
Portugal
Akhirnya usia kandungan Vania masuk Sembilan bulan, Pedro tidak ingin Vania melahirkan normal. Dia ingin Vania di operasi Caesar. Dan hari ini Vania akan menjalani operasi, Pedro mendampingi Vania.
“Sayang kamu harus tenangkan pikiranmu ya, jangan stress supaya operasinya lancer.” Kata Pedro sambil membelai rambut Vania.
“Tapi Pedro sayang, kamu akan bersamaku di dalamkan?”
“Tentu saja Vania sayang, aku akan terus bersamamu sampai kamu selesai di operasi.” Kata Pedro sambil mengecup kening Vania.
Tidak lama kemudian Vania masuk ke dalam ruang operasi bersama Pedro. Vania duduk di tempat tidur lalu dokter Anestesi menghampiri Vania
“Mau Anestesi spinal yang di kombinasian dengan sedasi Anestesi spinal yang di lanjutkan dengan anestesi umum?” Tanya Dokter kepda Vania
“Ahh.. Dokter kedua duanya aku tidak mengerti.” Kata Vania lalu dokter tertawa.
“Begini Nyonya, kalau Nyonya mau anestesi spinal yang di kombinasikan dengan sedasi saat operasi berlangsung nyonya akan tetap sadar dan bisa mendengarkan suara di sekeliling walaupun sedikit, Nyonya akan merasakan rilex dan mengantuk tapi masih tetap sadar. Nah kalau Anestesi umum, Nyonya tidak akan sadarkan diri saat operasi berlangsung.” Kata Dokter kepada Vania sambil tersenyum
“Ohh begitu ya Dok.”
“Iya Nyonya, jadi Nyonya mau pilih yang mana? Tanya Dokter
“Umm.. yang pertama saja Dok.” Jawab Vania.
“Baiklah Nyonya aku akan menyuntik Nyonya sekarang.”
Vania duduk kemudian Dokter mengambil suntik dan memasukkan obat ke dalam suntik kemudian Dokter menyuntikannya di belakang Vania yang sudah dia tandai. Dokter juga memasukan obat ke dalam infus Vania agar Vania merasa rilex dan mengantuk tapi dia masi bisa mendengar suara di sekelilingnya.
Dokter mendampingi Vania, dia menunggu sampai obat itu bekerja.
Akhirnya Vania menjalani operasi, Pedro mendampingi Vania dia memegang terus tangan Vania. Dan akhirnya operasi selesai, Pedro menggendong bayinya yang masih berdarah dan menunjukannya kepada Vania. Vania memegang bayinya lalu dia tersenyum
Pedro memberikan kembali bayinya kepada perawat untuk di mandikan. Pedro berdiri di samping tempat tidur, lalu dia mencium kening Vania.
“Sayang bayi kita pasti sangat cantik sepertimu.” Kata Pedro sambil mengecup bibir Vania.
“Pedro sayang, kakiku tidak bisa di gerakkan.” Kata Vania dengan suara manja
Pedro tertawa dan membelai pipi Vani
“Vania sayang, itu karena efek dari obat.” Kata Pedro
Seattle
Tania sedang mengatur roti roti yang ada di rak kemudian Carlos dan Jessica masuk ke dalam toko. Carlos menurunkan Isabell lalu Jessica dan Carlos memilih roti.
Selesai mengatur roti Tania kembali masuk ke dalam dan meletakan keranjang roti kemudian dia kembali ke kasir. Tania tidak bisa melihat Carlos dan Jessica karena terhalang oleh rak roti.
Isabell bermain main mengitari rak roti dan dia melihat Tania, tapi Tania tidak memperhatikan Isabell karena ada customer yang membayar. Isabell kembali berjalan menghampiri Jessica lalu dia menarik celana Carlos
“Papa Tania.” Kata Isabell
Carlos melihat Isabell, lalu dia menggendongnya.
“Iya sayang, papa masih mencari Tania.” Carlos tidak memperhatikan tangan Isabell yang menunjuk Tania.
Mereka berdua selesai memilih roti dan Jessica mengajak Carlos untuk pergi ke kasir. Saat Jessica dan Carlos berjalan ke kasir tiba tiba handphone Carlos berbunyi. Carlos menurunkan Isabell kemudian dia mengeluarkan handponenya dari saku celana kemudian dia melihat panggilan itu
Jessica menatap Carlos sambil memegang Isabell
“Dari siapa beb?” Tanya Jessica
“Dari Mike sayang, sebentar aku jawab dulu.” Carlos menjawab telepon dari Mike. “Hallo Mike apa kabar?” Tanya Carlos
“Hi Carlos aku baik baik saja, kalian ada dimana sekarang?” Tanya Mike dari seberang telepon.
“Umm… Aku dan Jessica ada di Kota Seattle, ada apa Mike?”
“Ehmm.. begini Carlos, lebih baik sekarang kalian berdua kembali ke Torrance.” Terdengar suara Mike agak berat.
“Ada apa Mike?” Tanya Carlos penasaran.
Jessica memperhatikan raut wajah Carlos berubah, Jessica mulai khawatir.
“Aku akan menyampaikan padamu tapi kamu harus tenang, ok?”
“Iya Mike cepat katakan padaku, apa yang terjadi?” Tany Carlos semakin penasaran.
“Carlos, Acel di rumah sakit sekarang. dia mengalamai kecelakaan.” Kata Mike dari seberang telepon
Carlos terkejut. Jessica melihat wajah Carlos seperti itu, membuat dia semakin khawatir
“Apaa??? Acel kecelakaan?” Tanya Carlos dengan suara melengking
“Iya Carlos, cepat kembali ke Torrance
Jessica terkejut mendengar Acel kecelakaan. Dia melepaskan roti di tangannya
“Baiklah Mike kami akan segera pulang.” Kata Carlos lalu dia menutup teleponnya
Dia menatap Jessica lalu memeluknya
“Beb, ada apa dengan Acel?” Tanya Jessica dengan khawatir
“Sayang, kita pulang ke Torrance. Acel mengalami kecelakaan.” Kata Carlos sambil memeluk Jessica
“Iya beb, ayo kita pulang.” Ajak Jessica kepada Carlos. dia sangat khawatir
Carlos menggendong Isabell kemudian mereka keluar dari toko dan masuk ke dalam mobil. Carlos langsung menjalankan mobilnya kembali ke apartemen. Tiba di apartemen mereka lagsung masuk dan mengambil koper lalu Jessica memasukkan semua pakaian kedalam koper.
“Kita beli tiket di Airport saja sayang.” Kata Carlos sambil menggendong Isabell.
__ADS_1
“Iya beb.” Jawab Jessica kemudian mereka keluar dari apartemen.
Carlos menitipkan kunci apartemen dan kunci mobil kepada security kemudian dia menelepon pemilik apartemen dan pemilik mobil lalu memberitahukan mereka kalau kunci ada pada Security.
Carlos dan Jessica menggunakan taxi ke Airport. Mereka tiba di Airport, Jessica langsug menggendong Isabell sedangkan Carlos dia mengambil barrang mereka di bagasi kemudian mereka masuk ke dalam. Carlos langsung menuju ke tempat pembelian tiket.
Selesai membeli tiker mereka check in dan boarding. Mereka pergi ke ruang tunggu dan tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam pesawat. Lalu pesawat take off.
Jessica dan Carlos tiba di Aiport lax pada sore hari. Jessica langsung menelepon Teresa dan meminta Teresa untuk menjemput Isabell di rumah sakit. Carlos dan Jessica di jemput oleh Hank, dari Airport mereka langsung menuju ke rumah sakit.
“Hank kenapa Acel bisa kecelakaan?” Tanya Carlos
“Aku juga tidak tahu Tuan, yang mengawasi Acel Dennis dan Emil.” Jawab Hank sambil menyetir mobil
“Lebih cepat lagi Hank.” Kata Jessica pada Hank
Hank melajukan mobilnya dan akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Hank menggendong Isabell lalu Carlos dan Jessi langsung berlari ke dalam rumah sakit. Jessica melihat Mike lalu dia langsung memeluk Mike
“Mike, bagaimana keadaan Acel?” Tanya Jessica sambil menangis.
“Jessi, kamu harus sabar. Dia mengalami kecelakaan yang sangat berat, dia lagi kritis sekarang.” Jawab Mike sambil membelai rambut Jessica
Jessica melepaskan pelukkannya lalu dia memeluk Carlos
“Beb aku takut.” Kata Jessica sambil menangis
“Sayang, tenangkan pikiranmu. Percaya saja Acel akan baik baik saja.” Kata Carlos menenangkan Jessica, tapi sebenarnya dirinya juga sangat khawatir tapi dia tidak ingin menunjukkannya pada Jessica. Carlos memeluk Jessica lalu dia melihat Dennis dan Emil masuk
Carlos melepaskan pelukannya kemudian dia menghampiri Dennis dan Emil
“Mengapa Acel sampai mengalami kecelakaan?” Tanya Carlos
“Umm.. Carlos saat kami mengikuti Acel dari belakang, kami melihat sebuah mobil truck dengan kecepatan tinggi mengarah ke motor Acel. Aku berusaha menginjak gas untuk menabrak truck itu tapi Truck itu lebih dulu menabrak Acel.
“Siapa yang mengendarai Truck itu?” Tanya Carlos lagi.
“Kami tidak tahu Carlos, saat aku dan Emil turun dari mobil mereka langsung melarikan diri. Aku tidak mengejarnya karena aku melihat Acel terkapar di jalan lalu aku langsung menelepon Ambulance.
“Mereka katamu? Berarti mereka itu lebih dari satu. Apakah ini di sengaja atau?”
“Iya Carlos mereka bertiga, aku juga mencurigai ini ada unsur kesengajaan.” Kata Emil
“Kalau begitu kalian cari tahu siapa pemilik truck itu.” Perintah Carlos kepada Emil dan Dennis kemudian dia kembali mengampiri Jessica dan Mike. lalu Dokter keluar dari ruang operasi
Carlos langsung berdiri dan menghamipiri Dokter
“Bagaimana Dok?” Tanya Carlos dengan penuh kekhawatiran.
“Anak Anda mengalami patah leher dan kami berhasil mengeluarkan gumpalan darah di kepalanya.” Tapi saat ini dia mengalami koma.
Mendengar Acel koma Jessica langsung memeluk Carlos, dia menangis di pelukan Carlos. Carlos memeluk Jessica dengan erat, dia juga menangis.
Carlos mengajak Jessica duduk.
“Sayang sebentar, aku ingin berbincang dengan Mike.” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica.
“Iya beb, jangan jauh jauh.” Kata Jessica kemudian dia menggendong Isabell.
Tidak lama kemudian Teresa dan Cella datang. Cella berlari lalu dia memeluk Jessica
“Mama, kenapa dengan Acel? Apa yang terjadi mam?” Tanya Cella sambil menangis
“Sayang, Acel mengalami kecelakaan.” Kata Jessica sambil membelai rambut Cella.
Jessica menatap Teresa.
“Teresa tolong bawah pulang Isabell ya.”
“Baik Nyonya.” Kata Teresa kemudian dia menggendong Isabell lalu hank mengantar Teresa dan Isabell pulang ke rumah.
Jessica dan Cella duduk di ruang tunggu, mereka belum bisa melihat Acel. Sedangkan Carlos dan Mike berbincang bincang di luar rumah sakit.
“Ada apa Carlos kamu mengajakki kesini?” Tanya Mike
“Mike Acel bukan murni kecelakaan.” Kata Carlos sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang
“Maksudmu?” Tanya Mike lagi
“Mike menurut penuturan Dennis dan Emil, Acel itu sengaja di tabrak. Mike mereka mulai mengusik keluargaku. Aku tidak bisa tinggal diam, mereka sudah memulainya mike. Aku harus bergerak cepat, kalau tidak keluargaku bisa habis.” Kata Carlos pada Mike
“Baiklah Carlos, kita harus cepat memulainya. Tambahkan orang untuk mengawasi rumah orang tuamu juga rumahmu. Aku juga akan menambah orang. Lalu kita langsug mencari siapa yang mengincar kita berdua.”
“Iya Mike, aku juga harus memberi orang di rumah Tuan Jeremmy. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya.” Kata Carlos lagi. “Mike kita harus bertindak dari sekarang.”
“Kamu benar Carlos.”
Tiba tiba handphone Carlos berbunyi, dia melihat Dixon yang menelpon. Carlos langsung menjawab telepon dari Dixon
“Hallo Dixon, kamu lagi dimana?” Tanya Carlos
“Aku masih di Philipin Carlos, ada apa dengan Acel? Cella tadi menelponku sambil menangis. Apakah kalian baik baik saja?” Tanya Dixon dengan khawatir.
“Iya Acel mengalami kecelakaan, dan orangku mengatakan kalau dia sengaja di tabrak. Acel koma Dixon.” Kata Carlos dengan suara memelas.
Terdengar suara Dixon meninggi
“Apaaa?? Sengaja di tabrak? Carlos aku akan pulang ke America.”
“Iya Dixon.” Kata Carlos kemudian dia menutup teleponnya.
Saat Carlos akan berbincang dengan Mike handphonenya berbunyi kembali. Carlos melihat panggilan dari Kairos.
__ADS_1
“Sebentar Mike.” Kata Carlos pada Mike kemudian dia langsung menjawab telepon dari Kairos
“Iya Kairos, bagaimana keadaanmu di sana? Tanya Carlos
“Aku baik baik disini. Pap, apa yang terjadi dengan Acel?” Tanya Kairos dari seberang telepon
“Acel mengalami kecelakaan Kairos, dan sekarang dia lagi koma.”
Kairos terkejut.
“Appaaa?? Acel koma? Aku akan pulang ke America pap.”
“Kairos, tetaplah disana. Angel lagi mengandung anakmu.” Kata Carlos
“Tidak pap, aku harus pulang.” Kata Kairos lalu dia menutup telepon.
Carlos memasukan handpone ke dalam saku celananya kemudian dia berbincang kembali dengan Mike.
Philipin
Dixon sedang di depan Laptop, dia sedang memesan tiket untuk ke America
“Siapa yang berani menabrak Acel, aku akan mencarinya dan memberikan pelajaran kepada mereka. Berani sekali mereka menyentuh keluargaku.” Kata Dixon dalam hati. Kemudian dia mengambil handphone dan menghubungi teman temannya di America.
Indonesia
Terlihat Kairos sedang memasukkan laptop ke dalam tas punggungnya, kemudian dia keluar dari kamar dan menemui mama Jessica
“Oma aku akan kembali ke America, Aku ingin melihat Acel.” Kata Kairos
“Kenapa dengan Acel? Apa yang terjadi?” Tanya Mama Jessica
“Acel mengalami kecelakaan oma dan sekarang dia koma.” Kata Kairos lalu mama Jessica terkejut.
“Kecelakaan? Ah.. Acel semoga kamu cepat sembuh.” Kata Mama Jessica
Angel keluar dari kamar lalu dia menemui Kairos
“Kairos, kamu mau kemana?” Tanya Angel
“Aku mau ke America, adikku mengalamai kecelakaan.” Jawab Kairos dengan dingin
“Terus aku disini bagaimana? Aku lagi hamil.” Kata Angel
Kairos menatap Angel
“Kamu tidak usah khawatir, aku akan kembali. Lagipula disini ada oma dan tanteku.” Kata Kairos lagi
“Tidak bisa Kairos, perjanjiannya kamu harus disini sampai aku melahirkan. Kalau kamu masih ingin pergi maka aku akan menggugurkan kandunganku.” Kata Angel lagi
Kairos memegang lengan Angel dengan kasar.
“Aku tidak perduli dengan perjanjian itu, kalau kamu mau tinggalkan rumah ini silahkan. Kamu juga mau gugurkan kandungamu, itu lebih bagus.” Kata Kairos dengan emosi. “Jangan pernah halangi aku karena kamu bukan siapa siapaku.” Kata Kairos lagi.
“Omaa..” Kairos memanggil mama Jessica lalu mama Jessica keluar dari kamar
“Ada apa Kairos?” Tanya mama Jessica
“Oma, kalau Angel ingin meninggalkan rumah ini, jangan pernah menahannya. Biarkan saja dia pergi.” Kata Kairos sambil menatap sinis kepada Angel. Kemudia dia memesan taxi
Angel terdiam dengan perkataan Kairos lalu dia langsung masuk ke dalam kamar. Kairos mengambil tas punggungnya kemudian dia menunggu taxi di depan rumah. Taxi datang lalu Kairos langsung masuk kedalam taxi. Taxi mengantar Kairos ke Airport.
Tiba di Airport Kairos turun lalu dia membayar taxi dia melihat Jam sudah menunjukkan pukul 10:00 dia pergi ke loket tiket dan menanyakan kalau masih ada tiket untuk ke Jakarta hari ini. Petuga memeriksa di computer
“Masih tersedia satu.” Kata petugas kepada Kairos.
Kairos langsung membeli tiket kemudian dia masuk kedalam. Penerbangannya pukul 12:30. Kairos menunggu di dalam Airport. Sambil menunggu Kairos membuka laptopnya dan menghidupkannya. Kairos ingin memesan tiket ke America.
Akhirnya Kairos masuk dalam pesawat dan pesawat take off. Kairos tiba di Jakarta lalu dia menginap di hotel dekat bandara. Keesokan harinya Kairos pergi ke Airport, dia masuk ke terminal tiga lalu dia Check in lalu boarding kemudian dia pergi ke imigrasi untuk mendapatka stamp
America
Jessica dan Carlos masih menunggu di rumah sakit Acel masih di ruang intensive. Jessica menyandarkan kepalanya di dada Carlos. Tak henti hentinya dia menangis.
“Sayang sudah jangan menangis lagi.” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica
“Beba aku tidak bisa melihat Acel seperti itu.” Kata Jessica sambil menangis
“Sayang Acel pasti sembuh.” Hibur Carlos kepada Jessica
Lalu di Dixon masuk, melihat Dixon Jessica langsung berdiri dan memeluk Dixon.
“Bagaiman dengan Acel Jessi?” Tanya Dixon
“Dia belum sada Dixon.” Jawab Jessica sambil menangis. “Bagaimana keadaan papi?”
“Papi sempat shock Jessi, tapi dia baik baik saja. Papi ingin kesini tapi aku tidak mengijinkannya.”
“Iya Dixon, lebih baik papi di rumah saja.”
Lalu Federico dan Liliana datang. Mereka berdua langsung memeluk Carlos dan Jessica
“Bagaimana dengan cucuku Carlos?” Tanya Liliana sambil menangis
“Dia masih koma mom.” Kata Carlos sambil memeluk Liliana. “Dokter belum mengijinkan kami masuk.” Kata Carlos lagi sambil melepaskan pelukkannya lalu mereka duduk dan berbincang bincang.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih
__ADS_1