
Akhirnya mereka tiba di Soekarno Hatta Airport, mereka berjalan ke tempat penjemputan dan Pak Bambang sopir perusahaan sudah menunggu mereka di depan. Pak Bambang langsung menghampirir Carlos dan Jessica, dia mengangkat barang barang kemudian memasukkannya ke dalam mobil.
“Ayo anak anak naik ke mobil!”
Acel dan Kairos langsung masuk kedalam mobil di ikuti Cella dan Jessica sedangkan Carlos duduk di samping Pak Bambang
“Pak kita langsung saja ke apartemen ya!”
“Baik bu Jessica.”
Pak Bambang langsung meluncur ke apartemen, tiba di apartemen Pak Bambang membantu membawa barang barang milik mereka ke apartemen. Pak Bambang pamit pada Carlos dan Jessica dan Jessica memberikan uang pada Pak Bambang.
Mereka masuk kedalam apartemen dan Jessica langsung membuka gorden jendela
Cahaya terang masuk ke dalam ruangan, Jessica mengambil pengharum ruangan dan menyemprotkannya di ruang tamu dan di dalam kamar.
“Mama kita sekarang di kota apa?”
“Kita sekarang di kota Jakarta Acel.”
“Terus opa dan oma tinggal di mana mama?”
“Sayang opa dan oma tidak tinggal di Jakarta tapi mereka tinggal di Manado Kairos.”
“Jauh dari Jakarta mama?”
“Iya jauh sayang, kita harus pakai pesawat lagi untuk ke Manado.”
Jessica memasukan travel bag ke dalam kamar dan melihat Carlos sedang berbaring di tempat tidur. Acel mengikuti Jessica dari belakang dan dia masuk ke dalam kamar lalu berbaring di samping Carlos.
“Papa jadi ke Manado harus pakai pesawat lagi?”
Carlos memeluk Acel. “Iya sayang, tapi hanya tiga jam saja.”
“Beb kamu sudah membeli tiket ke Manado?”
“Belum sayang, sebentar lagi aku beli. Aku masih lelah sayang.”
“Ya sudah istirahat dulu!”
Jessica keluar dari kamar dan memanggil Kairos dan Cella untuk istirahat.
”Kairos, Cella istirahat dulu!” Mereka masuk kedalam kamar.
“Mama aku tidur di mana?”
“Sayang, cClla nanti tidur sama papa dan mama, Acel kamu pindah di kamar sebelah! Kamu tidur dengan Kairos!”
“Tapi mama, aku juga ingin tidur dengan papa dan mama.”
“Ya sudah kalau begitu, sekarang istirahat ya!”
Acel dan Cella berbaring di tempat tidur dan Jessica masuk ke kamar yang sering dia pakai dulu. Dia melihat Kairos sedang memandang foto dirinya yang berderet di dinding kamar. Kairos melihat Jessica dan tersenyum.
“Mama ini foto mama lagi ikut lomba voli ya?”
Jessica melihat foto tersebut. “Iya sayang ini saat pertandingan voli, ini mama masih kelas satu sayang.
Kairos melihat lagi Jessica dan Carlos yang lagi berciuman dan dia tertawa.
“Kenapa kamu tertawa sayang?”
“Mama dan papa lucu.” Jessica tersenyum pada Kairos.
“Sayang istirahat dulu!” Jessica berbaring di tempat tidur. “Kairos ayo tidur sini!”
“Iya mama.” Kairos naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Jessica.
“Sini sayang peluk mama!” Kairos memeluk Jessica dan Jessica membelai rambut Kairos. “Tidak terasa kesayangan mama sudah besar.” Jessica memeluk kairos dengan erat. “Mama sangat menyayangimu sayang.”
“Aku juga sangat menyayangi mama.”
Kairos mencium pipi Jessica dan Jessica tersenyum. Kairos adalah anak kesayangan Jessica, tapi Jessica tidak ingin menunjukkannya. Dan akhirnya mereka berdua tertidur.
Sementara di kamar Carlos, Acel terbangun dan melihat Jessica tidak ada. Dia bangun mencari Jessica. Dia turun kebawah tapi dia tidak menemukan Jessica, Acel kembali ke atas dan membuka pintu kamar Jessica. Dia melihat Jessica sedang tertidur dengan Kairos, dia masuk dan langsung berbaring di samping Jessica. Dia memeluk Jessica dan dia tertidur kembali.
Menjelang sore Carlos terbangun, dia melihat putrinya masih tertidur pulas di sampingnya dengan kaki diatas perutnya. Dia menurunkan kaki Cella dan mencium kening Cella, Carlos berdiri dan pergi ke kamar Jessica. Dia membuka pintu dan melihat Jessica dan kedua putranya masih tidur, dia masuk dan mencium kening Jessica.
Jessica terbangun dan dia tersenyum pada Carlos. Dia melepaskan pelukan Acel dan turun perlahan lahan dari tempat tidur. Dia dan Carlos turun kebawa dan duduk di ruang tamu.
Jessica menyandarkan kepalanya di dada Carlos.
__ADS_1
“Beb kita seperti lagi bernostalgia di apartemen ini.”
“Iya sayang, apartemen ini yang menjadi saksi kita berdua sayang.”
“Iya beb, apartemen ini menjadi saksi dimana pada malam itu kamu setengah memperkosaku.”
Mendengar Jessica berkata begitu Carlos langsung tertawa.
“Aku setengah memperkosamu? Maksudnya bagaimana sayang?”
“Iya aku suruh berhenti tapi kamu masi saja terus melakukannya, aku sudah memohon dan berusaha melepaskan diri darimu tapi tanganmu begitu kuat menahanku. Malah kamu tidak perduli dengan rasa sakitku.
Carlos tertawa lagi.
“Sayang kalau aku tidak melakukan itu, kamu pasti tidak mau menikah denganku. Kamu pasti akan memilih lelaki yang jauh lebih muda dariku. Dan lagi pula sayang selesai aku melakukan itu, aku sudah berjanji tidak akan menyentuhmu. Tapi selang beberapa hari kemudian kamu yang meminta padaku untuk melakukannyakan?” Bahkan malam berikutnya kamu memohon padaku, kamu ingin melakukan berulangkali padahal aku sudah lelah tapi karena ingin memuaskanmu aku melakukannya lagi.
Jessica langsung tertawa dan mencubit perut Carlos. “Tentu saja kamu harus bertanggung jawab beb. Kamu yang pertama kali membuat aku merasakan kenikmatan itu, kamu yang membuat aku jadi ketagihan.” Carlos tertawa dan memeluk erat Jessica.
Mereka saling pandang dan berciuman, Jessica memegang pipi Carlos dan merasakan sensasi lidah Carlos bermain di dalam mulutnya dan terdengar suara Cella memanggil Jessica. Mereka berdua berhenti berciuman dan pergi naik ke atas.
“Mama.” Cella memeluk Jessica.
“Kenapa sayang?” Jessica membelai rambut Cella.
“Aku lapar ma.”
“Iya sebentar ya sayang.” Jessica masuk ke kamar dan membangunkan Acel dan Kairos. “Acel Kairos ayo bangun!” Acel membuka matanya dan bangun, dia langsung melingkarkan tangannya di leher Jessica. “Ayo sayang turun terus mandi!”
Acel melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi, Jessica berbaring di samping Kairos dan memeluknya kemudian dia mencolek pinggang Kairos. Kairos menggerakkan badannya.
“Ayo bangun sayang!”
Jessica menggelitik pinggang Kairos dan Kairos tertawa.
“Ayo bangun!”
“Iya mama.” Kairos duduk di tempat tidur. “Mam aku lapar.”
“Iya makanya bangun! Mama akan memesan makanan, kamu mau makan apa?”
“Apa saja mam, yang penting bisa aku makan.”
Jessica tertawa dan berdiri dari tempat tidur kemudian dia keluar menemui Carlos.
“Pesan fast food saja sayang! Kamu nanti makan apa sayang?”
“Aku mau makan nasi goreng beb.”
“Kalau begitu pesan dua nasi gorengnya! Mungkin saja anak anak suka.”
“Baiklah beb.” Jessica memesan makanan lewat aplikasi. “Beb kamu belum beli tiket juga?”
“Iya sayang, aku akan beli sekarang.”
Carlos pergi ke kamar dan mengambil laptopnya kemudian dia kembali ke ruang Tv dan menyalakan laptopnya.
Acel dan Kairos keluar dari kamar dan duduk dekat Carlos, sedangkan Cella membaca buku di kamar Carlos. Jessica menunggu makanan yang dia pesan.
Carlos sedang mencari ticket. “Sayang mau Garuda atau Batikair?”
“Terserah kamu saja beb, yang penting sampai di Manado.” Carlos tertawa dan mencubit pipi Jessica.
“Makanan sudah di pesan sayang?”
“Sudah beb, lagi dalam perjalanan kesini.”
“Baguslah, aku sudah lapar sayang.”
Tidak lama kemudian handphone Jessica berbunyi dan dia melihat ada pesan yang masuk.
“Pesanan sudah di lobby beb.”
“Sayang aku saja yang mengambilnya.”
“Baiklah beb.”
Carlos turun ke lobby mengambil makanan dan tidak lama kemudian dia kembali membawa makanan.
“Anak anak ayo makan.”
Carlos meletakkan makanan di atas meja, Jessica mengambil piring dan meletakkan makanannya di piring.
__ADS_1
Acel melihat jessica sedang meletakkan nasi goreng di piring.
“Mama itu makanan apa?”
“Nasi goreng sayang, kamu mau coba?”
“Iya mama aku mau.” Jessica mengambil nasi goreng dengan sendok dan menyuapi Acel.
“Hmmmm, mama ini enak. Aku makan nasi goreng saja.”
“Baik Acel, Kairos kamu mau nasi goreng?”
“Sedikit saja mama! Mama, nasi goreng makan dengan french fried enak?”
“Kamu coba saja sayang.”
“Mama aku mau burger sama french fried.”
“Iya sayang.” Jessica mengambilkan burger dan french fried untuk Cella. “Ini sayang.”
“Terima kasih mama.”
Mereka berlima makan Bersama, Jessica tersenyum melihat Acel makan nasi goreng dengan lahap.
“Mama aku mau nasi goreng lagi!” Acel melihat Cella hanya makan burger. “Cella kamu tidak mau nasi goreng? Nasi gorengnya enak, benarkan Kairos?”
“Iya, Cella nasi gorengnya enak.” Kairos mengambil nasi goreng dengan sendoknya. “Cella coba kamu rasa dulu!” Kairos menyuapi Cella dan Cella mencobanya, Kairos menatap Cella. “Bagaimana Cella?”
“Enak kairos, tapi aku sudah kenyang. Nanti saja aku makan lagi.”
Jessica dan Carlos tersenyum melihat ketiga anak mereka, selesai makan Kairos, Acel dan Cella naik ke atas dan Carlos membantu Jessica merapikan meja makan.
“Beb, tikcetnya sudah di beli?” Sambil mengangkat piring dan membawanya ke dapur.
“Sudah sayang, aku beli tiket garuda tapi Economy Class.”
“Tidak apa apa beb, flight hanya tiga jam. Besok jam berapa?”
“Jam sebelas siang sayang.” Jawab Carlos sambil membersihkan meja, Jessica mencuci piring dan Carlos datang memeluknya dari belakang.
“Kenapa beb?”
“Tidak sayang, aku hanya ingin memelukmu saja.” Carlos membuka ikatan rambut Jessica dan mengaturnya kesamping. “Sayang aku ingin melakukannya tapi ada anak anak.”
Jessica memutar tubuhnya menghadap carlos dan dia tersenyum. “Nanti saja kalau anak anak sudah tidur beb.”
“Baiklah sayang.”
Carlos mencium kening Jessica kemudian dia naik ke atas. Selesai mencuci piring Jessica naik ke atas dan duduk di samping Carlos.
“Beb kita ke supermarket ya.”
“Untuk apa sayang?” Tanya Carlos sambil membelai wajah Jessica.
“Belanja buat sarapan kita besok pagi beb.”
“Baiklah sayang, aku ganti celanaku dulu.”
Carlos berdiri dan masuk ke kamar, begitu juga Jessica dia berdiri dan masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya.
acel masuk ke kamar dan melihat Jessica.
“Mama mau kemana?”
“Ke supermarket Acel, kamu mau ikut?”
“Iya ma aku mau ikut.”
“Ya sudah kalau begitu ayo!”
Jessica dan Acel keluar dari manar dan menuju ke ruang Tv disana ada Kairos dan Cella.
“Kalian berdua mau ikut mama papa ke supermarket?”
“Aku mau ikut ma.” Jawab Cella sambil berdiri dan mendekati Jessica.
“Aku juga ikut mam.”
Mereka berlima berjalan kaki menuju ke supermarket. Jessica dan Carlos membeli keperluan untuk besok pagi. Sehabis berbelanja mereka kembali ke apartemen.
Selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya