
Kairos terbangun, dia terkejut melihat dirinya dan Angel dalam keadaan telanjang.
“Ah.. shit, apa yang terjadi semalam? Kenapa aku dalam keadaan telanjang, Angel juga.”
Angel membuka matanya dan melihat Kairos yang sedang menatap dirinya dengan heran.
“Angel, apa yang terjadi semalam? Apakah kita melakukan hubungan itu?” Tanya Kairos
“Umm.. iya Kairos, semalam kamu melakukan hubungan itu denganku. Kamu berpikir aku Tania.” Kata Angel kepada Kairos
“Mengapa kamu tidak menolaknya Angel, aku sama sekali tidak tahu lagi.”
“Aku sudah menolaknya, tapi kamu terus menyebut aku Tania. Dan aku merasa kasihan melihatmu semalam jadi aku membiarkanmu melakukannya.”
Kairos bangkit berdiri lalu memakai pakaiannya, kemudian dia memperhatikan sprei ada darah atau tidak.
“Ah syukurlah berarti dia tidak virgin lagi saat melakukan hubungan denganku.” Kata Kairos dalam hati kemudian dia pergi ke kamar mandi. “Tania kamu membuat aku gila.” Kata Kairos, dia mengepalkan tanganya lalu memukul dinding kamar mandi. “Kamu tahu Tania aku tidak pernah tidur dengan orang yang tidak aku cintai, menyentuhpun aku tidak pernah. Bahkan mabukpun aku tidak pernah. Kamu benar benar membuat aku gila.” Kairos kembali memukul dinding kamar mandi.
Sementara Angel memakai pakaiannya lalu dia keluar dari kamar dan pergi ke kamarnya. Angel berbaring di tempat tidur lalu dia memejamkan matanya. Dia terbayang permainan Kairos semalam, dia sangat menikmatinya.
“Aku tidak pernah merasakan kenikmatan seperti tadi malam, permainan Kairos sungguh luar biasa.” Kata Angel dalam hati sambil tersenyum. “Aku ingin melakukan hubungan itu lagi dengan Kairos. dia sangat luar biasa di atas ranjang.” Angel menarik nafas panjang. “Aku tahu kelemahan Kairos, dia harus di buat mabuk untuk melakukan hubungan itu.” Angel melihat Jam sudah menunjukan puku 11:00. “Sebentar saja makannya.” Kemudian dia memejamkan matanya kembali
Portugal
Pagi-pagi Vania sudah bangun, dia pergi ke dapur dan membuatkan susu untuk Pedro dan dirinya. Selesai membuat susu Vania membawa susu ke kamar dia dan Pedro.
Vania meletakkan susu di atas meja kemudian dia duduk di sisi tempat tidur lalu membelai wajah Pedro, dia tersenyum melihat Pedro yang masih tertidur pulas. Pedro menggerakkan badannya lalu membuka mata. Dia menatap Vania lalu dia tersenyum kepada Vania
“Bom dia querido. como foi seu sono noite passada?” Tanya Pedro dengan menggunakan Bahasa Portuguese. (Selamat pagi sayang, bagaimana tidurmu semalam?)
“Umm… Eu durmo bem noite passada.” Jawab Vania sambil tersenyum kemudian dia mengecup bibir Pedro. (Semalam aku tidur nyenyak)
Pedro tersenyum lalu menarik Vania kedalam pelukkannya.
“Kamu sudah mulai bisa berbahasa Portuguese.” Kata Pedro sambil memeluk Vania dengan erat.
“Kamu dan Celeste yang selalu mengajariku.” Kata Vania sambil meletakkan kepalanya di dada Pedro. “Umm.. Pedro sayang, apakah kamu ingin memiliki anak?”
Pedro membelai rambut Vania
“Tentu saja Vania sayang, aku sangat ingin memiliki anak.”
Vania mengangkat kepalanya lalu dia menatap Pedro
“Kamu ingin anak perempuan atau laki laki?” Tanya Vania
“Vania sayang, laki laki atau perempuan buatku sama saja.” Kata Pedro. “Mengapa kamu bertanya begitu sayang?” Tanya Pedro penasaran
__ADS_1
“Tidak apa apa, aku hanya bertanya saja.”
Vania memainkan jarinya di dada Pedro
“Pedro sayang, umm…
Pedro melepaskan pelukannya lalu dia menatap Vania
“Ada apa Vania sayang, apakah kamu baik baik saja?” Tanya Pedro sambil memegang wajah Vania
“Pedro, kamu akan memiliki Putri.” Kata Vania sambil tersenyum
Pedro menatap Vania dengan heran
“Vania sayang, apa maksudmu?”
Vania bangun lalu dia duduk di atas perut Pedro
“Pedro sayang, aku sekarang lagi mengandung anakmu.” Kata Vania sambil mencubit pipi Pedro
Pedro terkejut, dia menatap Vania. Dia masih tidak percaya dengann apa yang Vania katakan.
“Vania sayang, coba kamu katakan lagi.” Pinta Pedro lalu Vania tertawa
“Pedro sayang, aku lagi mengandung anakmu, dan anakmu yang ada di dalam perutku berjenis kelamin perempuan. Kamu mengerti?”
Pedro berdiri dan Vania terjatuh di tempat tidur, dia langsung lari keluar tapi dia kembali ke kamar. Vania tertawa terpingkal pingkal karena Pedro belari keluar kamar tanpa memakai sehelai pakaian.
Vania menertawai Pedro
“Ah sayang jangan tertawakan aku. Untung saja diluar tidak ada orang.” Kata Pedro sambil tertawa.
America
Jessica dan Carlos sedang duduk di sofa,
“Sayang, sudah jangan menangis. Kairos pasti pulang.” Kata Carlos kepada Jessica sambil membelai rambut Jessica
“Beb, sudah berbulan bulan Kairos tidak ada kabar, aku sangat khawatir padanya.” Kata Jessica sambil menangis. “Beb carilah Tania supaya Kairos mau pulang.” Kata Jessica lagi.
“Sayang, aku harus cari kemana lagi? Sudah aku katakan padamu, aku sudah membayar orang untuk mencari Tania di Seattle, tapi sampai sekarang mereka belum menemukannya. Aku harus bagaimana lagi?”
Jessica berdiri lalu dia pergi berbaring di tempat tidur. Carlos juga berdiri dan berbaring di samping Jessica lalu dia memeluk Jessica
Indonesia
Angel selalu membuat Kairos mabuk dan melakukan hubungan itu dengan Kairos, selesai melakukan hubungan itu dia selalu kembali dan tidur di kamarnya. Kairos tidak menyadari kalau hampir tiap malam dia dan Angel melakukan hubungan itu.
__ADS_1
Seattle
Usia kandungan Tania sudah Sembilan bulan, dan tibalah Tania akan melahirkan. Papi Tania dan aunty Joly mengantar Tania ke klinik bersalin. Mereka tiba di klinik dan Dokter meminta Tania untuk masuk ke ruang bersalin. Saat masuk ruang bersalin air ketuban Tania pecah, Dokter langsung menyuruh bidan pendamping untuk membaringkan Tania di tempat tidur.
Tania berbaring di tempat tidur kemudian Dokter duduk di bawah.
“Tarik nafas dan hembuskan secara perlahan.” Kata Dokter kepada Tania.
Tania mengikuti instruksi Dokter. Dia menarik nafas dan melepaskan secara perlahan lahan. Kemudian dia mulai mengejan. Dia berteriak sambil memegang pegangan besi di sampingnya. Beberapa kali Tania mengejan dan terdengar tangisan bayi,
Perawat menunjukan kepada Tania bayinya. Tania menggendong bayinya
“Selamat datang kesayangan mommy.” Kata Tania lalu dia memberikan kembali kepada Perawat. Air mata kebahagiaan keluar dari sudut mata Tania.
Perawat membawa bayi Tania untuk di mandikan.
Dokter menemui papi Tania dan Aunty Joly.
“Selamat ya, cucu anda sudah lahir. Dan dia sangat sehat.” Kata Dokter kepada Papi Tania. “Sebentar lagi pasien akan di pindahkan.” Kata Dokter lagi.
Tidak lama kemudian Tania di pindahkan ke ruangan kelas 1
Papi Tania dan Aunty Joly masuk dan melihat Tania sedang berbaring, mereka berdua menghampiri Tania.
Papi Tania mencium kening Tania.
“Sayang Papi sangat bahagia.” Kata Papi Tania sambil membelai rambut Tania dan perawat masuk membawa bayi Tania. Perawat memberikan bayi Tania kepada Tania.
Tania memeluk bayinya dan mencium pipi bayinya.
“Sayang, kamu akan memberikan nama apa kepada bayimu?”
“Aku akan beri dia dengan nama Eliazer dan aku akan memanggil dia Ezer.” Kata Tania sambil tersenyum
“Nama yang bagus sayang. Berikan padaku, aku ingin menggendong Ezer.” Kata Aunty Joly lalu dia mengambil Ezer dari Tania lalu menggendongnya.
Akhirnya Tania sudah bisa pulang, Tania mencium Ezer dan meletakan Ezer di box. Dia memperhatikan wajah Ezer.
“Sayang kamu mirip dengan papimu.” Kata Tania dalam hati sambil tersenyum.
Tania keluar dari kamar Ezer dan pergi kekamarnya, dia berbaring dan memejamkan matanya.
“Aku sudah memilik Ezer, aku bisa hidup tanpa Kairos. Kalau Ezer sudah empat bulan aku akan mencari pekerjaan di kota ini.” Kata Tania dalam hati.
Akhirnya Tania tertidur
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih