SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Selesai berbulan madu


__ADS_3

Portugal


Kairos dan Tania keluar dari kamar sambil membawa koper, mereka pergi berpamitan pada Tuan Hector.


“Opa aku dan Tania akan kembali ke Amerika.” Kata Kairos pada Tuan Hector.


“Baiklah Kairos, nanti sopir opa yang akan mengantar kalian ke Airport.”


“Terima kasih opa, aku titip adik adikku ya opa.”


“Iya Kairos, kamu jangan khawatir.” Kata Tuan Hector pada Kairos.


“Sekali lagi terima kasih opa.” Ucap kairos lalu dia memeluk Tuan Hector.


Kairos juga memeluk Acel dan Cella. Dia melihat Isabell dan Teresa. Kairos memeluk Isabell.


“Sayang nanti sama Teresa ya.”


“Iya Kairos.” Jawab Isabell kemudian dia mencium Kairos. Kairos juga mencium Isabell lalu memberikan Isabell pada Teresa.


“Teresa aku titip Isabell ya.”


“Iya Kairos, kamu tidak usah khawatir. Aku akan menjaga Isabell dengan baik.”


“Terima kasih Teresa.” Ucap Kairos kemudian dia dan Tania masuk ke dalam mobil.


Sopir Tuan Hector mengantar Kairos dan Tania ke Airport, tiba di Airport mereka berdua turun dari mobil dan langsung masuk kedalam Airport. Mereka check in dan pergi ke Imigrasi. Selesai dari imigrasi mereka masuk keruang tunggu. Dan tidak lama kemudian mereka masuk kedalam pesawat dan pesawat Take off.


Indonesia


Carlos sedang berkerja di ruangannya tapi matanya tidak terlepas dari layar handpgone. Dia dan Vania setiap hari tidak lepas dari skype, baik tidur maupun bekerja skype tidak lepas dari mereka berdua. Carlos melihat Vania yang sedang bekerja dari layar handphonenya dan dia tersenyum.


“Sayang kamu terlihat sibuk sekali.” Kata Carlos pada Vania.


“Ah.., tidak juga Carlos. Aku hanya menginput data.”


“Oh begitu.., sayang nanti kamu pulang jam berapa?”


“Sebentar lagi Carlos.” Kata Vania.


“Baiklah sayang, nanti sebelum pulang kamu kerumahku dulu ya.”


“Iya Tuan Carlos.” Canda Vania dan Carlos tertawa.


Kemudian Carlos kembali bekerja. Tidak lama kemudian terdengar suara Vania.


“Carlos aku sudah selesai, kamu mau jemput aku jam berapa?” Tanya Vania.


Carlos melihat melihat ke layar handphonenya.


“Aku jemput kamu sekarang. Sebentar aku matikan komputerku dulu.” Kata Carlos pada Vania.


“Baiklah Carlos, aku matikan skypenya ya.”


“Jangan sayang biarkan saja.”


“Baiklah. Aku tunggu kamu.” Kata Vania pada Carlos.


Selesai mematikan computer Carlos keluar dari ruangannya dan pergi keparkiran, dia masuk kedalam mobil dan mengatur handphonenya agar kamera terarah padanya. Kemudian dia keluar dari parkiran menuju ke kantor Vania. Sepanjang perjalanan ke kantor dia mendengar lagu “ God Gave Me You. Dan Carlos ikut bernyanyi.


“God gave me you for the day of doubt

__ADS_1


For when I think I lost my way


There are no words here let to say. It’s true.


“Carlos suaramu bangus.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos tertawa.


“Jangan menghinaku sayang.”


“Carlos aku serius, suara kamu bagus.” Kata Vania lagi.


“Terima kasih kalau begitu.” Dan Carlos melanjutkan ikut bernyanyi.


A divine conspiracy


That you, an angel lovely


Could somehow fall for me. Terdengar suara Vania.


“Carlos kamu menyinggung ku lewat lagu ini ya?”


“Kenapa kamu berpikiran seperti itu sayang, lagu ini hanya kebetulan saja. aku memutar radio dan kebetulan lagunya aku tahu.”


“Ohh.., kamu masih jauh?”


“Uumm…, sudah dekat sayang. Kamu tunggu di depan saja.”


“Baiklah Carlos aku keluar sekarang.” Kata Vania. “Aku matikan skype ya.”


“Iya sayang matikan saja. Kata Carlos pada Vania. Carlos tiba di kantor Vania dan dia melihat Vania sudah di depan kantor. Carlos berhenti di depan Vania dan membukakan pintu kepada Vania. Vania masuk kedalam mobil lalu Carlos langsung memeluk dan mengecup bibir Vania.


“Kita langsung pulang kerumahku ya.”


“Iya Carlos.” Jawab Vania.


“Carlos nanti jam sembilan kamu antar aku pulang ya.”


“Iya sayang, jangan khawatir.” Kata Carlos sambil mencubit pipi Vania lalu dia menggenggam kembali tangan Vania.


Sampai di rumah mereka berdua turun dan langsung masuk kedalam rumah. Carlos masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya. Vania dia pergi ke kolam renang dan duduk.


Selesai mengganti pakaian Carlos keluar dari kamar dan menemui Vania di kolam renang.


“Sayang bantu aku memasak untuk makan malam.”


“Iya Carlos.” Ujar Vania kemudian dia berdiri dan mengikuti Carlos dari belakang.


Mereka berdua memasak di dapur. Sesekali Vania menganggu Carlos yang lagi membersihkan bumbu.


“Sayang kamu nakal ya.” Kata Carlos pada Vania dan Vania tertawa.


Maldives


Jessica dan Pedro sedang bersiap siap kembali ke Portugal. Mereka hanya berbulan madu seminggu di Maldives Island.


“Dear kamu sudah selesai?” Tanya Pedro pada Jessica.


“Iya Pedro aku sudah selesai. Bawah saja kopernya.”


“Ayo kalau begitu.” Kata Pedro kemudian dia dan Jessica keluar dari kamar dan pergi ke lobby. Pedro menyerahkan kunci kamar dan mereka langsung berangkat ke Airport. Tiba di Airport Pedro dan Jessica menuju ke Imigrasi, selesai di Imigrasi Pedro dan Jessica langsung menuju ke pesawat pribadi milik Tuan Hector. Mereka masuk ke dalam pesawat dan pesawat take off.


Indonesia

__ADS_1


Carlos dan Vania selesai memasak lalu Vania mengatur makanan di meja makan. Mereka berdua duduk di meja makan lalu Vania mengambilkan makanan untuk Carlos dan memberikannya pada Carlos.


“Terima kasih sayang.” Ucap Carlos pada Vania.


“Sama sama Tuan Carlos.” Canda Vania pada Carlos dan Carlos tertawa kemudian dia mencubit hidung Vania. “Ah.., sakit Carlos.


“Ayo makan sayang.”


“Iya kamu juga Carlos, jangan menatap aku terus.” Canda Vania lagi dan Carlos tertawa. Dia memeluk Vania dan mengecup bibir Vania. “Sudah Carlos ayo kita makan.”


“Iya sayang.”


Vania tersenyum kepada Carlos, dia menarik piring Carlos dan menyatukan makanan mereka berdua. “ Aku akan menyuapimu.” Kata Vania pada Carlos sambil mengambil makanan dengan sendok.


“Baikah sayang, tapi satu suapan satu kecupan. Bagaimana sayang?”


Vania tertawa


“Ok kecupannya di mana?”


“Uumm.., yang pasti di bibirku sayang masa di milikku.” Canda Carlos pada dan Vania langsung tertawa


“Ok buka mulutmu.” Kata Vania dan carlos membuka mulutnya dan Vania menyuapi Carlos.


Selesai menyuapi Carlos dia mengecup bibir Carlos dan Carlos tersenyum.


“Sekarang kamu yang makan.”


“Kamu tidak menyuapiku Carlos.” Tanya Vania dengan wajah cemberut dan Carlos tertawa.


“Jangan cemberut begitu sayang, aku akan menyuapimu.” Carlos mengambil makanan kemudian dia menyuapi Vania dan mengecup bibir Vania.


Sambil makan mereka berdua bersenda gurau. Sesekali terdengar tawa Carlos dan Vania.


“Sayang bagaimana kalau kamu tinggal saja disini?”


“Carlos kitakan belum menikah.”


“Memang kenapa kalau kita belum menikah sayang?”


“Carlos kalau di lihat orang nanti mereka berpikiran yang tidak baik.” Kata Vania pada Carlos


“Sayang biarkan saja mereka, lagipula siapa yang akan melihat kita di rumah ini. Pagarnya tinggi terus disini aku tidak pernah bertemu dengan tetangga.”


“Uumm…. Bagaimana kalau jumat sampai minggu saja aku menginap disini?”


“Hmm.., baiklah sayang. Tidak apa apa.” Sebenarnya aku ingin kamu tinggal disini agar kita bisa lebih saling mengenal sifat kita masing masing, karena aku tidak ingin gagal lagi sayang.” Kata Carlos pada Vania sambil membelai rambut Vania.


“Baiklah Carlos aku akan bicara dulu dengan tante Sonya.”


“Iya sayang, tidak apa apa.” Kata Carlos sambil mengecup bibir Vania.


Vania tersenyum pada Carlos dan dia berdiri.


“Aku akan mencuci piring Carlos.”


“Iya sayang.” Carlos berdiri dan membantu Vania merapikan meja makan.


Vania membawa piring kotor ke tempat cuci piring dan mencucinya. Selesai mencuci piring Carlos dan Vania pergi duduk di dekat kolam renang. Vania duduk di pangkuan Carlos.


Selamat Membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan Komentarnya ya.


Terima kasih


__ADS_2