
“Beb, kamu tidak ke kantor?” Carlos bangun dari tempat tidur dan menghampiri Jessica yang berada di depan cermin dan mengambil sisir yang ada di tangan Jessica lalu menyisir rambut Jessica
“Tidak sayang, aku tidak ke kantor.” Carlos menyisir rambut Jessica. “Kamu ke kampus jam berapa?”
Jessica berbalik menghadap Carlos. “Jam sepuluh aku ke kampus.”
“Aku antar kamu kekampus ya.”
Jessica berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang Carlos. “Dengan senang hati beb.” carlos membelai wajah jessica..
“Kamu semakin cantik sayang.” Carlos mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Carlos, mereka berciuman dan Carlos menarik Jessica ke tempat tidur. Jessica naik ke atas tubuh Carlos dan mencium kembali bibir Carlos.
“Mama.... Mama....” Terdengar suara Kairos memanggil Jessica. Jessica berhenti mencium Carlos dan turun dari atas tubuh Carlos lalu mereka berdua tertawa. Jessica pergi membuka pintu dan Kairos meminta Jessica untuk menggendongnya.
“Mama gendong Kairos!”
“Iya sayang.” Jessica menggendong Kairos dan membawanya ke tempat tidur, Carlos mengambil Kairos dari tangan Jessica dan Jessica mengganti pakaiannya.
“Ayo sayang bermain dengan papa.” Carlos dan Kairos bermain di tempat tidur, Kairos melihat Jessica sudah rapi. Dia berdiri dan berbisik pada Carlos.
“Papa, mama mau kemana?” Carlos berbisik di kuping Kairos.
“Mama mau pergi mencari papa baru buat Kairos.”
Sambil mengkerutkan keningnya. “Haaaa..... Papa?” Kairos melihat Jessica.
“Mama....”
Jessica menatap kairos. “Kenapa sayang?”
“Mama mau cari papa baru buat kairos?”
“Apa? Siapa yang bilang begitu pada kairos?”
Carlos tertawa dan memeluk Kairos. “Sayang, papa hanya bercanda.”
“Beb, kamu yang bilang begitu pada kairos?”
“Iya mama, papa bilang mama mau cari papa baru.”
“Sayang papa bohong, jangan percaya sama papa ya.” Jessica menatap Carlos. “Beb kenapa bicara begitu pada Kairos.
Carlos tertawa lagi. “Aku hanya bercanda sayang.”
“Jangan bicara seperti itu lagi pada kairos, beb aku pergi sendiri saja ke kampus ya.”
“Kenapa sayang?”
“Kamu temani Kairos saja, diakan jarang bermain dengan kamu.” Carlos turun dari tempat tidur dan menggendong Kairos.
“Baiklah sayan, kamu sudah mau berangkat sekarang?”
“Iya beb.”
“Ya sudah kalau begitu.” Carlos mencium bibir Jessica. “Hati hati ya sayang!”
Jessica juga mencium bibir Carlos. “Iya beb, aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu sayang, cepat pulang ya!”
“Iya beb, sayang mama pergi dulu ya.”
“Mama... Kairos ikut.”
“Sayang mama hanya sebentar, kairos sama papa ya!” Jessica mencium Kairos, mereka bertiga keluar dari kamar dan Carlos mengantar Jessica sampai di luar.
Jessica masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobil, Carlos tersenyum melihat Jessica. “Hati hati ya sayang!”
“Iya beb.”
“Bye.. Bye mama, i love u.”
“I love you too, bye bye.” Jessica keluar dari pekarangan rumah dan langsung menuju ke kampus.
Carlos dan Kairos masuk ke dalam rumah dan mereka bermain main di halaman belakang.
Sampai di kampus Jessica memarkirkan mobilnya dan dia turun masuk kedalam kampus, hari ini haya satu mata kuliah. Jessica masuk kedalam ruangan, tidak lama kemudian dosennya masuk dan mulai memberikan materi. Selesai memberikan materi dosen memberikan tugas.
Selesai jam kuliah Jessica pergi ke kantin, dia duduk di kantin dan membuka tugas yang di berikan dosen tadi. Jessica bingung karena tugas ini dia harus mencari perusahaan untuk membuat perbandingan.
Jessica tidak ingin pergi ke perusahaan Federico karena dia malu atas kejadian dia dan Carlos di kantor waktu itu. Jessica sementara berpikir tiba tiba Cayla datang dan mengejutkannya.
“Cayla kamu membuatku terkejut.”
Cayla tertawa. “Maaf Jessi, habis kamu terlalu serius. Ada apa Jessi?”
“Cay aku dapat tugas membuat perbandingan, tapi satupun perusahaan disini tidak ada yang aku kenal.”
“Aku juga pernah dapat tugas seperti itu waktu semester empat.”
“Terus kamu membuat cara perbandingnnya seperti apa?”
Cayla menjelaskan pada Jessica. “Oh begitu..”
“Jessi kalau kamu mau, kita bisa pergi ke perusahaan tempat daddyku bekerja. Nanti Accountingnya akan jelaskan padamu.”
“Bisa Cay? Bagaimana dengan pemilik perusahaannya?”
“Bisa Jessi, pemilik perusahaannya sangat baik orangnya. Kita bisa pergi sekarang kalau kamu mau.”
“Boleh Cay, kita pergi sekarang saja.”
Jessica dan Cay meninggalkan kantin dan pergi ke parkiran, mereka berdua bertemu Alice dan Kyle.
__ADS_1
“Jessi, Cay... Kalian tadi dimana?”
“Kami tadi duduk duduk dikantin Alice.”
“Oh begitu, sekarang kalian mau kemana Jessi?”
“Aku dan Cay mau ke kantor daddynya, aku ada tugas.”
“Iya Alice aku akan mengantar Jessi ke kantor daddy.”
“Oh.. Begitu, kalau begitu aku pulang dulu ya.”
“Aku juga.”
“Ok.. Alice, kyle. Sampai jumpa besok.”
“Iya sama sama.”
Jessica dan Cayla berjalan ke arah mobil, Jessica melihat Alan dan tersenyum padanya. Alan menghampiri Jessica.
“Hi Jessi, kalian mau kemana?”
“Uummm... Aku dan Cay ingin mengerjakan tugas.”
“Oh..... Selesai mengerjakan tuga kalian akan kemana?”
“Aku langsung pulang, kenapa alan?”
“Aku ingin mengajakmu pergi.”
“Ummm... Maaf Alan aku tidak bisa.”
“Ohh.... Tidak apa apa Jessi, terima kasih.” Alan meninggalkan Jessica dan Cayla, dia kembali ke mobilnya dan memperhatikan Jessica dari dalam mobilnya.
Jessica dan Cayla masuk ke mobil dan keluar dari parkiran, mereka langsung meluncur ke kantor. Sampai di kantor Cayla menelepon orang tuanya, dia memberitahukan kalau mereka ada di kantornya.
Tidak lama kemudian orang tua Cayla keluar, Cayla dan Jessica langsung turun dan mobil dan menghampiri orang tua Cayla.
“Dad...” Cayla menghampiri daddynya.
“Ada apa kesini Cay?”
“Dad kenalkan ini Jessica.”
“Hallo Tuan..”
“Hallo Jessica.”
“Dad Jessica ingin mengerjakan tugasnya, sama seperti aku waktu itu. Bisahkan dad?”
“Bisa, kalian tunggu disini ya!” daddy Cyla masuk ke dalam. Jessica dan Cayla menunggu diruang tunggu lalu pemilik perusahaan masuk. Cayla langsung berdiri dan menyapanya.
“Hallo Tuan Jeremmy, apa kabar?”
“Sudah Tuan, oh ya Tuan perkenalkan ini temanku.”
Tuan Jeremmy menatap Jessica dengan lama, Jessica berdiri dan menyalami Tuan Jeremmy.
“Hallo Tuan aku Jessica.” Tuan Jeremmy menyalami Jessica dan menggenggam tangan Jessica dengan lama. Dia menatap jessica, dalam hatinya. “Cantik sekali gadis ini.” Jessica menjadi risih dengan sikap Tuan Jeremmy, dia menarik tangannya dan tersenyum pada Tuan Jeremmy.
tidak lama kemudian daddy Cayla datang dan menyapa Tuan Jeremmy.
“Selamat siang tuan.”
“Selamat siang.” Tuan Jeremmy masih menatap Jessica.
“Kamu berasal dari mana Jessica?”
“Aku berasal dari Indonesia tuan.”
“Ohh.... Pantas saja kamu cantik.” Tuan Jeremmy tersenyum pada Jessica.
“Terima kasih Tuan.” Jessica tersenyum pada Tuan Jeremmy.
“Tuan Jeremmy Jessica ingin mengerjakan tugas disini, bolehkan Tuan?”
“Tentu saja Cayla, silahkan. Nanti kalau selesai mengerjakan tugas langsung ke ruanganku ya!”
“Baik Tuan Jeremmy.”
Tuan Jeremmy meninggalkan mereka, dia pergi dan masuk ke ruangannya.”
Orang Tua Cayla mengajak mereka masuk ke dalam dan bertemu dengan Accouting, mereka masuk ke ruangan Accounting dan orang tua Cayla keluar dan kembali bekerja.
Jessica bertanya pada Accounting tentang tugas yang di berikan dosen padanya dan Accounting melihat tugas itu kemudian dia menjelaskan pada Jessica.
Jessica mengeluarkan laptopnya dan menghidupkan laptopnya, dia memperhatikan Accounting yang sedang menjelaskan tentang tugasnya kemudian Jessica membuat sebuah grafik di laptopnya dan menunjukkan pada Accounting.
“Iya seperti itu Jessica, jadi perbandingannya kamu bisa lihat di grafik itu dan kamu bisa jelaskan pada dosenmu sesuai grafik itu.”
"Ohh.. Begitu ya, terima kasih Nyonya sudah membantuku.”
“Iya sama sama.”
Jessica dan Cayla meninggalkan ruangan Accounting dan Cayla mengajak Jessica ke ruangan Tuan Jeremmy. Cayla mengetuk pintu dan terdengar suara Tuan Jeremmy dari dalam.
“Masuk saja.” Cayla membuka pintu dan masuk kedalam bersama Jessica.
“Tuan Jeremmy kami mau pamit.”
“Kenapa cepat cepat Cayla?”
“Jessica sudah selesai mengerjakan tugasnya tuan.”
__ADS_1
“Iya Tuan aku sudah menyelesaikan tugasku, terima kasih Tuan sudah mengijinkaku mengerjakan tugas si perusahaan Tuan.”
“Tidak apa apa Jessica, bagaimana kalau kita makan siang Bersama?”
“Maaf Tuan aku sudah janji pada suamiku untuk makan siang bersamanya.”
Tuan Jeremmy terkejut mendengar Jessica sudah menikah. “Kamu sudah menikah?”
“Benar tuan aku sudah menikah.”
Cayla hanya diam memperhatikan Jeremmy dan Jessica berbincang.
“Tapi kamu tidak terlihat sudah menikah, apakah kamu sudah memiliki anak?”
“Iya Tuan aku sudah memiliki anak, sekarang anakku berumur tiga tahun.”
“Ohhh... Begitu, kalau begitu next kita makan malam bersama suamimu. Oh ya nomor teleponmu berapa Jessica?”
Jessica memberikan nomor teleponnya pada Tuan Jeremmy. “Terima kasih Jessica, kalau aku ajak makan malam bersama jangan menolak ya. Ajak suamimu juga.”
“Baik Tuan, kalau begitu kami permisi tuan. Sekali lagi terima kasih tuan.”
Jessica dan Cayla meninggalkan kantor tuan Jeremmy dan pergi ke parkiran. Mereka masuk ke mobil dan Jessica langsung keluar dari parkiran dan mengantar Cayla.
“Jessi Tuan Jeremmy baikkan?”
“Iya Cay, dia baik.” Jessica tersenyum melihat Cayla. “Oh ya Cay, aku lagi hamil.”
Cayla terkejut. “Haaaaa... Kamu lagi hamil Jess? Serius?”
Jessica tertawa melihat mimik wajah Cayla. “Benar aku lagi hamil Cay.”
“Sudah berapa bulan Jess?”
“Sudah dua bulan lebih Cay.”
“Jessi, melihatmu aku jadi ingin punya anak.”
“Gampang Cay, tinggal di bikin.” Canda Jessica.
“Itu yang aku pikirkan Jess, siapa yang mau?”
Cayla dan Jessica tertawa di mobil.
Jessica bercanda lagi. “Cay, banyak yang bisa kamu ajak untuk bikin anak tidak mungkin mereka menolak.”
Cayla langsung tertawa. “Kamu gila Jessi.” Dan Jessicapun tertawa.
“Sudah berhenti disini saja Jessi.”
“Oh, iya hampir saja lewat.” Jessica memberhentikan mobilnya dan Cayla turun.
“Ok, Jess Thanks ya sudah mengantarku.”
“Aku yang berterima kasih padamu, sudah membantuku. Ok, sampai besok ya.” Cayla menganggukan kepala. Jessica pergi dan kembali ke rumah.
Sampai dirumah dia bertemu dengan Liliana.
Hi mom.” Jessica mencium kedua pipi Liliana. “Kairos dan Carlos mana mom?”
“Kairos barus saja tidur, kalau Carlos pasti di kamarnya.”
“Baiklah mom aku kekamar dulu ya.”
“Iya sayang, kamu sudah makan siang?”
“Belum mom, nanti sebentar aku makan.”
“Sayang, jangan terlambat makan ingat kamu lagi hamil.”
“Iya mom.” Jessica tersenyum dan bergegas naik ke atas, dia masuk ke kamar dan melihat Carlos lagi berbaring sambil bermain game di handphonenya.
Jessica menghampiri Carlos.
“Selamat siang beb.” Carlos melepaskan handphonenya dan menarik Jessica lalu mencium bibir Jessica mereka saling berciuman, Jessica berhenti mencium Carlos.
“Beb kunci dulu pintunya!” Carlos turun dari tempat tidur dan mengunci pintu, mereka berdua langsung melepaskan pakaian dan melakukan hubungan itu.
“Ahh…. Beb, pelan pelan!”
“Hmmm.. Iya sayang..”
_________________________
Carlos dan Jessica berpelukan, Jessica merebahkan kepalanya di dada Carlos.
“Beb, kamu sudah makan?”
“Belum sayang, aku menunggumu aku ingin makan bersamamu.”
“Kalau begitu kita makan dulu beb.”
“Aku mandi dulu sayang.” Carlos melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur.
“Aku juga mau mandi beb.”
“Kalau begitu ayo mandi bersamaku.”
“Tapi gendong beb!” Suara manja Jessica.
Carlos mendekat dan mencium bibir Jessica.
“Dasar manja.” Jessica tertawa dan melingkarkan kedua tangannya di punggung Carlos, Carlos mengangkatnya dan pergi kekamar mandi. Mereka mandi bersama.
__ADS_1
Selamat membaca