SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Flashback


__ADS_3

Carlos duduk di sofa dan memikirkan Vania. “Mulia sekali hatimu Vania.” Kata Carlos dalam hati.” Aku tidak pernah bertemu dengan wanita sepertimu yang mau mengorbankan cintamu.” Kata Carlos lagi dalam hati.


Carlos menatap Jessica dan memeluk Jessica dia memeluk Jessicaa dengan erat.


“Aku sangat bahagia sayang, aku pikir kita tidak akan pernah bersatu lagi.” Kata Carlos pada Jessica sambil mengecup kening Jessica.


“Aku juga beb, aku sangat bahagia kita bisa bersatu kembali.” Kata Jessica pada Carlos, dia menyandarkan kepalanya di dada Carlos dan Carlos kembali mengecup kening Jessica. “Beb anak anak dimana?”


“Mereka di rumah.” Jawab Carlos


Jessica berdiri dan menatap Carlos. “Baiklah beb, aku ingin bertemu mereka. Aku sangat merindukan mereka beb.”


“Baiklah sayang oh ya Isabell mana?” Tanya Carlos.


“Isabell lagi di hotel bersama Teresa.”


Ohh begitu, kalau begitu ayo kita pergi!” Ajak Carlos pada Jessica dan mereka berdua keluar dari ruangan dan pergi ke parkiran. Carlos membukakan pintu pada mobil pada Jessica dan Jessica masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Carlos. Carlos langsung menjalankan mobilnya, Carlos memegang tangan Jessica dan menciumnya. Jessica tersenyum pada Carlos. Carlos tidak mengarahkan mobilnya ke pondok indah, tapi dia mengarahkan mobilnya ke apartemen


Akhirnya mereka tiba. Carlos dan jessica turun dari mobil dan masuk kedalam lift, Carlos menempelkan kartu akses dan menekan tombol angka 18. Mereka tiba di lantai 18 lalu mereka menuju ke apartemen. Carlos membuka pintu dan menyuruh Jessica masuk. Jessica masuk kedalam dan dia menatap Carlos dengan heran.


“Beb kenapa begitu sepi? Anak anak dimana?” Tanya Jessica dan Carlos tersenyum


Carlos melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. “Uumm.... Anak anak ada di rumah pondok indah. Aku ingin berduaan denganmu disini, kalau di sana kita tidak bebas karena ada anak anak.”


Jessica tertawa. “Beb kamu mulai lagi.” Kata Jessica pada Carlos sambil tersenyum. Mereka naik kelantai dua dan Jessica membuka gorden jendela dan ruangan menjadi terang. Dia menyemprotkan parfum keseluruh ruangan.


Sedangkan Carlos dia masuk ke dalam kamar dan melepaskan kemeja dan menggantungnya. Dia keluar kamar dan menarik Jessica masuk kedalam kamar, dia langsung mencium bibir Jessica. mereka saling berciuman. Carlos melepaskan kemeja Jessica dan kembali mencium bibir Jessica.


Dan mereka berdua melakukan hubungan itu. Mereka melakukannya berulang kali.


Carlos memeluk Jessica dan mengecup bibir Jessica.” Terima kasih sayang, ternyata kamu masih hebat di ranjang.” Canda Carlos pada Jessica dan Jessica tertawa.


“Kamu juga masih hebat beb.” Kata Jessica kemudian dia meletakkan kepalanya di dada Carlos, dan memeluk Carlos


“Sayang kita mandi ya.” Bisik Carlos.


“Iya beb, ayo kita mandi.” Kata Jessica kemudian mereka berdua bangun dan pergi ke kamar mandi. Jessica menyalakan shower dan air membasahi tubuh mereka berdua. Jessica meneteskan sabun di telapak tangannya dan menggosok punggung Carlos, begitu juga Carlos dia meneteskan sabun di telapak tangannya dan menggsosok punggung Jessica dengan sabun. Dia memeluk Jessica dari belakang dan menggosokan sabun di dada Jessica sambil meremasnya. Dan Jessica tertawa.


“Kamu mau menggosok sabun atau mau membuat aku terangsang lagi beb.” Kata Jessica lalu Carlos tertawa.


“Aku masih ingin melakukannya.” Bisik Carlos di kuping Jessica sambil jari jemarinya masuk di antara paha Jessica.


“Aahh.. Beb…” Desah Jessica


Dan akhirnya mereka berdua melakukan kembali di kamar mandi.

__ADS_1


-----------------------------------


Pedro dan Vania tiba di bali mereka berdua langsung menuju hotel dan check in. Petugas hotel mengantar mereka ke kamar dan Vania memberikan tip pada petugas hotel. Pedro dan Vania duduk di sofa dan berbincang bincang.


“Pedro terima kasih ya, kamu sudah mau melepas Jessica.” Kata Vania pada Pedro dan Pedro tersenyum


“Aku juga berterima kasih padamu Vania. Kamu sudah membuka mataku.”


FLASHBACK


Setelah mendapatkan nomor Kairos dari Jessica Vania langsung menghubungi Kairos, ada nada panggil dan terdengar suara Kairos. “Hello who is it?”


“Hi Kairos its me Vania. Apa aku mengganggumu?”


“Ohh.. Vania. Umm kamu tidak menggangguku. Ada apa?”


“Ehm… Begini Kairos, aku butuh nomor telepon Pedro.”


“Untuk apa Vania.” Tanya Kairos dari seberang telepon.


“Uumm.. Begini Kairos aku ingin menawarkan bisnis pada Pedro. Bisnis ini sangat bagus Kairos.”


“ohh, begitu. Baiklah nanti aku kirim via wa.” Kata Kairos.


“Terima kasih Kairos.” Ucap Vania lalu dia menutup teleponnya. “ Yess.. Aku harus menjalankan misiku. Aku tidak ingin menikah dengan oarng yang tidak mencintai aku. Dan mudah mudahan Pedro mau menerima masukanku.” Kata Vania dalam hati dan handphonenya berbunyi, dia melihat ada pesan masuk di wa-nya. “Nomor Pedro.” Gumam Vania kemudian dia membalas pesan dari Kairos. “Thanks ya Kairos.”


“Ola quem é?”


Vania terkejut dan dia tidak mengerti apa yang Pedro katakan. “Pedro ini aku Vania. Bahasa apa yang kamu gunakan? Tanya Vania.


Terdengar tawa Pedro dari seberang telepon. “Ohh sorry Vania, aku pikir siapa. Dari mana kamu mendapakan nomorku?”


“Uumm dari Kairos, aku memintanya pada Kairos.


“Oh.. Begitu ya, oh ya ada apa meneleponku?” Tanya Pedro pada Vania.


“Pedro apakah kamu sibuk?”


“Tidak Vania, aku tidak sibuk. Ada apa?” Tanya Pedro lagi dari seberang telepon.


“Uumm begini Pedro aku butuh pertolonganmu.”


“Pertolongan apa Vania? Katakan saja!”


“Pedro selamatkan aku dari Carlos, hanya kamu yanga bisa menyelamatkanku Pedro.”

__ADS_1


“Vania aku tidak mengerti, maksudmu apa?”


“Pedro aku tidak ingin menikah dengan Carlos, dan hanya kamu yang bisa membantuku Pedro.” Kata Vania lagi.


“Vania bukannya kamu mencintai Carlos, terus kenapa kamu tidak ingin menikah dengan Carlos?” Tanya Pedro lagi dari seberang telepon.


“Iya Pedro aku memang mencintai Carlos, tapi aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak mencintai aku.” Kata Vania pada Pedro dengan suara yang sedih. “Kamu tahu Pedro, Carlos tidak mencintaiku dia hanya mencintai Jessica.


“Tidak mungkin Vania, Carlos pasti mencintaimu. Kamu itu sangat cantik Vania.”


“Pedro aku sendiri mendengar percakapan Carlos dan Jessica pada malam itu di pondok. Carlos hanya mencintai Jessica dan Jessica hanya mencintai Carlos.


Mendengar Vania berkata begitu Pedro langsung terdiam, karena dia juga mendengar percakapan itu.


“Apa yang harus aku lakukan Vania agar kamu tidak menikah dengan Carlos?”


“Pedro hanya satu dan simple.”


“Tinggalkan Jessica dan biarkan Jessica kembali pada Carlos.


Terdengar Pedro menarik nafas panjang. “Tapi Vania aku mencintai Jessica.”


“Iya Pedro, kamu memang mencintai Jessica sama seperti aku mencintai Carlos juga. Tapi untuk apa kamu bertahan dengan orang yang tidak mencintaimu. Tubuh Jessica memang kamu bisa miliki tapi cinta Jessica tidak bisa kamu miliki karena cinta Jessica hanya untuk Carlos. Sama seperti aku, Cinta Carlos hanya untuk Jessica.


“Vania kapan saja Jessica bisa meninggalkan aku. Dia bisa kembali pada Carlos kapan saja dia mau. Aku tidak apa apa.”


“Pedro Jessica tidak akan meniggalkan kamu, kecuali kamu yang meninggalkan Jessica. Itu kata Jessica padaku. Dia akan kembali pada Carlos kalau kamu yang meninggalkan dia” Kata Vania lagi.


“Jadi aku harus bagaimana Vania?”


“Pedro tinggalkan Jessica dan biarkan dia bersatu dengan Carlos. Aku kasihan melihat anak anaknya, apalagi Isabell. Dia butuh kasih sayang dari Carlos.


“Umm... Nanti aku pikirkan Vania.” Kata Pedro dari seberang telepon.


“Baiklah Pedro, berpikirnya jangan lama lama ya Pedro!”


“Iya Vania, nanti aku kabarkan padamu. Oh ya ini nomor kamukan?”


“Iya Pedro ini nomorku.” Jawab Vania


“Baiklah Vania aku akan menyimpan nomormu dan secepatnya aku akan mengabarkan padamu.”


“Terima kasih Pedro, aku tunggu ya.” Kata Vania pada Pedro lalu dia menutup teleponnya.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya.


Terima kasih


__ADS_2