
Akhirnya Cella kembali ke rumah, Logan sudah menyiapkan tempat yang bagus untuk putrinya, dia mengajak istrinya untuk membawa Sabrina ke kamar.
Logan membuka pintu kamar lalu Cella terkejut melihat ruang yang akan di tempati Sabrina di Cat warnah pink dan di dinding kamar bertuliskan Welcome my princess Sabrina.
Cella masuk lalu dia tersenyum kepada Logan, dia meletakkan Sabrina di dalam box yang bertuliskan Welcome Sabrina kemudian memeluk suaminya.
“Kamu selalu memberikan kejutan yang indah,” ujar Cella sambil memperhatikan kamar Sabrina.
“Untuk istri dan anakku aku harus berikan yang terbaik,” kata Logan dengan meraba bibir istrinya dan mengecupnya.
Jessica serta Carlos masuk dan melihat kamar Sabrina, mereka berdua saling pandang dan tersenyum. Carlos sangat senang karena menantunya benar-benar memperhatikan Cella. Ezer dan Isabell masuk kemudian mereka berdua berdiri di samping box dan melihat Sabrina yang masih tertidur pulas.
Mereka semua keluar dan pergi ke ruang santai, pelayan sudah menyiapkan kopi untuk kedua pasang suami istri itu. Mereka duduk dan berbincang-bincang.
“Papa ingin berlama-lama tinggal di sini, papa ingin bersama cucuku,” ujar Carlos dengan bercanda.
“Aku senang kalu papa dan mama tinggal lebih lama lagi di sini,” ucap Cella dengan tersenyum dan memegang tangan suaminya.
“Iya aku juga ingin kalian berdua lebih lama lagi di sini.” Jessica dan Carlos tertawa kemudian Carlos mengambil cangkir kopi dan meminumnya.
Setelah Sabrina berumur satu bulan kedua orang tua Cella kembali ke Amerika, saat libur mereka berkunjung ke Brazil hanya ingin melihat cucu mereka.
***
Logan semakin memberikan perhatiannya kepada Cella dan putrinya. Sesibuk apapun dia selalu meluangkan waktu untuk sang istri dan Sabrina, dia begitu bahagia.
Dia tidak mau berlama-lama di kantor, pikirannya selalu tertuju di rumah. Logan selalu rindu kepada istri dan putrinya. Hari ini Logan pulang cepat dari kantor, dia langsung pergi ke kamar Sabrina. Pria itu tersenyum melihat sang putri yang sedang memainkan jarinya.
“Hallo my Princess, kamu sedang bermain sendiri ya?” Logan membelai pipi Sabrina yang lembut itu dengan jari telunjuknya. Kemudian dia mengangkat sang putri dan menggendongnya.
Dia membawa Sabrina keluar dari kamar dan pergi ke ruang santai. Logan menutup rapat kedua paha dan meletakkan Sabrina di pahanya.
__ADS_1
Logan bermain-main dengan Sabrina kemudian Cella datang membawakan kopi untuk Logan kemudian dia duduk di samping sang suami, Cella meletakkan tagannya di punggung Logan dan ikut bermain-main dengan Sabrina.
“Oh ya, Logan. Kalau Sabrina sudah enam bulan, aku ingin membuka usaha di sini,” ujar Cella membuka percakapan sambil tangannya memegang pipi putrinya.
“Baiklah, Sayang. Kamu ingin bisnis apa?” tanya Logan sambil bermain dengan putrinya.
“Aku ingin membuka perusahan Konsultan Keuangan,” sahut Cella dengan tersenyum.
“Um … baiklah, apakah kamu ingin aku memberi modal padamu?” tanya Logan lagi dengan bercanda.
“Tidak usah, aku punya tabungan. Aku akan memakai uang yang sudah lama aku simpan.” Logan menatap Cella kemudian dia memberikan Sabrina kepada istrinya.
“Apakah aku suamimu?” tanya Logan lagi.
“Tentu saja kamu suamiku, kenapa?” Cella bertanya balik kepada suaminya.
“Kalau aku suamimu, berarti uangku juga uangmu. Aku ingin kamu membuka perusahan memakai uang kita. Uang yang ada di rekeningmu di simpan saja jangan di sentuh,” ujar Logan seraya tersenyum dan mencubit pipi istrinya.
Dia tersenyum melihat Logan yang sedang berbaring, Cella duduk di sisi tempat tidur dan meletakkan tangannya di atas perut sang suami.
“Terima kasih sudah mendukungku,” ucap Cella kemudian Logan tersenyum dan memegang pipi sang istri.
“Aku tidak mau kamu hanya berdiam diri di rumah, kamu sangat pintar. Sayang kalau kepintaran kamu tidak di gunakan.” Cella tersenyum dan memegang tangan Logan yang berada di pipinya.
“Aku akan menyiapkan makan siang kita.” Logan menganggukkan kepala dan mengecup tangan istrinya.
“Terima kasih, Sayang,” ucap Logan dengan tersenyum.
Cella berdiri dan meninggalkan suaminya sendiri di kamar, dia langsung menuju ke ruang makan dan membantu pelayan menyiapkan makan siang mereka.
***
__ADS_1
Enam bulan sudah Sabrina dan akhirnya Cella mendirikan perusahaan konsultan keuangan, Logan membantu Cella dengan mengenalkan sang istri kepada rekan-rekan bisnisnya sehingga wanita itu mendapatkan banyak relasi.
Logan terus membantu mencarikan relasi untuk Cella, dia tahu sang istri baru tinggal di Brazil. Dia ingin Cella berhasil di Negaranya.
Logan terus mempertemukan Cella dengan rekan-rekannya dan memperkenalkan putri Carlos sebagai istrinya. Cella sangat senang melihat Logan yang selalu mendukungnya.
“Terima kasih, kamu suami yang baik,” ucap Cella saat mereka sedang bersantai di teras kamar.
“Untuk istriku tersayang, apa saja akan aku lakukan. Aku juga ingin melihat kamu berhasil,” kata Logan dengan berdiri dan duduk di samping Cella dan mengecup kening sang istri.
Cella tersenyum dan mengajak Logan untuk pergi ke kamar, dia melingkarkan tangan di punggung sang suami kemudian mencium bibir yang tidak tebal dan tidak tipis itu.
Logan tersenyum lalu dia melingkarkan tangan di pinggang sang istri dan membalas ciumannya. Mereka berdua saling berciuman kemudian perlahan-lahan Logan melepaskan pakaian Cella.
Dia menggendong sang istri lalu dia meletakkannya di tempat tidur. Logan melepaskan pakaiannya kemudian menindih tubuh mungil itu dan menerjang kembali bibir Cella.
Awalnya ciuman mereka begitu lembut tapi lama kelamaan mereka berdua semakin liar, napas saling memburu. Tangan Logan mulai masuk di antara paha istrinya dan membelai kulit putih mulus itu.
Terdengar ******* dari bibir wanita itu, dia menikmati permainan jemari suaminya. Lincahnya jemari itu membuat pinggang sang istri terangkat.
Dia terus memainkan jemarinya dengan cepat lalu terdengar erangan dari bibir Cella. Sang istri mengalami pelepasan pertama.
Logan tersenyum melihat istrinya kemudian dia menidih tubuh itu, dia mulai bekerja di atas tubuh Cella lalu terdengar ******* kenikmatan dari bibir wanita itu.
“Lebih dalam lagi,” pinta wanita itu lalu Logan mengikuti permintaan istrinya. Dia lebih menekan pinggulnya lalu sang istri meremas tangan yang penuh dengan tato itu.
Desaahan-desahaan kenikmatan keluar dari bibir mereka berdua, pasangan suami istri itu saling mengganti posisi dan gaya. Terlihat Cella begitu lincah di atas tubuh Logan.
Tidak tahan lagi Logan menghempaskan tubuh istrinya dan mengambil alih pekerjaan itu. Bunyi perpaduan kulit mereka terdengar saat Logan mulai bermain dengan cepat, dia ingin memberikan kepuasan kepada Cella.
Napas semakin memburu lalu mereka berpelukan dengan erat, pasangan suami istri itu mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
Napas Cella dan Logan tidak beraturan, perlahan pelukan mereka mulai merenggang lalu pria itu berbaring di samping sang istri. Dengan memejamkan mata Cella meletakkan kepala di dada suaminya.