SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Khawatir


__ADS_3

Kairos terbangun saat handphonenya berbunyi, dia melihat jam sudah menunjukan pukul delapan pagi. Kairos mengambil handphonenya dan melihat carlos yang menelepon. Dia langsung menjawabnya.


“Hallo pap. papa sudah mau berangkat?”


“Iya Kairos papa sekarang sudah di Airport, nanti kalau sudah tiba di Indonesia papa akan meneleponmu.” Kata Carlos dari seberang telepon.


“Baik pap, hati hati ya!” Kata Kaiors.


“Iya Kairos, sampaikan salam papa pada Acel dan Cella ya.”


“Iya pap, akan aku sampaikan.” Kata Kairos.


“Baiklah kairos papa sudah mau masuk ke dalam pesawat.”


“Iya pap, aku menyayangimu.” Kata Kairos.


“Papa juga menyayangimu.” Balas Carlos kemudian teleponnya di tutup.


Kairos menatap Tania yang masih tertidur di sampingnya. Dia mengecup kening Tania dan Tania membuka matanya.


Kairos tersenyum.


“Good morning sayang.” Ucap Kairos pada Tania kemudian dia mengecup kembali kening tania.


“Good mornig honey.” Balas Tania sambil tersenyum.


Saat dia akan bangun dia merasakan badannya sakit dan dia berbaring kembali.


“Honey badanku terasa sakit, pahaku juga sakit.” Kata Tania pada Kairos.


Kairos duduk di tempat tidur dan membelai rambut Tania.


“Kenapa sakit sayang?”


“Aku tidak tahu honey. Aku ingin buang air kecil, aku tidak tahan lagi honey.”


“Baiklah sayang aku akan menggendongmu ke kamar mandi.” Kata Kairos kemudian dia turun dari tempat tidur dan mengangkat Tania kemudian membawanya ke kamar mandi. Tania duduk di closet dan dia memegang tangan kairos.


Saat dia buang air kecil dia memegang kuat tangan Kairos dan merintih kesakitan. Kairos membungkukan badannya dan Tania menyandarkan kepalanya di bahu Kairos.


“Sakit sekali honey.” Rintih Tania sambil memegang kuat tangan Kairos. Kairos menjadi merasa bersalah. Dia membelai rambut tania kemudian dia mengangkat kembali Tania dan membaringkannya di tempat tidur.


“Sakit sekali sayang.” Tanya Kairos pada Tania sambil mengusap pipi Tania.


“Iya honey dan celanaku juga ada darah.”


Kairos menatap Tania.


“Ada darah? Kenapa bisa begitu?”


“Aku tidak tahu honey.” Jawab Tania dan Kairos menjadi khawatir.


“Sayang kita ke Dokter ya.”


“Ah.., honey tidak usah. Aku tidak mau ke dokter.” Kata Tania pada Kairos kemudian dia memejamkan matanya.


Kairos menjadi bingung dia melihat jam lagi kemudian dia mengambil handphonenya lalu dia keluar dari kamar, dia pergi ke kolam renang dan menelepon Jessica. Ada nada panggil dan terdengar suara Jessica.


“Selamat pagi sayang, bagaimana kabarmu disana?” Tanya Jessica dari seberang telepon.


“Selamat pagi mam, aku baik baik saja. Oh ya mama lagi di mana sekarang?”


“Mama lagi di rumah Pedro. Kenapa sayang?”


“Di sekeliling mama ada siapa saja?” Tanya Kairos.


“Ehmm.., kenapa sayang?”


“Tidak mam, aku hanya ingin tahu saja.” Jawab Kairos.


“Mama lagi bersama Pedro dan Acel. Memangnya kenapa sayang?”


“Mama bisa menjauh dari mereka, ada yang ingin aku bicarakan.” Pinta Kairos pada Jessica.


“Baiklah sayang.” Kata Jessica dari seberang telepon. “Sayang mama sudah jauh dari mereka. Katakan pada mama apa yang ingin kamu bicarakan?”


“Tapi mama janji jangan marah.” Pinta Kairos lagi.


“Memangnya apa yang sudah kamu perbuat?” Terdengar suara Jessica khawatir

__ADS_1


“Mama janji dulu tidak akan marah padaku.” Kata Kairos lagi.


“Baiklah sayang mama janji tidak akan marah. Cepat katakan sekarang!”


“Uumm.., begini mam. Ehm.., kemarin aku dan Tania melakukan hubungan.” Kata Kairos


“Melakukan hubungan apa sayang.” Tanya Jessica dari seberang telepon, dia belum mengerti maksud Kairos


“Hubungan itu mam.” Kata Kairos lagi.


“Hubungan sex maksudmu Kairos?”


“Iya mam.”


“Kaaairossss…!” Terdengar suara Jessica meninggi. “Kenapa kamu lakukan itu?”


“Mam aku mencintai Tania.” Kata Kairos pada Jessica.


“Iya, tapi bukan berarti kamu melakukan hal itu. Kalau dia hamil bagaimana?”


“Kalau dia hamil lebih bagus, aku akan menikahinya” Jawab Kairos.


“Sayang kamu masih kuliah. Mama ingin kamu selesai kulia baru menikah.”


“Tapi mam aku sudah melakukannya dengan Tania.”


“Jadi kamu menelpon mama hanya ingin mengatakan hal ini pada mama?”


“Mam bukan itu, aku jadi khawatir pada Tania.” Kata Kairos pada Jessica.


“Kenapa dengan tania sayang? Apa yang terjadi?”


“Mam sekarang dia lagi sakit. Seluruh badannya sakit, tulangnya juga sakit, bahkan celananya ada darah mam.” Aku jadi khawatir.


Jessica diam di seberang telepon.


“Sayang mama mau tanya, apakah ini pertama kali dia melakukan hubungan sex?”


“Iya mam, ini pertama kali.” Jawab Kairos.


“Berarti dia masih virgin?” Tanya Jessica lagi.


“Iya mam, dia masih virgin.”


“Hmmm…, sayang memang seperti itu kalau baru pertama kali melakukan hubungan.”


“Oh begitu ya mam?”


“Iya sayang, apakah kamu memaksakannya?”


“Tidak mam aku tidak memaksa, dia juga mau melakukannya denganku.”


“Sayang, bukan itu maskud mama. Maksud mama memaksakan…


“Ohh.., aku mengerti mam.” Sela Kairos. “Aku memakai lubricant gel mam.”


“Kairooosss…, dari mana kamu tahu hal itu?” Tanya Jessica dengan heran


“Mam, aku bukan anak kecil lagi. Aku sudah dewasa mam.”


“Ohh.. my ghoosstt kairos.”


“Mam… jangan marah.” Kata Kairos


“Sudah tutup saja teleponnya.” Kata Jessica dari seberang telepon.


“Mam.., please jangan marah.”


“Mama tidak marah. Seperti yang kamu katakan, kamu sudah dewasa. Sudah tutup teleponnya mama mau pergi dengan Pedro.”


“Baiklah mam.” Kata Kairos kemudian dia menutup teleponnya.


Kairos kembali ke kamar dan melihat tania yang lagi berbaring. Dia duduk di sisi tempat tidur dan mengecup kening tania.


“Kamu akan pergi kerja?”


“Ehmm.., tidak honey. Badanku terasa sakit, aku ingin pulang kerumah.” Kata Tania pada Kairos.


“Sayang kamu istirahat saja disini.”

__ADS_1


“Tapi honey aku tidak bawa pakaian, juga pakain dalam.”


“Aku akan pergi membelinya, kamu istirahat saja ya.” Kata kairos sambil memegang pipi Tania. “Aku tidak akan kekampus, aku akan menemanimu disini.”


“Baiklah honey. Aku mau tidur.”


“Sayang sarapan dulu, nanti selesai sarapan kamu tidur kembali. Aku akan membuatkan sarapan untukmu.” Kata Kairos pada Tania lalu Tania menganggukan kepala. Kairos keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur. Dia membuatkan susu untuk tania dan membakar roti kemudian dia mengolesnya dengan selai.


Kairos membawa susu dan roti buatannya ke kamar.


“Sayang minum susu dulu.” Kata Kairos sambil membawa susu pada Tania, dia duduk disisi tempat tidur dan memberikan susu pada Tania.


Tania mengambil susu dari tangan Kairos


“Terima kasih honey.” Ucap Tania lalu dia minum susu dan makan roti yang di buatkan Kairos.


“Habiskan susunya sayang.” Kata Kairos sambil memberikan kembali susu kepada Tania


kemudian Tania menghabiskan susu itu. “Sekarang kamu tidur kembali” Kata Kairos kemudian dia memakaikan selimut pada Tania. Kairos membelai rambut Tania kemudian dia mengecup kening Tania.


“Aku mencintai mu sayang.” Bisik Kairos


Tania tersenyum lalu memegang tangan Kairos.


“Aku juga mencintaimu.” Balas Tania lalu dia memejamkan matanya.


Kairos mengambil handuk dan dia masuk kedalam kamar mandi kemudian mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya dan mengambil kunci mobil. Dia duduk disisi tempat tidur dan mencium kening Tania.


“Sayang aku pergi sebentar ya.” Kata Kairos pada Tania.


“Kamu mau kemana honey?”


“Aku ingin membeli pakaian juga pakaian dalam untukmu.” Jawab Kairos.


“Baiklah, tapi jangan lama lama ya.”


“Iya sayang. Aku pergi ya.” Pamit Kairos pada Tania dan Tania menganggukan kepala.


Kairos kembali mencium kening Tania dan dia pergi.


Sementara di Portugal.


Terlihat Jessica sedang berbincang bincang dengan Pedro. “Tadi siapa yang menelepon?” Tanya Pedro pada Jessica.


“Kairos yang meneleponku. Dia menelponku karena khawatir saja.”


Pedro menatap Jessica.


“Khawatir kenapa dear?”


“Ahh.. Pedro anakku sekarang sudah pintar dan sudah berani.”


“Sudah berani apa?”


“Hhmm.., aku bingung Pedro untuk menjelaskannya.” Kata Jessica.


“Bingung kenapa dear? Apa yang terjadi dengan Kairos?”


“Pedro, tadi Kairos menelponku. Dia begitu khawatir karena Tania sakit.”


“Hah? Tania sakit apa?” Tanya Pedro dan Jessica tertawa.


“Pedro, kemarin kairos dan tania melakukan hubungan dan kairos memberitahukan padaku kalau badan dan tulang Tania sakit. Kairos sangat khawatir.”


“Lalu?” Tanya Pedro penasaran.


“Ternyata Tania baru pertama kali melakukan hubungan itu dan aku menjelaskan pada Kairos. memang seperti itu kalau baru pertama kali.” Kata Jessica sambil tertawa. “Pedro aku tidak percaya Kairos bisa melakukan hal itu. Aku berpikir dia masih kecil tanpa aku sadari ternyata dia sudah dewasa. Makanya aku sempat kaget waktu Kairos mengatakan hal itu padaku.


Pedro langsung tertawa.


“Itu karena kamu terlalu sayang sampai kamu menganggap Kairos masih kecil.” Kata Pedro sambil tertawa.


“Pedro yang membuat aku lebih terkejut lagi dia bisa tahu lubricant gel.” Kata Jessica pada Pedro dan mereka berdua tertawa. “Ah.., Pedro ternyata anakku sudah pintar dalam hal itu.”


Pedro langsung tertawa.


“Kairos sudah dewasa dear.”


“Iya Pedro dan mungkin sebentar lagi aku akan memiliki cucu.” Kata Jessica sambil tertawa dan Pedro ikut tertawa.

__ADS_1


Selamat membaca


Terima Kasih.


__ADS_2