SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Aku juga


__ADS_3

Cella meninggalkan hotel lalu  kembali ke rumah, dia langsung bersiap-siap untuk acara pernikahan kembarnya. Cella duduk di depan cermin dan mulai berdandan.


Selesai berdandan dia mengambil gaun dan memakainya kemudian  kembali berdiri di depan cermin lalu  tersenyum.


Cella mengambil ponsel kemudian memotret dirinya di depan cermin. Dia mengirimkan foto itu kepada kekasihnya. Tiba-tiba terdengar kamarnya diketuk, Cella pergi membuka pintu kemudian  tersenyum melihat mamanya dengan gaun seksi sudah berdiri di hadapannya.


“Mama?” Cella terkesima melihat Jessica, matanya membulat sempurnah menatap mamanya. “Mama sangat cantik,” puji Cella kemudian dia memegang tangan Jessica. Pantas saja papa tergila-gila pada Mama,” sambungya lalu Jessica tertawa.


“Kamu juga cantik, Sayang. Kamu terlihat seksi dengan gaun itu, pasti banyak pria yang akan tertarik padamu di persta nanti,” canda Jessica. Dia tidak tahu kalau putrinya sudah memiliki kekasih. “Ayo, acara pernikahannya segera akan di mulai,” ajak Jessica kemudian mereka berdua turun menuju ke taman tempat misa pemberkatan.


Cella duduk bersama Jessica, Kairos, Tania juga adiknya yang paling kecil yaitu Isabell. Sedangkan ketiga anak Tania bersama pangasuh.


Sementara keluarga Sheren duduk berseberangan dengan bangku yang di duduk Jessica dan Cella. Terlihat Carlos dan Sheren keluar dari rumah, Sheren menggandeng tangan Carlos lalu mereka berjalan menuju ke depan.


 Acel tersenyum melihat Sheren dan Carlos. Dia berjalan menyambut Sheren, dia memegang tangan wanita itu kemudian mereka berdua berdiri di depan Pastor.


Carlos pergi dan duduk di dekat Jessica, misa pernikahan’pun di mulai. Acel mengucap janji pernikahan kemudian dia memakaikan cincin di jari manis Sheren, begitu juga dengan Sheren, dia mengucap janji suci kemudian  memakaikan cincin di jari manis Acel lalu Acel mencium bibir Sheren.


Misa pemberkatan nikah Acel dan Sheren selesai kemudian mereka berkumpul di tempat resepsi. Cella lebih memilih duduk dengan Kairos dan Tania sedangkan Acel  duduk bersama keluarga Sheren juga Carlos dan Jessica.


Terlihat Cella tampak gelisah, dia memikirkan kekasihnya. Kasihan, dia sendiri di hotel, gumamnya kemudian dia mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Logan.


‘Hi, kalau kamu bosan di kamar, keluar dan pergi berkeliling kota. Malam ini aku tidak bisa tidur bersamamu, besok siang kita kembali ke Amerika.’ Cella memasukan kembali ponsel ke dalam tas kemudian  berbincang-bincang dengan Tania.


“Oh ya, Tania. Besok aku akan kembali ke Amerika, aku tidak bisa berlama-lama di sini karena aku masih ada tugas,” jelas Cella sambil memperhatikan kedua orang tuanya yang sedang berbincang-bincang dengan keluarga Sheren.


“Kamu pulang bersama Logan?” tanya Tania sambil berbisik.


“Iya, Tania. Aku sudah beli tiketnya,” jawab Cella sambil menyuap kue ke dalam mulutnya. “Kalian masih lama di sini?”

__ADS_1


“Tidak, Cella. Kairos dan aku juga harus kembali ke Mexico, kamu tahu sendirikan proyek Kairos harus terus di awasi,” sahut Tania dengan memperhatikan putra tertuanya sedang berlari-lari.


“Oh … begitu,” gumam Cella kemudian dia berdiri. “Sebentar, Tania. Aku akan pergi ke tempat Acel,”


“Iya, Cella.” sahut Tania kemudian Cella menghampiri Acel dan Sheren. Dia mencium kedua pipi pengantin itu lalu  duduk di samping kembarnya.


“Akhirnya kalian berdua bersatu untuk selamanya,” canda Cella lalu Sheren tertawa.


“Cepat beri aku keponakan ya,” sambungnya lagi dengan bercanda lalu Acel tertawa. Cella hanya duduk sebentar bersama  Acel kemudian dia kembali duduk bersama Tania dan Kairos.


“Kenapa Logan tidak datang?” tanya Kairos dengan berbisik di kuping Cella sambil menahan Ezer yang ingin kembali berlari.


“Nanti papa dan mama melihatnya,” jawab Cella dengan pelan lalu Kairos tertawa.


Usai pesta Cella langsung masuk ke kamar, dia mengunci pintu kemudian  melepaskan gaun dan anting. Cella masuk ke kamar mandi lalu membasuh wajahnya, dia kembali ke kamar dan duduk di depan cermin  membersihkan wajahnya.


Selesai, tanpa memakai pakaian dia langsung berbaring di tempat tidur kemudian mengambil ponsel dan menghubungi Logan lewat panggilan video. Dia sangat senang melihat kekasihnya. Mereka berdua bebincang-bincang, sesekali terdengar tawa gadis itu.


Orang tua Cella memberikan hadia kepada Acel dan Sheren berbulan madu di Maldives Island. Mereka berdua berangkat menggunakan pesawat pribadi milik Carlos. Sedangkan Cella dia sedang bersiap-siap, dia juga akan kembali ke Amerika. Gadis itu menarik kopernya lalu  pergi ke ruang keluarga, semuaanya sedang berkumpul di sana. Kemudian Cella duduk di samping Mamanya.


“Mam, aku harus ke Airport,” bisik Cella kepada Jessica.


“Kamu akan kembali ke Amerika?” tanya Jessica sambil membelai rambut Cella.


“Iya, Mam,” jawab Cella kemudian dia berbisik kepada papanya. “Pap, aku harus ke Airport sekarang.” Carlos mengkerutkan dahinya dan menatap Cella.


“Kamu kembali ke Amerika sekarang?” tanya Carlos dengan heran.


“Iya, Pap,” jawab Cella dengan berbisik lagi.

__ADS_1


“Mengapa kamu cepat kembali ke Amerika?” tanya Carlos lagi dengan membelai rambut putrinya.


“Pap, aku masih ada tugas,” jawab Cella meyakinkan papanya.


“Baiklah, papa akan meminta Kairos untuk mengantarmu ke Airport,” ujar Carlos kemudian dia berdiri dan meminta Kairos mengantar Cella ke Airport.


Cella berdiri lalu dia pamit kepada mereka, dia mencium kedua pipi kedua orang tuanya juga oma dan opanya kemudian  masuk ke dalam mobil.


Kairos langsung mengantar Cella ke Airport, mereka tiba lalu Cella turun dari mobil di ikuti Kairos kemudian dia melihat kekasihnya sudah menunggu di depan pintu masuk ke berangkatan, Cella memanggil Logan lalu pria itu menghampiri Cella dan Kairos. Dia menyapa Kakak Cella dan bersalaman dengannya.


“Baiklah, lebih baik kalian berdua masuk ke dalam nanti ketinggalan pesawat,” saran Kairos kemudian  memeluk dan mencium kening adiknya.


“Terima kasih, Kairos,” ucap Logan sambil tersenyum.


“Sama-sama, tolong jaga adikku,” kata Kairos dengan bercanda.


“Tentu saja,” sahut Logan kemudian dia mengajak Cella masuk ke dalam.


“Terima kasih kakaku yang tampan dan baik hati,” bisik Cella dengan bercanda lalu Kairos tertawa. Dia mencubit kedua pipi adiknya.


“Ayo cepat masuk!” Cella menganggukan kepala


kemudian dia dan Logan masuk ke dalam, mereka berdua Check in lalu pergi ke Imigrasi untuk mendapatkan stamp di paspor. Logan dan Cella pergi ke ruang tunggu, tidak lama kemudian mereka berdua masuk ke dalam pesawat.


Logan dan Cella tiba di Amerika pada malam hari, Cella tidak ingin pulang ke rumah. Dia meminta Logan untuk tidur bersamanya di hotel karena ingin berduaan dengan bebas bersama sang kekasih.


Mereka tiba di hotel lalu Check in, petugas hotel mengantar Cella dan Logan ke kamar. Cella masuk kemudian  langsung berbaring di tempat tidur.


Logan tersenyum melihat gadis itu, dia mengunci pintu kemudian melepaskan kaos dan langsung menghempaskan tubuhnya di samping Cella dan menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

__ADS_1


“Sehari tidak melihatmu membuat aku gila,” canda Logan lalu Cella tertawa kemudian dia naik di atas tubuh kekar itu dan merebahkan kepalanya di dada bidang itu.


“Aku juga,” jawab Cella setengah berbisik. Logan memeluk Cella yang berada di atas tubuhnya dan membelai rambut gadis itu. Karena lelah mereka berdua tertidur.


__ADS_2