
Carlos sampai di tempat billiard, dia turun dari mobil dan masuk kedalam. Tanpa Carlos sadari Hank dan Bane mengikutinya. Bane dan Hank juga masuk kedalam dan mereka mencari meja kosong dan menyewa Meja billiard. Mereka berdua pura pura bermain billiard.
Sedangkan Carlos, dia duduk dekat bartender. Carlos menelepon seseorang dan tidak lama kemudian dia menutup telepon dan memesan minuman. Dan terlihat seseorang mendekati Carlos lalu duduk di samping Carlos. Dan Carlos menyalami orang itu.
“Hi Colby, bagaimana kalau kita duduk di sebelah sana saja.” Kata Carlos sambil menunjuk ke meja kosong.”
“Baiklah Carlos. Kita duduk disana saja.”
Carlos dan Colby pindah ke meja kosong dan mereka berdua duduk dan meletakkan minuman di atas meja.
Hank memperhatikan orang itu dan berbisik pada Bane.
“Bane aku mengenal orang itu, dia sering di sewa untuk membunuh.”
“Oh ya? Dari mana kamu tahu Hank?” Tanya Bane
“Bane, aku sudah lama mengenalnya. Aku dan dia pernah bertugas di Afghanistan dan aku pernah menghajarnya Bane.” Jawab Hank pada Bane. “Kita tunggu saja, begitu Carlos pergi aku akan bicara dengannya.” Kata Hank lagi.
“Baiklah Hank kita tunggu sampai Carlos pergi.”
“Iya Bane.” Kata Hank dan mereka kembali bermain billiard sambil mengawasi Carlos.
Sementara itu Carlos sedang berbincang dengan Colby.
“Begini Colby, aku ingi menyewamu untuk melenyapkan seseorang.”
“Hemm. Siapa yang ingin kamu lenyapkan Carlos?” Tanya Colby.
Carlos mengeluarkan handphone dan mencari foto pedro, kemudian Carlos menunjukannya pada Colby.
“Aku ingin kamu lenyapkan orang ini!”
“Kenapa Carlos? Apakah dia berbuat sesuatu padamu?”
“Kamu tidak perlu tahu. Kamu ingin melakukannya atau tidak?”
Colby tertawa.
“Kalau bayarannya tinggi aku akan melakukannya.” Kata Colby pada Carlos.
“Tentu saja aku akan membayarmu dengan tinggi, asalkan kamu merahasiakan siapa yang membayarmu.”
“Tentu saja Carlos. Aku akan merahasiakan siapa yang membayarku dengan syarat, kamu harus membebaskanku apabila aku tertangkap. Jangan sampai aku masuk penjara.” Kata Colby lagi pada Carlos.
“Kamu tenang saja Colby, tentu saja aku akan membebaskanmu.”
“Baiklah aku akan melaksanakan tugas darimu. Berikan alamatnya dan aku akan pergi untuk membunuhnya.”
“Colby kamu cukup saja awasi perusahaan Well’s Group dia selalu disana.”
“Ok Carlos. Besok kamu akan mendengar kabar dariku.” Kata Colby pada Carlos.
“Baiklah Colby, kalau begitu aku pergi dulu. Jangan sampai gagal!” Kata Carlos pada Colby dan dia meninggalkan tempat billiard, kemudian dia masuk kedalam mobil dan langsung pulang ke rumah.
Melihat Carlos sudah pergi, Hank langsung menghampiri meja Colby.
“Hi Colby apa kabar?” Sapa Hank pada Colby.
Colby terkejut melihat hank.
“Hi Hank kamu kemana saja, sudah lama kita tidak bertemu.” Kata Colby sambil memeluk Hank. “Oh ya. Bagaimana kabarmu Hank, aku dengar kamu sudah keluar dari Angkatan Darat.
Hank duduk depan Colby.
“Iya Colby, sudah lama aku keluar dari angkatan darat dan sekarang aku bekerja sebagai bodyguard.
“Wouw.., bagus itu Hank, pasti bayarannya sangat tinggi.” Kata Colby pada Hank.
“Iya tentu saja Colby.” Hank melihat bane dan memberikan isyarat untuk bergabung bersama dia dan Colby. Dan terlihat bane datang menghampiri Hank dan Colby.
“Oh ya Colby kenalkan ini bane, dia rekanku.”
“Hi Bane senang bertemu denganmu.” Kata Colby pada Bane.”
“Sama sama Colby. Terima kasih.” Ucap Bane kemudian dia duduk dekat dengan Hank.
“Oh ya Hank mungkin kamu juga bisa mengajak aku untuk bekerja pada bosmu, aku sudah lelah dengan profesiku.”
“Kalau kamu serius Colby aku bisa bicara dengan bosku.” Kata Hank pada Colby.
__ADS_1
“Ah.. tentu saja Hank aku serius, aku ingin ada penghasilan tetap.”
“Baiklah Colby, kalau kamu mau aku bisa membawamu bertemu langsung dengan bosku besok. Bagaimana?”
“Hmm.., ok Hank aku mau. Besok jam berapa kita bertemu dengan bosmu?”
“Bagaimana kalau besok jam sepuluh pagi aku menjemputmu?”
“Ok Hank, besok kamu jemput aku. Kamu masih ingatkan tempat tinggalku?”
“Aku masih ingat Colby. Oh ya Colby, siapa pria tadi yang berbincang denganmu? Tanya Hank pada Colby. Hank berpura pura tidak mengenal Carlos. “Kalian terlihat sangat serius.”
“Oh…, iya Hank biasalah aku dapat tugas. Kamu tahukan profesiku Hank.”
“Pasti Dia menyewamu untuk melenyapka seseorang ya.” Kata Hank pada Colby dan Colby tertawa.
“Ya begitulah Hank. Oh ya jangan lupa besok ya, aku sangat berharap aku mendapatkan pekerjaan Hank,dan aku akan berhenti sebagai seorang pembunuh. Aku lelah Hank.”
“Kamu tenang saja Colby, besok aku akan pertemukan kamu dengan bosku. Orangnya sangat baik.”
“Terima kasih Hank, kalau begitu aku pergi dulu.”
“Baiklah Colby, kalau begitu sampai bertemu besok. Kami juga harus kembali kekantor.” Kata Hank pada Colby kemudian dia mengajak Bane untuk pergi. Hank dan Bane keluar dari tempat billiard dan masuk kedalam mobil.
“Hank apa kamu serius ingin mengajak Colby bertemu dengan bos?” Tanya Bane pada Hank dengan heran
Hank menatap Bane dan tersenyum.
“Iya Bane aku serius. Aku ingin mengajak dia berkerja dengan kita.”
“Tapi Hank, bukannya Carlos membayar dia untuk melenyapkan Pedro?”
“Kamu tenang saja Bane, colby tidak akan melenyapkan Pedro. Aku jamin itu.”
“Baiklah Hank, tapi kita harus tetap waspada dan mengawasi Colby.”
“Tentu saja Bane.” Kata Hank lalu mereka meninggalkan parkiran dan pergi kerumah Jessica di Santa Barbara.
Sementara itu Jessica dan Pedro juga anak anak Jessica baru saja sampai di rumah. Mereka duduk duduk di ruang santai sambil bersenda gurau. Kairos merekam moment moment mereka di rumah bersama Pedro dan membagikannya di Facebook dan IG nya. Kairos sengaja melakukan itu, dia ingin Carlos melihat kebersamaan mereka dengan Pedro. Kairos ingin menunjukan pada Carlos bahwa mereka tidak perduli lagi dengan Carlos.
Kairos memperhatikan Jessica dan Pedro.
“Umm.. Pedro bisa kita bicara sebentar?”
Pedro menatap Kairos dan tersenyum.
“Tentu saja Kairos, apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” Tanya Pedro pada Kairos.
“Bagaimana kalau kita bicara di kolam renang saja Pedro?”
“Baikah Kairos, kalau begitu ayo kita ke kolam renang.” Kata Pedro pada Kairos dan mereka berdua pergi ke kolam renang. Sampai di kolam renang mereka berdua duduk. “Oh ya Kairos apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” Tanya Pedro.
“Hemm.., begini Pedro aku ingin bertanya padamu.”
“Katakan saja Kairos.”
“Uumm…. Pedro apakah kamu mencintai mama?” Tanya Kairos
Pedro terseyum.
“Tentu saja Kairos, aku sangat mencintai mama kalian. Bahkan kalau mama kamu bersedia aku akan menikahinya.
“Tapi Pedro kamu tahu sendirikan mama sudah pernah menikah dan memiliki anak empat, sedangkan kamu tidak pernah menikah. Aku hanya tidak ingin mama dikecewakan lagi.”
“Kairos aku tidak perduli mama kalian memiliki anak empat lima atau enam, aku tidak perduli. Aku mencintai mama kalian apa adanya.”
“Kamu serius dengan mamaku Pedro?” Tanya Kairos lagi.
“Tentu saja Kairos, seperti yang aku katakana padamu. Kalau mama kalian bersedia aku akan menikahinya.” Kata Pedro lagi untuk meyakinkan Kairos.
“Baiklah Pedro aku percaya padamu. Aku mendukungmu dengan mamaku.”
“Terima kasih Kairos. Oh ya.., aku ingin kamu dan kedua adikmu membantuku.” Pinta Pedro pada Kairos.
“Katakan saja Pedro.”
“Begini Kairos, aku ingin melamar mama kalian dan aku ingin kalian yang memilih cincin untuknya. Dan kita buat kejutan untuk mama kalian.”
“Baik Pedro aku dan kedua adikku akan membantumu.”
__ADS_1
“Ahh.. Terima kasih Kairos.” Kata Pedro sambil memeluk Kairos. Lalu Jessica datang menghampiri Kairos dan Pedro.
“Apa yang kalian berdua bicarakan?” Tanya Jessica penasaran
“Umm…, rahasia laki laki mam.” Canda Kairos pada Jessica lalu dia dan Pedro tertawa.
“Oh.., jadi sekarang sudah mau bermain rahasiaan sama mama.” Kata Jessica pada Kairos dan Kairos tertawa lagi lalu dia memeluk Jessica.
“Tidak mam, aku hanya menanyakan sesuatu pada Pedro.” Kata Kairos pada Jessica.
“Apa itu sayang?”
“Bukan apa apa mam. Hal yang tidak penting.” Kata Kairos. “Ok aku masuk kedalam dulu ya mam.”
“Baiklah sayang.” Kata Jessica pada Kairos dan dia menatap pedro. “Apa yang kalian bicarakan?”
“Bukan hal penting dear. Dia hanya berdiskusi tentang wanita saja.” Bohong Pedro pada Jessica, lalu dia melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.
“Ohh… Pedro apakah Kairos sudah punya pacar?” Tanya Jessica penasaran.
“Apakah Kairos tidak pernah mengatakan padamu kalau dia sudah punya pacar atau belum?”
“Pedro, kalau soal itu dia tertutup. Beda dengan Acel, Acel selalu terbuka padaku. Kalau Kairos dia tertutup. Kalau aku tidak bertanya pasti dia diam.”
“Ohh.. begitu.”
“Iya Pedro. Baiklah aku akan kekamarnya aku ingin bertanya padanya.” Kata Jessica sambil melepaskan tangan Pedro di pinggangnya.
“Sudahlah dear biarkan saja.” Kata Pedro sambil menahan tangan Jessica.
“Pedro aku harus tahu, Kairos sekarang sudah dua puluh tahun. Sudah waktunya dia punya pacar.” Kata Jessica pada Pedro kemudian dia masuk kedalam. Dia langsung pergi ke kamar Kairos, dia masuk dan melihat Kairos sedang berbaring di tempat tidur sambil mengutak atik handphonenya. Jessica duduk disisi tempat tidur dan menatap Kairos.
“Sayang mama ingin bertanya sesuatu padamu.”
Kairos duduk di tempat tidur dan bersandar di sandaran tempat itu.
“Bertanya apa mam?”
“Umm.., apakah kamu sudah pacar sekarang?” Tanya Jessica sambil menatap mata Kairos.
Kairos langsung tertawa.
“Kenapa mama bertanya hal itu?”
“Ah.., sayang mama ingin tahu saja. Ayo jawab!” Kata Jessica sambil mencolek pinggang Kairos.
Kairos tertawa lagi sambil memegang tangan jessca.
“Ah…. mama geli.”
“Makanya jawab pertanyaan mama.” Kata Jessica lagi.
“Hemm…. Belum mama, tapi aku lagi menyukai dan sementara mendekatinya mama.”
“Teman kuliahmu?” Tanya Jessica penasaran.
“Iya mam, tapi kami beda jurusan.”
“Hmmm.. baguslah. Akhirnya anak mama bisa dekat dengan perempuan.” Canda Jessica pada Kairos dan Kairos langsung tertawa lagi.
“Kenapa?? Mama khawatir kalau aku jadi suka sesama jenis.” Canda Kairos pada Jessica.
“Tentu saja sayang. Kamu sudah dua puluh tahun tapi mama belum mendengar kamu punya pacar.”
“Mama tenang saja, aku laki laki normal.” Canda Kairos lagi pada Jessica.
“Baguslah kalau begitu.” Kata Jessica sambil berdiri. “Oh ya, kalau sudah berhasil kenalkan pada mama ya.” Canda Jessica pada Kairos.
“Tentu saja mama. Tenang saja.” Kata Kairos sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jessica dan Jessica tertawa. Kemudian dia keluar dari kamar Kairos dan menemui Pedro, dia masuk kekamarnya dan dia langsung duduk disamping Pedro.
Pedro menatap Jessica dan menarik Jessica kedalam pelukannya lalu mencium bibir Jessica. Dan Jessica membalas ciuman Pedro. Mereka saling berciuman, Jessica menghentikan ciumannya
“Pedro aku mau istirahat, aku Lelah.” Kata Jessica sambil berdiri dan pergi berbaring di tempat tidur.
“Baiklah dear, aku juga mau istirahat.” Kata Pedro kemudian dia berbaring di samping Jessica dan memeluk Jessica.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1
Terima kasih