SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Pertemuan


__ADS_3

Logan mendapatkan informasi kalau Cella sedang berada di Teresina tapi dia tidak tahu kalau wanita itu sudah akan menikah.


Pria itu mencari informasi di mana Cella dan kedua anaknya tinggal. Dia mendapatkan alamat mereka kemudian dia menuju ke tempat  itu.


Logan berhenti sedikit jauh dari rumah itu dan mengamatinya. Logan melihat Sabrina keluar dari rumah  bersama seorang pria, wajahnya langsung berubah saat sang putri memanggil  papi, dia bahkan lebih terkejut lagi kalau sosok itu adalah sepupunya.


“Bukankah itu Eduardo? Kenapa Sabrina memanggilnya papi? Bagaimana Eduardo bisa bertemu mereka?” Logan ingin turun dari mobil tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat Cella keluar dari rumah sambil menggendong Lucio dan mendengar anak itu memanggil Eduardo papi.


 “Dia sudah terlihat besar, aku ingin sekali memelukmu.” Air mata  menetes, dia menangis di dalam mobil saat melihat ke akraban kedua anaknya dengan Eduardo.


“Mereka benar-benar melupakanku.” Logan menjalankan mobilnya kembali ke hotel. Sepanjang jalan dia memikirkan Lucio dan Sabrina.


“Putriku sudah besar, apakah dia masih mengenalku? Aku akan kembali ke rumah itu, kalau Eduardo pergi aku akan bicara kepada Cella. Logan tiba di hotel kemudian dia masuk.


****


Keesokan harinya Logan kembali pergi ke rumah Eduardo, dia menghentikan mobil sedikit jauh dari rumah sepupunya. Dia melihat pria itu sedang menggendong Lucio keluar dari rumah dan memasukkan putranya ke mobil.


Logan juga melihat Sabrina berlari keluar memeluk Eduardo dan bercanda dengan sepupunya lalu sang putri kembali masuk.


Dia terus memperhatikan Eduardo yang masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediamannya. Begitu Eduardo pergi, Logan langsung turun dan pergi mengetuk pintu.


Di dalam terlihat Cella sedang memasukkan pakaian mereka di koper, mereka akan pergi bertemu dengan orang tua Eduardo lalu dia mendengar pintu di ketuk.


Cella meminta putrinya untuk melihat siapa yang datang, Sabrina keluar kamar dan pergi membuka pintu. Dia terkejut melihat Logan berdiri di hadapannya. Anak itu hanya menatap pria itu, dia masih mengenal wajah ayahnya.


 “Papi?” Logan tersenyum melihat putrinya.


“Sayang, kamu masih mengenal papi?” tanya Logan seraya masuk ingin memeluk Sabrina tapi sang putri melangkah mundur.


“Sayang, siapa yang datang?” Terdengar suara Cella dari dalam kamar.


“Mommy, papi yang datang,” sahut Sabrina seraya menatap Logan.


Di kamar Cella berpikir itu adalah Eduardo, dia mengerutkan dahi dan keluar. ‘Kalau Eduardo kenapa dia mengetuk pintu?’ Wanita itu pergi menemui putrinya lalu dia terkejut melihat Logan  berdiri di depan pintu.


Melihat ibunya, Sabrina langsung memeluk wanita itu. Sedangkan Logan dia menatap Cella dengan mata sayu. Dia ingin sekali memeluk kedua orang itu.


“Ada apa kamu ke sini?” tanya Cella dengan menatap mata Logan.


“A--ku … a--ku.” Logan terbata-bata lalu dia berlutut di depan Cella, dia tidak berani menatap wanita itu.


 “Maafkan aku,” ucap Logan sambil menangis. Dia  memeluk kaki Cella dan terus memohon kepada wanita itu.

__ADS_1


Cella berbisik kepada Sabrina, dia menyuruh putrinya masuk ke kamar lalu Sabrina meninggalkan mereka.


 “Tolong berdiri,” ujar Cella lalu Logan berdiri dan menatapnya.


“Maafkan aku, aku sudah salah padamu. Aku terlalu bodoh mengorbankan kalian hanya untuk membalas dendamku.” Cella mengernyitkan dahi lalu dia melipat kedua tangan di depan dada.


“Semua sudah terlambat, kita sudah bercerai. Sudah ku berikan kesempatan kepadamu tapi kamu lebih memilih perempuan itu dari pada aku dan kedua anakmu. Kamu bahkan tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang kamu buat.” Pria itu tertunduk kemudian dia menatap mantan istrinya.


 “Bukan seperti itu, aku memang pengecut tapi aku tidak tahu kalau kamu mengirim pesan, saat itu ponselku habis batteray,” jawab pria itu seraya ingin memegang tangan Cella tapi wanita itu menepisnya.


 “Percuma, Logan. Semua sudah selesai, sebentar lagi aku akan menikah.” Dia kembali tertunduk mendengar sang mantan berkata seperti itu.


“Apakah kamu akan menikah dengan Eduardo sepupuku?” Cella terkejut  mendengarnya, dia membalalakan mata.


“Apa? Eduardo sepupu kamu?” Logan menganggukkan kepala.


“Iya, dia anak Paman Miguel,” jawab Logan dengan menatap mata wanita itu.


Cella terdiam kemudian dia menutup mulutnya, dia tidak menyangka Eduardo adalah sepupu Logan. Wanita itu menatap sang mantan.


 “Tidak apa-apa kalau dia sepupumu, dia sangat mencintaiku, bahkan dia perlakukan kedua anakmu seperti anaknya sendiri.


 “Apakah kamu mencintainya?” Cella tersenyum sinis mendengar pertanyaan pria itu.


“Kamu masa laluku, sekarang aku bahagia bersama Eduardo. Dia sangat mencintaiku.” Logan menganggukkan kepala.


“Boleh aku bertemu dengan kedua anak ku?” tanya pria itu seraya menatap mata Cella.


“Tentu saja, tapi dengan syarat.” Logan mengangkat kedua keningnya dan memiringkan kepala ingin mendengar apa yang ingin di katakan sang mantan.


“Apa itu?” tanya Logan dengan mengerutkan dahinya.


 “Jangan pernah katakan kepada Eduardo kalo kamu mantan suamiku, biar aku yang akan menjelaskan semuanya.” Kembali pria itu menganggukkan kepala tanda mengerti.


 “Baik, aku akan menyimpan semuanya, asalkan aku selalu bisa bertemu dengan kedua anakku,” ujar Logan dengan wajah sedih.


“Satu lagi, Logan.” Pria itu kembali menatap Cella.


“Apa?” tanya Logan penasaran.


“Kami akan ke perkebunan, tolong kamu turunkan semua foto-foto pernikahan kita berdua dan letakkan di gudang. Jelaskan kepada Paman Miguel tentang aku dan Eduardo,” perintah wanita itu lalu Logan menyetujuinya.


“Iya, aku akan lakukan semua apa yang kamu inginkan,” ujar Logan dengan menatap mata wanita itu. “Boleh aku memelukmu untuk terakhir kali?” Cella menganggukan kepala lalu pria itu memeluknya dengan erat.

__ADS_1


 “Aku sangat mencintaimu, aku memang sudah bersalah padamu. Walaupun kita sudah bercerai aku akan selalu menganggap kamu istriku.” Cella hanya diam mendengar perkataan pria itu.


 “Sampai kapanpun tidak ada yang akan menggantikan posisimu di hatiku. Selamanya aku tidak akan menikah lagi.” bisik Logan di telinga Cella.


Air mata mengalir di pipi wanita itu, dia memeluk Logan dengan erat. ‘Aku juga masih mencintaimu, dan sampai kapanpun hanya kamu yang ada di hatik,’. kata Cella dalam hati, dia menghapus airmatanya kemudian melepaskan pelukan Logan.


 “Tolong pergi sekarang, aku tidak ingin Eduardo melihatmu,” pinta Cella kepada Logan.


“Iya, aku akan pergi tapi bolehkan aku bertemu dengan Sabrina? Aku ingin memeluknya.” Cella menganggukkan kepala kemudian  menyuruh Logan duduk.


 “Baik, tunggu di sini. Aku akan memanggilnya.” Cella pergi ke kamar Sabrina, dia membuka pintu dan melihat putrinya sedang termenung di kamar. Wanita itu menghampiri Sabrina dan duduk di sisi tempat tidur.


“Sayang, apakah kamu ingin bertemu dengan papi?” Sabrina menatap Cella kemudian dia bangun dan memeluknya dengan erat, anak itu menangis di pelukan sang ibu.


“Mommy, mengapa baru sekarang papi datang?” tanya Sabrina dengan menangis.


 “Sayang, mommy tidak bisa jelaskan sekarang, suatu waktu kamu akan mengerti. Ayo temui papi di depan.” Sabrina melepaskan pelukkannya kemudian dia turun dan pergi menemui Logan.


Logan berdiri dan menatap Sabrina, dia langsung memeluk putrinya dengan erat.


 “Princess papi sudah besar, tidak terasa umurmu sudah delapan tahun,” ujar Logan dengan mencium kedua pipi Sabrina.


Logan duduk dan memangku Sabrina, dia membelai rambut putrinya dan kembali mencium pipi anak itu.


“Kamu sudah sekolah?” tanya Logan dengan membelai rambut Sabrina.


“Iya, aku sekolah di Philipin,” sahut Sabrina lalu Logan tersenyum.


 “Apakah kamu rindu kepada papi?” tanya Logan dengan suara pelan. Lalu Sabrina memeluk Logan dan menangis.


“Iya, aku rindu papi,” jawab Sabrina dengan memeluk Logan dengan erat


.


 “Papi juga sangat rindu kepada kalian,” ujar Logan lalu dia mengecup kembali pipi Sabrina.


“Baiklah, papi pergi sekarang. Papi harus bekerja.” Sabrina melepaskan pelukkannya dan turun dari pangkuan sang ayah.


Logan berdiri kemudian dia memeluk Cella dengan erat. Dia memegang kedua pipi wanita itu. Mereka berdua saling tatap mata lalu Logan mencium bibir mantan istrinya.


Cella memejamkan mata dan merasakan lidah pria itu menerobos ke dalam mulutnya. Cella mendorong pelan tubuh Logan.


 “Pergilah, aku tidak ingin Eduardo memergoki kita berdua.” Logan menganggukan kepala kemudian dia tersenyum melihat Sabrina.

__ADS_1


Pria itu kembali mencium Sabrina kemudian meninggalkan kediaman Eduardo. Cella menghampiri Sabrina dan meminta  untuk merahasiakan kedatangan Logan.


__ADS_2