SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Di ikuti


__ADS_3

Jessica sedang mempersiapkan sarapan untuk Pedro dan anak anaknya dan Jessica merasakan tangan Pedro melingkar di pinggangnya, Jessica tersenyum.


“Selamat pagi Pedro.” Sapa Jessica pada Pedro sambil membalikkan badannya menghadap Pedro


“Selamat pagi Jessi.” Balas Pedro sambil mengecup kening Jessica dan mencium bibir Jessica. “Kenapa kamu tidak membangunkanku?”


“Hmm.., aku tidak membangunkanmu karena aku lihat kamu masih tertidur pulas.” Jawab Jessica sambil tersenyum kemudian dia melepaskan pelukan Pedro lalu mengatur makanan di meja makan dan Pedro membantu Jessica. Kedua anak Jessica Acel dan Cella datang.


“Selamat pagi mama.” Kata Acel sambil memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica


“Selamat pagi sayang.” Kata Jessica.


Cella juga memeluk dan mencium Jessica.


“Selamat pagi mam. Selamat pagi Pedro.” Sapa Cella pada Jessica dan Pedro.


“Selamat pagi Cella, acel.” Balas Pedro dan mereka duduk di meja makan.


“Sayang Kairos mana?” Tanya Jessica pada Acel.


“Mungkin masih tidur mam.” Jawab Acel.


Jessica pergi ke kamar Kairos, dia membuka pintu dan melihat Kairos masih tidur. Jessica duduk disisi tempat tidur dan mencium kening Kairos. Kairos membuka matanya dan tersenyum.


“Selamat pagi mam.” Sapa Kairos pada Jessica


Jessic tersenyum.


“Selamat pagi sayang. Kamu tidak kuliah?”


“Aku kuliah tapi nanti siang mam.”


“Oh begitu. Ayo bangun terus sarapan!”


“Iya mam. Aku mandi dulu.” Kata Kairos


“Baiklah, jangan lama lama ya! Mereka sudah menunggumu di meja makan.” Kata Jessica kemudian dia keluar dari kamar Kairos dan pergi keruang makan kemudian dia duduk. “Kita tunggu Kairos ya.” Kata Jessica pada Pedro, Acel dan Cella.


Tidak lama kemudian Kairos datang dan mereka sarapan bersama, selesai sarapan Kairos mengantar Cella dan Acel kesekolah dan Pedro mengantar Jessica kekantor.


Sampai di kantor Jessica langsung menyalakan komputernya dan dia duduk di depan meja kerjanya. Lalu Pedro berpamitan pada Jessica.


“Jessi aku pergi sebentar ya. Nanti aku akan menjemputmu untuk makan siang.”


“Baiklah Pedro, hati hati ya.” Kata Jessica pada Pedro


Pedro tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.


“Iya, Terima kasih ya.” Kata Pedro sambil mengecup kening Jessica. Dia melepaskan pelukannya dan meniggalkan ruangan Jessica. Jessica juga mengantar Pedro sampai di depan kantor dan mereka berdua beciuman. Lalu pedro pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya.


Jessica memperhatikan sebuah mobil di parkiran. Saat mobil Pedro meninggalkan parkiran, mobil itu juga meninggalkan parkiran. Jessica menjadi curiga, Jessica kembali ke ruangannya dan mengambil handphone kemudian dia langsung menghubungi Pedro. Terdengar nada panggil dan suara Pedro terdengar dari seberang telepon.


“Hallo Jessi ada apa? Tanya Pedro.


“Hmm… Pedro coba kamu perhatikan di kaca spionmu kalau ada mobil berwana silver di belakangmu?”

__ADS_1


“Kenapa Jessi? Tanya Pedro lagi.


“Coba kamu lihat saja apakah ada mobil sedan silver mengikutimu?”


“Iya Jessi, ada mobil sedan berwarna silver berada di belakangku tapi tidak begitu dekat.” Jawab Pedro dari seberang telepon.


Jessica langsung menjadi khawatir.


“Kalau begitu sekarang kamu kembali ke kantor Pedro!”


“Kenapa harus kembali kekantor?”


“Pedro tolong ikuti saja perkataanku! Kembali kekantorku sekarang!” Kata Jessica lagi.


“Baiklah Jessi, aku kembali kekantormu sekarang.”


“Aku tunggu kamu di kantor.” Kata Jessica pada Pedro kemudian dia menutup telepon dan langsung menghubungi Charlie. Terdengar suara Charlie di seberang telepon.


“Selamat pagi Jessi, apakah semua baik baik saja?” Tanya Charlie dari seberang telepon.


“Charlie tolong suruh anak buahmu ke kantorku sekarang!”


“Ada apa Jessi, apakah Carlos masih mengikuti kamu dan Pedro?”


“Kali ini bukan Carlos yang mengikuti aku dan Pedro, tapi orang lain. Aku tidak tahu siapa. Makanya aku minta suruh anak buahmu untuk ke kantor sekarang!” Kata Jessica.


“Baiklah Jessi aku dan anak buahku akan segera ke kantormu sekarang.”


“Terima kasih charlie.” Ucap Jessica dan Jessica menutup teleponnya kemudian dia pergi kedepan kantor . Jessica menunggu Pedro, dia sangat khwatir pada Pedro.


“Siapa orang yang mengikuti Pedro?” Tanya Jessica dalam hati, dan Jesica melihat Pedro berjalan ke arahnya.


“Jessi siapa yang mengikutiku?” Tanya Pedro penasaran.


“Kita bicara di dalam saja Pedro.” Kata Jessica dan mereka berdua masuk kedalam kantor menuju keruangan Jessica. Mereka masuk dan duduk di sofa. “Pedro mulai sekarang kamu tidak boleh pergi sendirian.”


“Kenapa Jessi?”


“Pedro, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Aku curiga Carlos sedang mengawasimu. Tolong jangan pernah pergi sendirian. Aku akan meminta anak buah Charlie untuk selalu bersamamu dan aku ingin kamu tinggal di rumahku saja.”


“Jessi itu tidak perlu, aku tidak perlu pengawal. Kamu tenang saja, tidak akan terjadi apa apa padaku.” Kata Pedro pada Jessica


“Tidak Pedro aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, kamu tidak tahu siapa Carlos. Tolong biarkan anak buah Charlie bersamamu please.” Jessica memohon pada Pedro dan akhirnya Pedro mengikuti permintaan Jessica. Dan pintu ruangan Jessica di ketuk.


“Itu pasti Charlie dan anak buahnya.” Kata Jessica. “Masuk saja Charlie.”


Pintu terbuka dan Charlie beserta anak buahnya masuk. Jessica berdiri dan duduk di depan meja kerjanya lalu dia menyuruh Charlie bersama anak buahnya untuk duduk .


“ Charlie, aku ingin salah satu dari mereka untuk terus bersama pedro.” Pinta Jessica pada Charlie.


“Baiklah Jessi, nanti Alex akan bersama Pedro.” Kata Charlie pada Jessica. Pedro hanya mendengar pembicaraan Charlie dan Jessica.


“Oh ya Charlie, aku ingin mereka mencari tahu siapa orang yang berada di mobil sedan itu.”


“Baik Jessi, aku akan menyuruh Blane dan Hank untuk mengawasi mobil itu.”

__ADS_1


“Terima kasih Charlie. Oh ya Charlie di lantai 2 ada ruangan yang tidak di pakai. Lebih baik kamu gunakan ruangan itu bersama anak buahmu!”


“Terima kasih Jessi. Oh ya aku punya ide.” Kata Charlie pada Jessica.


“Ide apa Charlie?” Tanya Jessica penasaran.


“Uummm…, begini Jessi. Bagaimana kalau kita gunakan Pedro untuk mengetahui siapa yang berada di mobil silver itu?”


“Ide yang bagus Charlie.” Sela Pedro pada Charlie. “Aku setuju, aku ingin tahu siapa orang yang mengikutiku.”


“Tapi Pedro itu berbahaya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.” Kata Jessica dengan khawatir


“Jessi kamu tidak usah khawatir tidak akan terjadi apa apa padaku.”


“Iya Jessi kamu tidak usah khwatir. Ada Blane dan Hank yang akan mengawasi orang itu. Kalau dia akan berbuat sesuatu pada Pedro, mereka akan langsung menembaknya.” Kata Charlie menenangkan Jessica.


“Apa yang di katakana Charlie itu bagus Jessi. Kita harus mencari tahu siapa orang itu, aku akan keluar dan berpura pura menelepon di dekat mobilku.”


“Tapi Pedro...”


“Jessi kamu tidak usah khawatir, di sini banyak anak buah Charlie dan mereka semua profesioanal.


“Baiklah Pedro terserah kamu saja.” Kata Jessica dengan suara memelas. “Charlie tolong jangan hanya Blane dan Hank saja. Panggil juga Marcio dan Emil.


“Jessi, Marcio dan Emil sudah berada di luar. Mereka juga sedang mengawasi, kamu tenang saja.”


“Baiklah kalau begitu Charlie. Tolong jangan sampai terjadi sesuatu pada Pedro.”


Pedro tersenyum melihat Jessica yang begitu khawatir padanya. “Apakah Jessica sudah mulai mencintaiku?” Kata Pedro dalam hati. Pedro mendekati Jessica dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. “Kamu jangan khawatir, aku akan baik baik saja. Ok!”


Jessica menganggukan kepala dan memeluk Pedro. “Mengapa aku begitu khawatir pada Pedro? Aku seperti takut kehilangan Pedro. Apakah aku mulai mencintainya?” Kata Jessica dalam hati. Dia memeluk erat tubuh Pedro. “Hati hati ya Pedro!”


“Iya Jessi, disini banyak anak buah Charlie.” Kata Pedro pada Jessica.


“Oh ya Pedro, kamu pakai walkie talkie ini!” Kata Charlie


“Baik Charlie, sini berikan padaku.”


Charllie memberikan walkie talkie pada Pedro dan Pedro mengaitkannya di ikat pingganya dan menutup dengan kaosnya. Charlie juga memberikan earphone pada Pedro dan Charlie memasukan kabelnya di dalam kaos Pedro dan memasangkannya di kuping Pedro.


“Kamu sudah siap Pedro?” Tanya Charlie


“Iya Charlie aku sudah siap. Apakah mereka yang diluar juga sudah siap?”


“Mereka semua sudah siap Pedro. Aku juga akan keluar dan mengawasinya.”


“Baiklah Charlie, kalau begitu aku keluar sekarang.” Kata Pedro.


“Pedro hati hati ya.” Kata Jessica dengan penuh ke khawatiran


“Iya Jessi. Kamu jangan khawatir.” Pedro mencium bibir Jessica dan dia meninggalkan ruangan Jessica dan pergi ke parkiran.


Selamat membaca


Terima kasih bagi yang masih setia membaca dan like.

__ADS_1


__ADS_2