__ADS_1
“Aku sangat bahagia sayang.” Jessica tersenyum pada Carlos, Carlos menarik kursi untuk Jessica duduk. Kairos duduk dekat Jessica dan mereka sarapan bersama.
Selamat Membaca