
Hari ini mereka akan pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Cella yang baru saja bergenap 6 bulan. Terlihat kedua orang tua Cella juga sedang bersiap-siap, Carlos juga tidak mau ketinggalan ingin melihat janin itu. Sedangkan Logan dia mondar-mandir di kamar menunggu istrinya yang sedang duduk di depan cermin.
“Kamu sudah selesai, Sayang?” tanya Logan seraya berdiri di belakang istrinya.
“Iya, sudah.” Cella berdiri kemudian mengambil tas dan mengajak suaminya untuk pergi. Mereka berdua keluar dari kamar dan menemui kedua orang tua Cella yang sudah menunggu di depan.
Sedangkan cucu dan putri bungsu di titipkan kepada pengasuh karena kedua anak itu lebih memilih tinggal dari pada ikut mereka.
Logan mengajak mereka masuk ke mobil kemudian berangkat ke klinik. Begitu tiba semua turun lalu masuk ke dalam, Logan langsung mendaftarkan istrinya.
Selesai mendaftar dia duduk di samping Cella dan tersenyum, Logan menggenggam tangan Cella dan memperhatikan perut istrinya yang sudah membesar.
“Marcella Rodriquest Gomes.” Terdengar petugas memanggil Cella. Pasangan kekasih yang baru saja menikah itu langsung berdiri begitu juga Carlos, dia mengikuti Logan dan Cella masuk ke dalam.
Logan menyuruh Carlos duduk di dekat Cella sedangkan dia berdiri tepat di samping istrinya. sementara Jessica menunggu mereka di luar.
Mereka berbincang-bincang dengan dokter lalu dokter meminta Cella untuk berbaring di brankar.
Logan membantu Cella berdiri kemudian membaringkan sang istri di brankar. Dokter mengoles gel di atas perut Cella dan menggerakan alat usg di atas perut buncit itu.
Mata Logan dan Carlos langsung tertuju ke layar monitor lalu dokter mulai menjelaskan kepada mereka tentang janin itu.
“Janin bertumbuh dengan bagus,” tutur dokter sambil terus menggerakkan alat usg di perut Cella.
“Dok, jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan?” Dokter melihat di layar monitor sambil terus menggerakkan alat usg dia memperhatikan janinnya lalu tersenyum.
“Dia berjenis kelamin perempuan,” sahut dokter. Tampak wajah Carlos berbinar mendengar cucunya perempuan, begitu juga dengan Logan dia terlihat sangat senang. Logan membelai rambut Cella dan mengecup kening istrinya itu.
Selesai di usg Cella kembali duduk di samping Carlos menghadap dokter. Mereka kembali berbincang-bincang, sedikit-sedikit Carlos membelai rambut putrinya dan tersenyum.
Tidak lama kemudian mereka keluar menemui Jessica, Cella tersenyum kepada Jessica kemudian duduk di samping mamanya.
“Janinnya perempuan, Mam,” info Cella kepada Jessica, nampak wajah Jessica terlihat sangat senang. dia langsung memeluk putrinya.
“Mama memiliki cucu perempuan lagi.” Istri Carlos itu sangat bahagia. Mereka meninggalkan klinik dan kembali ke rumah.
__ADS_1
****
Akhirnya Logan mengambil alih perusahannya, dia sengaja dengan cepat mengambil dari temannya agar dia mempunyai alasan untuk mencari orang yang mencoba membunuhnya dan ingin bertemu dengan Maurent untuk mengambil rekaman itu.
Dia tidak ingin rekaman itu jatuh ke tangan Carlos, Logan tahu Carlos pasti akan marah besar padanya. Terlihat pria itu sedang berbincang-bincang dengan Cella di kamar.
“Sayang. Mumpung papa dan mama kamu masih di sini aku ingin ke Chili.” Cella menatap Logan dengan heran dan bertanya.
“Untuk apa kamu ke Chili?” Dia duduk di sofa dan terus menatap suaminya.
“Sayang. Karena perusahaanku bergerak dalam bidang Export-Import juga logistic, aku harus menemui costumerku di sana.” Dia berbohong kepada istrinya. Padahal Logan ingin pergi ke Amerika dan memberikan pelajaran kepada orang yang ingin membunuhnya. Juga bertemu dengan Maurent.
“Berapa lama kamu di sana?” tanya Cella lagi, dia tidak curiga sama sekali kepada suaminya.
“Um, mungkin seminggu.” Kembali Cella mengerutkan dahi mendengar jawaban suaminya.
“Kenapa lama seperti itu?” Logan menarik istrinya untuk duduk di pangkuannya.
“Sayang, tidak mungkin aku tiba di Chili terus langsung pulang. Pasti kami akan membicarakan bisnis.” Cella menatap Logan dan menarik napas panjang.
“Apakah kamu akan tertarik dengan wanita di sana?” Mendengar pertanyaan Cella, Logan langsung tertawa dan memeluknya.
“Benarkah?” Logan memegang kedua pipi Cella dan mengecup bibir merah itu
“Aku tidak akan pernah mengkhianatimu!” tegasnya seraya tersenyum dan menarik sang istri kedalam pelukkannya.
“Aku percaya padamu,” bisik Cella dengan memeluk suaminya.
“Terima kasih sayang.” Cella menganggukkan kepala kemudian berdiri dari pangkuan suaminya.
“Kapan kamu akan berangkat?” tanya Cella seraya menatap mata Logan.
“Dua hari lagi, Sayang,” jawab Logan
“Baiklah kalau begitu.” Cella berdiri kemudian dia mengajak Logan pergi duduk di taman.
__ADS_1
Mereka berdua meninggalkan kamar lalu menuju ke taman, suami istri itu duduk lalu datang Isabell dan Ezer, kedua anak itu mengajak Logan untuk bermain bersama mereka berdua.
Logan mengikuti permintaan mereka, Jessica dan Carlos juga ikut bergabung duduk di taman.
“Mama dan Papa masih lama di sini kan?” tanya Cella kepada kedua orang tuanya.
“Kenapa, Sayang?” tanya Jessica sambil memperhatikan Logan, Isabell dan Ezer yang sedang bermain di taman.
“Dua hari Logan akan pergi ke Chili.” Carlos mengernyitkan dahi menatap putrinya.
“Untuk apa dia ke Chili?” sela Carlos.
“Dia ada urusan bisnis di sana,” sahut Cella seraya tersenyum.
“Oh, Papa dan Mama akan pulang sekembalinya Logan dari Chili,” ujar Carlos dengan membelai rambut Cella. Dia tidak ingin meninggalkan putrinya sendiri di Brazil.
“Terima kasih, Pap.” Carlos tersenyum kemudian mengecup kening Cella dan membelai perut putrinya yang sudah membesar itu.
****
Tibalah Logan akan pergi ke Amerika, dia sudah menghubungi teman-temannya di Negara itu. Logan sudah berniat ingin memberi pelajaran kepada orang itu. Dia tidak ingin suatu hari nanti keluarganya terancam oleh mereka.
Begitu juga dengan Maurent, dia tidak ingin wanita itu merusak hubungan yang sudah terjalin dengan baik antara dia dan keluarga istrinya.
Logan bersiap-siap, dia mengatur pakaiannya di koper, kemudian mengganti kaos dengan kemeja. Logan memakai sepatu lalu dia menghampiri istrinya yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
“Aku hanya seminggu, Sayang. Jangan berpikiran yang tidak-tidak terhadapku.” Cella tersenyum kemudian berdiri dari duduknya dan menatap mata suaminya.
“Aku percaya padamu.” Logan terlihat sangat senang kemudian dia melingkarkan kedua tangan di pinggang istrinya.
“Terima kasih, Sayang,” ucap Logan kemudian dia mengecup bibir Cella.
Logan menarik koper keluar dari kamar di ikuti Cella, dia langsung menuju ke depan dan meminta Esteban untuk memasukkan barangya ke dalam bagasi.
Logan memeluk Cella dan mencium kedua pipi yang tidak terlalu tebal itu. Dia juga berpamitan kepada Carlos dan Jessica.
__ADS_1
“Aku titip istriku, aku hanya seminggu di sana.” Jessia dan Carlos tersenyum kemudian Logan masuk ke dalam mobil lalu Esteban langsung mengantarnya ke airport.
Mereka tiba lalu Logan turun dan mengambil koper di bagasi. Logan langsung masuk ke dalam dan check in, sebelum masuk ke pesawat dia menghubungi istrinya.