
Jet yang membawa Cella akhirnya tiba disebuah landasan pribadi yang ada di Amerika, Cella memandang keluar jendela sambil bertanya-tanya dalam hati. Kemana mereka akan membawanya pergi.
Di landasan sudah ada sebuah kendaraan roda empat untuk menjemput mereka, Cella kembali dimasukan ke dalam mobil lalu meninggalkan landasan.
Cella ingin bertanya tapi mulutnya masih di tutup dengan kain jadi dia hanya pasrah saja mau di bawah mereka kemana. Walau’pun hati sangat takut tapi dia berusaha terlihat tenang di depan mereka.
Pikirnya pasti Kairos dan anak buah mamanya akan menemukannya. Mereka tiba disebuah rumah di pinggir kota, salah satu pria membantu Cella turun dan membawanya ke dalam.
Sambil masuk Cella memperhatikan rumah itu, sangat rapi dan terawat pikirnya. Dia didudukan di kursi kemudian seorang pria masuk ke sebuah ruangan.
Dia membuka ruangan itu, menyuruh seorang pria untuk keluar dan ikut dengannya, saat berada di ruang utama mata pria itu terkejut melihat wanitanya.
“Cella?” Pria itu tak lain adalah Logan, dia begitu bahagia melihat sang kekasih baik-baik saja.
Pemilik nama itu’pun terkejut mendengar suara Logan, dengan cepat dia mencari suara itu dan melihat pria pujaannya sedang berlari ingin memeluk dirinya.
“Logan?” Mereka berdua saling berpelukan dengan erat. Cella langsung menangis di pelukan sang kekasih. Dia tidak menyangka kalau pria yang Ia cintai masih hidup.
“Ternyata kamu masih hidup.” Cella mengeratkan pelukannya, rasanya sangat bahagia dan tak ingin melepaskan lagi.
“Bagaimana kandunganmu?” tanya Logan dengan meleraikan pelukannya dan mengelus perut yang sudah mulai membuncit itu.
“Baik-baik saja.” Kembali dia memeluk Logan dengan erat, rasa tidak percaya melihat sang kekasih masih hidup meliputinya.
“Apakah kamu bahagia?” Cella melepaskan pelukannya dan mencari suara itu yang tak lain adalah Carlos. Dia melihat pria itu merentangkan tangan ingin memeluknya.
Ternyata semua orang yang ada di dalam rumah itu bahkan yang menyelamatkan Logan dan menculik Cella adalah bayaran Carlos, dia ingin menebus kesalahan yang sudah Ia perbuat.
Cella menatap Carlos dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk pria itu. Sementara Logan terkejut dengan kehadiran ayah dari kekasihnya.
“Apakah papa yang telah membawa Logan kesini?” tanya Cella seraya melepaskan pelukannya.
“Iya, maafkan papa.” Carlos membelai rambut Cella dan mengecup kening putrinya.
“Aku juga minta maaf sudah mengecewakan papa, aku tidak memenuhi harapan papa,” ucap Cella dengan memeluk kembali Carlos.
“Ayo kita pulang.” Cella meleraikan pelukannya lalu mengajak Logan untuk ikut bersamanya.
Carlos membawa kembali Cella ke rumah, dia begitu bahagia melihat lagi putrinya yang sudah berperut buncit itu.
Sementara di Mexico Jessica dan Kairos begitu khawatir dengan hilangnya Cella. Tak henti-hentinya wanita itu menangis, dia khawatir apalagi Cella dalam keadaan hamil.
“Kemana lagi harus mencarinya? Apakah kita laporkan ke polisi saja?” tanya Jessica dengan mengusap airmata yang tak henti menetes.
“Iya, sebaiknya begitu.” Kairos melepaskan pelukan Jessica lalu pergi mencari Mauritio, dia ingin mengajak pria itu untuk menemaninya ke kantor polisi.
Di belahan dunia lain, nampak Carlos tiba di kediamannya bersama Cella dan Logan. Walau’pun dia membebaskan kekasih Cella dari Maurent tapi pria itu tetap dingin kepadanya.
Carlos belum rela melepaskan sang putri bersama Logan, tapi apa hendak dikata kedua insan itu saling mencintai apalagi saat ini Cella sedang mengandung anak Logan. Mau tidak mau, suka tidak suka Carlos harus merelakan kesayangannya dengan pria itu.
“Istrirahat saja dulu, papa akan meminta pelayan untuk menyiapkan makan untuk kalian.” Sambil berucap Carlos mengelus perut buncit Cella dan mengecup kening sang putri.
__ADS_1
“Terima kasih, Pap.” Carlos tersenyum dan menganggukkan kepala tapi mata tidak mau menatap Logan, dia masih bersikap dingin kepada kekasih Cella.
Sedangkan Acel terkejut melihat Logan berada di kediaman mereka, dia tidak suka Carlos menerima hubungan pria itu dengan kembarnya. Dia menatap marah kepada Logan dan pergi ke kamar, bahkan Acel tidak ingin satu meja makan dengan kekasih Cella. Dia lebih memilih tinggal di kamar dari pada makan bersama dengan mereka.
Kini Carlos sedang menyiapkan jet pribadinya, dia ingin menjemput sang istri di Mexico dan membawanya pulang. Pria itu belum mengatakan kepada Jessica kalau putri mereka sudah berada di rumah, dia ingin memberikan kejutan kepada wanita yang sanga Ia cintai.
Pesawat tinggal landas Carlos memejamkan mata dan membayangkan wajah istrinya, dia tersenyum sendiri dan menggeleng-gelengkan kepala. Pria itu sangat rindu dengan Jessica sebulan tidak melihatnya membuat dia merana.
Carlos sampai di Mexico sore hari, dari airport dia langsug menuju ke kediaman Kairos. Saat tiba, dia melihat Tania sedang menyiram tanaman di halaman depan. Melangkah perlahan dia menghampiri menantu kesayangannya lalu menyapa wanita itu.
“Apakah mama di dalam?” Tania terkejut mendengar suara Carlos.
“Papa?” Carlos dengan cepat memberikan isyarat dengan meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya. “Mama sedang berada di kamar.” Carlos mengacungkan kedua jempol kepada menantunya kemudian masuk menuju ke kamar Jessica.
Perlahan dia membuka pintu dan melihat sang istri sedang berdiri di depan jendela dengan posisi menatap keluar. Carlos berjalan dengan mengendap-endap lalu memeluk Jessica dari belakang.
Jessica terkejut saat sebuah tangan melingkar di perutnya, dia memutar badannya menghadap sang suami dengan wajah mengerutkan dahi.
“Babe?” Walau dia sedang marah kepada Carlos tapi tidak dipungkiri kalau dia juga sangat merindukan pria yang sudah mulai tua ini. Jessica memeluk Carlos dan menangis di pelukan sang suami.
“Cella entah pergi kemana, dia hilang, Babe.” Carlos tersenyum dan membelai rambut sang istri.
“Iya, aku sudah tahu. Mereka menculik Cella dan membawanya ke Amerika, itu informasi yang aku dapat dari orang bayaranku.” Jessica langsung melepaskan pelukkannya dan menatap Carlos.
“Benarkah?” Carlos menganggukan kepala menjawab pertanyaan Jessica.
“Makanya aku menjemputmu supaya kembali ke Amerika, kita cari bersama.” Carlos membohongi sang istri, dia ingin memberikan kejutan kepada wanita yang suda puluhan tahun mendampinginya.
“Baiklah, kita pulang sekarang. Apakah kamu datang degan jet pribadi?” tanya Jessica dengan menyeka airmatanya.
Mendengar dari sang istri kalau papanya berada di rumah, Kairos segera pulang. Dia ingin membicarakan tentang hilangnya Cella. Kairos tiba dan langsung mencari Carlos.
“Papa,” panggil Kairos saat melihat papanya keluar dari kamar Jessica.
“Ya?” Carlos menoleh ke arah Kairos dan tersenyum kepada putra tertuanya.
“Aku sudah melaporkan ke polisi masalah hilangnya Cella,” sahut Kairos seraya duduk diikuti oleh Carlos.
“Tidak usah, sekarang posisi Cella sedang berada di Amerika.” Carlos juga berbohong kepada putranya. “Papa sudah mengerakan orang untuk mencari Cella.” Kairos membulatkan matanya dengan sempuran, dia terkejut secepat itu sang adik berada di Amerika.
“Siapa yang membawanya kesana?” tanya Kairos dengan heran.
“Tentu saja penculik.” Kairos mulai curiga ada yang tidak beres, melihat papanya seperti biasa-biasa saja dengan hilangnya Cella.
“Benarkah?” Kairos menatap papanya dengan memicingkan mata penuh selidik. “Apakah papa di balik ini semua?”
“Ssts ….” Carlos langsung memberikan isyarat kepada putranya agar diam, ternyata dia tidak bisa berbohong kepada Kairos.
“Jadi benar papa yang melakukannya?” Kembali Kairos bertanya.
“Iya, nanti papa ceritakan. Apakah kamu mau ikut ke Amerika?” Kairos langsung menganggukkan kepala.
__ADS_1
“Tentu saja.” Kairos berdiri lalu mencari istrinya, dia juga ingin mengajak Tania dan kedua anaknya ke Amerika.
Akhirnya malam itu juga mereka kembali ke Amerika saat tiba di rumah Carlos mengantar Jessica ke kamarnya. Wanita itu masih nampak sedih karena sang putri belum di temukan. Carlos membaringkan Jessica kemudian mengecup kening istrinya.
Carlos meninggalkan Jessica kemudian pergi menemui Cella, dia mengetuk kamar putrinya lalu pintu terbuka. Carlos langsung tersenyum dan membelai rambut Cella.
“Temui mama kamu, dia sangat sedih karena kamu menghilang.” Cella tertawa dan memeluk papanya. Mereka berdua mengayunkan langkah menuju ke kamar tempat Jessica berbaring.
Carlos membuka pintu dan menyuruh Cella masuk, dengan perlahan kekasih logan melangkah menghampiri Jessica. Dia berbaring di samping mamanya dan memeluk wanita itu.
Jessica membuka matanya dan terkejut melihat sang putri sudah berada di sampingnya, dia memeluk wanita berperut buncit itu lalu menangis. Sementara Carlos tersenyum melihat kedua wanita yang dia sanyangi.
“Kamu berbohong padaku,” ujar Jessica seraya melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur lalu menghampiri Carlos serta memukul dada pria itu.
Carlos terkekeh dan memeluk istri yang sangat dia cintai lalu mengecup ubun kepala wanita itu.
“Aku ingin memberikan kejutan padamu,” bisik Carlos lalu mencium bibir Jessica sekejap.
Kairos masuk dan melihat Cella sedang tersenyum padanya, dia lansung merentangkan tangan dan memeluk sang adik.
“Aku pikir kamu hilang.” Cella tertawa dan memeluk erat Kairos.
“Papa menculikku,” ujar Cella dengan melepaskan Kairos dan menatap papa dan mamanya.
Kairos memperhatikan wajah ceria Cella, dia curiga pasti sang adik sudah bertemu dengan Logan kalau tidak mana mungkin adiknya terlihat bahagia.
“Apakah Logan masih hidup?” tanya Kairos seraya menatap Carlos dan Cella secara bergantian.
“Iya, dia sedang tidur di kamarku,” jawab Cella dengan tersenyum. Jessica dan Kairos saling tatap, mereka tidak mengerti mengapa Logan sampai berada di rumah mereka.
“Bagaimana bisa?” tanya Jessica dengan menatap Carlos, berharap sang suami menjelaskan semua kepadanya.
“Aku akan meceritakan kepada kalian, ayo ikut aku.” Mereka mengikuti Carlos pergi ke ruang santai.
Carlos menyuruh mereka duduk lalu menceritakan bagaimana sampai dia tahu kekasih Cella di sekap oleh Maurent.
Flashback
Saat Carlos menyewa detektif untuk mencari keberadaan Logan, pria itu meminta untuk mencari informasi disemua rumah sakit. kebetulan adik sang detektif adalah seorang dokter dan tergabung dengan organisasi profesinya.
Sang detektif meminta adiknya untuk mencari informasi kepada rekan-rekan dokter kalau pernah menangani seorang pasien korban penganiayaan dan penembakan, dia juga memberikan foto Logan kepada adiknya.
Tidak menunggu lama, dua minggu akhirnya sang detektif mendapatkan kabar kalau pria yang dia cari pernah ditangani oleh rekan adiknya. Bahkan dokter teman adiknya memberiakan alamat rumah dimana mereka merawatnya.
Detektif itu langsung mengabarkan kepada Carlos tentang keberadaan Logan, suami Jessica langsung menyewa orang untuk menjemput kekasih Cella yang berada di kediaman Maurent. Ternyata disana Logan di sekap oleh wanita itu.
Flashback off
“Jadi begitu ceritanya?” Jessica langsung memeluk Carlos dan berulang kali mengecup pipi suaminya. Dia sangat bahagia akhirnya Carlos bisa menerima hubungan putrinya dan Logan. “Terima kasih,” bisik Jessica di telinga Carlos.
“Semua untuk kebahagiaan kalian,” ucap Carlos dengan menarik sang istri ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Mereka bersenda gurau di ruang santai, nampak kebahagiaan di wajah seluruh anggota keluarga itu. Kecuali Acel yang tentu saja belum menerima kehadiran kekasih Cella.
Selamat membaca