SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Insaf


__ADS_3

Akhirnya Kairos sudah di perbolehkan Dokter untuk pulang. Tania membereskan barang barang kairos dan memasukkannya ke dalam tas. Lalu Jessica dan pedro masuk kedalam ruangan. Jessica langsung memeluk Kairos, dia juga memeluk Tania.


“Terima kasih Tania sudah mau menemani Kairos di rumah sakit.” Ucap Jessica pada Tania.


“Sama sama Nyonya.” Balas Tania sambil tersenyum pada Jessica.


“Oh ya sayang, semua sudah siap?” Tanya Jessica pada Kairos.”


“Iya mam, kita pulang sekarang.” Kata Kairos.


“Berikan padaku tasnya Tania.” Pinta Pedro pada Tania dan Tania memberikan tas itu kepada Pedro.


Mereka keluar dari ruangan dan berjalan ke parkiran. Kairos dan Pedro berjalan sambil bercanda dan tertawa. Jessica tersenyum melihat Kairos dan Pedro.


Di dalam mobil Carlos memperhatikan Kairos dan Pedro juga Jessica.


“Ya, apa yang di katakan Charlie itu benar sekali, aku harus melepaskan Jessica dan merelakan dia dengan Pedro. Dia terlihat sangat bahagia dengan Pedro.” Kata Carlos dalam hati.” Dan wanita itu pasti pacar Kairos, mereka terlihat sangat dekat.” Carlos menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil. “Aku sangat merindukan kalian.” Kata Carlos lagi sambil memejamkan matanya dan air mata keluar dari sudut matanya. “Semua sudah terlambat untuk di sesali.” Kata Carlos kemudian dia menjalankan mobilnya dan meninggakan parkiran lalu dia kembali kerumahnya.


Sementara itu Pedro mengarahkan mobilnya ke rumah Jessica. Sampai di rumah mereka semua turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


“Sayang kamu istirahat saja ya.” Kata Jessica pada Kairos.


“Iya mam. Ayo Tania ke kamarku.” Ajak Kairos pada Tania. Kemudian mereka berdua pergi ke kamar dan Kairos langsung berbaring di tempat tidur sedangkan Tania, dia duduk di kursi.


Jessica pergi ke kamar Isabell dan melihat Teresa dan Isabell sedang tertidur. Jessica menutup kembali kamar Isabell lalu pergi ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.


“Pedro aku akan memasak dulu untuk makan siang kita nanti.”


“Baiklah dear aku akan membantumu.” Kata Pedro


“Ahh.., sudahlah Pedro. Kamu di kamar saja, nanti bukannya membantu malah menggangguku.”


“Aku tidak akan mengganggumu dear. Aku janji.” Kata Pedro


“Baiklah kalau begitu, ayo!”


Mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke dapur.


Sementara itu di kediaman carlos.


Terlihat Carlos sedang duduk di sofa dan terdengar pintu rumahnya di ketuk. Carlos berdiri dan pergi membukakan pintu. Dia melihat dua orang berdiri di depan pintu dan langsung menyapanya.


“Selamat siang tuan, perkenalkan aku Aron dan ini rekanku Eliot kami dari kepolisian, apakah benar anda tuan Carlos?”


“Iya benar aku Carlos. Ada yang bisa aku bantu?” Tanya Carlos.


“Benar Tuan Carlos, ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan pada Anda Tuan.” Jawab Aron. “Bagaimana kalau kita bicara di dalam saja?”


“Oh.., tentu saja. Silahkan masuk.” Kata Carlos dan mereka masuk menuju keruang tamu.


“Silahkan duduk. Oh ya.., apa yang ingin kalian tanyakan padaku.” Tanya Carlos sambil duduk di sofa.


“Ehmm.., begini Tuan Carlos. Apakah anda mengenal Nona Cayla?”


“Oh iya, aku sangat mengenalnya. Ada apa dengannya?”


“Begini Tuan Carlos, keluarganya melaporkan kalau Nona Cayla sudah beberapa minggu tidak pulang. Dan kami sudah bertanya tanya kepada teman temannya dan mereka semua tidak tahu keberadaan Cayla. Dia tidak pernah terlihat lagi di kampus dan kami bertanya kepada salah satu temannya lalu dia memberikan informasi untuk datang kepada anda Tuan.


“Oh begitu. Iya terakhir aku bertemu dengannya beberapa pekan yang lalu. Dan jujur saja dia datang kerumah ini.”


“Apakah ada hubungan antara anda dan Nona Cayla.” Tanya Aron pada Carlos.


“Hubungan aku dan dia hanya teman tidur saja. Aku dan dia bertemu kalau aku yang meminta. Kalau aku ingin berhubungan dengannya aku selalu menghubungi dia.”


“Begitu ya. Umm.., terakhir anda bertemu dengannya beberapa pekan yang lalu ya, tepatnya tanggal berapa?” Tanya Aron lagi.


“Aku lupa tanggal berapa, tapi kalian bisa melihat rekaman cctv. Depan rumahku ada cctv jadi kalian bisa melihatnya.” Kata Carlos pada Aron kemudian dia mengajak mereka keruang kerjanya kemudian dia membuka rekaman cctv yang ada di rumahnya. Aron dan Eliot memperhatikan rekaman cctv.

__ADS_1


Carlos menunjukan rekaman terakhir Cayla berkunjung kerumahnya.


“Kalau ini sebulan yang lalu dan kalau rekaman yang ini, ya ini terakhir dia kesini.” Kata Carlos pada Aron . “Dan kalian bisa memeriksa rekaman cctv selanjutnya.”


“Terima kasih tuan Carlos.” Kata Aron kemudian dia memeriksa rekaman rekaman cctv yang ada di rumah Carlos, tapi dia tidak menemukan rekaman yang lain tentang Cayla.


“Tidak ada lagi. Umm.., apakah anda tidak pernah menghubungi Nona Cayla lagi?”


“Pernah aku menghubunginya tapi handphonenya tidak aktif dan aku pikir mungkin dia sedang sibuk.” Jawab Carlos pada Aron. Dia berusaha tenang di depan Aron dan Eliot, dia tidak ingin mereka mencurigainya.


“Baiklah Tuan Carlos, kalau begitu kami permisi. Maaf sudah mengganggumu dan Terima kasih atas kerja samanya. Oh ya kalau anda mendapatkan informasi tolong beritahu kami.”


“Tentu saja Tuan, aku akan menguhubungi kalian.” Kata Carlos.


“Kalau begitu kami permisi.” Pamit Aron pada Carlos dan mereka meninggalkan kediaman Carlos.


Seperginya Aron dan Eliot, Carlos masuk ke kamarnya dan duduk di teras. Dia menyalakan rokoknya dan menyandarkan badannya di sandaran kursi. Dia membuka handphonenya dan melihat foto foto saat dia bersama Jessica dan anak anaknya.


“Aku sangat merindukan kalian.” Kata Carlos dalam hati. Dia memandang foto ketiga anaknya.


“Maafkan papa, papa sudah menyakiti kalian bahkan papa sekarang sudah menjadi pembunuh berdarah dingin.” Kata Carlos dalam hati dan dia menangis.


Dia membuka wa Kairos dan mengirim pesan pada Kairos.


“Sayang papa minta maaf atas segala apa yang telah papa perbuat. Papa ingin bertemu denganmu. Sekali ini saja, bertemulah dengan papa.” Kemudian dia mengirim pesan itu pada Kairos.


Sementara itu di rumah Jessica.


Tania memberikan obat pada kairos.


“Kairos minum dulu obatnya.” Kata Tania sambil memberikan obat kepada Kairos.


“Iya Tania.” Kairos mengambil obat itu dan langsung meminumnya lalu dia menarik Tania dan menyuruh Tania duduk di sisi tempat tidur. Tania duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan Kairos lalu dia mencium bibir Kairos. Mereka berdua saling berciuman dan handphone Kairos berbunyi.


Kairos mengambil handphonenya yang ada di meja dan melihat ada pesan masuk di wa-nya. Dia membuka pesan itu dan dia membaca pesan dari Carlos.


Tania memperhatikan Kairos kemudian dia duduk di samping Kairos.


“Ada apa Kairos? Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Tania.


Kairos menatap Tania.


“Iya Tania aku baik baik saja. Aku hanya membaca pesan dari papaku saja.”


“Ada apa dengan papa kamu Kairos?”


“Papa ingin bertemu denganku Tania. Tapi...


“Tapi kenapa Kairos? Apakah kamu punya masalah dengan papa kamu? Tanya Tania pada Kairos.


“Tidak Tania, aku hanya belum ingin bertemu dengannya.”


“Kairos dia itu papa kamu, temuilah dia. Mungkin ada yang ingin dia sampaikan padamu.” Kata Tania lagi pada Kairos.


“Tapi kamu ikut denganku ya.” Pinta Kairos pada Tania.


“ Eemm… , iya aku ikut denganmu. Sudah beri tahu papamu, katakan padanya kamu akan menemuinya.”


“Iya Tania, aku akan beritahu papa.” Kata Kairos kemudian dia membalas pesan Carlos. “Baiklah papa, aku akan kerumah papa sekarang.” Balas Kairos di wa- Carlos. Kemudian dia berdiri dan mengganti kaosnya. “Ayo Tania kita pergi sekarang. Nanti kalau mama tanya bilang saja kita akan pergi kerumamu.”


“Iya Kairos. Ayo kita pergi sekarang” kata Tania pada Kairos kemudian mereka keluar dari kamar lalu turun kebawah dan mereka berpapasan dengan Jessica.


“Mam aku akan mengantar Tania kerumahnya.” Bohong Kairos pada Jessica.


“Baikah sayang hati hati ya.” Kata Jessica.


“Iya mam.”

__ADS_1


“Nyonya, aku mau kerumahku dulu.” Pamit Tania pada Jessica.


“Iya Tania. Terima kasih ya.” Ucap Jessica pada Tania.


“Sama sama Nyonya. Ayo Kairos kita pergi.”


Kairos mencium pipi Jessica lalu dia mengambil kunci mobil dan mereka berdua masuk kedalam mobil. Kairos langsung mengarahkan mobilnya kerumah Carlos. Dan akhirnya mereka sampai di kediaman Carlos.


Kairos dan Tania turun dari mobil dan mereka pergi mengetuk pintu rumah Carlos dan pintu terbuka lalu Kairos melihat Carlos di hadapanya.


“Hallo pa.” Sapa Kairos pada Carlos.


“Kairos, bagiaman kabarmu?” Tanya Carlos sambil memeluk tubuh Kairos dengan erat.


“Aku baik baik saja.” Kata Kairos sambil melepaskan pelukan Carlos.” Oh ya pa, ini Tania pacarku.”


“Hi Tania, senang bertemu denganmu.” Kata Carlos pada Tania.


“Terima kasih Tuan, senang juga bisa bertemu denganmu.” Balas Tania dan Carlos tersenyum.


“Oh ya mari masuk.” Ajak Carlos pada Kairos dan Tania.


Kemudian mereka masuk kedalam dan pergi keruang tamu. Kairos memperhatikan rumah Carlos.


“Rumah ini terlalu banyak kenangan.” Kata Kairos dalam hati, dia melihat foto foto Jessica dan Carlos masih terpajang di dinding.


Carlos memperhatikan Kairos yang sedang melihat lihat foto dia dan Jessica.


“Kairos papa ingin bicara denganmu.” Kata Carlos pada Kairos.


“Baiklah pap. Apa yang ingin papa bicarakan?”


“Bagaimana kalau kita bicara di ruang kerja papa?”


“Iya pa, ayo!” Kata Kairos pada Carlos kemudian mereka masuk keruang kerja. Sampai di dalam Carlos langsung memeluk Kairos.


“Maafkan papa sayang.” Kata Carlos sambil menangis. “Maafkan atas segala apa yang telah papa perbuat pada kalian. Papa sudah menyakiti kalian.” Kata Carlos lagi.


Kairos memeluk carlos dengan erat.


”Maafkan aku juga pa, aku juga sudah menyakiti hati papa.” Kata Kairos dan dia juga menangis.


Mereka saling berpelukan.


“Papa sangat menyesal sudah menyakiti kalian juga mama kalian. Maafkan papa.” Carlos menangis sambil memeluk Kairos dengan erat . “Papa sangat rindu pada kalian.”


“Aku juga sangat rindu sama papa.” Kata Kairos sambil menangis. “Papa tahu aku sangat menyayangi papa juga.”


“Terima kasih Nak. Papa juga sangat menyayangi kalian, sekali lagi papa minta maaf.” Carlos melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Kairos. “Kamu mau memaafkan papakan?”


Tanya Carlos sambil berlinang air mata.


“Iya pa, aku sudah memaafkan papa.” Jawab kairos pada Carlos dan Carlos langsung memeluk kembali Kairos dengan erat.


“Terima kasih sayang. Papa janji papa tidak akan menyakiti kalian lagi dan papa janji tidak akan mengganggu hubungan mama kalian dengan Pedro.”


Kairos menatap Carlos.


“Benarkah pa?”


“Iya kairos, papa janji. Papa akan menjauh dari kehidupan mama kalian.”


“Terima kasih pa.” Ucap Kairos lalu dia memeluk carlos dengan erat.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentarnya ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2