
Saat Jessica dan Carlos di kantor, Charlie mengumpulkan anak buah Carlos yang berasal dari dia. Mereka berkumpul di halaman belakang rumah Carlos.
Disana ada Emil, Hank, Bane, Alex, Marcio, dan Colby. Charlie juga memanggil James, Erick, Cliff dan Robby.
Mereka berbincang bincang di halaman belakang.
"Jadi maksud aku mengumpulkan kalian disini untuk membicarakan hal yang sangat penting." Kata Charlie membuka perbimcangan
"Kalian sudah mendengar sendiri apa yang di katakan oleh Erick, kalau Mike memerintahkan mereka untuk membunuh Colby dan Acel."
"Kenapa Mike ingin aku mati?" Tanya Colby kepada Charlie.
"Colby, Mike merasa tidak leluasa bergerak karena kamu dan Acel selalu mendampingi Carlos." Jelas Charlie kepada Colby.
"Jadi dia ingin membunuh aku dan Acel hanya karena hal itu? Jangan coba-coba menyentuh Acel." Kata Colby dengan geram
"Kamu jangan emosi Colby, kita menghadapi Mike secara halus. Pertama kita ikuti permintaan Mike untuk membunuh kamu dan Acel. Erick dan James akan menembak kamu dan Acel untuk meyakinkan Mike kalau mereka setia kepadanya." Ujar Charlie.
"Apakah aku harus menembak kepala Colby? Canda James lalu mereka tertawa.
"Hey ... jangan coba-coba denganku, sebelum kamu menembakku kepalamu sudah bocor lebih dulu." Canda Colby.
Charlie tertawa melihat Colby dan James.
"Jadi begini, James akan menembakmu di lengan begitu juga dengan Acel." Kata Charlie kepada Colby.
"Um ... begini saja Charlie, James tembak dadaku saja agar Mike tidak Curiga. Nanti James jelaskan kepada Mike kalau tembakannya meleset. Kalau Acel, tembak saja dia di lengan." Kata Colby
"Aku rasa juga begitu, James jangan sampai kamu menembak di tempat yang mematikan." Ujar Charlie
"Tenang saja Charlie, tidak mungkin aku menembak mati Colby." Sahut James.
"Bagus kalau begitu, Acel bagian Erick, Hank dan Bane akan selalu bersama Acel, Alex kamu awasi terus Cella Kalau Jessica nanti dengan Dennis. Emil dan Marcio tetap di kediaman Carlos. Jack dan osvaldo selalu bersama Carlos." Kata Charlie
"Baiklah, apakah masi ada lagi Charlie?" Tanya Robby.
"Sudah cukup, kalin berempat segera kembali kepada Mike dan Reagen!" Perintah Charlie kepada Erick, James, Cliff dan Robby.
Mereka berempat meninggalkan kediaman Carlos dan pergin kantor Mike dan Reagen.
Mexico
Pagi hari Kairos mengajak Ezer berjalan di pinggir pantai. Kairos membiarkan Ezer berlari-lari di pinggir pantai.
Tania mengawasi mereka berdua dari teras Villa. Nampak kebahagiaan terpancar di wajah Tania, sesekali di tertawa saat melihat Ezer melempar pasir ke tubuh Kairos.
"Setelah melewati permasalahan yang panjang, akhirnya kami bisa bersatu kembali." Kata Tania dalam hati.
Tak terasa airmatanya menetes, Tania menghapus airmatanya lalu dia tersenyum.
Tania pergi ke dapur, dia menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.
Sementara di pantai, Kairos dan Ezer bermain-main di air, Kairos mengangkat Ezer dan membawanya ke tengah
Kairos memegang Ezer dan mengajarkan Ezer berenang. Saat ombak datang Kairos memegang Ezer dan membiarkan ombak menyambar badan mereka mereka berdua.
Terdengat tawa Ezer saat ombak menyambar tubuhnya
"Papi lagi." Pinta Ezer sambil tangannya memukul air
"Iya sayang, tunggu ombaknya datang."
Ezer melihat ombak mulai datang, dia lansung memeluk Kairos.
"Papi itu." Kata Ezer sambil menunjuk ombak yang semakin dekat dengan mereka berdua.
Kairos mengangkat Ezer lalu ombak menghantam tubuh mereka berdua. Ezer tertawa terpingkal-pingkal.
Terdengar suara Tania memanggil Kairos dan Ezer.
Kairos menoleh dan melihat Tania sedang berlari menghampiri dia dan Ezer.
"Sayang nanti kita siram mommy dengan air ya."
"Yes papi." Ujar Ezer sambil menganggukan kepala.
Saat Tania sudah dekat dengan mereka Kairos menarik Tania dan memeluk Tania dari belakang.
"Ayo Ezer siram mommy dengan air!" Kata Kairos kepada Ezer.
Ezer mengambil air dengan kedua tangannya lalu menyiramkan ke badan Tania.
Kairos dan Tania tertawa melihat Ezer.
"Sudah sayang, kita sarapan dulu." Kata Tania
"No mommy." Ujar Ezer
Dia masih ingin bermain air.
"Sayang nanti selesai sarapan kita bermain lagi. Ayo!" Ajak Kairos kepada Ezer.
Mereka bertiga berjalan di bibir pantai menuju ke villa. Tiba di villa Kairos menggendong Ezer dan membawanya ke kamar mandi. Dia memandikan Ezer.
Tania juga masuk ke dalam kamar mandi kemudian dia mandi. Selesai mandi Tania memakai pakaiannya kemudian dia pergi ke ruang makan.
Kairos dan Ezer masih di kamar mandi, mereka berdua bermain air di bathup. Kairos memercikkan air ke wajah Ezer.
Ezer menatap Kairos
"Papi!"
Kairos langsung tertawa melihat wajah Ezer yang lucu.
"Ayo sayang, sudah cukup bermain airnya. Kita sarapan dulu." Kata Kairos sambil mengkat Ezer dari bathup.
Kairos mengeringkan badan Ezer dengan handuk kemudian dia memakaikan pakaian kepada Ezer. Kairos juga memakai pakaiannya kemudian mereka keluar menuju ke ruang makan.
Tania melihat Ezer lalu dia tersenyum
__ADS_1
"Anak mommy sudah tampan ya." Kata Tania sambil mencium kedua pipi Ezer.
Kairos mencium kedua pipi Tania
"Ayo kita sarapan." Ajak Kairos
Mereka bertiga duduk di meja makan. Tania mengambilkan makanan untuk Ezer. Tania ingin menyuapi Ezer tapi Ezer tidak mau. Ezer ingin makan sendiri.
Tania membiarkan Ezer makan sendiri kemudian dia mengambilkan makanan untuk Kairos.
"Terima kasih sayang." Ucap Kairos.
"Sama-sama honey." Balas Tania sambil tersenyum.
Mereka bertiga sarapan bersama
Torrance
Di kantor Jessica melihat foto foto Ezer yang di kirimkan Kairos di wa-nya lalu dia tersenyum.
Jessica tertawa melihat video Ezer. Tiba tiba pintu terbuka, Jessica melihat Carlos yang datang. Jessica langsung menutup wa-nya kemudian dia tersenyum kepada Carlos.
Jessica berdiri menyambut Carlos
"Hi beb." Sapa Jessica kemudian dia mengecup bibir Carlos.
Carlos tersenyum dan membelai rambut Jessica.
"Apakah kamu baik-baik saja sayang?"
"Iya, aku baik-baik saja." Jawab Jessica
"Aku senang mendengarnya. Aku mampir kesini hanya ingin melihatmu." Kata Carlos
Jessica tersenyum lalu dia melingkarkan tangannya di pinggang Carlos.
"Kamu tidak usah khawatir beb, aku baik-baik saja."
"Bagus sayang, aku menjadi tenang. Aku tidak ingin kamu sakit. Oh ya nanti siang kita makan di rumah atau di luar?"
"Kita makan di rumah saja."
"Baiklah kalau begitu, aku kembali ke kantor ya." Ujar Carlos
Jessica tersennyum dan menganggukan kepala.
"Hati-hati ya!"
"Iya sayang, terima kasih." Ucap Carlos.
Dia mengecup kening Jessica lalu dia meninggalkan kantor Jessica.
Sementara di kantor Mike, Reagen sedang berbincang-bincang dengan Mike, James dan Erick. Mike menugaskan James dan Erick untuk membunuh Acel dan Colby.
"Kapan kalian akan melaksanakan rencana ini?" Tanya Mike kepada James dan Erick
Hari ini juga kami akan melakukannya." Jawab Erick
"Iya, aku tidak sabar lagi ingin melihat Acel mati." Sela Reagen
"Kalian tenang saja, hari ini kalian akan mendengat kematian Acel dan Colby." Kata James kepada Mike dan Reagen
"Kalau begitu kami pergi dulu." Pamit Erick
"Aku dan Erick pergi duli, sebentar sore kami berdua akan memberi kabar ke pada kalian." Kata James
"Ok kalau begitu, aku tunggu kabar dari kalian berdua." Ujar Mike
James dan Erick berdiri lalu mereka berdua meninggalkan ruang kerja Mike.
Erick dan James pergi ke parkiran kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
"Erick aku ingin bertemu dengan Colby untuk mengatur rencana."
"Baik James, aku akan mengantarmu. Nanti selesai mengantarmu, aku akan menjalankan rencana untuk menembak Acel." Kata Erick sambil menyetir.
Erick mengantar James bertemu dengan Colby. Selesai mengantar James, Erick lamgsung menuju ke kantor Carlos.
Tiba di kantor Carlos, Erick memarkirkan monbilnya lalu menunggu Acel keluar dari kantor.
Erick mengirim pesan kepada Hank, dia memberitahukan kalau dia sudah di parkiran mobil.
Tidak lama kemudian terlihat Acel keluar dari kantor bersama Hank dan Bane. Erick menjalankan mobilnya dengan perlahan lalu dia mengeluarkan pistolnya.
Erick mengarahkan pistol itu ke tubuh Acel saat Erick melepakan tembakan, tiba tiba Acel berbalik masuk kedalam kantor.
Peluru mengenai punggung Acel. Erick terkejut lalu dia meninggalkan parkiran,
Erick melajukan mobilnya.
"Oh ... shit, mudah-mudahan tembakanku meleset." Kata Erick
"Mengapa tiba-tiba dia berbalik? Mudah-mudahan Acel tidak apa-apa
Sementara di depan Kantor Hank menelepon ambulance sedangkan Bane, dia langsung menghubungi Charlie. Tidak lama kemudian ambulance datang, petugas langsung mengangkat Acel dan memasukannya ke dalam ambulance. Hank ikut masuk ke dalam ambulance, sedangkan Bane dia masuk ke dalam mobil dan mengikuti ambulance dari belakang.
Mereka tiba di rumah sakit, petugas langsung membawa Acel ke ruang operasi. Hank dan Bane menunggu di depan ruang operasi.
Sementara itu Carlos sedang menuju ke kantor Mike, dia ingin bertemu dengan Mike untuk membicarakan perusahaan milik Federico yang berada di German. Carlos ingin memberikan kepada Mike perusahaan yang ada di German.
Tiba di kantor Mike Carlos turun dari mobil lalu masuk ke dalam kantor, Carlos langsung menuju ke ruang kerja Mike. Carlos tidak mengetuk pintu, dia langsung masuk dan menyapa Mike
“Hi Mike, apakah kamu sibuk?” Tanya Carlos sambil duduk di depan meja keja Mike
Mike terkejut dengan kedatangan Carlos
“Hei Carlos, aku tidak sibuk. Ada apa Carlos?” Tanya Mike
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Jawab Carlos
__ADS_1
“Oh … apa yang ingin kamu bicarakan denganku Carlos?”
“Um … begini Mike.
Carlos terhenti bicara karena handphonenya berbunyi.
“Sebentar Mike, aku jawab telepon dari Charlie.” Ujar Carlos
Carlos menjawab telepon dari Charlie
“Hallo Charlie, ada apa kamu menelponku?” Tanya Carlos
“Carlos kamu lagi dimana?”
“Aku lagi di kantor Mike, ada apa Charlie?”
“Emm … Carlos, Acel berada di rumah sakit sekarang. seseorang menembak Acel.” Kata Charlie dari seberang telepon
Carlos terkejut mendengar Acel tertembak
“Apaaa?? Acel tertembak?”
Mike mendengar Acel tertembak dia bepura-pura menunjukan wajah khawatir
“Dia di rumah sakit mana Charlie?” Tanya Carlos dengan cemas
“Samaritan Hospital, cepat kamu kesini.” Kata Charlie
Carlos menutup telepon lalu dia menatap Mike
“Seseorang menembak Acel.” Kata Carlos
“Apaa?? Siapa yang menembak Acel.” Tanya Mike pura-pura terkejut
“Aku tidak tahu Mike, aku harus ke rumah sakit sekarang.”
“Aku ikut denganmu.” Ujar Mike
Carlos dan Mike keluar dari kantor, merka berdua masuk ke dalam mobil lalu Carlos langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.
“Mudah-mudahan dia mati.” Kata Mike dalam hati
Carlos dan Mike tiba di rumah sakit, Carlos langsung turun dari mobil kemudian dia berlari masuk ke dalam rumah sakit. Dia melihat Charlie Bane dan Hank sedang duduk di depan ruang operasi.
“Charlie, bagaimana keadaan Acel? Mengapa dia bisa tertembak?” Tanya Carlos dengan cemas
“Carlos tenang, jangan panik begitu. Acel hanya tertembak di punggungnya dan dokter sedang mengeluarkan pelurunya.” Kata Charlie menenangkan Carlos
“Siapa yang telah berani menembak Acel? Aku akan mencarinya.” Kata Mike
Charlie tersenyum sinis
“Dasar munafik. Ingin rasanya aku membunuhmu Mike.” Kata Charlie dalam hati
“Bane apakah kalian melihat siapa yang menembak Acel?” Tanya Mike
“Kami tidak melihatnya, dia memaki topeng.” Jawab Bane
Carlos hanya diam, dia terus berpikir
“Siapa yang menginginkan Acel mati? Apakah ini masih ada hubungannya dengan perusahan minyak yang ada di Ecuador? Ah … Mike membuat Acel dalam bahaya. Mengapa juga dia memakai nama Acel di perusahan itu.” Kata Carlos dalam hati
Charlie menepuk punggung Carlos
“Apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Charlie kepada Carlos
“Em … iya Charlie, aku baik baik saja.”
“Jangan terlalu banyak berpikir, Acel hanya tertembak di punggung.”
“Iya Charlie, terima kasih.” Ucap Carlos kemudian dia berdiri. “Oh ya Charlie sebentar kumpulkan orang-orangmu di rumah. Aku ingin bicara dengan kalian semua. Aku juga akan meminta Osvaldo dan orang-orangnya berkumpul di rumah. Aku ingin mencari tahu siapa yang ingin bermain-main dengan keluargaku.” Ujar Carlos
“Baik Carlos selesai Acel di operasi aku akan mengumpulkan mereka semua di rumahmu.” Kata Charlie.
“Bagus Charlie, aku ingin mencari siapa orang yang menyuruh membunuh Acel. Aku ingin membunuhnya, aku tidak perduli siapapun dia.” Kata Carlos dengan geram
“Carlos serahkan saja kepada kami, jangan mengotori tanganmu dengan orang yang gila harta.” Kata Charlie sedikit menyinggung Mike
‘Tidak Charlie, siapapun yang mengusik keluargaku maka aku akan membunuhnya sekalipun dia sudaraku atau teman baikku.” Ujar Carlos.
Mike hanya diam mendengar Carlos berkata begitu, Mike sangat tahu sifat Carlos.
Tidak lama kemudian Dokter yang menangani Acel keluar, melihat Dokter keluar Carlos langsung berdiri dan bertanya kepada Dokter
“Bagaimana Dok keadaan anakku?” Tanya Carlos dengan cemas
“Anak anda tidak apa-apa, pelurunya sudah berhasil di keluarkan dan tunggu saja sebentar lagi dia siuman.” Jawab Dokter sambil tersenyum.
“Terima kasih Dok.” Ucap Carlos
Dia merasa tenang, kemudian Carlos duduk kembali.
"Aku tidak ingin mengatakan kepada Jessica, aku tidak ingin dia menjadi khawatir. Cukup sudah dengan kepergian Kairos." Kata Carlos dalam hati
Mike menghampiri Carloa, dia duduk di samping Carlos.
"Aku akan mencarinya Carlos, aku akan menghabisi orang itu."
Carlos menatap Mike lalu dia tersenyum
"Terima kasih Mike, tapi aku tidak ingin kamu mencampuri urusanku. Aku ingin kamu fokus saja di perusahan." Ujar Carlos
"Aku yang akan mencari mereka." Kata Carlos lagi.
"Baiklah Carlos, kalau begitu aku kembali ke kantor dulu."
"Iya Mike, terima kasih ya. Oh ya, Jack ada di depan suruh Jack antar kamu ke kantor.
"Ok Carlos, terima kasih ya. Kalau begitu aku pergi dulu."
__ADS_1
Mike meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantor
Selamat membaca