
Hari ini Jessica tidak ke kampus karena tidak ada mata kuliah, dia memilih tinggal di rumah dan mengerjakan tugasnya. selesai dia mengerjakan tugas dia merasa pusing, jessica berbaring di sofa dan tiba tiba dia merasa mual dia berdiri dan berlari ke kamar mandi. Jessica munta di wastafel tapi tidak ada makanan yang di keluarkan. Jessica mencuci mulutnya dan berdiri di depan depan cermin kemudian dia membalikkan badannya dan bersandar di wastafel, dan berpikir.
“Jangan jangan aku hamil, sudah beberapa bulan ini Carlos tidak memakai pengaman setiap kali berhubungan denganku. Jessica keluar dari kamar dan turun, dia mengambil kunci mobil dan pergi ke apotek lalu membeli test pack kemudian dia kembali kerumah.
Sampai di rumah dia langsung ke ruang makan dan mengambil air minum, dia minum air putih banyak supaya bisa buang air kecil kemudian dia kembali ke kamar. Sambil menunggu dia duduk di sofa.
“Kalau aku hamil kuliahku terhenti lagi.” Dia menunduk. “Carlos pasti sengaja tidak pakai pengaman supaya aku hamil.”
Akhirnya rasa buang air kecil datang, Jessica ke kamar mandi dan buang air kecil. Dia memasukan urinnya di botol kecil dan memasukan test pack kemudian dia mengeluarkan test pack dari botol dan menunggu hasil dan hasilnya ada dua garis merah. Jessica membuang hasil test dan kembali kekamar, dia mondar mandir di kamar. “Ternyata aku hamil.” Dia memegang kepalanya.
“Aku harus memastikannya, lebih baik aku ke dokter.” Jessica masuk ke kamar mandi dan manid. Selesai mandi dia langsung memakai pakaian dan turun ke bawah, Jessica pergi ke halaman belakang.
“Mom aku pergi sebentar ya.” Kairos melihat Jessica. “Mama... Mama.” Kairos berlari ke arah Jessica.
“Awas jatuh sayang.” Jesica menggendong kairos.
“Mau kemana sayang?”
“Aku mau ke toko buku sebentar mom, aku mau beli buku.” Jessica berbohong pada Liliana.
“Baiklah sayang, hati hati ya!”
“Iya mom, sayang mau ikut mama?” Tanya Jessica pad Kairos sambil mencium pipi Kairos
sambil menganggukan kepala. “Yes, mama.”
“Mom aku bawa kairos ya.”
“ iya sayang.”
Jessica dan Kairos keluar lalu Jessica membuka pintu mobil dan menduduka Kairos di Booster seat dan memakaikan safety belt pada Kairos. Jessica menghidupkan mesin mobilnya dan keluar dari pekarangan rumah, dia dan Kairos langsung menuju ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit dia langusng menuju keruangan dokter kandungan. Jessica mendaftar dan dia menunggu, Jessica memangku Kairos dan bermain dengan Kairos tidak lama kemudian suster memanggil Jessica untuk masuk. Jessica dan Kairos masuk dan Jessica mendudukan Kairos di sampingnya.
“Dok aku ingin memeriksakan kandunganku, aku ingin tahu apakah aku hamil.”
“Baiklah nyonya, silahkan berbaring!”
Jessica berdiri. “Sayang duduk disini ya, mama hanya sebentar.” Jessica berbaring di tempat tidur dan dokter mengolesi perut Jessica dengan gel, kemudian dokter menggerak gerakan alat di atas perut Jessica. Kairos melihat Jessica. “Mama...?”
“Iya sayang sebentar ya.” Jessica melihat ke monitor
“Nyonya anda sedang hamil sekarang, selamat ya.” Dokter membersihkan gel yang ada di perut Jessica dengan tissue. Kemudian Jessica turun dari tempat tidur dan duduk di samping Kairos
“Kira kira sudah berapa bulan dok?”
“Usia kandungan anda sudah dua bulan, nanti rajin makan sayur dan buah buahan dan jangan lupa minum susu juga khusus untuk ibu hamil! ini anak anda?”
“Iya dok, ini anakku.” Jessica tersenyum pada dokter.
“Wah.. Anakmu tampan ya, umur berapa sekarang?”
__ADS_1
“Tiga tahun dok.”
“Anak anda terlihat mirip denganmu.” Jessica tertawa. “Baiklah ini saya berikan juga vitamin untuk anda.
“Terima kasih dok, kalau bagitu aku permisi dok.”
Jessica menggendong Kairos dan keluar dari rumah sakit, mereka masuk ke mobil dan pulang ke rumah. Sampai di rumah mereka masuk kedalam rumah.
Kairos langsung mencari Liliana. “Oma... Mma....” Dia berlari ke kamar Liliana dan Liliana membuka pintu. Kairos langsung masuk ke kamar dan naik ke tempat tidur, dia melompat lompat di tempat tidur.
Jessica naik ke atas dan masuk ke kamarnya. “Kuliahku terhenti lagi, tapi tidak apa apa lagi pula Kairos sudah saatnya punya adik. Aku akan ke kantor Carlos, aku ingin memberitahukannya.”
Jessica keluar dari kamar dan menuju kekamar Liliana, Jessica mengetuk pintu dan Liliana keluar.
“Ada apa sayang?”
“Mom aku akan pergi ke kantor Carlos, aku titip Kairos ya.”
“Iya sayang, lagipula Kairos lagi tidur. Pergilah!”
“Iya mom.” Jessica keluar dan masuk ke dalam mobil dan dia langsung meluncur ke kantor Carlos, sampai di kantor dia langsung menuju keruangan Carlos.
Jessica membuka pintu dan dia terkejut dengan apa yang dia lihat, seorang wanita sedang mencium bibir Carlos dia adalah Victoria. Jessica sangat marah.
Carlos terkejut melihat Jessica dan mendorong Victoria.
“Berani beraninya kamu mengkhianatiku.” Jessica menampar Carlos. “Aku membencimu.”
“Sayang dengarkan aku dulu.”
Victoria memandang Carlos dan Jessica dengan tersenyum.
Federico mendengar keributan di ruangan Carlos. “Itu suara Jessica, ada apa dengannya?” Cepat cepat dia pergi keruangan Carlos, Federico melihat Jessica menangis dan ada perempuan di ruangan Carlos.
“Sayang ada apa ini? apa yang terjadi?”
Dengan menangis. “Dad tanyakan pada Carlos apa yang dia lakukan dengan perempuan ini di ruangannya.
“Sayang dengarkan aku dulu.” Carlos memegang tangan Jessica, tapi Jessica menepis dengan kasar tangan Carlos. Jessica begitu emosi.
“Tidak ada yang perlu aku dengar darimu.” Jessica berlari keluar.
“Apa yang kamu lakukan Carlos dengan peelacuurr ini?”
Victoria terkejut dengan ucapan Federico memanggilnya pelacuurr.
“Maaf tuan aku bukan pelacuurr.”
“Lalu apa yang tepat di sebut pada orang yang mengganggu suami orang, kalau bukan pelacuurr. Sekarang keluar dari kantorku.” Federico berteriak pada Victoria.
__ADS_1
Dan Victoria berlari meninggalkan kantor, Federico menatap marah pada Carlos.
“Kalau kamu ingin bercerai dengan Jessica katakan saja, maka aku akan mengurus perceraianmu dengan Jessica tapi ingat! Tidak ada satu wanitapun yang akan menggantikan Jessica di rumahku Jessica anakku juga, ingat itu!”
“Dad aku tidak akan pernah bercerai dari Jessica, aku sangat mencintainya.”
“Kamu mencintainya? tapi kamu menyakitinya, cinta macam apa itu Carlos?”
“Dad... Dengarkan aku dulu, aku juga tidak menyangka kalau Victoria akan menciumku. Baru saja aku akan mendorong Victoria tiba tiba Jessica masuk, dad aku tidak pernah mengkhianati Jessica. Aku sangat mencintainya.” Carlos duduk dan memegang kepala. “Bangsaaat kamu Victoria.
“Berikut daddy tidak ingin ada wanita masuk lagi keruanganmu. Ingat itu!!”
Federico keluar dari ruangan Carlos dan langsung meninggalkan kantor, begitu juga dengan Carlos dia langsung meninggalkan kantor.
Sementara Jessica dia tidak ingin kembali kerumah, dia menyetir tanpa arah dan tujuan. Dia menangis, Jessica sangat kecewa pada Carlos. Dia mematikan handphonenya, dia tidak ingin siapapun meneleponnya.
Federico sampai di rumah dan melihat mobil Jessica belum ada, dia masuk ke dalam rumah dan menemui Liliana.
Federico masuk ke kamar dan melihat Liliana sedang bermain dengan Kairos. Kairos melihat Federico.
“Oma.. Opa home.” Sambil melompat lompat di tempat tidur, Federico menggendong Kairos dan menciumnya.
“Liliana Jessica belum pulang?”
“Belum sayang, kamu tidak bertemu dengannya di kantor?”
“Ahhh... Kepalaku pusing. Carlos dan Jessica bertengkar di kantor tadi.”
Liliana terkejut. “Kenapa mereka berdua bertengkar?”
“Ada perempuan yang mencium Carlos dan Jessica melihatnya.”
“Benarkah Federico? siapa perempuan itu?”
“Aku juga tidak tahu Liliana, aku tidak mengenalnya.”
“Terus Jessica mana?”
“Itu yang aku tanyakan padamu, aku pikir tadi dia langsung pulang kerumah.”
Tidak lama kemudian Carlos sampai di rumah, dia turun dari mobil dan melihat mobil Jessica tidak ada. Dia masuk ke dalam dan bertemu dengan Liliana.
“Dimana Jessica Carlos?”
“Mom aku pikir dia sudah pulang.”
“Dia belum pulang Carlos, sekarang kamu cari dia!”
Carlos keluar kembali dan masuk ke dalam mobil dia pergi mencari Jessica, tapi dia tidak tahu harus mencari Jessica kemana.
__ADS_1
Selamat Membaca