SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Merayakan


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di restoran tempat Tania bekerja. Mereka turun dan Kairos mengajak mereka masuk kedalam restoran, mereka masuk ke room family dan mereka duduk. Kairos melihat Tania dan dia mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Tania. Dan Tania datang ke meja mereka bersama pelayan lainnya. Mereka memberikan buku menu, Jessica mengambil buku menu dan melihat lihat menu makanan yang ada di buku menu kemudian mereka memesan makanan dan memberikannya kepada Tania dan rekannya. Kairos menatap terus Tania dan tersenyum. Tanpa Kairos sadari Jessica memperhatikannya, begitu Tania pergi Jessica langsung menggoda Kairos.


“Sayang kapan kamu akan perkenalkan dia pada mama?” Goda Jessica pada Kairos.


Kairos membelalakan mata.


“Perkenalkan siapa mam?”


“Tentu saja pacar kamu Kairos.” Sela Acel dan Jessica langsung tertawa.


“Acel aku belum punya pacar.” Kata Kairos pada Acel.


“Sayang kalau dia datang perkenalkan pada mama ya.” Goda Jessica lagi.


Dan Kairos tertawa dia mengerti siapa yang di maksudkan Jessica.


“Mama jangan menggodaku.”


“Mama pacar Kairos ada disini?” Tanya Cella penasaran


“Belum jadi pacar sayang, tapi dia sudah membuat kakakmu jatuh cinta.” Kata Jessica sambil tertawa.


“Benarkah itu Kairos?” Tanya Pedro.


Kairos langsung tertawa.


“Mama jangan menggoda aku terus.” Kata Kairos dan Jessica langsung tertawa lagi.


“Sayang nanti kalau dia datang lagu perkenalkan pada mama.” Goda Jessica lagi.


“Mam please berhenti menggodaku.” Kata Kairos lagi dan pesanan mereka datang, mereka langsung diam karena yang membawa pesanan mereka adalah Tania dan rekannya. Kairos langsung menjadi salah tingkah. Jessica menatap Tania dan tersenyum.


“Selamat makan semua.” Kata Tania kemudian dia kembali ke dalam.


Jessica langsung menatap Kairos dan tertawa.


“Sayang dia cantik ya.” Kata Jessica dan Kairos tersenyum


“Sudah mama kita makan dulu.” Kata Kairos.


Mereka makan sambil berbincang bincang.


“Oh ya Pedro, kamu sudah menentukan dimana akan di langsungkan pernikahanmu dengan mama?” Tanya Kairos pada Pedro.


“Hmm..., sudah Kairos. Aku ingin menikah dengan mama kalian di Portugal. Hanya tanggalnya aku belum tahu. Kira kira bagus tanggal berapa?” Tanya Pedro pada Kairos sambil menatap Jessica dan tersenyum.


“Pedro bagaimana kalau liburan sekolah saja. Supaya tidak mengganggu sekolah kami. kan bulan depan sekolah sudah libur.”


“Ehm.., iya Cella lebih bagus kalau kalian sudah libur dan kita semua pergi ke Portugal.” Kata Pedro


Jessica hanya tersenyum mendengar pembicaraan Pedro dan ketiga anaknya.


Akhirnya mereka selesai makan, Pedro membayar pesanan mereka dan mereka meninggalkan restoran dan kembali kerumah. Sampai di rumah Kairos melihat jam di dinding sudah hampir pukul sepuluh.


“Mam aku pergi sebentar ya.”


“Kamu mau kemana sayang? Ini sudah malam.” Kata Jessica


“Mam aku mau menjemput temanku yang di restoran tadi.”


“Ohhh.., tapi jangan pulang larut malam ya sayang.”


“Iya mam. Aku pergi dulu ya.” Pamit Kairos pada Jessica kemudian dia langsung keluar dari rumah dan naik kemotornya. Dia langsung mengarahkan motornya ke restoran tempat Tania bekerja. Sampai di restoran Kairos melihat Tania sudah menunggunya di depan restoran. Kairos menghentikan motornya tepat di depan Tania.


“Hi Tania, apakah kamu sudah lama menungguku?” Tanya Kairos.


“Ah.., tidak Kairos. Aku baru saja keluar.” Jawab Tania pada Kairos sambil tersenyum.


“Syukurlah kalau begitu. Ayo naik!” Kata Kairos sambil memberikan helm pada Tania. Tania memakai helm yang di berikan Kairos.


“Ayo jalan Kairos.” Kata Tania


“Baiklah Tania.” Kata Kairos kemudian dia menjalankan motornya kerumah Tania. Sampai di rumah, Tania turun dari motor dan memberikan helm pada Kairos.


“Terima kasih ya Kairos sudah mengantarku.” Kata Tania sambil tersenyum pada Kairos

__ADS_1


“Sama sama Tania. Oh ya besok aku antar kamu lagi ya.”


“Iya Kairos. Terima kasih.”


“Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Kairos pada Tania.


“Iya Kairos. Hati hati ya!” Kata Tania dan Kairos menganggukan kepala, dia langsung menjalankan motornya kembali kerumah.


Keesokan harinya Jessica pergi ke kantor tanpa di antar oleh Pedro. Pedro ingin mengantar Jessica tapi Jessica ingin pergi kekantor sendiri. Sampai di kantor Jessica memarkirkan mobilnya dan dia melihat mobil Carlos ada di seberang jalan.


“Dia pasti lagi mengawasi Pedro. Dia pikir pedro lagi bersamaku sekarang.” Kata Jessica dalam hati. Jessica keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor dan langsung menuju ke ruangan Mason. Jessica membuka pintu dan melihat Mason lagi di depan computer.


“Selamat pagi Mason.” Sapa Jessica pada Mason kemudian dia menarik kursi dan duduk.


“Selamat pagi Nyonya Jessica. Hmm.., ada yang bisa aku bantu.” Canda Mason.


“Ehmm.., tidak Mason. Aku hanya ingin berbincang sedikit denganmu.” Kata Jessica sambil tersenyum kepada Mason.


“Ohhh…, tentang apa Nyonya? Apakah tentang pekerjaan, atau tentang perasaan.” Canda Mason lagi dan Jessica langsung tertawa.


“Mason ini bukan tentang pekerjaan. Tapi aku ingin beritahu padamu kalau Pedro kemarin melamarku. Kamu lihat cincin ini.” Kata Jessica pada Mason sambil menunjukkan cincin yang berada di jari manisnya. Dan Mason terkejut.


“hah… Nyonya..? Mason berdiri dan memeluk Jessica dan mereka berdua berpelukan. “Selamat Nyonya, aku senang mendengarnya.” Kata Mason pada Jessica lalu dia melepasan pelukannya.


“Terima kasih Mason. Aku pikir pedro tidak serius padaku mason, tapi ternyata dia sangat serius dan dia mendapat restu dari anak anakku.”


“Senang sekali mendengarnya nyonya dan aku berharap nyonya bisa bahagia bersamanya.” Kata Mason lagi


“Terima kasih Mason. Oh ya Mason aku mau ke kantor papi, tolong kamu awasi pergerakan saham kita ya.”


“Baik nyonya jessica. Hati hati ya!”


“Terima kasih Mason.” Jessica kemudian meninggalkan ruangan Mason dan keluar dari kantor dia berjalan ke parkiran dan masuk kedalam mobil, dia melihat mobil Carlos masih di seberang jalan. Jessica menghidupkan mesin mobilnya dan langsung meninggalkan parkiran. Dia mengarahkan mobilnya ke perusahaan Tuan Jeremmy. Sampai di perusahaan Tuan Jeremmy Jessica turun dari mobilnya dan masuk kedalam kantor.


Sampai di lantai enam dia bertemu dengan Larry.


“Selamat pagi Larry.” Sapa Jessica pada Larry.


“Selamat pagi Jessi, lama tidak melihatmu.” Kata Larry


“hmm.., Tuan Jeremmy belum datang Jessi. Coba kamu telepon saja.”


“Baiklah Larry kalau begitu aku telepon papi dulu.” Kata Jessica lalu dia mengeluarkan handphone dari saku celananya dan menelepon Tuan Jeremmy. Ada nada panggil dan tidak lama kemudian terdengar suara Tuan Jeremmy dari seberang telepon.


“Hallo sayang apa kabarmu?” Tanya Tuan Jeremmy dari seberang telepon.


“Aku baik baik saja pi. Oh ya papi hari ini kekantor?”


“hmm.., papi tidak ke kantor sayang. Ada apa?”


“Tidak apa apa pi. Kalau begitu aku ke rumah papi sekarang.”


“Baiklah sayang papi tunggu ya.” Kata Tuan Jeremmy.


“Iya pi. Aku kesana sekarang.” Kata Jessica kemudian dia menutup telepon.


Jessica pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Dia menghidupka mobilnya dan langsung mengarahkan mobilnya ke rumah Tuan Jeremmy. Jessica sampai di rumah Tuan Jeremmy. Dia turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Dia berpapasan dengan pelayan rumah.


“Ehmm.., papi di mana?” Tanya Jessica.


“Oh.., tuan ada di ruang kerjanya.”


“Baiklah kalau begitu, Terima kasih ya.”


Jessica langsung pergi keruang kerja Tuan Jeremmy. Dia mengetuk pintu dan terdengar suara Tuan Jeremmy menyuruhnya masuk. Jessica membuka pintu dan langsung menyapa Tuan Jeremmy.


“Selamat pagi papi.” Ucap Jessica sambil berjalan menghampiri Tuan Jeremmy. Tuan Jeremmy berdiri dari duduknya.


“Selamat pagi sayang. Papi sangat merindukanmu.” Kata Tuan Jeremmy sambil memeluk erat Jessica.”


“Aku juga rindu pada papi.” Balas Jessica sambil membalas pelukan Tuan Jeremmy.


“Bagaimana kabar cucu cucu papi?”


“Mereka semua baik baik saja pi. Dan Isabell makin tambah lincah dan cerewet pi.” Kata Jessica sambil di duduk di sofa.

__ADS_1


“Ah.., baguslah kalau begitu. Papi sangat senang mendengarnya.”


“Oh ya, Dixon mana pi?”


“Hmm.., pasti di kamarnya sayang.” Jawab Tuan Jeremmy.


“Ohh.., papi sebentar aku ingin memanggil Dixon, ada yang ingin aku katakana kepada papi dan Dixon.


“Apa yang ingin kamu katakana sayang?”


“Sebentar papi, aku ingin memanggil Dixon dulu.” Kata Jessica, kemudian dia keluar dari ruang kerja Tuan Jeremmy dan dia naik ke atas lalu pergi ke kamar Dixon. Dia membuka pelan pelan kamar Dixon dan melihat Dixon masih berbairng di tempat tidur. Jessica masuk dan langsung menyapa Dixon.


“Selamat pagi kakaku yang tampan.” Canda Jessica pada Dixon.


“Hi…. Selamat pagi adikku yang cantik” kata Dixon lalu dia bangun dan memeluk Jessica.


“Bagaiman kabarmu?”


“Ehmm.., seperti yang kamu lihat aku baik baik saja. Oh ya Dixon ayo keruang kerja papi, ada yang ingin aku sampaikan.”


“Baiklah, ayo!” Kata Dixon pada Jessica lalu mereka berdua keluar dari kamar dan langsung menuju keruang kerja Tuan Jeremmy. Mereka masuk dan langsung duduk


Tuan Jeremmy tersenyum melihat Jessica dan Dixon.


“Sayang apa yang ingin kamu sampaikan pada papi dan Dixon? Tanya Tuan Jeremmy.


“Hmmm.. begini pi. Pedro sudah melamarku dan kami berencana untuk segera menikah.”


“Benarkah sayang?” Tanya Tuan Jeremmy.


“Jessi kamu serius?” Tanya Dixon.


“Iya papi, Dixon Pedro sudah melamarku dan rencana kami akan menikah di Portugal.”


“Sayang papi senang sekali mendengarnya, apalagi kamu akan menikah dengan anak rekan bisnisku.”


“Iya Jessi, aku juga senang mendengarnya. Aku bahagia kamu akan menikah dengan Pedro.” Kata Dixon dan Jessica tersenyum.


“Jessi kapan rencananya kalian berdua akan menikah.” Tanya Dixon.


“Rencananya liburan sekolah Acel dan Cella, Dixon.”


“Emmm.., berarti bulan depan ya?” Kata Tuan Jeremmy.


“Iya papi bulan depan. Dan rencannya akhir bulan depan.”


Tuan Jeremmy memeluk Jessica.


“Papi sangat bahagia sayang. Akhirnya kamu bisa melupakan Carlos.”


“Papi please jangan sebut nama dia lagi di depanku.”


Tuan Jeremmy tertawa dan mencubit hidung Jessica.


“Iya papi minta maaf.”


“Tidak apa apa pi. Oh ya papi Dixon bagaimana kalau kita kerumahku di Santa Barbara sekarang? Aku akan memasak di rumah dan kita makan bersama.”


“Baiklah sayang papi ganti pakaian dulu.” Kata Tuan Jeremmy lalu dia pergi.


“Iya Jessi, sebentar ya aku mandi dulu.” Kata dixon lalu dia keluar dari ruang kerja Tuan Jeremmy dan pergi ke kamarnya.


Jessica menunggu Tuan Jeremmy dan Dixon di ruang tamu. Dan tidak lama kemudian Tuan Jeremmy datang disusul oleh Dixon.


“Ayo kita pergi sekarang. Papi nanti Bersama sopir, Dixon ikut bersama Jessi saja.” Kata Tuan Jeremmy pada Dixon.


“Baiklah pi, kalau begitu kita jalan sekarang.”


Mereka bertiga meninggalkan kediaman Tuan Jeremmy dan pergi kerumah Jessica di Santa Barbara.


Selamat membaca.


Jangan lupa like dan komentar ya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2