SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Enjoy time


__ADS_3

Jessica terbangun saat suster masuk ke kamar, dia melihat Carlos masih tertidur pulas mungkin karena pengaru obat. Semalam Jessica tidur di samping Carlos, gadis itu berdiri dari tempat tidur lalu tersenyum kepada suster. Perawat membawa obat-obatan yang akan di minum Carlos dan mereka meletakkan di meja.


“Sepertinya tuan Carlos tertidur pulas ya,” ujar suster sambil memeriksa kantung cairan infus.


“Iya, mungkin itu karena pengaruh obat ya, Sus?” tanya Jessica sambil menatap wajah Carlos yang masih tertidur.


“Iya itu karena obat.” Selesai memeriksa kantong infus  perawat itu pergi, dan tidak lama kemudian masuk petugas pengantar makanan. Mereka meletakkan sarapan Carlos di atas meja.


Saat ini Carlos bisanya makan bubur, Jessica memandang wajah pria itu lalu raut wajahnya berubah sedih. Carlos terlihat sangat kurus, gadis itu jadi merasa bersalah. Jessica mengusap wajanya dan tak terasa air matanya menetes, saat  Carlos bergerak dia cepat-cepat menyeka air matanya.


“Kamu sudah bangun, Sayang?” tanya Carlos dengan memegang tangan Jessica.


“Iya, Babe. Aku membangunkanmu?” Carlos menggelengkan kepala dan tersenyum. Walau’pun wajahnya terlihat pucat tapi tidak menutup keceriaannya.


“Tidak, sini berbaring di sampingku.” Jessica naik ke tempat tidur lalu berbaring di samping Carlos dan memeluk pria itu.


“Maafkan aku, Sayang. Aku sudah menyakitimu dan mengkhianatimu. Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi,” ucap Carlos dengan membelai rambut Jessica.


“Babe, sudah jangan ingat-ingat hal itu lagi. Aku ingin kamu cepat sembuh dan pulang ke apartemen.” Jessica meletakan kepalanya di dada Carlos dan membelainya.


“Selama kamu pergi apakah kamu sering memikirkanku?” tanya Carlos sambil memegang tangan Jessica yang ada di dadanya.


“Iya, setiap malam aku selalu memikirkanmu, kamu tau aku sangat mencintaimu,” ungkap Jessica dengan suara manjanya. Carlos tersenyum, lama dia tidak melihat gadis itu bermanja-manja padanya.


“Iya, aku juga sangat mencintaimu. Waktu kamu pergi aku rasanya ingin mati.” Carlos memejamkan mata, dia sangat menyesal sudah menyakiti gadis itu.


“Sudah jangan di ingat lagi.” Carlos mencium kening Jessica lalu dokter masuk untuk memeriksa Carlos, gadis itu langsung turun dari tempat tidur.


“Wah, cepat sembuh kalau di peluk terus, pelukan obat yang paling manjur.” Dokter bercanda pada Jessica nampak wajah gadis itu memerah.


“Aku sudah bisa pulang, Dok?” tanya Carlos sambil memperhatkan dokter yang sedang menempelkan tetoskop di perutnya.


“Sepertinya besok baru kamu pulang,” jawab dokter tersenyum ramah kepada Carlos.


Selesai memeriksa dokter’pun keluar lalu Carlos menarik tangan Jessica. Gadis itu langsung mengerutkan dahi dan menatap sang kekasih dengan heran.


“Kenapa?” tanya Jessica seraya duduk di sisi brankar.


“Aku ingin segera pulang, sayang. Tempat ini sungguh membosankan.” Sebenarnya Carlos hanya ingin berduaan dengan Jessica, lama tidak mencumbu gadis itu membuat dia sangat merindu.


“Baru beberapa hari sudah bosan,” sahut Jessica dengan meremas hidung Carlos yang mancung itu.


“Iya aku bosan tidak bisa memelukmu lebih sayang.” Kembali Jessica menatap Carlos dengan mengernyitkan dahinya.


“Maksudnya lebih apa?” tanya Jessica dengan heran.


“Iya peluk lebih erat juga lebih lama. Baru saja peluk sudah ada yang masuk, tidak bebas. Aku ingin menciummu lebih lama tapi tidak bisa, selalu ada yang mengganggu.” Jessica tertawa dan menepuk pelan tangan Carlos, dia merasa lucu melihat mimik wajah kekasihnya itu.


“Sabar, besok pasti sudah bisa pulang.” Gadis itu mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Carlos.


Carlos langsung membalas ciuman Jessica lalu tiba-tiba pintu di buka. Petugas kebersihan datang untuk membersihkan kamar, Carlos langsung menatap Jessica dan berbisik.


”Aku sudah katakan, kita tidak bisa pelukan lama tidak bisa ciuman lama.” Carlos terlihat sangat kesal, Jessica hanya tersenyum melihatnya. Dia berdiri dan mengambil bubur lalu menyuapi Carlos.


“Tiap hari kalau kamu menyuapiku pasti badanku akan kembali seperti dulu lagi,” canda Carlos sembari tangan satunya membelai pipi Jessica.


“Iya, nanti di apartemen aku akan menyuapimu setiap hari.” Carlos terkekeh dan mencubit hidung Jessica.


“Perut kamu masih sakit?” tanya Jessica sambil menyuap bubur ke dalam mulut Carlos.


“Tidak sakit lagi. Sayang, nanti katakan pada dokter lepas saja infusnya, aku sudah sehat.” Jessica tersenyum dan terus menyuapi Carlos.


“Iya, nanti kalau dokternya datang aku akan minta infusnya di lepas, lagi pula cairan infusnya sudah mau habis.”


“Sayang nanti aku mau mandi ya.” Kali Carlos yang bermanja-manja kepada Jessica, dia terlihat sangat bahagia akhirnya sang kekasih kembali kepadanya.


“Iya, habiskan dulu buburnya.” Kembali Jessica menyuapi Carlos dan menyeka sisa makanan yang ada di sudut bibir pria itu.


“Kamu mandikan aku ya,” pinta Carlos dengan wajah memohon.


“Iya, nanti aku mandikan, dasar manja.” Carlos tertawa dan mencubit gadis itu.


“Nanti sebelum minum obat kamu mandi.” Carlos menganggukan kepala dan tersenyum kepada gadis itu.


“Iya sayang.”


“Ini satu sendok lagi terus habis.” Carlos membuka mulutnya dan menerima suapan dari Jessica.  Selesai, Jessica meletakkan kembali piring di atas meja.

__ADS_1


Jessica mengambil handuk dan membawa ke kamar mandi, dia mengatur air dingin dan hangat. Selesai, Jessica keluar lalu menyiapkan baju ganti yang sudah di siapkan oleh rumah sakit.


Gadis  menghampiri Carlos dan melepaskan kantong infus dari tiangnya lalu Carlos berdiri kemudian berjalan ke kamar mandi. Jessica menggantungkan kantong infus di gantungan yang ada di kamar mandi.


Jessica melepaskan pakaian Carlos dan  menyalakan shower lalu menyiram ke badan Carlos, pria itu terlihat kurus.


“Babe, kamu terlihat kurus,” kata Jessica sambil menggosok badan sang kekasih.


“Iya aku tau, Sayang, tapi milikku tidak kuruskan,” canda Carlos dengan memegang miliknya dan menunjukkan kepada sang kekasih. Melihat itu Jessica langsung tertawa.


“Babe.” Jessica mencubit perut Carlos lalu pria itu tertawa.


Jessica menyabuni punggung dan belakang pria itu. Carlos memutar badannya menghadap Jessica, lalu memegang wajah cantik itu dengan tangannya yang satu kemudian mencium bibir Jessica.


Gadis itu membalas ciumannya, dia melingkarkan tangannya di leher Carlos dan mereka saling berciuman lalu terdengar ada yang memanggil, Jessica dan Carlos langsung berhenti.


“Babe itu Tiara.” Carlos mengusap wajahnya dengan kasar, dia nampak begitu kesal ada yang mengganggu aksi mereka berdua.


“Mengganggu saja,” umpat Carlos dengan wajah datar sehingga membuat Jessica tertawa.


“Sebentar, Babe.” Jessica keluar dari kamar mandi lalu menemui Tiara


“Mba, sebentar ya Carlos lagi mandi.” Tiara tersenyum dan menganggukkan kepala sambil duduk di sofa.


“Iya, Jess. Tidak apa-apa.” Jessica kembali ke kamar mandi dan memakaikan pakaian pada Carlos kemudian mereka keluar menemui Tiara.


“Hi, Tiara. Bagaimana dengan kantor?” tanya Carlos pada Tiara, sambil berjalan ke tempat tidur lalu Jessica menggantung kembali kantong infus di tiang besi.


“Baik, Tuan. Semuanya lancar,” sahut Tiara sambil memperhatikan tubuh Carlos yang terlihat kurus. Tiara sempat terkejut melihat badan bosnya.


“Bagus kalau begitu.” Carlos  duduk di tempat tidur dan memperhatikan sang kekasih.


“Ini laporan yang Anda minta, semuanya ada dalam map itu.” Tiara  memberikan mapnya pada Carlos lalu pria itu mengambilnya serta membukanya..


“Terima kasih, Tiara,” ucap Carlos sambil tersenyum dan memperhatikan lembaran-lemabaran yang ada di tangannya.


“Aku pamit dulu, cepat sembuh, Tuan Carlos.” Tiara berdiri dan mengambil tasnya, dia ingin kembali ke kantor.


“Iya, Terima kasih, Tiara.” Kembali Carlos berucap sambil menatap asistennya itu.


“Iya, Mba. Terima kasih ya, hati-hati,” ucap Jessica seraya mengantar Tiara sampai depan pintu.


“Iya, sama sama.” Tiara meninggalkan ruangan VIP lalu Carlos membuka map itu tapi Jessica mengambil kembali dari tangan Carlos lalu pria itu menatap heran kepada Jessica.


“Istirahat bukan kerja, lagi pula kamu belum minum obat.” Sudah seperti istri saja Jessica memerintah Carlos dan anehnya pria itu menuruti apa yang di katakan sang kekasih, apakah ini yang dinamakan cinta.


“Iya, Dokter.” Carlos bercanda dan terkekeh lalu Jessica mengambil obat juga air minum kemudian memberikannya kepada Carlos. Setelah itu dia meraih handuk untuk pergi mandi.


“Babe, aku mandi dulua ya. Kamu rebahan saja jangan kerja dulu.”


“Iya, Sayang.” Carlos mengikuti saran Jessica, dia berbaring dan menunggu sang kekasih selesai mandi.


Jessica masuk ke kamar mandi, dia menggantung handuk kemudian melepaskan semua pakaianya dan menyalakan shower. Selesai, dia keluar dan tersenyum menatap Carlos, gadis itu sangat senang karena wajah sang kekasih sudah mulai ceria.


“Tidur di sampingku, aku ingin  memelukmu.” Sambil berucap dia menepuk tempat tidur mengisyaratkan agar Jessica berbaring.


Jessica naik ketempat tidur dan berbaring di samping Carlos, dia meletakan kepala di dada Carlos lalu memejamkan mata. Akhirnya pasangan kekasih itu tertidur.


Pintu kamar di ketuk, Jessica bangun lalu membuka pintu. Ternyata Andrew yang datang, mereka  berdua saling berpelukan kemudian mengajak sahabatnya masuk.


“Bagaimana di sekolah, Ndrew? aku sudah beberapa hari ijin,” ujar Jessica seraya duduk di sisi tempat tidur.


“Tenang saja aku sudah beritahu wali kelas, dia mengerti kok. Lagi pula kamu’kan selalu rajin buat tugas. Jadi tidak masalah, bagaimana Carlos? kapan dia pulang.” Tanya Andrew sambil berdiri di sisi tempat tidur dan menatap wajah kekasih Jessica.


“Sudah baikkan, besok suda bisa pulang.”


“Baguslah, lihat wajahnya sekarang cerah, Jess. Tidak seperti waktu yang lalu.” Jessica tersenyum dan menganggukkan kepala membenarkan apa yang dikatakan Andrew.


“Iya, Ndrew. Terima kasih ya, kalau tidak ada kamu aku tidak tau dia akan jadi apa.” Andrew tersenyum dan menepuk pelan lengan Jessica.


“Iya, itu gunanya teman, Jess,” kata Andrew  “Oh ya, kamu jangan terlalu dekat dengan Glen.” Andrew mengingatkan Jessica karena menurut pria itu Glen bukan orang yang baik.


“Kenapa, Ndrew?” Andrew mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan membuka media sosialnya kemudian  menunjukan sesuatu kepada Jessica.


“Kamu lihat meda sosialmu, Glen memposting foto-foto mesra kamu dengan dia dan menandai  kamu. Aku rasa dia sengaja melakukan ini untuk membuat kamu dengan Carlos berpisah.” Jessica melihat foto-foto itu lalu dia terkejut, Jessica tidak percaya Glen melakukan itu.


“Ndrew, ini foto sudah di edit sama Glen, ini  aku bersama Fanya bukan dengan dia. Gambar  Fanya di ganti sama dia. Gila si Glen, ini tanganku melingkar di punggung Fanya dan mencium pipi Fanya dan yang mengambil gambar ini si Glen.” Jessica menjelaskan semuanya kepada Andrew.

__ADS_1


“Makanya aku kasih tau kamu jauhi Glen, hubungan kamu dengan Carlos sudah baik jangan sampai di rusak lagi sama pria itu,” saran Andrew. Melihat kebahagiaan pasangan kekasih itu dia tidak ingin Glen memisahkan mereka.


“Iya Ndrew, aku tidak ingin berpisah lagi dengan Carlos, aku sangat mencintainya.” Jessica menatap Carlos yang lagi tidur.” Aku tidak ingin kehilangan Carlos.” Jessica tersenyum melihat sang kekasih sudah bangun.


“Hi, Ndrew. Sudah dari tadi?” tanya Carlos seraya bangun dan duduk.


“Belum lama, tidurmu pulas sekali Carlos dan wajahmu terlihat cerah sekarang?” goda Andrew sambil mata melirik kepada Jessica.


“Terima kasih, Ndrew,” ucap Carlos dengan tersenyum.


“Oh ya ini kunci mobilmu.” Andrew  mengeluarkan kunci dari saku celananya dan ingin memberikannya kepada Carlos.


“Terus kamu pulang pakai apa, Ndrew?” tanya Jessica dengan mengerutkan dahi menatap sahabatnya itu.


“Pakai taxi online saja, Jess.”


“Bawah saja dulu mobilnya, Ndrew.”  Carlos menolak kunci yang diberikan Andrew padanya.


“Iya, nanti besok pagi kamu jemput aku dengan Carlos. Besokkan libur,” sambung Jessica dengan wajah memohon kepada pria itu.


“Baiklah kalau begitu.” Andrew memasukan kembali kunci mobil ke saku celananya lalu  suster masuk dan melepaskan jarum infus dari tangan Carlos.


“Mba Jessica besok pagi tuan Carlos sudah bisa pulang,” ujar suster sambil meletakan selang infus di tempatnya.


“Iya, Sus. Terima kasih ya,” ucap Jessica dengan tersenyum kepada suster.


“Iya sama-sama, Mba Jessica.” Suster meninggalkan ruangan lalu tidak lama kemudian Andrew pamit pulang.


Begitu Andrew pergi  Carlos berdiri lalu duduk di sofa. Dia terlihat bebas karena infusnya sudah di lepas, pria itu mengambil map dan mengeluarkan laporan perusahaan kemudian memeriksanya.


Sementara Jessica mengambil buku kemudian merebahkan diri di sofa, Carlos mengangkat kedua kaki gadis itu dan meletakkan di pahanya.


Hari semakin malam jam Carlos melihat jam yang tergantung di dinding sudah menunjukkan puku sebelas malam, dia berdiri dan mengambil buku yang sedang Jessica baca.


“Sudah waktunya tidur.” Jessica melengkungkan bibis kemudian bangun dan duduk di sofa.


“Baiklah, Babe.  Ayo tidur.” Carlos pergi  mengunci pintu kamar dari dalam, kemudian dia berjalan meghampiri Jessica dan  berbisik padanya.


“Biar tidak ada yang mengganggu kita.” Jessica menatap Carlos dengan heran.


“Kamu mau apa?” tanya Jessica dengan mengernyitkan dahinya.


“Mau memakanmu,” sahut Carlos lalu dia langsung mencium bibir gadis itu dan membaringkan tubuhnya di sofa. Kini dia berada di atas tubuh Jessica dan membelai wajah sang kekasih.


“Aku sangat merindukanmu, Sayang.” Setelah berucap Carlos  mengecup bibir Jessica


“Aku juga rindu padamu, Babe.” Jessica melingkarkan kedua tangannya di punggung Carlos.


“Apa yang kamu rindukan dariku?” tanya Carlos sambil mencium leher Jessica dan meremas lembut salah satu bukit kembar gadis itu.


“Rindu ciumanmu, pelukanmu dan cintamu.” Carlos tersenyum mendengar pengakuan sang kekasih.


“Hanya itu, kamu tidak rindu dengan dia?” Bisik Carlos di telinga Jessica lalu menggigit lembut kuping sang kekasih dan menghembuskan nafasnya di belakang telinga gadis itu.


“Aku juga merindukannya Babe,” sahut Jessica dengan balas berbisik.


“Dia juga sangat merindukanmu." Carlos meraba bibir Jessica. “Sudah lama aku tidak menyentuh bibirmu, ” ujar Carlos lalu mencium bibir Jessica.


Jessica membalas ciuman Carlos, mereka berdua saling berciuman lalu pria itu berhenti dan menatap sang kekasih.


“Kamu semakin aktif,” goda Carlos lalu Jessica tertawa, kemudian berciuman kembali


Lama tidak melakukan penyatuan membuat pasangan kekasih itu bermain dengan liar, tidak perduli kalau mereka lagi di rumah sakit. Jessica beberapa kali mengalami pelespasan. kini tubuh Carlos terbaring di atas Jessica.


Napasnya masih tidak teratur, Carlos mengecup bibir Jessica lalau turun dari atas tubuh gadis itu, mengajaknya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka dari sisa-sisa percintaan.


Selesai, mereka kembali ke tempat tidur dan berbaring.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Oh ya mampir juga di karya terbaruku dengan judul :


AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2