
Menjelanh siang hari, Reagen mengajak Tania pulang. Reagen pergi keruangan Tania, dia masuk lalu duduk di atas meja kerja Tania.
"Ayo kita jemput Ezer, sekalian makan siang." Kata Reagen sambil memegang pipi Tania.
"Baiklah Reagen." Kata Tania kemudian dia berdiri dan mengambil tasnya.
Reagen turun dari atas meja kemudiam dia memegang tangan Tania lalu mereka berdua keluar dari ruangan. Reagen dan Tania masuk ke dalam mobil, lalu Reagen menjalankan mobilnya menuju ke kediaman Carlos.
Sepanjang jalan Reagen memegang terus tangan Tania.
"Kita ajak Ezer ke mall ya, disana juga ada arena bermain." Kata Reagen sambil memegang pipi Tania.
"Iya Reagen." Jawab Tania sambil tersenyum. "Reagen baik sekali." Kata Tania dalam hati.
Akhrinya mereka sampai di kediaman Carlos. Tania dan Reagen turun dari mobil lalu Tania mengajak Reagen masuk ke dalam rumah.
"Reagen duduk dulu ya, aku ingin melihat Ezer." Kata Tania lalu Reagen meengaggukan kepala kemudian dia duduk di sofa.
Reagen memperhatikan foto foto yang terpajang di ruang tamu.
"Itu pasti Kairos." Kata Reagen sambil memperhatikan foto satu persatu. "Tampan juga." Kata Reagen lagi.
Sementara itu Tania pergi mencari Ezer lalu dia berpapasan dengan Jessica.
"Mama tidak ke kantor?" Tanya Tania.
" Iya Tania. Tadi mama dan papa mengantar Acel untuk terapy." Jawab Jessica sambil tersenyum kepada Tania.
"Ohh.. Begitu. Oh ya mam Ezer mana?"
"Dia lagi bermain bersama Isabell dikamar Isabell."
"Baiklah mam. Oh ya mam, aku ingin mengajak Ezer jalan jalan."
" Iya Tania, pergilah." Kata Jessica lagi.
"Terima kasih mam." Ucap Tania lalu dia pergi ke kamar Isabell.
Tania membuka pintu kamar dan melihat Ezer lagi bermain bersama Teresa dan Isabell.
"Debora tidak datang?" Tanya Tania kepada Teresa.
"Iya Tania, Debora minta ijin karena ada keperluan."
"Oh begitu." Gumam Tania kemudian dia mencium Isabell. "Kamu lagi main apa sayang?" Tanya Tania kepada Isabell.
"Aku lagi bermain boneka Tania, tapi Ezer selalu menggangguku." Kata Isabell
"Ohh.. Ezer nakal ya sama Isabell?"
Isabell tertawa.
"Tidak Tania, Ezer tidak nakal." Kata Isabell sambil memeluk Ezer tapi Ezer mendorong Isabell.
Tania tertawa lalu menggendong Ezer.
"Sayang tidak boleh begitu ya." Kata Tania kemudian dia berdiri dan membawa Ezer ke kamar Kairos.
Tania dan Ezer masuk ke kamar Kairos. Kairos menatap Tania tapi Tania tidak mau melihat Kairos.
Dia meletakkan Ezer di sofa lalu melepaskan pakaian Ezer.
"Sayang kita akan jalan jalan dengan Reagen ya." Kata Tania, dia ingin Kairos mendengarnya. "Sayang Reagen itu baik sekali sama mommy. Bahkan sama Ezer juga." Kata Tania lagi.
"Sekarang dia mau ambil hati Tania melalui Ezer. Dia pikir akan berhasil, Tania hanya mencintaiku." Kata Kairos sambil memperhatikan Tania dan Ezer.
"Selesai, ayo peluk mommy." Kata Tania kepada Ezer kemudian Ezer memeluk Tania. "Ayo kita temui Reagen di bawah." Kata Tania lagi lalu dia dan Ezer turun ke bawah.
Tania pergi menemui Jessica dan Carlos. Tania mengetuk pintu lalu pintu terbuka.
Tania tersenyum kepada Sheren.
"Sheren mama mana?" Tanya Tania
__ADS_1
"Itu lagi berbincang bersama Tuan Carlos dan Acel." Jawab Sheren sambil mengambil Ezer dan menggendongnya.
Tania masuk lalu dia menghampiri Acel. Tania mencium kedua pipi Acel.
"Bagaiman hasil terapynya Acel? Apakah ada kemajuan?" Tanya Tania sambil memegang tangan Acel.
"Iya Tania sudah mulai ada hasil." jawab Acel sambil tersenyum
"Ah syukurlah Acel, aku senang mendengarnya." Oh ya mam pap, aku dan Ezer mau jalan jalan. Reagen sedang menunggu aku dan Ezer di depan."
"Oh ya? Kata Carlos lalu dia berdiri dari duduknya. "Baiklah Tania ayo kita ke depan." Ajak Kairos lalu mereka semua keluar dari kamar menuju ke ruang tamu.
Tania melihat Reagen sedang mengutak atik handphonenya. Kemudian dia menghampiri Reagen
" Reagen kenalkan ini Granpa dan Granma Ezer." Kata Tania lalu Reagen berdiri dan menyapa Carlos dan Jessica.
" Senang bertemu denganmu Tuan Nyonya." Kata Reagen sambil bersalaman dengan Carlos dan Jessica.
"Senang bertemu denganmu juga." Balas Carlos dan Jessica sambil tersenyum.
"Oh ya Reagen kalau ini paman Ezer dan pacarnya. Namanya Acel dan Sheren."
Reagen bersalaman dengan Acel dan Sheren. Lalu Cella datang dan bergabung dengan mereka.
Tania melihat Cella lalu dia tersenyum.
"Kalau itu Cella, kembar dari Acel." Kata Tania lagi sambil tersenyum lalu Reagen menyapa Cella. "Oh ya mam, Reagen Direrktur Utama di perusahaan tempatku bekerja." Kata Tania lagi.
"Oh ya? Perusahaan apa?" Tanya Carlos.
"Perusahaan Export Import Tuan." Jawab Reagen sambil tersenyum.
"Oh... Itu bagus. Masih muda tapi sudah mandiri." Kata Carlos sambil tersenyum. "Beda dengan Kairos, masih saja bergantung kepada orang tua." Kata Carlos dalam hati.
"Ehmm.. Baiklah Tuan Nyonya, aku ingin mengajak Tania dan Ezer makan siang bersamaku sekalian ingin mengajak Ezer ke arena bermain." Kata Reagen.
Dari atas Kairos memperhatikan mereka.
"Sudah punya lelaki lain masih saja tinggal disini." Kata Kairos dalam hati. Kemudian dia kembali ke kamar.
"Terima kasih Tuan, kalau begitu kami pergi dulu." Kata Reagen
" Pap, mam, kami pergi dulu ya." Pamit Tania kepada Carlos dan Jesica kemudian dia mengambil Ezer dari Sheren.
Reagen melihat Ezer lalu dia tersenyum.
"Berikan dia padaku Tania." Kata Reagen sambil mengambil Ezer dari Tania kemudian dia mencium kedua pipi Ezer. "Kamu tampan sekali sayang." Kata Reagen sambil membelai pipi Ezer.
Jessica dan Carlos tersenyum melihat Reagen dan Ezer.
" Baiklah hati hati ya!" Kata Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Ezer.
Tania dan Reagen keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil.
Sebentar Reagen aku ambil booster seat milik Ezer. Kata Tania kemudian dia masuk lagi ke dalam rumah mengambil booater seat lalu dia keluar dan memasangnya di mobil Reagen.
Reagen mendudukan Ezer di booster seat dan memakaikannya safety belt.
Dari kamar, Kairos memperhatikan Tania dan Reagen. Dia melihat sebelum Tania masuk ke dalam mobil Reagen mengecup kening Tania. Kairos merasa sakit
"Kamu pikir kamu akan memiliki Tania." Kata Kairos kemudian dia berbaring di tempat tidur.
Reagen dan Tania meninggalkan kediaman Carlos.
Sementara di dalam rumah Cella dan Acel bercanda.
"Ah.. Acel. Boss Tania tampan sekali." Kata Cella lalu Acel tertawa.
"Apakah kamu suka padanya?" Canda Acel.
"Iya Acel, aku menyukainya." Canda Cella lalu Acel tertawa lagi. " Tapi Acel, sepertinya Reagen menyukai Tania. Tadi aku melihat Reagen mengecup kening Tania."
"Hummm.... Kairos bisa lewat kalau begitu." Canda Acel lalu Sheren dan Cella tertawa.
__ADS_1
"Bisa saja Acel, kalau sikap Kairos tidak berubah dan masih memperlakukan Tania seperti itu, bisa bisa Tania jatuh cinta kepada Bossnya." Kata Cella
Jessica dan Carlos hanya mendengar pembicaraan Cella dan Acel
"Apa yang di katakan Cella benar, kalau Kairos tidak berubah dia bisa kehilangan Tania lagi. Apalagi kalau Reagen terus memberikan perhatian kepada Tania, bisa bisa Tania jatuj cinta padanya." Kata Jessica kepada Carlos.
"Biarkan saja." Kata Carlos lalu dia naik ke atas dan masuk ke dalam kamar.
Tania dan Reagen tiba di mall. Reagen turun dari mobil lalu dia menggendong Ezer lalu mereka bertiga masuk ke dalam mall.
Reagen langsung membawa Ezer masuk ke dalam Arena bermain. Dia membeli tiket untuk dia dan Ezer.
Reagen melepaskan sepatunya dan sepatu Ezer lalu mereka berdua masuk dan bermain.
Ezer terlihat sangat senang. Tanpa sepengetahuan Tania Reagen mengajarkan Ezer untuk memanggilnya papi.
Tania sangat bahagia melihat Ezer dan Reagen. Ezer terlihat sangat senang saat Reagen menjatuhkannya di kolam bola. Tania tertawa melihat Ezer tertawa terpingkal pingkal saat Reagen bepura pura jatuh.
"Seandainya itu Kairos pasti akan lebih bahagia." Kata Tania dalam hati.
Selesai bermain Reagen mengajak Tania dan Ezer pergi ke toko mainan. Mereka masuk ke dalam toko lalu Reagen mengambil begitu banyak mainan. Dia membeli robot dan mobil mobilan untuk Ezer.
Selesai dari toko mainan, Reagen mengajak Tania pergi ke apartemennya. Mereka tiba di apartemen lalu Reagen mengajak Tania masuk.
Reagen menurunkan Ezer lalu dia mengambil semua mainan yang dia beli lalu dia letakkan di lantai.
"Ayo sayang, sini bermain dengan papi." Kata Reagen sambil mengambil mobil mobilan dan robot.
Ezer duduk dilantai lalu dia bermain dengan Reagen.
Tania memperhatikan Reagen dan Ezer lalu dia tersenyum.
Akhirnya Ezer mengantuk, Reagen membawa Ezer ke kamarnya lalu dia letakkan Ezer di tempat tidur. Dia mengambil robot dan meletakkannya di tempat tidur.
Ezer memegang robot dan akhirnnya dia tertidur.
Reagen mengecup kening Ezer kemudian dia keluar menemui Tania. Reagen duduk di samping Tania kemudian dia membelai rambut Tania.
"Kalau kamu mau istirahat, istirahat saja di kamarku bersama Ezer." Kata Reagen lalu Tania tersenyum.
"Tidak apa apa Reagen, aku disini saja." Kata Tania
Reagen meletakkan kakinya di atas meja.
"Kalau begitu tidur saja dipahaku. Ayo!"
"Ah.. Tidak usah Reagen."
"Tidak apa apa Tania, aku tahu kamu juga lelah. Ayo!" Kata Reagen lagi sambil menarik Tania
Akhirnya Tania meletakkan kepalanya di atas paha Reagen lalu dia memejamkan matanya. Dia merasakan tangam Reagen membelai rambutnya dan mengelus pipinya.
"Seandainya ini Kairos." Kata Tania dalam hati. "Reagen sangat baik."
Tak terasa air mata tania mengalir disudut matanya.
Reagen membelai wajah Tania.
"Jangan menangis." Bisik Reagen lalu Tania memegang tangan Reagen. "Tidur saja." Kata Reagen lagi lalu dia mengangkat kepala Tania.
Reagen berbaring disofa lalu dia memeluk Tania.
"Anggap saja Kairos yang memelukmu." Canda Reagen lalu Tania tertawa.
"Bisakah kamu tidak menyebut namanya?" Kata Tania lalu Reagen memeluk Tania dengan erat.
"Maaf, tidur saja. Kalau Ezer sudah bangun aku akan membangunkanmu dan mengantar kalian pulang.
"Terima kasih Reagen, kamu baik sekali." Kata Tania sambil memegang tangan Reagen yang melingakar di lehernya.
Tania memejamkan matanya, dia merasa nyaman berada di pelukan Reagen. Akhirnya Tania tertidur.
Selamat membaca
__ADS_1
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan komentar.