SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kabar buruk


__ADS_3

Jessica, Carlos dan anak anak keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil. Jessica menjalankan mobilnya keluar dari mall, mereka langsung menuju ke Tomohon kerumah orang tua Jessica. Sampai di depan rumah, Jessica melihat banyak tetangga lagi berkumpul di rumah. Mereka lagi berbincang bincang dengan mamanya Jessica..dalam hati Jessica. “Pasti mama yang bikin heboh.”


Jessica mematikan mesin mobil dan mereka turun dari mobil, para tetangga langsung melihat Jessica. Mereka langsung menyapa Jessica dan Jessica hanya tersenyum.


Jessica tidak begitu suka karena mereka suka bergosip dengan mamanya, Jessica dan anak anak langsung masuk ke dalam rumah dan menemui papanya yang lagi duduk di ruang tamu. Melihat papa Jessica, anak anak langsung memeluk papa Jessica.


“Opa sudah makan?” Tanya Acel.


“Belum Acel, opa belum makan.”


“Papa belum makan?” Tanya Jessica.


“Belum Jessi, mama tidak masak. Dari tadi sibuk bergosip dengan tetangga, pagi pagi dia sudah heboh sendiri dan beritahu tetangga kalau kamu sudah datang.”


“Ya sudah, kalau begitu kita makan di luar saja. Papa panggil saja mama, anak anak juga sudah lapar.”


“Baiklah.” Papa Jessica berjalan keluar dan memanggil mama Jessica untuk masuk kedalam,


“Ma ayo siap siap kita makan diluar.” Kata Jessica pada mamanya.


“Iya Jessi.”


Mama Jessica masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya, tidak lama kemudian dia keluar bersama papa Jessica.


Jessica melihat kedua orang tuanya sudah selesai, dia berdiri dan berjalan keluar dia membuka pintu mobil dan menyuruh Kairos dan Acel duduk di belakang.


“Kairos, Acel kalian berdua duduk di belakang ya!”


“Iya mama.” Jawab acel sambil naik ke mobil, begitu juga dengan Kairos dia naik ke mobil dan duduk di kursi belakang.


Papa dan mama Jessica juga naik ke mobil, Cella duduk di antara papa dan mama Jessica dan Carlos duduk di samping Jessica.


Jessica menjalankan mobilnya, mereka pergi ke danau Tondano dan masuk di restoran di pinggiran danau.


Danau Tondano adalah danau terbesar ke dua di Indonesia. Mereka memesan makanan dan tidak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka makan sambil menikmati indahnya danau Tondano.


Jessica memperhatikan Carlos yang sedang membaca pesan di ponselnya dan tiba tiba raut wajahnya berubah.


“Ada apa dengan Carlos.” Tanya Jessica dalam hati, dia melihat Carlos berdiri dan menelepon. Makanannya dia tidak habiskan.


Jessica menyudahi makannya, dia berdiri dan mendekati Carlos.


“Beb, kamu baik baik saja?”


Carlos menatap Jessica dan tersenyum. “Iya aku baik baik saja sayang, kamu sudah selesai makan?”


“Iya aku sudah selesai makan.” Jawab Jessica


“Baiklah sayang, nanti kalau mereka sudah selesai makan kita antar orang tuamu dan kita kembali ke hotel. Aku harus memeriksa emailku, besok kita datang berkunjung lagi ke rumah orang tuamu.”

__ADS_1


“Baiklah beb.” Jessica dan Carlos kembali duduk, selesai makan Jessica mengajak mereka pulang. Sepanjang perjalanan Carlos terlihat gelisah. Jessica melajukan kendaraannya menuju kerumah orang tuanya.


Sampai di rumah, Jessica dan Carlos langsung pamit. Mereka kembali ke hotel.


Sampai di hotel Jessica, Carlos dan anak anak langsung masuk ke kamar. Carlos mengambil laptopnya dan mengajak Jessica ke kamar yang satunya lagi. Carlos langsung menghidupkan laptopnya dan Carlos langsung mengecek emailnya.


Jessica duduk di samping Carlos dan melihat Carlos membuka emailnya. Email terbuka di excel, Jessica mengambil laptop dari tangan Carlos dan memeriksanya. Jessica memeriksanya dengana sangat teliti dan dia terkejut. Dia menatap Carlos


“Bb ini sudah berlangsung satu tahun lebih, kamu tidak mengetahuinya?”


“Aku tidak tahu sayang, setiap bulan Tiara mengirim laporan keuangan padaku. Tapi aku pikir perusahaan baik baik saja.”


“Kamu tidak memeriksa laporan laporan yang dikirimkan Tiara?”


“Aku hanya melihat angka yang tertera di bawah sayang, aku tidak memeriksa keseluruhan karena aku tidak mengerti. Aku hanya percaya saja dengan pekerjaan mereka.”


Jessica memeriksa kembali laporan keuangan perusahaan Carlos, Jessica menggeserkan laptop ke arah Carlos.


“Jadi beb kamu hanya melihat angka ini ya?” Jessica menunjuk jumlah angka yang tertera di paling bawah.


“Iya sayang, aku hanya lihat jumlah totalnya.” Jawab Carlos pada Jessica.


“Kamu tidak tahu angka angka ini dapat dari mana?”


“Tidak tahu sayang, ahh.. Sayang aku tidak tahu cara membaca laporan keuangan.”


“Oh.. My ghost Carlos, kenapa kamu tidak bertanya padaku. Setahun lebih Carlos mereka mempermainkan perusahaanmu.


“Beb kalau kamu tidak mengerti kenapa kamu tidak bertanya padaku, aku istrimu Carlos!!”


Carlos mengangkat kepalanya dan menatap Jessica.


“Maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin membuatmu sibuk.”


“Carlos i'm your wife, perusahaan orang lain aku bisa perbaiki aku tidak pernah merasa sibuk dan kamu berkata aku tidak ingin membuatmu sibuk. Oh.. Come on.” Jessica menjadi kesal pada Carlos, Jessica duduk di sofa. “Beli tiket sekarang, besok kita kembali ke Jakarta.


“Tapi sayang bagaimana dengan liburan anak anak?”


“Anak anak kapan saja bisa datang berlibur kesini, aku harus membereskan kekacauan diperusahaanmu.


“Sayang...”


“Sudah...!! Kamu dengar saja kata kataku Carlos, tidak usah berbantah denganku!!”


Carlos berdiri dan duduk di samping Jessica, dia memegang tangan Jessica.


“Maafkan aku sayang, aku sudah membuat kacau liburanmu dengan anak anak.”


Jessica menatap Carlos. “Beb kenapa kamu tidak bertanya padaku kalau kamu tidak mengerti membaca laporan keuangan?”

__ADS_1


“Sayang, aku hanya malu saja bertanya padamu.”


“Kenapa malu beb, apakah aku orang lain bagimu sehingga kamu malu bertanya padaku?” Tanya Jessica dengan suara yang pelan.


“Bukan begitu sayang.”


“Terus apa beb? Atau kamu merasa akan hilang harga dirimu dengan bertanya padaku?”


Carlos memeluk Jessica. “Please jangan bicara seperti itu sayang.”


Jessica melepaskan pelukan Carlos. “Beb pesan tiket sekarang, aku akan pergi sebentar.”


“Kamu mau kemana sayang?”


“Aku hanya pergi sebentar saja beb, sebentar saja. Kamu pesan tiket terus temani anak anak, aku hanya sebentar saja.”


“Baiklah sayang tapi jangan lama lama.”


“Iya beb.” Jessica memeluk Carlos dan dia mengecup bibir Carlos kemudian dia keluar dari kamar. Dia pergi ke mall dan menuju kemesin atm, dia mengambil uang di atm dan pergi ke parkiran. Dia masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil keluar dari parkiran dan langsung menuju ke Tomohon.


sepanjang perjalanan dia memikirkan perusahaan Carlos, dia merasa kecewa pada Carlos karena tidak terbuka padanya.


“Belasan tahun aku bersamamu kamu masih menganggap aku orang lain.” Kata Jessica dalam hati.


Tidak lama kemudian Jessica sampai di rumah orang tuanya, dia turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah. Dia melihat papanya lagi menonton Tv.


“Papa sendiri di rumah?”


“Oh Jessi, kenapa kembali? Carlos dan anak anak dimana?”


“Mereka di hotel pa.” Jessica duduk di depan papanya. “Pa Jessi minta maaf, besok kami sudah harus kembali ke Jakarta.


“Kenapa cepat kembali ke Jakarta?”


“Jessi harus mengaudit laporan keuangan perusahaan Carlos, makanya harus kembali ke Jakarta.” Jessica mengeluarkan amplop berisikan uang dan memberikan pada papanya.


“Pa simpan uang ini, jangan sampai mama tahu!”


papa Jessica mengambil uang itu dari tangan Jessica. “Jessi ada yang ingin papa bicarakan padamu, mumpung kamu ada disini.”


“Mau bicara apa pa?” Tanya Jessica.


Papa Jessica berdiri dari duduknya. “Ayo ikut papa ke kamar.”


Jessica berdiri dan mengikuti papanya masuk ke dalam kamar, papa Jessica duduk di sisi tempat tidur dan Jessica duduk di kursi.


Papa ingin berterus terang padamu dan sudah waktunya kamu mengetahui kebenarannya.


“Kebenaran apa pa?” Jessica menjadi penasaran dengan perkataan papanya. Dia berdiri dan duduk dekat dengan papanya.

__ADS_1


Selamat Membaca


__ADS_2