SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kesal


__ADS_3

Jessica menjemput Andrew di Airport Lax, tiba di Airport Jessica melihat Andrew sudah menunggu. Jessica menepikan mobilnya tepat di depan Andrew dan dia membuka pintu dan Andrew masuk kedalam mobil. Andrew memeluk Jessica lalu mengecup bibir Jessica dan jessica langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya di Santa Barbara. Sampai di rumah Jessica dan Andrew masuk kedalam kamar.


Jessica melingkarkan kedua tangannya di pinggang Andrew.


“Kamu lelah Ndrew?” Tanya Jessica.


“Iya Jessi aku sangat lelah.” Jawab Andrew


“Baiklah, kalau begitu kamu istirahat saja dulu, aku akan kekantor.”


“Baiklah Jessi aku tidur dulu. Oh ya hati hati menyetirnya ya jangan ngebut ngebut.” Kata Andrew pada Jessica dan Jessica menganggukan kepala sambil tersenyum.


Jessica langsung pergi kekantor sampai di kantor Jessica langsung masuk keruangannya dan handphonenya berbunyi, dia melihat Charlie yang menelepon.


“Hi Charlie ada apa menelponku?” Tanya Jessica


“Ehmm.., begini Jessi. Aku baru menambah orang lagi untuk berjaga di villa. Jadi sekarang mereka berjumlah 7 dan aku masih menghubungi temanku tapi dia masih di luar kota.


“Baiklah Charlie tidak apa apa. Yang terpenting di villa dan di rumah sudah ada orang yang berjaga.”


“Baik Jessi, Terimak kasih.”


“Sama sama Charlie.” Ucap Jesica dan dia menutup teleponnya lalu dia pergi keluar. Dia pergi keparkiran dan Jessica sempat melihat mobil Carlos, Jessica langsung menghubungi Charlie. Ada nada panggil, kemudian terdengar suara Charlie dari seberang telepon.


“Iya Jessi ada apa?” Tanya Charlie.


“Uumm.. Charlie aku ingin kamu segera ke kantor karena sepertinya Carlos sedang mengikutiku. Dan aku ingin kamu menambah orang untuk mengawasi Carlos.


“Baiklah Jessi aku segera kesana, kamu tunggu aku dikantor! Jangan kemana mana dulu!” Kata Charlie dari seberang telepon.


“Baiklah Charlie.” Jessica menutup telepon dan kembali masuk ke dalam kantor kemudian dia pergi keruangannya dan mengintip dari jendela kaca dan melihat mobil Carlos masih ada.


“Kenapa mobil Carlos ada di situ? Apakah dia sedang mengawasiku?” Tanya Jessica dalam hati.


Tidak lama kemudian Charlie sampai dan dia langsung menuju ke ruangan Jessica. Dia mengetuk pintu dan Jessica menyuruhnya masuk. Charlie masuk dan langsung duduk di sofa.


“Apakah mobil Carlos masih ada Jessi?” Tanya Charlie.


Jessica mengintip lagi di jendela dan melihat mobil Carlos masih ada. “Iya Charlie mobilnya masih disana.” Jawab Jessica dan dia duduk di sofa. “Kenapa dia mengawasiku ya?” Tanya Jessica


“Kamu hati hati saja Jessi, seperti yang kamu katakan padaku Carlos itu nekat.”


“Iya Charlie makanya aku langsung menghubungi kamu.” Kata Jessica pada Charlie.


“Oh ya kamu mau kemana Jessi?”


“Aku mau pergi ke perusahaan Well’s Group Charlie.” Jawab Jessica.


“Baiklah aku akan mengantarmu Jessi.” Kata Charlie pada Jessica.


“Ok Charlie, ayo kita jalan sekarang!”


Jessica dan Charlie keluar dari kantor lalu menuju keparkiran dan Jesica masih melihat mobil Carlos masih ada disana. kemudian Jessica memegang tangan Charlie.


Charlie menatap Jessica dengan aneh tapi Jessica mengedipkan sebelah matanya pada Charlie dan Charlie mengerti. Charlie melingkarkan tangannya di punggung Jessica dan mereka pergi ke mobil. Charlie membukakan pintu mobil pada Jessica kemudian jessica masuk dan Charlie berjalan kearah sisi mobil dan dia juga masuk kedalam mobil.


Charlie langsung menjalankan mobil Jessica ke perusahaan Well’s Group. Charlie melihat dari spion mobil Carlos berada di belakang mereka dengan jarak agak sedikit jauh. Tiba di Well’s group Charlie melihat mobil Carlos masih ada.

__ADS_1


“Jessi mobil Carlos masih mengikuti kita.” Kata Charlie.


“Biarkan saja dia Charlie. Aku juga tidak mengerti kenapa dia mengikutiku.” Kata Jessica.


Jessica dan Charlie turun dari mobil kemudian Charlie memegang tangan Jessica lalu mereka berdua masuk kedalam kantor dan Jessica langsung masuk kedalam ruangan bersama Charlie. Charlie duduk di sofa dan Jessica duduk di kursi kerjanya dan langsung menyalakan komputernya.


Dan Dixon masuk, dia langsung menyapa Charlie. “Hi Charlie, lama tidak melihatmu.” Kata Dixon pada Charlie sambil memeluk Charlie.


“Hi Dixon, iya lama tidak bertemu.” Kata Charlie sambil membalas pelukan Dixon dan duduk kembali.


Jessica menatap Dixon dan terseyum.” Kenapa kamu kesini Dixon?”


Dixon tesenyum lalu memeluk Jessica. “Aku merindukan adikku” Kata Dixon sambil memeluk erat Jessica.


Jessica tersenyum. “Hei mana pacarmu?” Canda Jessica pada Dixon.


“Ah.. Jessi jangan tanya itu lagi, aku malas.” Kata Dixon sambil mencubit pipi jessica. “Hei bagaimana kabar keponakanku, apakah mereka baik baik saja?”


“Iya Dixon mereka baik baik saja. Kenapa kamu tidak pernah pergi lagi ke Santa Barbara?” Kamu tidak merindukan anak anakku?” Tanya Jessica.


“Ah.. Jessi tentu saja aku sangat merindukan mereka apalagi si kecil Isabell. Hei Jessi Isabell pasti sudah lebih lucu lagi ya?”


“Iya Dixon dia sudah tambah lucu sekarang.” Jawab Jessica sambil memperhatikan pergerakan saham perusahaannya.”


“Jessi nanti sebentar aku akan kerumahmu, aku ingin melihat keponakanku.” Kata Dixon


“Bagus Dixon, mereka juga merindukanmu.” Kata jessica sambil


Tidak lama kemudian mereka bertiga keluar dari kantor dan Jessica meminta Charlie untuk mengantarnya pulang ke Santa Barbara. Dan Charlie mengantar Jessica ke Santa Barbara.


Sampai di rumah Jessica langsung masuk ke kamar dan melihat Andrew sedang berbaring di tempat tidur. Jessica mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia membalutkan handuknya di badan kemudian dia keluar dari kamar dan duduk di depan cermin.


Jessica melepaskan handuknya dan memakai kimono kemudian dia berbaring di samping Andrew dan memeluk Andrew dari belakang. Kemudian dia tidur.


Sudah dua minggu Andrew berada di Amerika dan Jessica menunggu Andrew untuk menyentuhnya. Tapi Andrew tidak pernah menyentuh Jessica. Jessica menjadi penasaran, dia masuk kekamar dan melihat Andrew lagi berbaring di tempat tidur. Jessica melepaskan semua pakaiannya dan dia berbaring di samping Andrew.


Andrew melihat Jessica sudah telanjang dia mencoba menghindar. Saat Jessica ingin menciumnya Andrew menghindar. Andrew tidak ingin melakukannya karena dia tahu pernikahannya dengan Jessica hanyalah palsu


“Maaf Jessi aku tidak bisa melakukannya.” Kata Andrew pada Jessica.


Jessica menatap Andrew dengan heran.


“Mengapa Andrew? Aku istrimu, kenapa kamu tidak bisa melakukannya?” Tanya Jessica penasaran.


Andrew tidak bisa menjawabnya


“Ehm... Jessi aku tidak bisa. Pokoknya aku tidak bisa Jessi.” Kata Andrew dengan tegas


“Iya tapi kenapa Andrew? Katakan alasannya kenapa?”


Andrew hanya menggelengkan gelengkan kepala. Jessica marah lalu dia memakai pakaiannya kemudian dia keluar dari kamar sambil membanting pintu kamar dengan kencang. Andrew terkejut melihat Jessica membanting pintu.


Jessica keluar dan langsung masuk kedalam mobil. Dia langsung pergi meninggalkan rumah. Melihat Jessica pergi dalam keadaan marah Charlie menjadi khawatir dan mengejar Jessica dengan mobilnya. Dia mengikuti Jessica dengan mengambil jarak, dia tidak ingin Jessica tahu kalau dia mengikuti Jessica.


Sementara di mobil Jessica emosional. Dia sangat marah pada Andrew. “Dasar suami tidak berguna. Lebih baik aku menceraikan dia saja.” Kata Jessica dalam hati. Dia menjalankan mobilnya menuju ke villa, sampai di villa dia masuk dan langsung menuju kekamarnya. Dia berteriak di villa dan menangis.


Tiba tiba Charlie memeluknya.

__ADS_1


“Kamu kenapa Jessi? Apakah kamu ada masalah?” Tanya Charlie.


Jessica memeluk Charlie dan menangis.


“Charlie soal karier aku memang berhasil tapi dalam rumah tangga aku tidak berhasil. Aku memang istri yang tidak sempurna sampai sampai Carlos harus mengkhiantiku. Dia berselingku dengan ketiga temanku . Aku gagal Charlie, aku merasa gagal.” Kata Jessica sambil menangis di pelukan Charlie. “Dan Andrew aku tidak tahu kenapa dia tidak pernah menyentuhku.


“Jessi kamu bukan istri yang tidak sempurna, aku melihatmu Jessi, kamu itu istri yang sangat sempurna, sesibuk apapun kamu tetap memberikan waktu untuk keluarga dan kamu lihat sendiri anak anakmu lebih memilih tinggal denganmu dari pada Carlos. Jangan bicara begitu lagi.


“Tapi Charlie buktinya Carlos bisa berselingku.”


“berselingkuhnya Carlos bukan berarti kamu istri yang tidak sempurna, tapi dia memang laki laki kurang ajar.” Kata Charlie lagi.


Jessica memeluk Charlie dengan erat dan menangis.


“Aku tidak tahu, kalau tidak ada anak anakku mungkin aku sudah bunuh diri. Anak anakku kekuatanku saat ini Charlie. Tiba tiba handphone Jessica berbunyi dan dia membaca pesan dari anak buah Charlie.


“Nyonya Jessi tTuan Carlos ada di dekat villa Nyonya.”


Jessica menatap Charlie.


“Charlie, Carlos di sekitar sini.” Bisik Jessica di kuping Charlie.” Biarkan saja dia masuk kedalam villa.” Kata Jessica kepada Charlie.


Charlie menghubungi temannya dan memerintahkan mereka untuk membiarkan Carlos masuk kedalam villa. Tapi mereka harus tetap bersiaga.


Jessica duduk disisi tempat tidur begitu juga dengan Charlie dia duduk disisi tempat tidur dan mereka berdua berbincang bincang. Dan pesan masuk lagi kalau Carlos berada di dekat pintu dan sedan mengintip Charlie dan Jessica. Jessica membaca pesan itu dan tersenyum. “Kenapa kamu mengikutiku Carlos? Apakah kamu masih mencintaiku dan ingin tahu aku melakukan apa saja?” Kata Jessica dalam hati. Jessica berdiri dan mengajak Charlie duduk di teras dan Charlie mengikuti Jessica dari belakang dan mereka berdua duduk di teras dan berbincang bincang


“Charlie aku tidak mengerti dengan Carlos, kenapa dia selalu mengikutiku?”


“Mungkin dia masih mencintaimu Jessi.”


“Charlie kalau dia masih mencintaiku kenapa setiap kali dia berhubungan sex dengan perempuan lain, dia selalu mengirim video padaku?”


“Itu yang tidak aku mengerti Jessi.”


Sementara itu Carlos pergi meninggalkan villa, dia masuk kedalam mobil dan langsung pulang kerumah.


Sementara itu di villa terlihat Jessica masih berbincang bincang dengan Charlie.


“Charlie sebaiknya aku pulang, aku meninggalkan Isabell.


“Iya Jessi, ayo kita pulang.


Jessica dan Charlie keluar dari villa lalu Jessica masuk kedalam mobilnya sedangkan Charlie dia masuk kedalam mobilnya juga.


Jessica menjalankan mobilnya ke Santa Barbara.


Sampai di rumah dia melihat Andrew lagi duduk di sofa.


“Hi, kamu sudah makan Ndrew?”


“Iya Jessi aku sudah makan, oh ya Jessi besok aku harus kembali ke Indonesia.” Kata Andrew pada Jessica.


“Baik Ndrew, nanti aku akan meminta Charlie atau Kairos untuk mengantarmu ke Airport.


“Terima kasih Jessi.” Ucap Andrew.


Jessica menganggukan kepala dan dia berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Selamat membaca.


Jangan lupa like dan komentar ya


__ADS_2