SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 21


__ADS_3

Portugal


Vania dan Pedro tiba di Portugal, mereka di jemput oleh sopir Tuan Hector. Tiba di rumah mereka berdua di sambut oleh Tuan Hector


“Bagaimana bulan madu kalian berdua?” Tanya Tuan Hector sambil memeluk Vania dan mencium ke dua pipi Vania


“Umm.. sungguh menyenangkan mertua.” Jawab Vania dan Tuan Hector tertawa. Dia selalu merasa lucu kalau Vania memanggilnya mertua.


Pedro juga memeluk Tuan Hector


“Bagaimana kabarmu dad?” Tanya Pedro


“Daddy baik baik saja.” Jawab Tuan Hector sambil tersenyum. “Sebaiknya kalian istirahat dulu, nanti makan malam aku akan membangunkan kalian.”


“Baiklah dad.” Kata Pedro


“Oh ya Pedro, apakah daddy akan memiliki cucu?” Bisik Tuan Hector di kuping Pedro


Pedro tertawa dan berbisik ke pada Tuan Hector


“Daddy tenang saja, aku pasti akan memberikan daddy cucu.”


Tuan Hector tersenyum


“Baiklah, semoga secepatnya.” Kata Tuan Hector dan Pedro tertawa


Pedro mengajak Vania ke kamar untuk beristirahat. Mereka berdua masuk ke dalam kamar, Vania langsung mengganti pakaiannya lalu dia berbaring di tempat tidur. Begitu juga dengan Pedro, dia mengganti pakaiannya dan ikut berbaring di samping Vania.


Selama tinggal di kediaman Tuan Hector Pedro memberikan Vania Assisten yang bisa berbahasa Inggrish, tapi secara perlahan lahan juga Vania belajar Bahasa Portuguese. Kemanapun Vania pergi assisten ini akan menemani Vania.


Semenjak tinggal di Portugal Pedro bekerja di perusahaan Tuan Hector.


“Vania sayang, aku harus pergi ke kantor nanti kalau kamu mau shoping atau pergi ke suatu tempat nanti Celeste akan menamanimu.” Kata Pedro sambil melingkarkan tangannya di pinggang Vania kemudian dia mengecup kening Vania.


“Iya Pedro sayang, hati hati. Dan Jangan melirik wanita di kantor daddymu.” Kata Vania sambil merapikan kemeja Pedro


Pedro tersenyum dan mencubit hidung Vania


“Tentu saja Vania sayang, aku tidak akan melirik wanita karena aku sudah memiliki wanita yang sangat cantik dan hebat di ranjang.” Canda Pedro lalu Vania mencubit pinggang Pedro. “Ahh.. sakit sayang.” Rintih Pedro sambil memegang tangan Vania.


“Makanya jangan menggodaku.” Kata Vania dan Pedro tertawa.


“Baiklah Vania sayang, aku harus pergi.” Kata Pedro kemudian dia mencium bibir Vania dan mereka berdua saling berciuman, Pedro meremas dada Vania tapi Vania menahannya


Vania mengentikan ciumannya dan menatap Pedro


“Kamu mau ke kantor atau tidak.”


Pedro tersenyum


“Aku akan ke kantor Vania sayang.” Kata Pedro kemudian dia mengecup kening Vania “Kalau begitu aku pergi sekarang.”


“Hati hati ya!” Kata Vania sambil memeluk Pedro


“Terima kasih sayang.” Ucap Pedro kemudian dia keluar dari kamar.


Pedro masuk kedalam mobil lalu menghidupkan mesin mobil, kemudian dia menjalankan mobilnya menuju ke kantor.


Sementara di kamar Vania sedang merapikan tempat tidur, tiba tiba dia merasa pusing. Vania duduk di sisi tempat tidur kemudian dia berbaring. Dan tiba tiba dia merasa mual, dia bangun dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi. Dia mencoba muntah di wastafel tapi tidak ada makanan yang di keluarkannya. Vania membersihkan mulutnya dan memandang wajahnya di cermin


“Jangan jangan aku hamil?” Kata Vania dalam hati


Vania keluar dari kamar mandi dia mengganti kimononya lalu keluar dan mencari Celeste. Dia bertemu dengan Celeste


“Celeste apakah kamu sibuk?” Tanya Vania


“Um.. tidak nyonya. Ada apa?”


“Aku ingin pergi ke Dokter, bisa kamu mengantarku?”


“Kenapa Nyonya? Apakah Nyonya sakit?” Tanya Celeste


“Aku hanya merasa pusing saja, dan perutku terasa mual. Aku ingin pergi ke Dokter kandungan, mungkin saja aku hamil.”


Celeste terlihat gembira.

__ADS_1


“Iya Nyonya Anda pasti hamil.” Kata Celeste. “Aku akan mengantar Anda ke Dokter Nyonya.”


“Terima kasih Celeste, kalau begitu aku ganti pakaianku dulu.” Kata Vania lalu dia meninggalkan Celeste.


Vania kembali ke kamarnya kemudian dia mengganti pakainnya.


“Mudah mudahan aku hamil.” Kata Vania dalam hati. “Aku juga sangat merindukan punya bayi.”


Vania tersenyum di depan cermin sambil memegang perutnya


“Kalau aku benar benar hamil, Pedro dan mertuaku pasti akan senang. Aku ingin melihat mereka bahagia, apalagi mertua. Dia pasti sangat merindukan memiliki cucu.” Kata Vania sambil tersenyum


Vania keluar dari kamar lalu pergi menemui Celeste


“Celeste, kita pergi sekarang?” Tanya Vania


“Iya Nyonya, kita pergi sekarang.


Vania dan Celeste keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Celeste mengemudikan mobil menuju ke klinik.


“Nyonya kalau benar Anda hamil, Tuan Hector pasti akan senang. Dia sangat merindukan cucu.” Kata Celeste dan Vania tersenyum


“Iya Celeste, aku juga rindu ingin punya anak.” Kata Vania dan akhirnya mereka tiba di klinik


Vania dan Celeste masuk ke dalam Klinik kemudian Celeste mendaftarkan Vania dan mengambil nomor antrian.


Dan akhirnya tiba giliran Vania, mereka berdua masuk kedalam ruangan lalu Dokter menyuruh mereka berdua duduk.


Celeste menerjamahkan setiap apa yang di katakan Dokter kepada Vania


Dokter meminta Vania berbaring di tempat tidur, lalu Vania berdiri dan berbaring di tempat tidur.


Dokter menghampiri Vania lalu mengoleskan gel di perut Vania kemudain Dokter menggerak gerakkan alat usg di atas perut Vania.


Dokter melihat Vania dan tersenyum


“Parabens, voce esta gravida agora.” Kata Dokter kepada Vania


Vania menatap Celeste dengan heran karena dia tidak mengerti apa yang dikatakan Dokter. Celeste tertawa melihat mimic wajah Vania


“Nyonya, Dokter mengakatakan kalau nyonya sekarang lagi hamil. Dan dia mengucapkan selamat kepada Nyonya”


“Baik Nyonya.” Kata Celeste kemudian dia menanyakan kepada Dokter usia kandungan Vania.


“Dokter sudah berapa bulan usia kandungan Nyonya Vania.”


“Sudah 3 bulan lebih.” Jawab Dokter


“Apakah sudah bisa lihat jenis kelaminnya?” Tanya Celeste lagi


“Tentu saja sudah bisa.” Jawab Dokter sambil tersenyum kemudian Dokter kembali menggerakan alat usg, dia ingin melihat jenis kelamin janin Vania.


Dokter menatap Celeste dan tersenyum


“Jenis kelaminnya perempuan.” Kata Dokter


Celeste berdiri dan menghampiri Vania


“Nyonya Usia kandungan Nyonya sudah 3 bulan dan jenis kelamin bayi Nyonya perempuan.” Kata Celeste


Terlihat Vania sangat bahagia.


“Benarkah Celeste?” Tanya Vania


“Iya Nyonya, bayi anda perempuan.”


Dokter tersenyum melihat Vania dan Celeste kemudian dia membersihkan sisa sisa gel yang ada di perut Vania kemudian dia kembali duduk.


Vania berdiri dan duduk begitu Celeste dia duduk di samping Vania, kemudian dokter memberikan vitamin kepada Vania.


Celeste dan Vania meninggalkan klinik dan kembali kerumah.


“Selamat ya Nyonya.” Ucap Celeste


“Terima kasih Celeste. Oh ya Celeste jangan beritahu Tuan Pedro dan Tuan Hector ya, aku ingin memberi kejutan kepada mereka berdua.” Kata Vania sambil mengelus perutnya, dia sangat bahagia akan memeliki anak.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di rumah. Vania turun dari mobil, dia langsung menuju ke kamarnya. Vania masuk lalu berbaring di tempat tidur.


“Aku akan memberikan kejutan kepada suamiku tercinta. Aah..Pedro sayang kamu akan segera menjadi papi.” Kata Vania sambil tersenyum sendiri. “Kebahagiaanku lengkap sudah.”


Seattle


Usia kandungan Tania sudah masuk delapan bulan, Tania mengurung diri terus di kamar.


Papi Tania masuk ke dalam kamar dan menghampiri Tania, dia duduk di samping Tania lalu membelai rambut Tani


“Papi sangat senang, sebentar lagi papi akan memiliki cucu.” Kata papi Tania dan Tania tersenyum sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.


“Terima kasih pi.” Kata Tania sambil menyandarkan kepalanya di bahu papinya.


“Oh ya sayang, mulai besok papi akan bekerja.”


“Benarkah? Jadi lamaran kerja papi sudah di terima?” Tanya Tania dengan senang


“Iya sayang, papi kembali bekerja sebagai Arsitek. Sesuai dengan ke ahlian papi.”


Tania tersenyum lalu memeluk papinya


“Aku sangat senang mendengarnya pi.” Kata Tania lalu dia mencium pipi papinya


“Sayang, kamu benar benar tidak ingin mengatakan kepada orang tua Kairos kalau sebentar lagi kamu akan melahirkan?”


Tania menunduk dan menggeleng gelengkan kepala


“Tidak pi, biarkan saja aku yang akan membesarkan anakku.” Kata Tania


“Baiklah sayang, papi tidak akan memaksamu.” Kata papi Tania kemudian dia berdiri dan keluar dari kamar Tania


Tania memandang keluar jendela, dia mengelus perutnya


“Sayang maafkan mommy ya, mommy tidak ingin papi kamu tahu. Mommy yang akan membesarkamu.” Kata Tania sambil mengelus perutnya yang besar.


Indonesia


Terlihat Angel sedang memapah Kairos masuk ke dalam salah satu hotel di kota Manado, Kairos sudah dalam keadaan mabuk. Angel mendudukan Kairos di sofa lalu dia memesan dua kamar. Satu untuknya dan satunya lagi untuk Kairos. Petugas hotel membantu Angel membawa Kairos ke dalam kamar, dan membaringkan Kairos di tempat tidur.


Angel melepaskan sepatu Kairos dan menaikkan kaki Kairos ke tempat tidur.


“Tani aku sangat mencintaimu.” Kata Kairos sambil memuta tubuhnya. “Tania mengapa kamu meninggalkanku.” Kata Kairos lagi


Angke melihat air mata keluar dari sudut mata Kairos


“Kasihan dia, dia terlihat sangat menderita.” Kata Angel dalam hati.


Angel membuka kaos Kairos, karena Kaos Kairos sudah basah. Kairos menatap Angel dan membelai pipi Angel


“Tania, jangan pergi lagi. Aku sangat mencintaimu.” Kata Kairos sambil memebelai wajah Angel


Angel menepuk pipi Kairos


“Kairos aku Angel bukan Tania.” Kata Angel kemudian dia turun dari tempat tidur, dia ingin menjemur kaos Kairos tapi Kairos menarik tangan Angel dan Angel jatuh di tempat tidur.


Kairos langsung memeluk Angel.


“Kamu bohong Tania.” Kata Kairos kemudian dia mencium bibir Angel


Angel terkejut dan mencoba untuk menghindar tapi Kairos menahan Angel


“Ayolah sayang, aku sangat merindukanmu.” Kata Kairos sambil membelai wajah Angel kemudian dia kembali mencium bibir Angel


Akhirnya mereka berdua saling berciuman, Kairos mulai meremas dada Angel. Angel memejamkan matanya saat jari jemari Kairos mulai masuk ke dalam roknya. Dan dia merasakan jari Kairos bermain disana. Angel mulai mendesah dan meremas rambut Kairos. Kairos berhenti mencium Angel dan melepaskan pakaian Angel lalu dia kembali mencium Angel, dia mencium leher Angel dan berbisik


“Aku sangat merindukanmu sayang.” Kata Kairos kemudian dia meremas dada Angel dan kembali mencium bibir Angel.


Dan akhirnya mereka berdua melakukan hubungan itu. Terdengar desahan desahan dari bibir Angel, Kairos memacu gerakannya sehingga membuat Angel merintih menaha kenikmatan


“Sudah lama aku tidak melakukan hubungan ini.” Kata Angel dalam hati sambil menikmati permainan Kairos dan Akhirnya tubuh Angel tersentak, dia memeluk Kairos dengan Erat. Kairos masih memacu gerakannya, dia memeluk Angel dengan erat, dan terdengar erangan kenikmatan dari bibir Kairos lalu dia terbaring di atas tubuh Angel. Angel mendorong denga pelan tubuh Kairos lalu Kairos terbaring di tempat tidur, Kairos menarik Angel dan memeluknya.


Kairos tertidur. Begitu juga dengan Angel, dia tertidur di pelukan Kairos.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2