
Pagi pagi Jessica bangun dan menyiapkan sarapan untuk Pedro dan anak anaknya. Selesai membuat sarapan Jessica pergi ke kamar Isabell, dia melihat Isabell sudah bangun.
“Good morning kesayangan mama.” Kata Jessica sambil mengangkat Isabell dari box dan menggendongnya.
“Molning mama.” Ucap Isabell dengan suara mungilnya. Dan dia mencium Jessica. Jessica juga mencium kedua pipi Isabell, lalu mereka berdua masuk ke kamar mandi. Jessica membuka kran air dan menampung air di bathup. Dia melepaskan pakain Isabell, Isabell sangat senang sekali.
“Mama aku mandi ya.” Kata Isabell pada Jessica.
“Iya sayang Isabell akan mandi.” Kata Jessica kemudian dia mengangkat Isabell dan meletakkannya di bathup.
Tangan Isabell langsung bermain air, dia sangat senang sekali. Jessica mengambil sabun lalu menggosokannya di badan Isabell.
“Mama beri sabun tangan aku.” Pinta Isabell pada Jessica, kemudin Jessica meneteskan sabun di telapak tangan Isabell dan Isabell menggosokan di badannya.
“Anak mama pintar ya.” Kata Jessica pada Isabell dan Isabell tertawa dan bermain air. “Sayang sebentar mama ambil handukmu.” Kata Jessica kemudian dia berdiri dan mengambil handuk Isabell. “Ayo sini sayang, sudah cukup mandinya.”
Isabell berdiri dan Jessica melingkarkan handuk di tubuh Isabell lalu dia mengangkat isabell dari bathup. Mereka berdua keluar dari kamar mandi, Jessica membiarkan Isabell berjalan dengan balutan handuk di badannya. Jessica tersenyum melihat Isabell berjalan, mereka berdua masuk ke kamar dan Jessica mengeringkan badan Isabell dan memberikan bedak kemudian dia memakaikan pakaian pada Isabell.
“Nah sekarang anak mama sudah cantik dan wangi.” Kata Jessica pada Isabell.
“Aku wangi mama?”
“Iya sayang, kamu sudah wangi sekarang. Ayo keluar, mama akan membuatkan susu untukmu. Isabell mau jalan atau mau di gendong mama?”
“Aku jalan saja mama.” Kata Isabell pada Jessica sambil memegang tangan Jessica. Kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan pergi keruang makan. Mereka berpapasan dengan Pedro.
“Papa, aku sudah cantik dan wangi.” Kata Isabell pada Pedro.
Pedro menggendong Isabell dan menciumnya.
“Hmmm.., anak papa sudah cantik dan wangi. Siapa yang membuat anak papa cantik dan wangi?”
“Tentu saja mama, papa. “Jawab Isabell dan Jessica tertawa.
“Sayang mama buat susu dulu ya.” Kata Jessica lalu dia pergi ke dapur dan membuatkan susu untuk Isabell. Selesai membuat susu dia kembali keruang makan dan memberikan susun pada Isabell. “Ini sayang, minum sampai habis ya.”
“Thank you mama.” Kata Isabell sambil mengambil botol susu dari tangan Jessica
“Oh ya pedro, kamu temani Isabell ya, aku mau mandi dulu.” Kata Jessica pada Pedro.
“Iya dear, mandi saja.”
Jessica pergi ke kamarnya dan mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya, kemudian dia keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan. Disana sudah ada Acel dan Cella.
“Selamat pagi mama.” Ucap Acel pada Jessica dan mencium pipi Jessica.
“Selamat pagi mamaku yang cantik” Kata Cella pada Jessica dan Jessica tersenyum. Jessica memeluk Cella dan mencium kedua pipi Cella. Jessica melihat Kairos tidak ada.
“Kairos mana Acel.” Tanya Jessica.
“Mungkin masih tidur mama.” Jawab Acel.
__ADS_1
“Aku sudah bangun dan mandi Acel. Selamat pagi mam selamat pagi Pedro.” Ucap Kairos pada Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Jessica.
“Selamat pagi Kairos.” Balas Pedro
“Selamat pagi sayang.” Ayo kita sarapan
Mereka sarapan bersama.
“Oh ya Kairos, kamu akan mengantar Acel dan Cella kesekolah?” Tanya Jessica pada Kairos.
“Iya mam, aku akan mengantar mereka berdua kesekolah dan nanti aku langsung ke kampus.” Jawab Kairos.
“Thanks ya kakakku yang baik.” Ledek Cella pada Kairos.
“Sama sama Cella. Untuk adikku tersayang kakakmu akan selalu siap mengantarmu kemana saja.” Canda Kairos pada Cella dan mereka tertawa.
Anak anak Jessica saling menyayangi. Jessica mengajarkan mereka seperti itu. Jessica tersenyum melihat Acel Kairos dan Cella saling bercanda.
Kairos melihat Isabell.
“Adikku yang paling kecil mau juga di antar?”
“No.. Kailos.” Jawab Isabell seolah olah mengerti. Dan mereka tertawa lagi.
Mereka selesai sarapan, Jessica membawa piring dan gelas ke tempat cuci piring dan kembali keruang makan.
“Ayo Acel Cella nanti kalian terlambat.”
“Iya mama, ini sudah mau berangkat,” Kata Acel pada Jessica.
“Iya sayang hati hati ya!” Kata Jessica kemudian dia mencium ketiga anaknya dan mereka pergi.
Jessica masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya, dia memakai celana jeans dan tank top kemudian dia melapisi dengan kemeja kotak kotak. Dia mengambil ketsnya dan memakainya.
Jessica menatap Pedro yang dari tadi melihatnya mengganti pakaian. Dan Jessica tersenyum
“Mengapa kamu memandangku seperti itu.” Tanya Jessica pada Pedro.
Pedro berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.
“Nothing. Aku hanya melihatmu, hmm.., you are simple woman.” Kata Pedro . “Carlos kamu begitu bodoh mengkhianati Jessica. Wanita yang tidak pernah menuntut apa apa.” Kata Pedro dalam hati.
“Pedro kamu akan mengantarku?”
“Tentu saja dear, aku akan mengantarmu. Kita jalan sekarang?”
“Iya Pedro kita jalan sekarang, nanti dari kantor aku akan meninjau proyek. Oh ya Teresa sudah datang?”
“Iya, dia sudah datang dan sekarang lagi di kamar Isabell.” Kata Pedro pada Jessica.
“Ok, kalau begitu kita berangkat sekarang.” Kata Jessica lalu mereka berdua keluar dari kamar.
__ADS_1
Pedro mengambil kunci mobil dan membukakan pintu mobil pada Jessica lalu Jessica masuk kedalam mobil begitu juga dengan pedro, dia masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya ke kantor Jessica. Sampai dikantor mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam kantor dan menuju keruangan Jessica.
Mereka masuk dan Pedro duduk di sofa sedangkan Jessica langsung menyalakan komputernya.
Sedangkan di kediaman Carlos
Terlihat Carlos sedang bersiap siap, dia mengambil pistolnya dan menyelipkan di pinggangnya. Kemudian dia memakai jacket dan topinya, dia keluar dari rumah dan langsung masuk kedalam mobil. Kali ini dia tidak menggunakan mobilnya, dia menyewa mobil agar Jessica dan Pedro tidak tahua kalau dia sedang mengawasi Pedro.
Carlos langsung mengarahkan mobilnya ke kantor Jessica. Dia sampai dan memarkirkan mobilnya di seberang jalan kantor Jessica. Dia mengawasi Pedro dari dalam mobil dan Carlos melihat Colby sedang berdiri di depan kantor Jessica.
“Kenapa Colby ada disana? Apakah dia sudah bekerja pada Jessica?” Tanya Carlos dalam hati.
“Aku harus berhati hati.”
Sementara di dalam ruangan.
Jessica sedang bekerja dan Pedro sedang duduk di sofa sambil bermain game di handphonenya. Dia menunggu Jessica untuk pergi ke proyek.
“Dear jam berapa akan meninjau proyek?” Tanya Pedro sambil bermain game di handphonenya.
Jessica melihat jam yang ada didinding menujukkan pukul sepuluh pagi.
“Hmm.., sebentar lagi Pedro.” Kata Jessica.
“Baiklah kalau begitu.”
Di kampus terlihat Kairos masuk kedalam mobilnya, dia menjalankan mobilnya keluar dari kampus dan mengarahkan mobilnya kerumah. Sampai di rumah dia masuk ke kamarnya dan mengambil kunci motor kemudian dia keluar dan memakai helm. Dia naik ke atas motor dan langsung menjalankan motornya ke kantor Jessica, dia ingin kekantor Jessica karena ada tugas dan dia ingin mengerjakannya di kantor Jessica. Dia melajukan motornya.
Sementara di kantor.
Jessica meminta Pedro untuk mengambil dokumen yang tertinggal di mobil.
“Pedro salah satu document tertinggal di mobil, tolong kamu ambilkan ya.” Kata Jessica sambil matanya tetap di computer.”
“Baik dear. Sebentar ya.” Kata Pedro.
Dia melepaskan hendphonenya di atas meja lalu dia keluar dari ruangan Jessica. Dia berjalan keluar menuju ke parkiran.
Carlos melihat Pedro keluar dari kantor. Dia mengambil pistol yang di selipkan di pinggangnya dan dia keluar dari mobilnya. Dia berjalan ke arah Pedro.
Sedangkan kairos, dia tiba di kantor Jessica dan memarkirkan motornya. Dia membuka helm dan meletakkan helmnya di atas motor kemudian dia turun dari motor. Dia berjalan dan melihat Carlos berjalan menuju kantor Jessica. Kairos juga melihat pedro yang berjalan menuju mobil.
Kairos melihat tangan Carlos di letakkan di belakang.
“Jangan jangan papa ingin membunuh Pedro.” Kata kairos dalam hati.
Dia berlari ke arah Pedro dan melihat Carlos mengarahkan pistolnya pada Pedro. Dan kairos berteriak.
“Pedrooo….. awas!” Teriak Kairos lalu dia mendorong tubuh Pedro dan terdengar bunyi tembakan.
Selamat Membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih