
Kairos bangun pagi dan membuatkan susu untuk Jessica lalu dia membawanya kekamar. Dia mengetuk pintu dan terdengar suara Jessica menyuruhnya masuk. Kairos masuk dan melihat Andrew lagi duduk di sofa. Kairos duduk disisi tempat tidur.
“Mam minum susu dulu.” Kata Kairos sambil meletakkan susu di atas meja.
Jessica duduk di tempat tidur dan bersandar di sandaran tempat tidur. “Terima kasih sayang.” Ucap Jessica pada Kairos. “Kamu kuliah jam berapa sayang?”
“Aku kuliah siang mam. Sebentar lagi aku akan mengantar Acel dan Cella ke sekolah.” Kata Kairos kemudian dia berdiri dan pergi kekamar Isabell kemudian dia menggendong Isabell dan membawanya kepada Jessica. Jessica mengambil Isabell dari tangan Kairos dan menyusuinya
Kairos tersenyum melihat Isabell dan memegang tangan Isabell sambil memainkan jari Isabell.
“Mam dia terlihat cantik sekali.” Kata Kairos kemudian mengecup pipi Isabell.
Jessica membelai rambut Kairos. “Iya sayang dia cantik sekali.” Kata Jessica sambil tersenyum.
Acel dan Cella masuk kedalam kamar Jessica, mereka berdua langsung mencium Isabell.
“Kalian sudah sarapan?” Tanya Jessica.
“Sudah mama, aku sudah sarapan.” Kata Cella sambil memainkan jari Isabell.
Jessica membelai rambut Cella dan mencium kening Cella.
“Sudah, kalian berangkat kesekolah nanti kalian terlambat.” Kata Jessica pada Acel dan Cella.
Acel dan Cella mencium kedua pipi Jessica dan keluar dari kamar Jessica. Mereka di antar oleh Kairos kesekolah.
Tinggalah Jessica dan Andrew di kamar.
“Jessi anakmu mirip sekali dengan Carlos.” Kata Andrew
Jessica tersenyum sinis.
“Ya dia mirip dengan Carlos Ndrew. Tapi sampai kapanpun dia tidak akan pernah tahu kalau Isabell anaknya.” Kata Jessica pada Andrew dan Andrew hanya diam.
Jessica sudah bertekad dia tidak akan memberitahukan pada Carlos kalau Isabell anak dari Carlos, tapi Jessica akan membalas dendam pada Carlos. Dia akan membuat hidup Carlos menderita. “Tunggu saja Carlos kalau Isabell sudah enam bulan kita lihat saja nanti. Aku ingin membuatmu benar benar menderita.” Kata Jessica dalam hati. “Sekarang Isabell masih tiga bulan jadi aku belum bisa berbuat apa apa.”
Jessica menggendong Isabell dan membawanya kekamar Isabell dan Jessica meletakkan Isabell di box, kemudian dia keluar kembali dan menuju kedapur. Dia membuat sarapan untuk dia dan Andrew. Selesai membuat sarapan, Jessica mengajak Andrew ke meja makan dan mereka berdua sarapan bersama.
Saat Isabell masuk empat bulan Andrew kembali ke Indonesia dan Jessica menyewa pengasuh untuk menjaga Isabell karena dia akan mulai bekerja. Jessica mendapat pengasuh dan akhirnya dia mulai beraktivitas
Jessica tidak menetap di kantor dia selalu berada di proyek dia tidak perduli lagi dengan Carlos. setiap Carlos mengirim video dirinya dengan perempuan, Jessica tidak perduli lagi. Malah lebih menambah Jessica membencinya. Rasa cinta Jessica pada Carlos sudah hilang. Dia menganggap Carlos sudah mati.
Jessica berbincang bincang dengan Billy di lokasi proyek.
“Oh ya Billy, bagaimana dengan proyek yang ada di San Jose kapan akan di mula.?”
“Ehmm..., dua bulan lagi proyek itu akan di mulai Nyonya.” Jawab Billy pada Jessica.
“Ohh..begitu. Apakah pekerjanya sudah ada?” Tanya Jessica lagi.
“Nyonya tenang saja, para pekerja sudah ada. Kita nanti langsung bekerja.”
Jessica tersenyum pada Billy.
“Kamu hebat Billy.”
__ADS_1
“Terima kasih Nyonya.” Ucap Billy
“Sama sama Billy.” Kata Jessica sambil tersenyum. “Oh ya Billy aku akan kembali ke kantor sekarang.”
" Baik Nyonya, hati hati ya!”
Jessica tersenyum dan menganggukan kepalanya.
“Terima kasih Bill.” Jessica berjalan ke mobil bersama Billy kemudian dia masuk kedalam mobil dan meninggalkan kawasan proyek. dia langsung mengarahkan mobilnya ke kantor.
Sampai di kantor dia langsung masuk keruangannya kemudian dia duduk di kursi kerjanya dan mengeluarkan handphonenya lalu dia menghubungi Charlie. Ada nada panggil dan terdengar suara Charlie di seberang telepon.
“Hi Nyonya Jessi, apa kabar?” Tanya Charlie.
“Hi Charlie, aku baik baik saja. Ehmm.. Charlie, aku ingin kamu kekantorku sekarang! Bisa?”
“Tentu saja bisa Nyonya, aku akan segera kesana.” Jawab Charlie dari seberang telepon
“Baiklah Charlie, aku tunggu kamu ya! Terima kasih.”
Jessica menutup teleponnya dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan memejamkan matanya.
“Tunggu saja Carlos, sebentar lagi game akan di mulai dan kita lihat siapa yang akan tersakiti.” Kata Jessica dalam hati.
Tidak lama kemudian terdengar pintu di ketuk.
“Tok... Tok... Tok.. “
Jessica membuka matanya. “Masuk saja.” Kata Jessica.
Pintu terbuka dan Jessica melihat Charlie yang datang, dia berdiri dan memeluk Charlie.
“Iya Nyonya, sudah lama tidak bertemu.” Balas Charlie sambil membalas pelukan Jessica.
Jessica melepaskan pelukkannya dan mengajak Charlie duduk di sofa.
“Ayo duduk Charlie, aku ingin bicara denganmu!”
“Baik Nyonya Jessi, apa yang ingin Anda bicarakan denganku?” Tanya Charlie sambil duduk di sofa.
“Begini Charlie aku ingin kamu mencari orang untukku, setidaknya seperti kamu. Aku ingin di tempatkan di rumahku dan di villa dan kamu harus selalu bersamaku kemanapun aku pergi.
“Baik Nyonya Jessi, berapa yang nyonya butuhkan?” Tanya Charlie lagi.
“Lebih banyak lebih bagus.” Jawab Jessica sambil tersenyum.
“Baiklah Nyonya delapan orang cukup?”
“Ehmm.., bolehlah Charlie. Oh ya aku minta kamu jangan panggil aku Nyonya lagi, panggil saja aku Jessi!”
Charlie tersenyum. “Umm.. Baiklah Jessi.” Kata Charlie.
”Bagus Charlie. Kapan kamu bisa mendapatkan orang orang ini untukku?”
“Seceptanya Jessi, aku akan memanggil teman temanku saja. Mereka ex tentara dan polisi, Mereka sangat berpengalaman.”
__ADS_1
“Itu lebih bagus Charlie, aku sangat senang mendengarnya. Oh ya Charlie aku ingin kamu mulai kerja hari ini!”
“Baik Jessi. Tapi aku harus menghubungi teman temanku dulu, aku ingin bertemu dengan mereka untuk membicarakan masalah bayaran mereka.”
“Ok Charlie, tapi nanti malam kamu kerumahku di santa barbara ya! Kamu tidur saja di rumahku!”
“Iya Jessi. Nanti malam aku akan kerumahmu. Kalau begitu aku pamit dulu, aku harus menghubungi teman temanku secepatnya.”
“Baiklah Charlie, Terima kasih ya.” Jessica mengantar Charlie sampai depan kantornya dan kembali keruangannya.
Jessica sengaja membayar orang karena dia tahu Carlos orangnya nekat, dia ingin membalas dendam pada carlos tanpa ada korban.
Sementara itu Carlos berada di hotel dan dia menghubungi mucikari.
“Hallo, aku Carlos. Bisa kamu carikan aku perempuan yang masih perawan yang berusia mudah”
“Tentu saja Tuan Carlos, aku ada gadis yang masih perawan umurnya 17 tahun. Kalau tuan mau aku akan mengantarnya pada Tuan.”
“Ah.., itu bagus. Bawah dia sekarang ke hotel!”
“Baik Tuan Carlos.”
“Ok.., aku tunggu sekarang.” Carlos menutup telepon dan berbaring di tempat tidur.
Tidak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk, carlos mengintip dari lubang pintu dan dia membuka pintu.
“Ayo masuk sayang, kamu yang aku minta itukan?” Tanya Carlos.
“Iya Tuan, aku diminta mucikari untuk menemui tuan di hotel.”
“Bagus, kamu sudah tahukan apa yang aku inginkan?”
“Iya Tuan aku sudah tahu.”
“Bagus. Siapa namamu?” Tanya Carlos
“Namaku Emma Tuan.”
“Baiklah Emma, apakah kamu benar benar masih perawan?” Tanya Carlos sambil membelai rambut Emma.
“Iya Tuan, aku masih perawan. Aku belum pernah melakukan hubungan dengan siapapun.” Jawab Emma sambil melepaskan kaos Carlos.
“Itu bagus Emma. Aku suka itu.” Kata Carlos sambil melepaskan pakaian Emma. Lalu dia menyuruh Emma berbaring di tempat tidur
Mereka melakukan foreplay dan Carlos melakukan hubungan dengan emma. Emma berteriak kesakitan tapi Carlos tidak perduli, dia tetap melakukan aksinya. Bahkan dia melakukannya dengan kasar pada Emma, dia tidak perduli dengan tangisan Emma. Dia tetap melakukannya dan akhirnya dia terbaring di samping Emma. Carlos berdiri dan mengambil cameranya lalu merekam darah yang ada di atas sprei.
Sedangkan Emma masih menangis di atas ranjang. Permainannya dengan emma di rekam oleh Carlos, dia memberikan uang pada Emma dan meminta Emma untuk meninggalkanya sendiri.
Emma mengambil uang dari tangan Carlos dan langsung meninggalkan Carlos seorang diri di kamar.
Carlos berbaring di tempat tidur. Dan membayangkan tangisan Emma barusan. Dia juga teringat pada Jessica saat dia akan merenggut keperawanan Jessica. Jessica menangis dan memohon padanya untuk berhenti melakukannya. Carlos memejamkan matanya. “Kenapa aku selalu terbayang dirinya.” Kata Carlos dalam hati.
Carlos berdiri dan pergi ke kamar mandi dia membersihkan tubuhnya lalu dia memakai pakaiannya. Dia melihat darah di sprei dan dia menarik nafas panjang, kemudian dia meninggalkan hotel dan kembali ke rumahnya. Tiba di rumah dia langsung masuk keruang kerjanya dan menyalin rekaman itu ke komputernya. Kemudian dia transfer ke handphonenya dan dia mengambil nomor baru dan dia mengirim video itu pada Jessica.
Jessica lagi bermain dengan Isabell di kamar Isabell dan handphonenya berbunyi. Dia melihat ada pesan masuk di wa berupa video. Dia membuka video itu dan melihat aksi Carlos dengan perempuan yang masih perawan. Jessica hanya tersenyum.
__ADS_1
“Kamu pikir aku akan sakit hati.” Kata Jessica dalam hati. Jessica tidak menghapus video itu, dia membiarkan video itu tetap di handphonenya.
Selamat Membaca