SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
America Embassy


__ADS_3

Akhirnya paspor Jessica selesai, Carlos sudah mendaftar lewat online di kedutaan America dan Jessica mendapat jadwal hari ini pada pukul sebelas.


Teman Carlos di America membantu mengirimkan invitation letters  agar mempermudah Jessica mendapatkan visa ke America.


Sebenarnya orang tuanya juga bisa tapi Carlos ingin membuat kejutan untuk mommy dan daddynya. Carlos juga sudah membeli tiket bussines class. Karena persyaratan untuk mendapatkan visa sudah harus ada tiket.


Selesai bersiap-siap pasangan kekasih itu langsung menuju ke kedutaan America, disana Jessica harus melewati pos utama dan menitipkan bawaannya, dilarang juga membawa ponsel di dalam. Tapi berhubung Carlos tinggal di depan pos, Jessica memberikan gawainya kepada pria itu.


Dari pos utama Jessica harus berjalan sekitar kurang lebih 15m ke dalam dan akhirnya dia sampai di kantor lalu masuk. Jessica di sambut oleh pegawai kedutaan dan disuruh menunggu.


Sementara Carlos menunggu di depan pos dia tidak diijinkan masuk karena tidak memiliki kepentingan di dalam. Tidak lama kemudian Jessica di panggil untuk di interview.


Jessica duduk dan memberikan surat-surat itu pada petugas juga paspornya. Petugas menginterview Jessica, gadis itu bisa menjawab dengan lancar lalu petugas memujinya,


“Bahasa Inggrismu bagus sekali.” Jessica tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


Selesai diinterview petugas memberitahukan untuk menunggu seminggu, mereka akan mengabarkan lewat email. Jessica berdiri dan berpamitan kepada petugas.


Jessica langsung menemui Carlos yang sedang menunggunya di depan pos. Carlos melihat Jessica dan menghampirinya.


“Bagaimana interviewnya, Sayang,” tanya Carlos sambil meraih tangan Jessica lalu menggenggamnya.


“Lancar,  petugas itu memujiku katanya bahasa Inggrisku bagus sekali.” Carlos tertawa dan membukakan pintu mobil kepada Jessica.


“Baguslah kalau begitu, kita pulang sekarang.” Jessica dan Carlos kembali ke aparteman.


 Tiba di apartemen, Carlos membuatkan Jessica juice alpukat, Carlos sangat memanjakan gadis itu. Selesai menghabiskan juice Carlos menggendong Jessica naik ke atas lalu  merebahkannya di sofa, seperti biasa Carlos mengambilkan buku dan memberikan pada gadis yang sedang mengandung anaknya.


Keesokan harinya Andrew mengajak Jessica makan bersamanya, dia minta ijin pada Carlos. Karena sudah mengenal baik Andrew Carlos mengijinkannya tapi tidak boleh naik motor harus pakai mobil.


Jadi Jessica dan Andrew menggunakan mobil Carlos, mereka berdua pergi ke restoran di pinggir pantai. Sebelum masuk, kedua sahabat itu  milih ikan.


Selesai, Jessica dan Andrew masuk mencari meja, wanita hamil itu ingin duduk menghadap pantai. Akhirnya mereka mendapatkan tempat di pojok.


“Jess tidak lama lagi kita akan berpisah, aku pasti akan merindukanmu, tidak ada lagi yang bermanja padaku aku,” keluh Andrew dengan sedih.


“Ndrew, kitakan bisa saling teleponan, video call,” hibur Jessica dengan mengusap punggung sahabatnya.


“Beda, Jess. Tapi aku senang melihat kamu bahagia.” Andrew merubah raut wajahnya dengan menarik sudut bibir sehingga terbentuk senyuman.


“Ndrew, selama ini aku tidak pernah punya teman sebaik kamu, sangat bersyukur memiliki sahabat sepertimu. Aku sudah menganggapmu sudaraku.” Kembali Andrew tersenyum dan memegang tangan Jessica


“Aku juga menganggap kamu sudara kembarku.” Jessica mengangkat kedua alisnya menatap Andrew.


“Kamu memiliki kembaran, Ndrew?” Andrew menganggukan kepala


“Iya, Jess, bicaranya juga gayanya mirip sekali denganmu. Dia juga sangat manja padaku.” Andrew mengingat kembali adik kembarnya.


“Terus dimana saudara kembarmu?” Andrew melayangkan pandangannya ke pantai,  menarik nafas panjang lalu menunduk.


“Dia meninggal saat duduk di kelas dua SMP.” Jessica terkejut dan membelalakan mata.


“Meninggal karena sakit atau?”

__ADS_1


“Kecelakaan, Jess.” Kekasih Carlos membulatkan mata dan spontanitas menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut.


“Aku turut prihatin.” Kembali Jessica mengusap punggung sahabatnya.


“Kamu tau, Jess. Saat pertama melihatmu, aku seperti melihat kembaranku, apalagi saat kamu bermanja padaku, membuat aku teringat padanya.” Kembali Andrew menunduk dengan wajah sedih.


“Tapi aku harus merelakannya, aku bahagia melihat kamu dengan Carlos. Dia sangat mencintaimu.” Andrew mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin membahas adik kembarnya lagi.


“Jess, saat kamu di culik dia sangat khawatir, dan sempat menangis. Begitu juga saat aku dan Carlos membawamu ke rumah sakit, di mobil dia memelukmu dan menangis. Dia begitu takut kehilanganmu. Jess cinta Carlos begitu besar padamu, kamu sudah berada di tangan yang tepat. Jessica menatap Andrew dengan tatapan tedu, dia sangat senang mendapatkan sahabat seperti Andrew.


“Iya, Ndrew. Aku juga sangat mencintainya, Carlos cinta pertama dan terakhirku.”


“Aku doain semoga hubungan kalian sampe kakek nenek,” ujar Andrew dengan bercanda lalu mereka berdua tertawa. “Nanti kalau anakmu lahir jangan lupa kirim fotonya padaku, aku’kan pamannya juga.”


“Tentu saja, Ndrew,” celetuk Jessica. “Pesanan sudah datang kita makan dulu.”


Jessica dan Andrew makan ikan bakar serta sayur kangkong, mereka berdua makan begitu lahap. Selesai, Jessica dan andrew berebutan untuk bayar.


“Ndrew, aku yang bayar. Selama ini kamu yang selalu traktir aku dan sekarang giliranku ok.” Andrew menggelengkan kepala.


“Jess, please! Aku yang mengajakmu makan jadi aku yang harus bayar.”  Andrew tetap ngotot dan mengeluarkan dompet dari saku celana jeansnya.


“Please, Ndrew. Kali ini aku yang bayar ok.” Akhirnya Andrew mengalah lalu  Jessica membayarnya.


Jessica dan Andrew keluar dari restoran dan berjalan menuju parkiran. Tiba tiba ada mobil yang sengaja ingin menyerempet Jessica, melihat itu Andrew dengan spontanitas mendorong Jessica sehingga kekasih Carlos terjatu.


Jidat Jessica terbentur di batu sementara andrew terjatuh di dekat mobil Carlos. Andrew segera berdiri  dan menghampiri Jessica.


“Iya, Ndrew. Aku takut dengan perutku, aku merasakan sakit.” Andrew membuka pintu mobil dan menuntun Jessica masuk kemudian dia membawa sahabatnya ke rumah sakit.


Jessica mengambil tissue dan menyeka darah yang mengalir di wajahnya, mereka tiba di rumah sakit. Andrew memegang Jessica masuk keruangan IGD lalu perawat langsung menangani kekasih Carlos. Jessica melihat tangan Andrew juga lecet.


“Ndrew, tanganmu juga di obati.” Andrew menganggukan kepala dan tersenyum.


Selesai lukanya di obati, Jessica dan Andrew pergi mendaftar untuk memeriksa perut Jessica. Karena sepi, Jessica di suruh masuk oleh asisten dokter.


Dokter meminta Jessica untuk berbaring di brankar, kekasih Carlos mengikuti perinta dokter sedangkan Andrew duduk memperhatikan Jessica.


Dokter melakukan USG terhadap kandungan Jessica, sambil mata di monitor dan menggerakan alat transducer di perut Jessica memperhatikan dengan teliti janin itu.


“Syukurlah tidak apa-apa, janinnya sehat. Lain kali hati-hati ya,” ujar dokter dengan tersenyum dan meminta asistennya untuk membersihkan perut Jessica dari sisa-sisa gel.


“Terima kasih dokter,” ucap Jessica seraya bangun dan turun dari brankar lalu duduk kembali berhadapan dengan dokter. “Jadi kandunganku baik baik sajakan?”


“Iya, nanti aku berikan vitamin penguat kandungan.” Jessica terlihat senang lalu dia tersenyum kepada Andrew yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Jessica dan dokter.


Dokter memberikan vitamin dan menganjurkan wanita hamil itu untuk rajin makan buah-buahan sayur dan minum susu. Akhirnya Jessica dan Andrew berpamitan kepada dokter lalu meninggalkan rumah sakit.


“Ndrew, kita ke kantor Carlos ya,” pinta Jessica dengan mengelus perutnya


“Baik Jess.”


Keduanya tiba di kantor Carlos, Jessica dan Andrew masuk menuju ruang kerja Carlos lalu Jessica bertemu dengan Tiara, Jessica tersenyum kepada wanita itu.  Sementara Tiara, dia mengerutkan dahi melihat jidat Jessica yang diperband.

__ADS_1


“Kenapa jidatmu?” tanya Tiara sambil menghampiri Jessica.


“Terbentur di batu, Mba. Carlos di dalam?” tanya Jessica dengan melirik ruang kerja sang kekasih.


“Iya, dia lagi keadatangan tamu.”


“Oh … kalau begitu aku tunggu di sini aja.” Jessica dan Andrew duduk di ruang tunggu sedangkan Tiara kembali bekerja lalu Jessica meringis kesakitan.


“Sakit ya?” tanya Andrew memperhatikan jidat Jessica.


“Iya, bagaimana tangan kamu?”


“Sakit sedikit,” jawab Andrew sambil memperhatikan tangannya yang lecet.


“Terima kasih, Ndrew. Kalau kamu tidak mendorongaku, mungkin aku sudah terseret dengan mobil itu,” ucap Jessica dengan meringis sakit sambil tangan memegang jidatnya.


“Iya, tapi sepertinya dia sengaja ingin menabrakmu, tadi kamu sudah di pinggir sekali.”


“Tapi siapa?” tanya Jessica dengan mengernyitkan dahi dan berpikir siapa yang sengaja ingin menabraknya.


Carlos keluar bersama temannya lalu menatap Jessica, dia terkejut melihat jidat sang kekasih. Saat meninggalkan aparteman pagi tadi wanitanya baik-baik saja. Carlos langsung menghampiri Jessica.


“Sayang, kenapa dengan kepalamu. Andrew apa yang terjadi?” Jessica memegang tangan Carlos dan menenangkan pria itu lalu menjelaskan apa yang baru saja terjadi.


“Lalu kandunganmu bagaimana?” Tanya Carlos dengan penuh kekhawatiran.


“Tidak apa-apa, Babe. Tadi aku langsung di usg dan kandunganku baik-baik saja.” Carlos menjadi tenang mendengar penjelasan sang kekasih.


“Sayang.” Sambil memeluk Jessica dan mengecup ubun kepala wanitanya. “Aku jadi khawatir ada yang mengincarmu, mulai sekarang kamu jangan kemana-mana dulu ya.” Jessica menganggukan kepala dan melingkarkan tangan di pinggang Carlos.


“Nanti aku akan kerja di apartemen, kalau kamu bosan kita datang ke kantor atau ajak Andrew main di apartemen, ok.”


“Iya, Babe.” Carlos mengajak Jessica dan Andrew masuk ke ruangannya.


Jessica langsung merebahkan diri di sofa sedangkan andrew duduk berseberangan dengan Jessica. Carlos menghampiri kekasihnya dan duduk di sisi sofa.


“Sayang kamu baik-baik saja?” tanya Carlos sambil mengelus perut Jessica


“Iya, aku tidak apa apa.” Carlos mencium kening Jessica lalu berdiri dan kembali ke mejanya.


Carlos duduk di kursi kerjanya dan memikirkan kejadia yang menimpa Jessica. ‘Siapa yang ingin menabrak Jessica, Olivia masih di tahan apa mungkin Glen. Kenapa harus seperti ini, aku harus cepat cepat membawa Jessica ke America disini aku tidak tenang. Ada saja yang mengganggu.’


Carlos menunduk di meja dan memegang kepalanya, menjalin hubungan dengan orang yang kita cintai tidak mudah pasti ada saja yang menghalangi. Carlos merasakan tangan Jessica di bahunya, dia mengangkat kepalanya.


“Kamu baik baik saja, Babe?”


“Iya, Sayang. Sini duduk di pangkuanku.” Jessica duduk di pangkuan Carlos dan melingkarkan tangannya di punggung pria itu.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2