SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 2


__ADS_3

Flashback Tania


Kairos dan Tania masih berbincang bincang di kolam renang.


“Apakah Reagen sering memukulmu?” Tanya Kairos sambil memegang pipi Tania lalu Tania mengangguk.


“Iya dia sering memukulku kalau aku tidak mengikuti kemauan dia, dan setiap kali berhubungan sex dia selalu memukulku dengan menggunakan ikat pinggangnya.” Kata Tania sambil menangis kemudian dia melepaskan kemejanya dan memutar tubuhnya membelakangi Kairos.


Kairos terkejut melihat bekas tanda pukulan di belakang Tania, bahkan ada yang masih memar dan ada juga bekas luka yang memanjang


Kairos memeluk Tania dari belakang


“Maafkan aku, ini semua salahku.” Kata Kairos sambil menangis


Tania melepaskan pelukan Kairos kemudian dia memakai kembali kemejanya.


“Ini juga salahku, aku yang terlalu cepat mengambil keputusan menikah dengannya.” Kata Tania sambil duduk dan menyeka airmatanya.


“Tinggalkan Reagen, jangan hiraukan paman Mike. sudah cukup kamu tersiksa tinggal dengan mereka.” Kata Kairos sambil memohon kepada Tania.


“Aku tidak bisa Kairos.” Kata Tania lagi.


“Kenapa tidak bisa? Kamu sudah terlalu menderita disana. Tinggalkan Reagen!”


“Kairos kalau aku tinggalkan Reagen, maka paman Mike akan membunuh papa Ezer dan aku. Aku tidak bisa.” Kata Tania sambil menangis.


“Apa? Paman Mike akan membunuh kamu papa dan Ezer, kita lihat saja kalau dia berani menyentuh papa kamu dan Ezer.” Kata Kairos dengan emosi


“Kairos aku mohon padamu, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada papa dan Ezer. Aku tidak apa apa tinggal disana yang penting papa dan Ezer tidak di apa apakan sama paman Mike.”


“Sayang kamu tenang saja, aku akan mencari cara untuk mengeluarkan kamu tanpa mengorbankan papa dan Ezer.” Kata Kairos sambil memegang pipi Tania dengan kedua tangannya.


“Kairos katakan kepada Colby Jack dan Charlie untuk melindungi Acel.” Pinta Tania


“Kenapa Tania?” Tanya Kairos


“Tanpa sengaja aku mendengar percakapan antara paman Mike Nyonya Sonia dan Reagen, Nyonya Sonia dan Reagen menghasut paman Mike untuk menguasai perusahaan opa Federico, juga kilang minyak yang ada di Ecuador. Dan paman Mike terpengaruh dengan hasutan Nyonya Sonia dan Reagen. Paman Mike berencana untuk membunuh Acel karena perusahaan di Ecuador atas nama Acel. Itu juga sebabnya aku tidak bisa meninggalkan kediaman paman Mike karena paman Mike tahu aku mendengar perbincangan mereka.


“Paman Mike mengancamku dia akan membunuh Ezer dan aku, kalau aku memberitahukannya kepada papa.”


“Bangsaat mereka.” Umpat Kairos. “Baiklah sayang, kita pulang sekarang nanti aku akan mencari cara untuk mengeluarkan kamu dari rumah paman Mike.” Kata Kairos sambil berdiri


Tania ikut berdiri


“Antar aku kembail ke kantor, aku ingin mengambil mobilku. Aku tidak ingin Reagen melihatmu mengantarku.” Kata Tania kepada Kairos.


“Baiklah, aku akan mengantarmu ke kantor.” Kata Kairos kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil


Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor Carlos. Tania dan Kairos tiba di kantor Carlos, Kairos memeluk dan mencium kening Tania.


“Aku janji, aku akan mengeluarkanmu dari rumah itu. Tetap berpura pura baik kepada Reagen dan paman Mike supaya mereka tidak curiga padamu.” Kata Kairos lalu Tania menganggukan kepala kemudian dia turun dari mobil Kairos lalu dia masuk kedalam mobilnya.


Tania meninggalkan parkiran dan kembali ke rumah, begitu juga Kairos, dia langsung kembali ke rumah. Tiba di rumah Kairos langsung menuju ke kamarnya, di kamar dia mondar – mandir. Kairo memikirkan Tania.


“Aku harus mencari cara bagaimana agar Tania bisa keluar dari rumah itu.” Kata Kairos sambil mondar-mandir di kamarnya.


Kairos mengganti pakaiannya kemudian dia keluar dari kamarnya, dia berpapasan dengan hank.

__ADS_1


“Hank papa dan mama kemana?” Tanya Kairos kepada Hank.


“Ehm.. mereka lagi pergi kerumah Tuan Federico bersama Ezer dan Chantiq.” Jawab Hank.


“oh.. begitu. Terima kasih Hank.” Ucap Kairos kemudian dia pergi kebelakang.


Kairos melihat Jack sedang duduk duduk di teras belakang.


“Hi Jack.” Sapa Kairos sambil duduk di kursi dan meletakkan rokok di atas meja.


“Hi Kairos.” Balas Jack sambil tersenyum.


“Kamu tidka ikut papa kerumah opa Federico?”


“Tidak Kairos, emil dan Colby yang pergi.”


“Oh..” Gumam Kairos kemudian dia menyalakan rokok, dia menghisap rokoknya dan menyemburkan keluar dari mulutnya.


Jack melihat Kairos.


“Ada apa Kairos?”


Kairos menarik nafas panjang


“Jack, aku memikirkan Tania. Kasihan padanya.” Kata Kairos sambil menghisap kembali rokoknya.


“Ada apa dengan Tania? Tanya Jack


“Ahh.. Jack aku bingung untuk menjelaskannya padamu.”


“Katakan saja Kairos, mungkin aku bisa membantumu.” Kata Jack lagi.


“Begini Jack…


Kairos menjelaskan kepada Jack semua perbincangang dia dan Tania, terlihat raut wajah Jack berubah.”


“Terus apa rencanamu Kairos?” Tanya Jack


“Aku belum tahu Jack.” Jawab Kairos sambil bersandar di kursi.


“Umm..begini Kairos, beri aku 1 atau 2 hari untuk berpikir, mudah mudahan aku dapat cara untuk mengeluarkan Tania dari rumah itu.” Kata Jack sambil memegang punggung Kairos.


“Baik Jack, aku ingin secepatnya Tania keluar dari rumah itu.”


“Iya Kairos, kamu tenang saja. kita harus cari cara agar papa kamu dan Ezer tidak menjadi korban. Dan Tania bisa keluar dari rumah itu. Bangsaat juga si Mike.” Kata Jack dengan geram.


“Aku ingin menghancurkan Reagen dan paman Mike.” Kata Kairos. “Tunggu saja waktunya.”


“Kamu tunggu saja, aku akan mencari cara. Jangan bertindak ceroboh.” Kata Jack lagi lalu Kairos menganggukan kepala.


“Baiklah Jack aku mau pergi ke Santa Barbara.” Kata Kairo sambil berdiri.


“Ok Kairos, hati hati ya!”


“Terima kasih Jack.” Ucap Kairos kemudian dia pergi kedepan dan masuk ke dalam mobil.


Kairos menjalankan mobilnya menuju ke Santa Barbara, di dalam mobil dia menelpon Paul. Pamggilan terhubung.

__ADS_1


“Hi paul, apakah kamu di rumah?” Tanya Kairos sambil menyetir


“Hei Kairos, iya aku lagi di rumah. Disini juga ada Ralph dan Jose.”


“Baiklah, aku segera kesana.”


“Ok. Kami tunggu Kairos.” Kata Paul dari seberang telepon.


“Terima kasih Paul.” Ucap Kairos kemudian dia menutup teleponya.


Kairos langsung meluncur kerumah Paul.


Tiba dirumah Paul, Kairos langsung turun dari mobil lalu dia pergi mengetuk pintu rumah Paul. Paul membukakan pintu lalu Kairos masuk.


Mereka berdua langsung menuju ke kamar Paul. Paul menatap Kairos


“Hei, ada apa? Mengapa wajahmu seperti itu?” Tanya Paul sambil duduk di atas tempat tidur.


Kairos duduk di dekat Ralph.


“Paul, aku harus selamatkan Tania.”


Jose menatap Kairos


“Ada apa dengan Tania?” Tanya Jose


“Jose aku kasihan melihat dia, dia sangat tersiksa dengan Reagen.” Kata Kairos lagi


“Bukannya Tania bahagia bersama Reagen?” Sela Ralph


“Tidak Ralph, dia sangat menderita bersama Reagen.” Jawab Kairos


“Apa yang terjadi dengan Tania Kairos?” Tanya Paul


Kairos menceritakan semuanya kepada Paul Ralps dan Jose. Paul mendengarkan dengan seksama Kairos bercerita. Sesekali dia mengertnyitkan kedua alisnya dan mengangguk anggukan kepala. Paul berdiri lalu dia mengambil kursi dan duduk di depan Kairos.


“Kairos hanya ada satu cara untuk mengeluarkan Tania dari rumah Mike tanpa ada korban.”


Kairos menatap Paul.


“Apa caranya Paul?”


“Umm.. Tania harus berpura pura mati. Itu cara satu satunya.”


Kairos diam dan berpikir,


“Tapi membuat mati Tania bagaimana caranya?”


“Kiaros, Charlie polis coba kamu bicarakan dengan Charlie, siapa tahu Charlie bisa membantumu.” Kata Jose kepada Kairos.


“Iya aku harus bicara kepada Charlie. Ide kamu untuk membuat Tania berpura pura mati, itu bagus juga.” Kata Kairos. “Baiklah kalau begitu aku ingin kembali ke Torrance.” Kata Kairos lagi sambil berdiri, kemudian dia meninggalkan kediaman Paul.


Kairos langsung kembali ke Kota Torrance.


Selamat membaca


yang mau add FB ku ini ya 👇👇👇

__ADS_1


Jeane Anes Pitoy


Terima kasih


__ADS_2