SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Pria di masa lalu


__ADS_3

Cella


Disebuah gedung yang mewah diadakan pertemuan para pengusaha-pengusaha yang ada di kota Rio de Janeiro mereka berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun organisasi pengusaha yang ada di kota tersebut.


Sepasang suami istri bergandengan tangan masuk ke gedung tersebut, semua mata tertuju kepada wanita itu yang tak lain adalah istri Logan. Cella begitu cantik dengan gaun panjang dan belahan sampai setengah paha. Mereka berdua tersenyum dan menyapa para hadirin yang hadir di situ.


Sementara dari kejauhan seorang wanita juga sedang mengamati pria itu, dia ingin mendekat tapi orang yang ingin di dekati selalu bersama dengan istrinya. Dia mengurungkan niatnya dan berbincang dengan para pebisnis yang berada dekat dengannya.


Sementara sang pria yang tak lain adalah Logan, tidak melepaskan genggaman tangan Cella saat dia mengenalkan istrinya kepada pengusaha-pengusaha yang hadir. Begitu juga Cella, dengan ramah dia menyapa rekan-rekan bisnis suaminya.


Tiba-tiba datang lelaki tua menyapa Logan, dengan angkuhnya dia menatap pria itu dari ujung kaki sampai ujung kepala.


“Maaf, saya baru melihat anda di sini. Apakah engkau pengusaha baru di kota ini.” Lelaki tua itu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengannya. Saat memandang wajah dan tato di tangan lelaki tua itu, raut wajahnya langsung berubah.


Melihat wajah dan gambar tato di tangan lelaki tua itu membuat dia teringat akan kedua orang tuanya yang mati di tembak, dia menatap terus pria itu. Logan ingat betul wajah pembunuh kedua orang tuanya.


Melihat Logan seperti itu, sang istri menyikut lengan suaminya lalu Logan tersadar. Kembali dia tersenyum kepada lelaki tua itu kemudian menyambut tangan itu untuk bersalaman.


“Um, iya. Saya pengusaha baru di kota ini. Oh ya, namaku Logan dan ini istriku, Cella” Dia memperkenalkan diri dan istrinya kepada lelaki tua itu.


Dengan sombongnya lelaki tua menatap istrinya, lalu dia tersenyum dan bersalaman dengan Cella.


“Perkenalkan saya Wilfredo, senang bertemu denganmu.” Cella menyambut tangan itu dengan tersenyum dan bersalaman dengan lelaki tua itu.


“Senang juga bertemu dengan Anda, Tuan.” Lelaki tua itu tersenyum kemudian dia meninggalkan Logan dan Cella.


Setelah bertemu dengan Wilfredo, Logan tidak tenang. Dia selalu terbayang wajah lelaki tua itu, ingin rasanya dia membunuhnya. Logan ingin cepat-cepat pulang tapi salah satu rekan bisnisnya menahan dia, mereka masih ingin berbincang-bincang dengannya.


Sedangkan Cella, dia pergi mengambil minum yang ada di meja kemudian berdiri agak sedikit jauh dari suaminya. Tiba-tiba datang seorang pria mudah yang sangat tampan, dia langsung menyapa istri Logan.

__ADS_1


“Hi, apakah kamu sendiri?” tanya pria itu lalu Cella menoleh ke arah suara itu, dan berusaha tersenyum kepadanya.


“Um, tidak. Aku datang bersama suamiku, itu dia.” Cella menunjuk Logan yang sedang berbincang-bincang lalu pria itu tersenyum.


“Oh, itu suamimu.” Cella menganggukkan kepala dan kembali tersenyum. “Oh ya kamu pebisnis juga.” kembali istri Logan menganggukkan kepala menjawab pertanyaan pria itu.


“Iya, aku konsultan keuangan,” jawab Cella seraya meletakkan gelas di meja.


“Oh, konsultan keuangan,” gumam pria itu lalu Cella menganggukkan kepala lagi. “Oh ya, aku Frank.” Dia memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangan kepada wanita itu.


“Cella,” balasnya seraya bersalaman dengan Frank.” Pria itu terlihat sangat senang, lalu mereka berbicang-bincang. Dia bahkan tertarik ingin menjadi mitra dari wanita itu.


Sementara dari kejauhan Logan memperhatikan Cella, dia terlihat cemburu melihat sang istri berbincang dengan laki-laki lain. Logan meniggalkan rekan-rekannya kemudian mengayunkan kaki menghampiri sang istri.


Dia melingkarkan tangan di pinggang sang istri kemudian tersenyum kepada Frank, Cella pun langsung mengenalkan Frank kepada suaminya.


“Oh ya, Logan. Kenalkan ini Frank.” Logan bersalaman dengan Frank, dia sedikit meremas tangan Frank lalu pria itu tersenyum.


“Kita pulang sekarang?” tanya Logan seraya memegang tangan sang istri, dia tidak ingin berlama-lama di gedung itu. Semenjak melihat wajah pembunuh kedua orang tuanya pria itu tidak betah, dia ingin segera pulang.


“Iya kita pulang sekarang.” Cella dan Logan berpamitan kepada Frank juga rekan-rekan bisnisnya kemudian mereka berdua meninggalkan gedung itu.


Saat di mobil, pria itu memilih diam. Dia masih teringat bagaimana kedua orang tuanya di tembak oleh lelaki tua itu saat dia berumur delapan tahun.


Logan menyaksikannya dari balik jendela bagaimana ayah dan ibunya terbaring di lantai bersimbahkan darah. Dia ingat betul bagaimana dia ketakutan dan berlari naik ke rumah pohon dan bersembunyi di sana.


Cella memperhatikan Logan yang terlihat lain saat meniggalkan gedung lalu dia menepuk lengan sang suami. Pria itu terkejut lalu dia fokus menyetir.


“Ada apa denganmu?” tanya sang istri sambil memegang lengan suaminya.

__ADS_1


“Tidak ada, aku merasa lelah saja,” bohong Logan kepada Cella dia tidak ingin istrinya mengetahui hal yang sebenarnya.


Saat tiba di rumah dia langsung menuju kamar putrinya, dia melihat Sabrina sudah tertidur pulas. Logan mengecup kening Sabrina kemudian pergi ke kamarnya, dia melepaskan kemeja dan celana kemudian masuk kamar mandi.


Dia menyalakan shower dan membiarkan air membasahi tubuhnya, Logan memejamkan mata dan mengingat pertemuan tadi dengan lelaki tua itu.


‘Mengapa kami dipertemukan saat aku sudah memiliki istri dan anak, seandainya aku bertemu dengannya di saat aku belum menikah sudahku bunuh dia.’ Logan melayangkan tinju di tembok dan mengumpat.


Sang istri masuk ke kamar mandi dengan keadaan telanjang kemudian bergabung bersama suaminya. Dia mengambil sabun dan menggosokan di punggung Logan kemudian melingkarkan kedua tangan di perut pria itu sambil menyandarkan kepala di punggung kekar Logan.


Logan memejamkan mata dan memegang tangan sang istri dia berusaha membuang jauh-jauh pikiran ingin balas dendam, dia memutar tubuh menghadap Cella kemudian memegang pipi wanita itu.


“Aku sangat mencintaimu.” Cella tersenyum dan membelai dada bidang itu.


“Aku juga mencintaimu.” Mereka berdua berciuman kemudian Logan memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Cella merasakan ada yang aneh terhadap Logan, dia berpikir sang suami cemburu dia berbincang bersama Frank.


“Maaf kalau tadi aku berbincang dengan Frank.” Logan melepaskan pelukannya kemudian menggelengkan kepala dan menatap mata sang istri.


“Aku tidak marah kamu berbincang dengan Frank, Sayang.” Dia tersenyum dan membelai pipi sang istri. “Aku senang kamu memiliki banyak teman.” Cella terlihat senang lalu memeluk suaminya. Mereka berdua melanjutkan mandinya.


Selesai mandi Logan mengenakan celana pendek kemudian berbaring di tempat tidur, kembali dia teringat wajah lelaki tua itu. ‘Aku ingin membalas dendam atas kematian kedua orang tuaku, sudah lama aku mencarinya akhirnya dia muncul di depanku.’


Dia memiringkan badannya dan mencoba tidur lalu dia merasakan tangan sang istri menyentuh punggungnya, dia berbalik dan meluruskan badannya.


“Kamu belum menciumku.” Logan tertawa kemudian mengecup bibir istrinya.


“Good night, sayang. Aku mencintaimu.” Cella tertawa kemudian dia membalas mengecup bibir suaminya.

__ADS_1


“Good night, aku mencintaimu.” Ucapan-ucapan ini selalu mereka lakukan sebelum tidur, saat bangun pun ada ungkapan cinta dari bibir mereka berdua.


__ADS_2