
Subuh Tania terbangun mendengar tangisan Ezer, Tania bangkit berdiri lalu berjalan menuju box.
“Kamu kenapa sayang?” Kata Tania sambil mengangkat Ezer lalu dia menggendongnya. “Kenapa kamu menangis sayang?” Tanya Tania sambil membelai rambut Ezer, Ezer menangis terus. Tania mengecup kening Ezer dan dia merasakan dahi Ezer hangat. “Sayang kamu demam ya?” Kata Tania kemudian dia membangunkan Kairos
“Honey bangun.” Tania membangunkan Kairos, dia menepuk pipi Kairos lalu Kairos terbangun dia melihat Ezer menangis.
Kairos langsung berdiri
“Kenapa Ezer menangis sayang?” Tanya Kairos sambil mengambil Ezer dari Tania lau dia menggendongnya.
“Honey badan Ezer hangat, sepertinya dia demam.” Kata Tania sambil membelai rambut Ezer
Kairos menempelkan pipinya di dahi Ezer
“Iya sayang dahi Ezer hangat.” Kata Kairos sambil membujuk Ezer yang lagi menangis
Sementara di kamar Jessica
Jessica terbangun mendegar tangisa Ezer, Jessica turun dari tempat tidur kemudian dia keluar dari kamar dan menuju ke kamar Kairos. Jessica mengetuk pintu, pintu tebuka lalu Jessica masuk
“Kenapa dengan Ezer? Mengapa dia menangis?” Tanya Jessica sambil mengambil Ezer dari Kairos
“Mam sepertinya Ezer demam. Makanya dia menagis.” Kata Tania
“Oh ya?” Jessica merabah leher Ezer. “Iya badan Ezer hangat. Iya sayang jangan menangis ya.” Bujuk Jessica kepada Ezer tapi Ezer tetap menangis.
Carlos masuk dan melihat Jessica Tania dan Kairos sedang membujuk Ezer.
“Ada apa dengan Ezer? Mengapa dia menangis?” Tanya Carlos sambil menghampiri Jessica
“Beb, Ezer lagi demam.” Jawab Jessica sambil membujuk Ezer
“Kalau begitu telepon Dokter keluarga kita, minta tolong dia kesini.” Kata Carlos sambil memegang pipi Ezer. “Ayo sini dengan grandpa.” Kata Carlos sambil mengambil Ezer dari Jessica, kemudian dia membawa Ezer keluar dari kamar. Dia membawa Ezer ke teras halaman belakang, Carlos melepaskan puppy dari kandang dan Carlos mengajak Ezer bermain. Ezer diam dan memegang puppy, dia menatap Carlos lalu tersenyum kemudian dia kembali menepuk nepuk badan puppy. Carlos duduk di lantai dan membiarkan Ezer bermain dengan puppy
Jessica menghampiri Carlos dan Ezer lalu dia tersenyum
“Syukurlah dia sudah diam.” Kata Jessica sambil duduk di samping Carlos dan memperhatikan Ezer bermain dengan Puppy.”
“Kamu tidur saja kembali.” Kata Carlos kepada Jessica
“Ah tidak beb, ini juga sudah jam lima sebentar lagi aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian.” Kata Jessica sambil membelai pipi Ezer.
Tania dan Kairos datang, mereka melihat Ezer sedang bermain dengan puppy.
“Mam, badan Ezer masih hangat?” Tanya Kairos kepada Jessica, lalu Jessica meraba dahi Ezer
“Iya sayang, nanti sebentar kita bawa dia ke Dokter.” Kata Jessica kemudian dia berdiri.
Kairos duduk di lantai dan memperhatikan Ezer. Tania dan Jessica pergi ke dapur, Tania membantu Jessica menyiapkan sarapan untuk mereka.
“Oh ya Tania apakah Kairos sudah membeli tiket ke Indonesia?” Tanya Jessica sambil membersihkan wortel
“Ehmm… Aku tidak tahu mam.” Jawab Tania. “Mungkin sudah.”
“Ohh…” Gumam Jessica lalu Carlos dan Kairos masuk
“Sayang buatkan susu untuk Ezer ya.” Kata Kairos kepada Tania.
Kairos menarik kursi lalu dia duduk. Carlos meletakkan Ezer di kursi bayi lalu dia menghampiri Jessica dan membantu Jessica.
“Kairos, apakah kamu sudah membeli tiket ke Indonesia?” Tanya Jessica
“Sudah mam, aku sudah beli.” Jawab Kairos sambil bermain dengan Ezer.
“Oh ya sayang, kapan kalian akan menikah? Tanya Jessica sambil mengiris worterl sedangkan Carlos mengupas kentang.
“Mam, nanti saja kalau Acel sudah sembuh. Sekarang Acel masih terbaring di sakit.” Kata Kairos
“Iya mam. Kalau leher Acel sudah sembuh, kita bicarakan pernikahan aku dan Kairos.” Sambung Tania
“Baiklah kalau begitu.” Kata Jessica
Tania memberikan susu kepada Kairos
“Honey bawa saja Ezer ke kamar dan berikan susu ini kepadanya.” Kata Tania sambil memberikan susu kepada Kairos.
__ADS_1
“Iya sayang.” Kata Kairos kemudian dia menggendong Ezer dan mengambil susu dari tangan Tania lalu dia dan Ezer pergi ke kamar. Kairos meletakkan Ezer di box dan memberikan botol susu kepada Ezer.
Beberapa hari kemudina.
Kairos masuk ke dalam kamar Jessica lalu dia menghampiri Acel
“Hei, nanti malam aku dan Tania akan pergi ke Indonesia.” Kata Kairos sambil duduk di sisi tempat tidur.
Acel memegang tangan Kairos
“Berapa lama kamu disana Kairos?” Tanya Acel
“Sampai Angel melahirkan.” Jawab Kairos sambil memegang tangan Acel.
Acel tersenyum lalu dia menepuk lengan Kairos
“Kamu hebat, bisa memiliki anak dari wanita yang berbeda.” Canda Acel lalu Kairos tertawa.
“Kalau Ezer, anak dari hasil cinta.” Kata Kairos
“Tapi kalau dengan Angel anak hasil jebakan.” Canda Acel lagi lalu Kairos tertawa sambil menepuk lengan Acel.
“Kamu bisa saja.” Kata Kairos sambil tertawa. “Oh ya Acel, kamu belum punya pacar?” Tanya Kairos
“Ehmm.. aku sudah punya pacar. Dia ingin sekali kesini tapi dia malu.” Jawab Acel sambil tersenyum.
“Oh ya? Jadi kamu sudah punya pacar?”
“Iya Kairos, pacarku berasal dari Indonesia. Dia cantik sekali.” Jawab Acel sambil tersenyum lalu Kairos tertawa
“Kamu mengikuti jejak papa ya. Oh ya dimana kamu bertemu dengannya?”
“Umm… aku tidak sengaja bertemu dengannya. Saat aku akan masuk ke dalam toko tiba tiba dia menabrakku dan dia terjatuh. Terus aku membantunya berdiri dan akhirnya kita ngobrol ngobrol. Karena dia terburu buru aku meminta nomor teleponnya. And next aku mengajaknya makan siang.” Kata Acel sambil tersenyum
“Kenapa waktu di rumah sakit dia tidak pernah datang?” Tanya Kairos lagi.
“Dia tidak tahu kalau aku mengalami kecelakaan. Dia baru tahu kemarin, aku mengirim pesan padanya, oh ya dia akan datang sore nanti.”
“Oh ya, berarti aku masih akan sempat bertemu dengannya.” Kata Kairos
“Iya Kairos.” Kata Acel sambil tersenyum. “Oh ya Ezer mana?”
“Baiklah Kairos.”
Kairos berdiri lalu memakaikan selimut kepada Acel, kemudian dia meninggalkan Acel dan pergi ke kamarnya. Kairos masuk ke dalam kamar lalu dia membantu Tania
Sedangkan Carlos dia pergi ke kantor Mike. Terlihat Carlos dan Mike sedang bercakap cakap di ruangan Mike
“Bagaimana keadaan Acel?” Tanya Mike sambil menyalakan rokoknya
“Saat ini dia sudah bisa berbicara.” Kata Carlos sambil tersenyum
“Kamu mau merokok Carlos?” Tanya Mike lagi sambil menyodorkan rokok kepada Carlos.
“Iya Mike, sebatang saja.” Kata Carlos lalu dia mengambil rokok dan menyalakannya. “Oh ya Mike, aku tidak mengerti mengapa mereka mengincar kita berdua. Padahal aku sama sekali tidak mengenal mereka.”
“Aku juga Carlos, aku juga bingung. Sepertinya kita yang harus lebih dulu mencari mereka. Kalau tidak keluargamu akan selalu akan dalam bahaya” Kata Mike kemudian dia mengisap rokoknya dan menyemburkan asap lewat mulutnya.
“Iya Mike, kita haris mencari mereka lebih dulu. Pemilik truck juga sudah di amankan oleh polisi, mereka sedang menyembunyikannya. Oh ya Charlie juga berpesan, kita jangan gegabah karena kepala polisi sudah di ganti. Jadi kita harus menunggu kabar dari Charlie.”
“Iya benar Carlos, aku juga dengar dari Swan, kepala polisinya sangat jujur dan tegas.” Kata Mike.
“Makanya Mike, lebih baik kita menunggu kabar dari Charlie saja.
“Iya Carlos.
Sementara di suatu tempat terjadi percakapan
“Oh.. jadi ada yang sengaja menabrak anak dari Carlos?”
“Iya benar Tuan, tapi anak itu selamat.”
“Ohh… siapa kira kira yang menabrak anak itu?”
“Aku juga tidak tahu Tuan, sepertinya Tuan Carlos banyak musuh.”
__ADS_1
“Ya tentu saja dia banyak musuh, aku juga ingin membunuhnya, tapi aku tidak akan mengusik keluarganya. Aku tidak punya urusan dengan keluarganya. Aku hanya berurusan dengan Carlos. Aku ingin membalas atas apa yang sudah di perbuat kepadaku. Gavin, kamu awasi terus Carlos.
“Baik Tuan, kalau begitu aku permisi.” Kata Gavin kemudian dia pergi.
Sementara di rumah Jessica Acel kedatangan pacar Acel
Jessica menyambut pacar Acel dan menyuruhnya masuk ke dalam kamar. Pacar Acel masuk kedalam kamar lalu Jessica meninggalkan Acel dan pacarnya.
Acel tersenyum
“Hi Sheren, ayo duduk disini.” Kata Acel kepada Sheren
Sheren tersenyum lalu dia duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan Acel
“Maaf Acel baru sekarang aku datang melihatmu.” Kata Sheren
“Tidak apa apa Sheren, bagaimana kabarmu?” Tanya Acel sambil memegang pipi Sheren
“Aku baik baik saja, aku terkejut mendengar kamu kecelakaan. Lagipula mengapa kamu baru memberitahuku? Aku mencoba meneleponmu tapi handphone selalu tidak aktif.
“Iya hanphoneku hancur sayang.” Kata Acel sambil mencubit pipi Sheren. “Oh ya Sheren aku sudah tidak bisa berjalan lagi. Aku lumpuh.”
“Terus kenapa kalau kamu lumpu?” Sela Sheren
“Tidak kenapa kenapa.” Kata Acel sambil tersenyum. “Aku hanya ingin kamu tahu saja, mugkin saja kamu menjauh dariku.”
“Kenapa harus menjauh? Bukannya cinta tidak memandang fisik?” Kata Sheren sambil membelai wajah Acel kemudian dia mencium bibir Acel. “Aku mencintaimu.” Kata Sheren lagi
Acel memandang Sheren lalu dia tersenyum
“Aku juga mencintaimu.” Kata Acel sambil membelai wajah Sheren
Lalu Jessica dan Kairos masuk
“Sayang suda waktunya kamu makan.” Kata Jessica sambil meletakkan makanan Acel di meja
Kairos menghampiri Acel lalu tersenyum.
“Ohh.. pacarmu sudah datang ya.” Canda Kairos lalu Acel terseyum
“Iya Kairos.” Kata Acel sambil tersenyum. “Oh ya Sheren, kenalkan ini Kairos kakaku.” Kata Acel kepada Sheren
Sheren tersenyum lalu menyalami Kairos
“Senang bertemu denganmu.” Kata Sheren
“Sama sama Sheren.” Balas Kairos sambil tersenyum. “Oh ya aku tinggalkan kalian berdua, selamat berduaan.” Canda Kairos sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Acel lalu Acel tertawa. “Mam ayo tinggalkan mereka berdua.” Kata Kairos kepada Jessica.
“Tapi sayang mama harus menyuapi Acel.” Kata Jessica kepada Kairos.
“Maammm… biarkan Sheren yang menyuapi Acel.” Kata Kairos sambil menarik Jessica keluar dari kamar.
Acel dan Sheren tertawa melihat Jessica dan Kairos. Sheren mengambil makanan Acel lalu menyuapinya.
“Kamu harus menghabiskan makanmu.” Kata Sheren sambil menyuapi Acel
“Tentu saja aku akan menghabiskannya, apalagi kamu yang menyuapiku.” Kata Acel sambil mencubit pipi Sheren. “Oh ya besok siang kamu datang kesini lagi.” Pinta Acel.
“Iya, besok aku akan kesini lagi. Ayo habiskan makananmu.” Kata Sheren.
“Tapi selesai makan kamu cium aku lagi ya.” Canda Acel lalu Sheren tertawa.
“Iya nanti aku cium kamu. Ayo satu sendok lagi lalu habis.”
Acel tersenyum dan membuka mulutnya lalu Sheren menyuapi Acel. Sheren berdiri lalu meletakkan piring di meja dan mengambil minum untuk Acel. Sheren memasukan sedotan di dalam Gelas lalu dia duduk di sisi tempat tidur dan memasukan sedotan kedalam mulut Acel.
“Terima kasih sayang.” Ucap Acel lalu Sheren tersenyum. “Kamu belum menciumku.” Canda Acel lalu Sheren tertawa.
Sheren mencium bibir Acel lalu Acel membalas ciuman Sheren
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1
Terima kasih untuk vote hari ini Keysha Aryan, Anna, Dan Ikfan James Sullivan. Oh ya sekedar pemberitahuan kalau vote jangan hari sabtu. Cukup senin sampai jumat, karena vote berakhir hari minggu. Sayangkan. Simpan aja nanti senin baru vote lagi. Terima kasih
I Love You All