
Pedro mengajak Jessica dan anak anak pergi ke Istana National Park yang terletak di atas bukit kota Sintra. Mereka sampai di kota Sintra dan Pedro memarkirkan mobilnya. Kemudian mereka turun dan Pedro pergi membeli tiket bus. Tidak lama kemudian dia kembali dan mereka pergi ke tempat bus lalu mereka naik bus untuk pergi ke Istana National Pena. Akhirnya mereka tiba, mereka turun dari bus dan berjalan kaki selama 15 menit ke Istana. Mereka sampai di Istana lalu mereka berkeliling Istana.
Sementara di amerika.
Terlihat Kairos keluar dari ruangan dan pergi ke parkiran, dia masuk kedalam mobilnya dan menelepon Tania, terdengar suara Tania dari seberang telepon.
“Hallo honey kamu lagi dimana?” Tanya Tania dari seberang telepon.
“Aku baru saja mau pulang sayang. Hari ini kamu kerja?”
“Tidak honey. Hari ini aku off.” Jawab Tania.
“Ohh.., kalau begitu aku jemput kamu sekarang ya.”
“Mau kemana honey?”
“Kerumahku sayang.” Jawa Kairos pada Tania.
“Baiklah, kalau begitu aku siap siap dulu.” Kata Tania
“Iya sayang aku kesana sekarang.” Kata Kairos kemudian dia menutup telepon.
Kairos menjalankan mobilnya keluar dari parkiran dan menuju kerumah Tania. Sebelum kerumah Tania, Kairos mampir di apotek. Dia turun dari mobil dan masuk kedalam apotek kemudian dia mencari lubricant gel. Akhirnya dia menemukannya kemudian dia membayarnya di kasir. Kairos keluar dari apotek dan masuk kedalam mobil kemudian dia pergi kerumah Tania.
Sampai di rumah Tania, Kairos mengetuk pintu dan Tania membukakan pintu pada Kairos.
“Kita pergi sekarang sayang?” Tanya Kairos.
“Iya honey kita pergi sekarang.” Kata Tania sambil mengunci pintu rumahnya.
“Baiklah kalau begitu, ayo!” Kata Kairos lalu mereka berdua masuk kedalam mobil.
Kairos langsung menjalankan mobilnya. Sampai di rumah mereka berdua turun dan masuk kedalam rumah.
“Sayang langsung saja ke kamarku, aku mau ke dapur sebentar.” Kata Kairos.
“Iya honey.” Balas Tania pada Kairos kemudian dia naik ke atas dan masuk ke kamar Kairos
Sedangkan kairos dia kedapur dan mengambil gelas kemudian dia ke mini bar dan mengambil botol wine lalu dia pergi ke kamarnya. Dia masuk lalu meletakkan botol dan gelas di meja, dia melihat Tania sedang bermain di handphonenya. Kairos membuka botol wine dan menuangkannya di gelas kemudian dia memberikannya pada Tania dan Tania mengambilnya lalu meminum wine yang di berikan Kairos. Dia hanya meminumnya sedikit dan kairos menghambiska sisa wine yang ada di gelas.
“Oh ya sayang, minggu depan mama dan Pedro akan menikah dan aku harus pergi ke Portugal.” Kata Kairos pada Tania.
“Iya honey, kapan kamu akan berangkat?”
“Uumm dua hari sebelum pernikahan mama. Tapi aku ingin kamu ikut denganku ke Portugal.”
“Tapi honey aku tidak bisa, kamu tahukan aku kerja.”
Kairos duduk di sisi tempat tidur.
“Sayang kamu bisa minta cuti, kita hanya beberapa hari di Portugal karena aku harus kembali kesini karena kuliah.”
“Bagaimana kalau manager tidak mengijinkanku.”
“Sayang, kamu coba saja dulu bicara dengan managermu.”
“Baiklah honey aku akan coba.” Kata Tania dan Kairos tersenyum.
Kairos melepaskan kaosnya dan berbaring di samping Tania.
“Sayang bagaimana kalau selesai kuliah kita langsung menikah saja?” Kata Kairos.
Tania memiringkan badannya dan menyanggah kepalanya dengan tangannya kemudian dia menatap Kairos dan tersenyum.
__ADS_1
“Honey kita masih terlalu mudah untuk menikah.”
Kairos memiringkan badannya juga menghadap Tania.
“Sayang aku selesai kuliah tahun depan dan umurku 22 tahun, bagiku itu sudah cukup untuk menikah.”
Tania tertawa.
“Honey, itu masih terlalu muda.”
“Sayang kamu tahu, saat mamaku menikah dengan papaku umurnya masih terlalu muda. Dia menikah dengan papa umurnya enam belas tahun. Kalau tahun depan kita menikah umur kamu sudah dua puluh tahun. Itu sudah cukup sayang.” Kata kairos sambil membelai wajah Tania.
“Kamu serius honey?” Tanya Tania pada Kairos
“Iya sayang, aku sangat serius.” Jawab Kairos kemudian dia mencium bibir Tania.
Mereka berdua saling berciuman. Kairos menghentikan ciumannya dan menatap mata tania.
“Sayang bagaimana kalau kita coba lagi?”
“Tania memegang pipi Kairos.
“Coba apa honey?” Tanya Tania.
Kairos tersenyum pada tania.
“Melakukan hubungan itu, kali ini sakitnya hanya sedikit sayang.” Kata Kairos pada Tania sambil meraba bibir Tania dengan jarinya.
“Benarkah?”
“Iya sayang, sakitnya hanya sedikit dan kamu pasti bisa menahan rasa sakitnya. Bagaimana sayang?”
“Baiklah honey, tapi kalau sakit sekali jangan di teruskan ya.”
Kemudian dia melepaskan pakaiannya, Tania juga melepaskan pakaiannya dan mereka berdua kembali saling berciuman. Tania melingkarkan tangannya di punggung Kairos dan membelai rambut Kairos, dia menggigit dengan lembut bibir Kairos. Dia merasakan milik kairos yang sudah keras menempel di perutnya.
Kairos berhenti mencium Tania
“Sebentar sayang.” Kata Kairos pada Tania lalu dia mengambil lubricant gel dan mengoleskan di miliknya.
Tania melihat gel itu
“Honey itu untuk apa? Tanya Tania.
“Sayang aku memakai ini agar bisa masuk dan mengurangi rasa sakit.” Kata Kairos pada Tania.
Kemudian dia mencium kembali bibir Tania.
“Masuk sekarang ya sayang?” Pinta Kairos.
“Iya honey, tapi pelan pelan ya.” Kata Tania.
Iya sayang, aku akan pelan pelan.” Kairos mencium bibir Tania.
Dan Kairos melakukannya.
“Honey sakit.”
“Kamu bisa menahan rasa sakitnya?” Tanya Kairos dan Tania menganggukan kepala.
Kairos melakukan dengan pelan dan Tania memejamkan mata. Kairos melihat ada air mata keluar dari sudut mata Tania. Kairos berhenti dan memeluk Tania. Dia mencium kening Tania dan menghapus airmata Tania.
Tania menatap Kairos.
__ADS_1
Kenapa kamu berhenti honey?”
“Tidak apa apa sayang.”
Kemudian Kairos melanjutkan lagi dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan. Kairos memeluk Tania dengan erat. Nafas masih tidak beraturan. Dia masih berada di atas tubuh Tania.
Tania memeluk Kairos dan membelai rambut Kairos
Kairos mengangkat kepalanya dan menatap Tania.
“Aku mencintaimu.” Kata Kairos sambil membelai wajah Tania.
Tania tersenyum kepada Kairos dan membelai wajah Kairos.
“Aku juga mencintaimu honey.”
Kairos kembali memeluk Tania dan memejamkan matanya. Dia terbayang air mata yang keluar dari sudut mata tania.
“Sayang apakah kamu menyesal telah melakukannya denganku?” Bisik Kairos di kuping Tania.
Tania memeluk Kairos.
“Kenapa kamu bertanya begitu honey?”
“Tidak apa apa sayang, tadi aku melihat air mata keluar dari sudut matamu. Aku berpikir kamu menyesal.” Kata Kairos lalu dia berbaring di samping Tania.
Tania memeluk Kairos dan meletakkan kepalanya di dada kairos.
“Itu karena aku menahan rasa sakit, sampai air mata keluar.”
“Ohh begitu.” Kairos mencium kening Tania kemudian dia berdiri.
“Sayang ayo kita mandi.” Ajak Kairos pada Tania.
“Iya honey.”
Tania berdiri dan melihat tempat tidur, banyak darah di atas sprei dan dia menatap Kairos. Kairos tersenyum dan memeluk Tania.
“Itu karena kamu masih virgin” kata Kairos.
“Tapi honey kenapa darahnya sebanyak itu?”
“Uumm.., mungkin karena permukaan milikmu sobek sayang.” Kata Kairos pada Tania. “Sudah sayang ayo kita mandi.” Kata Kairos sambil mengangkat Tania dan pergi ke kamar mandi.
Kairos berdiri di belakang Tania dan menyalakan shower. Tubuh mereka berdua basah dan Tania merintih kesakitan.
“Kenapa sayang.” Tanya Kairos.
“Miliku sakit.” Jawab Tania dan Kairos tertawa. “Aku kesakitan kenapa kamu tertawa?” Kata Tania pada Kairos dengan kesal.
“Iya maaf sayang, memang begitu sayang.”
“Iya tapi kenapa kamu menertawakanku honey.”
“Aku hanya merasa lucu saja sayang.” Jawab Kairos
Mereka berdua mandi, selesai mandi mereka berdua keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian. Tania melepaskan sprei dari Kasur dan kairos mengambil sprei lalu memberikannya pada Tania. Tania memasang sprei kembali di Kasur kemudian dia berbaring di tempat tidur. Sedangkan Kairos dia menyalakan laptopnya dan duduk di atas tempat tidur.
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan komen
Salam
__ADS_1