
Pagi hari pria itu sudah bangun, dia melihat sang kekasih masih tertidur pulas. Logan tidak ingin membangunkannya, dia bangun dan pergi ke kamar mandi.
Logan membasuh wajahnya kemudian memakai sepatu kets, dia membuka pintu dengan perlahan dan menutupnya kembali. Logan berlari menuju ke taman, dia ingin berolahraga di sekitar kediama orang tua Cella.
Cella terbangun dia melihat Logan tidak ada di sampingnya, dia berdiri dan keluar dari kamar. Cella turun kebawah mencari pria itu tapi dia tidak menemukannya. Cella pergi ke depan lalu bertanya kepada salah satu pengawal.
“Mauricio. Apakah kamu melihat Logan?”
“Logan lagi berolahraga, baru saja dia pergi,” sahut Mauricio sambil tersenyum.
“Ohh …,” gumam gadis itu kemudian masuk lagi kedalam. Dia langsung pergi keruang makan, disana Jessica sedang menyiapkan sarapan lalu dia menyapanya.
“Selamat pagi, Mam.” Jessica tersenyum melihat putrinya.
“Selamat pagi, Sayang,” balas Jessica seraya mengatur piring di meja makan, “Logan dimana?”
“Dia sedang berolahraga,” sahut Cella sambil mengambil gelas dan menuang juice lalu meminumnya
“Oh … sebentar lagi kita sarapan ya,” ujar Jessica kemudian dia mengecup kening dan mengelus perut putrinya.
Cella tersenyum kemudian dia meninggalkan Jessica di ruang makan dan kembali ke kamarnya. Dia duduk di meja belajar dan menyalakan laptop. Sambil menunggu perangkat itu menyala dia menelepon sahabatnya.
“Hi. Nasya, kamu lagi di mana?” tanya Cella sembari memasukkan password di laptop.
“Aku sedang bersama Nicky, bagaimana kabar kamu dengan Logan?” tanya Nasya dari ujung telepon.
“Baik-baik saja, Logan sudah tinggal bersamaku di rumah.” Nasya terkejut mendengar informasi dari Cella.
“Wow, itu bagus. Aku sangat senang mendengarnya, akhirnya papa kamu merestui hubunganmu dengan Logan.” Terdengar lagi tawa Nasya di telepon.
“Iya, Nasya. Tapi papa masih bersikap dingin kepada Logan, apalagi Acel, dia sama sekali tidak mau menegur Logan.” suara gadis itu begitu berat saat menggingat perlakuan Acel kepada kekasihnya.
“Katakan kepada Logan, sabar saja. Suatu saat nanti papa kamu pasti akan menerimanya.” Cella tersenyum dan memindahkan ponsel ke telinga satunya.
__ADS_1
“Oh ya, kapan kamu kesini? Ada yang ingin aku ceritakan padamu.” Suara manja gadis itu membuat Nasya tertawa di ujung telepon.
“Bagaimana nanti malam aku dan Nicky ke rumahmu?” Wajah wanita berperut buncit itu langsung berbinar, hanya Nasya sahabat yang mengerti dirinya.
“Iya, benar ya. Aku tunggu,” sahut Cella dengan gembira.
“Baiklah, kalau begitu sampai nanti malam ya.”
“Ok, bye.” Cella menutup telepon lalu dia tersenyum sendiri. Logan masuk ke dalam kamar, dia tersenyum melihat Cella yang lagi di depan Laptop.
“Selamat pagi, Sayang,” sapa Logan seraya mengambil handuk
“Selamat pagi,” balas wanita itu sambil tersenyum kemudian dia berdiri dan menghampiri sang kekasih.
“Jangan dekat-dekat denganku, Sayang, aku belum mandi dan badanku berkeringat,” canda pria itu sambil menyeka keringatnya dengan handuk.
“Kalau begitu segera mandi, kita akan sarapan bersama papa dan mama.” Wajah pria itu langsung berubah, dia tidak ingin sarapan bersama mereka. Dinginnya papa Cella serta kembarnya membuat dia tidak enak hati.
“Tidak, Logan. Ayo cepat mandi dan kita sarapan,” sahut Cella sambil mendorong tubuh pria itu masuk ke kamar mandi.
Logan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Cella dia kembali duduk dan melihat laptop.
Tidak lama kemudian Cella dan Logan keluar dari kamar dan turun pergi ke ruang makan, di sana sudah duduk semua anggota keluarga Cella lalu Logan menyapa mereka
“Selamat pagi.” Sapaan pria itu hanya mendapat anggukan dari papa Cella sedangkan Acel dia hanya diam dia tidak ingin melihat wajah calon adik iparnya.
“Selamat pagi, Logan,” balas Jessica lalu dia menyuruh pria itu duduk.
Logan menarik kursi dan duduk di dekat wanitanya kemudian Cella mengambilkan makanan untuk kekasinya.
“Terima kasih, Sayang,” ucap Logan kepada Cella sambil tersenyum. Nampak wajah pria itu begitu tegang, Cella memegang tangan kekasihnya dan berbisik.
“Santai saja, jangan hiraukan Acel.” Logan hanya mengangguk kepala dan menyuap makan ke dalam mulut. Selesai sarapan Cella mengajak pria itu duduk di halaman belakang.
__ADS_1
***
Logan berencana ingin bertemu dengan Maurent untuk mengambil rekaman cctv itu, dia takut rekaman itu jatuh ke tangan Carlos. Dia juga berencana menemui seseorang untuk memberinya pelajaran karena sudah berencana membunuhnya.
Logan berbohong kepada Cella akan pergi ke Brazil untuk mempersiapkan perkawinan mereka, karena dia tidak ingin Cella tahu kalau dia akan pergi ke San Jose.
Dia tahu gadis itu tidak akan pernah mengijinkannya untuk pergi ke San Jose lagi, makanya dia berbohong. Tapi rencananya gagal, wanita berperut buncit itu ingin ikut bersamanya ke Brazil.
“Tidak, Logan. Aku ingin ikut bersamamu, kita siapkan bersama-sama di sana.”
Logan berdiri dan memeluk wanitanya.
“Sayang, aku tidak ingin kamu lelah. Apalagi kamu sedang hamil,” bujuk Logan sambil membelai rambut Cella tapi wanita itu bersih keras untuk ikut bersamanya.
“Tidak mau, pokoknya aku harus ikut!” Logan menarik napas panjang kemudian dia kembali membelai rambut calon istrinya.
“Baiklah, aku akan membeli tiket juga untukmu,” ujar Logan kemudian dia berdiri dan membuka laptop milik kekasihnya. “Apa paswordnya?” Cella berdiri kemudian masukkan password di laptopnya. Logan langsung membuka link dan memesan tiket.
“Baiklah, tiga hari lagi kita ke Brazil,” kata Logan seraya berdiri dan mencium ubun kepala wanita yang sedang mengandung anaknya kemudian berbaring di tempat tidur.
Cella tersenyum kemudian ikut berbaring di samping Logan, dia merasa senang akan pergi bersama dengan calon suaminya itu. Cella khawatir kalau Logan pergi sendiri dan tergoda dengan wanita lain di Brazil.
Logan duduk di tempat tidur kemudian dia mengangkat kaos Cella dan mengecup perut yang sudah mulai kentara itu, dia mengelusnya dan menatap mata Cella.
Mereka berdua saling bertatap mata, lalu Logan mencium bibir mungil itu, dia menciumnya dengan lembut kemudian kembali menatap mata calon istrinya itu.
“Aku sangat mencintaimu dan sangat bahagia akan memiliki anak dari wanita yang aku cintai.” Cella tersenyum kemudian dia memegang pipi Logan dan membelainya.
“Aku juga mencintaimu, aku sangat bahagia bisa bersama denganmu.” Mereka berdua kembali berciuman, tangannya mulai meremas dua bukit itu dengan lembut.
Dia berhenti kemudian melapaskan kaos dan celananya, begitu juga dengan Cella, dia melepaskan pakaiannya kemudian mereka berciuman kembali.
Ciuman yang lembut membuat gadis itu memejamkan mata dan menikmati gigitan lembut yang di berikan pria itu di bibirnya. Walau’pun dalam keadaan hamil mereka berdua selalu melakukan olahraga yang mendatangkan kenikmatan dan sudah menjadi candu semua orang.
__ADS_1